
[Satu minggu lagi, kita akan turun ke kampus. Masalah mu sudah bereskan, Camelia? Gimana lusa,kita mengunjungi kampus] Rika.
[Benar,gak sabar deh. Kita bakalan sama-sama lagi,kaya sekolah dulu]. Cika.
JJ Abrams, membaca pesan di group WhatsApp Camelia. Dia menoleh ke arah Camelia,tengah menyantap burger king. "Huuuff... Seminggu lagi,kalian kuliah? Kenapa,gak bilang-bilang sama aku?"
Nah,mulai posesif terhadap ku.Batin Camelia, tersenyum sumringah ke arah JJ Abrams. "Lupa cerita kemarin,maaf". Jawabnya.
"Ingat yah,kamu milikku Camelia. Jangan dekat-dekat dengan laki-laki mana pun,kalau temanan gak masalah jangan berlebihan. Takutnya dia baper sama ,kamu,jadi masalah besar dikemudian hari.Kalau nongrong sama teman,ada laki-lakinya ngomong sama aku. Hargai perasaan ku yah,mana mungkin mengekang kebebasan mu". JJ Abrams, tersenyum manis.
"Hmmmmm...Tenang saja,aku tipe perempuan setia. Sudah banyak buktinya,jangan ragukan ucapan ku ini". Kata Camelia, memainkan kedua alisnya. Baguslah kalau JJ, tidak mengekang kebebasan ku yang membuatku jenuh nantinya.
"Oke,kali ini aku percaya dengan ucapan mu. Lalu, bagaimana dengan mereka di bawah sana? Mau kamu apakan sayang,bikin repot saja". JJ Abrams, merangkul pinggang kekasihnya.
"Sebentar deh,aku habiskan burger king ini. Enak banget rasanya,pengen lagi". Kekehnya Camelia, menikmati setiap gigitan burger king.
JJ Abrams, melihat saos tomat di bawah bibir Camelia. Dia sigap menyapu saos tomat, menggunakan lidahnya dan mencium bibir Camelia.
Sontak membuat Camelia, terkejut melihat aksi JJ Abrams.
"Manis dan pedas sedikit". Lirih JJ Abrams,pelan dan memandang wajah cantik Camelia. Dia menyematkan cincin di jari manis Camelia, membuat sang empunya tersenyum manis. "Kau adalah tunangan ku Camelia,bukan sekedar pacaran".
"Menyebalkan sekali, sesuka hati mulah mencium bibir ku ini". Gerutu Camelia, mencibir bibirnya ke depan."Sangat cantik sekali, pas di jari manisku. Terimakasih atas semuanya, JJ Abrams". Kini Camelia,yang memulai mencium bibir kekasihnya. Cincin berlian yang indah, terpaksa di cari manisnya.
"Nanti bakalan lama loh,gak ketemu kita sayang. Kamu bakalan sibuk kuliah,aku juga sibuk dengan pekerjaan. Tetapi,aku harap kamu setia dan memahami kesibukan ku ini". JJ Abrams, mengecup kening Camelia. "Kapan-kapan kamu yah, lebih dulu cium di sini". JJ Abrams, menunjukkan bibirnya yang sedikit tebal.
__ADS_1
"Burgernya habis,ayo kita bersenang-senang". Camelia, menarik tangan JJ Abrams sampai ke terowongan bawah tanah. Dimana letak penjara,atau tempat eksekusi para pengkhianat biasanya.
Anak buahnya JJ Abrams,tak sabar menonton aksi Camelia menyiksa mereka.
"Ada apa ini?". Tanya JJ Abrams,kepada anak buahnya yang kebingungan.
"Itu, kakinya pak Jhonny bau busuk". Jawab anak buahnya, menundukkan kepalanya.
"Kok bisa,Emang kalian tidak menggantungkan perbannya?". Tanya JJ Abrams, langsung menghentikan Camelia ingin mendekati Jhonny.
"Sudah,bos. Kami mana mungkin lalai dalam tugas,bos. Mungkin infeksi bos, kakinya terkena jebakan besi waktu penangkapan kemarin". Bisik anak buahnya, langsung di angguki JJ Abrams.
"Kenapa Jhonny,keluar dari kandang?". Bisik Camelia, penasaran.
"JJ,kamu apa-apaan sih? Gak enak tau,di liat anak buahmu". Camelia, mencubit lengannya.
Namun JJ, memasang wajah tak bersalah. "Kok bisa,kakimu busuk kaya gini? Apa kamu sengaja, mengotori lukamu dan di bawa ke rumah sakit. Oh,kau salah mengira Jhonny".
