
"E'ehmmm.....Ada yang lepas masa lajang nih" kekehnya Camelia,masuk kedalam kamar Jordan.
Jordan, langsung memakai bajunya takut sang keponakan meminta macam-macam. Semakin hari, semakin menggoda saja punya keponakan. Mana mesum lagi,apa dia benar-benar melihat aset pribadiku saat itu?.Batinnya Jordan, menghela nafas beratnya.
Sialan, langsung mengenakan bajunya. Emangnya aku se mesum itu,apa?. Batinnya Katrina, mendekati Jordan dan memasang wajah masam.
"Besok nikah,tapi masih mikirin kerjaan". Kata Camelia,melirik ke arah ponsel Jordan yang berdering. Tertera nama Clara, namun Jordan mengabaikannya. "Cuman di liatin doang,gak di angkat?"Tanya Camelia, tersenyum manis.
"Aku lagi sibuk, baru saja selesai telepon tadi" jawab Jordan, mengelus lembut pucuk kepala Keponakannya.
"Oh,". Camelia, cuman manggut-manggut mendengarnya. Matanya melirik sekililing kamar, Jordan. "Mulai besok malam,kamar ini sudah di tempati Tante Clara yah?".
"Beberapa hari,kami akan menginap di hotel tempat resepsi pernikahan. Emangnya kenapa,kamu kaya kepo sekali? Mau ngeliat kami melakukan malam pertama, begitu". Delik mata, Jordan.
"Edehhh....Aku belum cukup umur,paman". Camel, mengerucut bibirnya ke depan. Clara,jangan senang dulu yah. Memasuki keluarga Allen,cuman sementara bagimu. Aku tidak betah melihat kamu, berlama-lama dan menari-nari di atas penderitaan ku ini.
Jordan, menggeleng kepalanya dan fokus dengan laptop. Lagi-lagi ponselnya berdering tertera nama Vina, membuat Jordan mengusap wajahnya dengan kasar.
"Kenapa tidak di angkat,paman? Siapa tau penting loh,". Kata Camelia, mencolek pinggang Jordan. Vina, siapa dia? Kenapa Jordan, tidak mau mengangkat telpon darinya.
"Males,dia mantan sekertarisnya paman dulu". Jawab Jordan, sambil mengetik sesuatu di laptopnya.
"Baiklah,aku keluar dulu". Camelia, beranjak pergi meninggalkan kamar Jordan.
__ADS_1
Camelia, berjalan-jalan menuju kamarnya. Ketika masuk kedalam, Sandra sang nenek ada.
"Camelia, lihatlah gaun untuk besok dan warnanya sama dengan nenek". