
Benar sekali,gaun pesta sudah tersedia di dalam kamar. Beberapa model gaun, yang begitu indah dan mewah sekali. Ukurannya sangat pas di tubuh, Camelia. Warnanya yang tidak terlalu mencolok untuk gaun pesta malam hari.
Camelia, menyentuh satu persatu gaun tersebut.Bahkan sangat teliti dengan jahitan pada gaun di depannya,takut ada seseorang yang berniat jahat pada dirinya. "Rapi jahitannya, tidak ada yang aneh-aneh". Gumamnya pelan.
Deg!
Camelia, merasakan sesuatu pada tangannya sejenis serbuk. "Serbuk apa ini?". Mencium serbuk itu, baunya aneh sekali. "Baunya lumayan wangi, tidak menyengat, serbuknya halus tidak terasa di telapak tangan ku". Tidak hanya satu gaun yang ada serbuk aneh tersebut, melainkan semua gaun juga.
"Hmmmm....Apa jangan-jangan serbuk gatal-gatal? Sudah aku duga dari awal,gaun indah ini ada sesuatu yang aneh. Aku pastikan seseorang yang melakukan ini, akan mendapatkan hadiah spesial dariku". Ucap Camelia, menyunggingkan senyumnya. "Kemungkinan serbuk ini, bekerja dalam waktu beberapa menit untuk merasakan reaksinya. Hebat juga orang ini meraciknya,aku jadi penasaran siapa pelakunya?".
Camelia, memilih satu gaun untuknya nanti dan di pasang ke manekin. Sekedar mengelabui musuhnya,karena sudah memilih gaunnya.
"Ingin bermain-main dengan Katrina? Oke,aku akan ikut alur permainan yang kalian rancang sudah. Aku harus menemukan seseorang yang tau soal bubuk ini, tapi siapa?". Camelia, mondar-mandir memikirkan sesuatu siapa yang bisa di percaya.
Camelia, mengendap-endap masuk kedalam kamar Maira dan Laure. Siapa tahu,dia mendapatkan petunjuk di sana. Terdengar suara cekikikan tertawa,tepat di kolam renang dikamar tersebut.
"Bagaimana jika nona Camelia, tidak mengenakan gaun yang di sediakan? Sudah pasti rencana kita gagal total, dong". Laure, menoleh ke arah Maira yang tengah berbaring santai.
"Jangan mengkhawatirkan soal itu,mana mungkin dia tidak mengenakan gaun mewah malam ini. Memangnya dapat gaun darimana?". Sahut Maira, mengedipkan bahunya.
Benar kataku kan, kalau mereka merencanakan sesuatu yang buruk kepadaku. Baiklah, aku akan mengabulkan permintaan kalian.Batin Camelia, tersenyum smrik. Diam-diam keluar dari kamar Maira,mencari keberadaan gaun pesta mereka berada dimana.
__ADS_1
Seseorang tengah memasuki sebuah ruangan, membawa beberapa gaun yang berjejer rapi dan mendorongnya ke dalam. Selepas kepergian seseorang tersebut, Camelia masuk kedalam dan menatap intens ke arah gaun tersebut.
"Tidak. Mana mungkin aku menggantikan gaunku dengan gaun ini, mereka pasti akan mencurigai lebih dulu". Gumam Camelia, menghentikan aksinya dan berpikir panjang lagi.
Segera keluar dari ruangan tersebut,takut ada yang melihat dirinya dan buru-buru masuk kedalam kamarnya.
Masih mondar-mandir mencari cara untuk membuang serbuk pada gaun pesta tersebut,ada sesuatu yang terlintas di pikirannya.
[Sayangku, aku tidak mau menggunakan gaun pesta dari mereka karena tidak suka modelnya. Tapi, bisakah mencari gaun pesta secepat mungkin dan jangan ketahuan oleh mereka. Takutnya mereka malah kecewa suamiku,mau yah?]
"Pasti JJ Abrams, mengabulkan permintaan mudah ku ini. Maafkan aku gaun cantik-cantik, karena tidak memilih salah satu dari kalian. Bagus sih, tapi tidak mau terjadi apapun nanti". Camelia, mengibas-ngibas tangannya.
"Tapi,aku penasaran serbuk apa ini? Yah... Ini adalah sesuatu yang menarik,aku harus menemukannya sisa serbuknya. Satu lagi,aku harus segera pergi untuk melancarkan aksi selanjutnya". Ucap Camelia, dengan santainya keluar dari kamar dan calingukan melihat sekeliling.