"Gila! Mana mungkin aku melakukan itu, penjara mu saja tidak terawat". Bentak Jhonny, dengan sorotan mata tajamnya.
"Namanya juga penjara bawah tanah, tempat eksekusi para penghianat". Sahut anak buahnya JJ Abrams, langsung.
"Diam! lancang sekali kau, menyahut perkataan ku!". Bentak Jhonny, dengan tatapan tajam.
Bughhh
__ADS_1
JJ Abrams, langsung memberikan bogem mentah di wajah Jhonny. "Lancang sekali kau, membentak anak buahku. Mereka jauh bandingnya dari pada kamu,yang sudah tak memiliki apapun".
"Aku Jhonny Allen, keturunan keluarga Allen. CEO perusahaan Allen, terbesar di kota ini. Aku punya gelar cukup di kenal dari kalangan bisnis, tidak kau saja". Jhonny,masih membanggakan kedudukannya.
"Kau salah Jhonny, akulah pemilik perusahaan Allen dan Malik. Pengacara keluarga Allen, sudah berdiskusi masalah ini. Perusahaan Allen dan Malik, sudah menggantikan posisi kedudukan mu. Sekarang kau di pecat Jhonny, sebentar lagi aku akan memalsukan data kematian mu. Setelahnya aku sebar luas,semua televisi akan menyiarkan berita ini. Sangat mudah sekali,aku melakukan hal itu. Tinggal menyuruh seseorang dan beres tanpa jejak". Camelia, tersenyum smrik.
"Gila, kamu Camelia! Kau adalah Katrina,licik kamu! Aku adalah CEO perusahaan Malik,tak akan aku biarkan orang lain menggantikan posisi ku". Teriak Jordan,tak terima dengan perkataan Camelia.
"Oh, aku lupa dengan mu Jordan. Memang benar bahwa aku Katrina, tetapi berada di tubuh Camelia. Hmmmm...Aku iri kan, kenapa marah paman Jordan? Bukankah kamu tau,aku adalah ahli waris Malik dan Allen. Mau menyangkalnya, tidak bisa karena berkas-berkas atas nama ku" kedip mata Camelia, membuat Jordan geram jadinya.
"Makanya aku ingin membunuhmu, Camelia. Karena kamu wanita serakah,kau serakah Katrina. Gila kamu! Gila!". Teriak Jordan,dia memegang jeruji besi dan tersetrum. "Aaaakkhh.... Sssshhhttt... Sial,aku lupa!". Decaknya melirik tajam ke arah Camelia,yang cekikikan tertawa.
"Kalian bawa Li Yun dan teman-temannya ke sana. Lalu, gantung tubuh mereka satu-persatu. Karena ada beberapa orang, untuk membalas dendam kepada mereka". Perintah Camelia, langsung di laksanakan anak buahnya JJ Abrams.
"Lepas! Aku tidak mau, lepaskan aku! Paman JJ Abrams, tolong aku! Ampunilah aku,paman!". Li Yun, meronta-ronta tak mau di tangkap anak buahnya. Begitu juga dengan temannya, melakukan perlawanan.
JJ Abrams, marah karena tak mau menuruti. Ada senjata ampuh untuk melumpuhkan mereka, satu-persatu Li Yun dan teman-temannya. Terkena sengatan listrik,yang di arahkan anak buahnya.
"Aaaaaaaaa....Ngrhhhh.... Aarrrghh...!". Mereka meringis,tak berdaya. Memudahkan anak buah JJ Abrams, menggantung mereka berempat.
"Paman, ampunilah kami dan bebaskan kami. Janji tidak akan mengulanginya lagi,mohon berikanlah kesempatan". Li Yun, berusaha semaksimal mungkin untuk memohon kepada pamannya.
Camelia, melihat JJ Abrams mendekati Keponakannya itu. Ada rasa kasian melihat Li Yun, memohon ampun kepada pamannya.
"Aku tidak bisa berbuat apa-apa, Li Yun. Kau melakukan kesalahan ini,maka selesaikan sesuai perbuatan mu. Kau tega menculik seorang anak,apa kamu pernah memikirkan perasaan orangtuanya? Apa lagi, mengetahui anaknya mati dan organnya dijual. Aku bingung dengan jalan pikiran mu, melakukan ini demi uang? Sedangkan kamu, tidak pernah kekurangan uang sedikitpun. Jangan bilang ini adalah hobi, tidak waras kamu Li Yun". JJ Abrams, menggeleng pelan. jujur saja,dia tidak mau melakukan hal ini. Sedangkan Li Yun,keponakannya satu-satunya.
__ADS_1