"Satu,dua,tiga,tetes akan menambahkan wajah kalian cantik beberapa hari ke depan". Camelia, memberikan beberapa tetesan racun ke skincare milik Maira dan Laure.
"Ayo,kita saksikan malam ini. Siapa yang malu,siapa yang di permalukan di depan umum. Makanya jangan macam-macam dengan ku,jika tidak mau kenapa-kenapa. Hahahaha.... Hahahah...Oups...Semoga saja, tidak ada yang dengar". Kekehnya Camelia, melenggang pergi meninggalkan kamar dua wanita ular melalui balkon kamar dan melompat ke balkon kamar sebelahnya.
Camelia,masih penasaran dengan mansion Trevino begitu mewah dan luas sekali. Beberapa pelayan yang sudah di lewatinya,secara diam-diam agar tidak ketahuan.
Sesampai di dalam kamar matanya tertuju pada sebuah kotak, segera membuka dan terlihat gaun pesta yang indah.
__ADS_1
"Ssshhhhttt.....Sialan, kepalaku pusing lagi, menyebal". Gerutu Camelia, merebahkan tubuhnya di atas ranjang. "Aku tidak boleh lengah sedikit pun, mereka berdua pasti menyusun rencana licik".
Guling-guling di atas ranjang, dalam hitungan menit matanya sudah terpejam karena ngantuk berat.
************************
"Sampai sekarang Putri Eloisa, masih sendiri tanpa pendamping hidupnya. Sepertinya putri Eloisa,sakit hati karena kamu tolak". Kata Trevino, melirik ke arah JJ Abrams yang sibuk dengan ponselnya.
"Ck,itu cuman alasan semata dan aku tidak mempercayainya. Lalu, kenapa kau tidak menawarkan diri sendiri? Siapa tahu,dia akan memberikan kekuasaan lebih". Usul JJ Abrams, tersenyum smrik.
Trevino, cekikikan tertawa mendengar ucapan JJ Abrams. "Mana mungkin putri Eloisa, terpesona denganku ini? Ayolah, aku sangat jauh berbeda dengannya dan tidak pantas memiliki putri Eloisa. Ngomong-ngomong soal putri Eloisa, bagaimana dengan istrimu malam ini?".
"Kau tidak tahu apa-apa tentang istriku, Trevino. Jangan menyinggung perasaannya, bahkan aku tidak berani. Kalau tidak percaya sepenuhnya, tanyakan kepada Ardan, Morgan dan Markus. Mereka cukup mengenali istriku,jika tidak mau mendapatkan kesialan seperti mereka". Ucap JJ Abrams,sontak membuat Trevino menggeleng kepalanya.
"Benarkah? Aku sedikit menilai seperti apa istrimu, Tuan JJ Abrams. Dari lirikan matanya terlihat seperti biasa,namun ada sedikit ke waspada terhadap apapun. Maaf,bukan menyinggung perasaan Tuan. Akan tetapi, aku menilai nona Camelia sama dengan wanita umumnya". Trevino, tersenyum mengejek ke arah JJ Abrams.
"Aku tidak tersinggung dengan ucapan mu sana sekali, tetapi kau dalam bahaya Trevino. Hussssttttt...Jangan sampai meremehkan Camelia,jika dirimu sayang dengan nyawamu". Kedip mata JJ Abrams, membuat Trevino keheranan mendengarnya. "Baiklah, sepertinya pembicaraan kita sudah selesai. Kita akan bertemu lagi,di malam hari".
JJ Abrams dan anak buahnya, beranjak pergi meninggalkan ruangan tersebut. Sedangkan Trevino,masih terdiam sejenak dan memikirkan sesuatu.
"Tuan Trevino,aku sebagai penasehat mu jangan pernah menyinggung perasaan istrinya Tuan JJ Abrams. Siapa tahu, ucapan Tuan JJ Abrams sebagai peringatan anda". Ucap seseorang yang tidak muda lagi.
__ADS_1
"Penasehat Lu,jangan mengkhawatirkan soal itu. Aku penasaran dengan nona Camelia,dia wanita seperti apa? Jika benar sekali, dia wanita berbeda dari yang lainnya. Pasti menarik sekali, bukan?". Trevino, beranjak berdiri dari tempat duduknya.
"Aku merasakan sesuatu yang aneh di dalam diri,nona Camelia. Tetapi,aku cuman sekedar menasehati Tuan Trevino dan tidak ada hak apapun". Kata Lu, berusaha untuk menyakinkan jika berhati-hati dengan istrinya JJ Abrams.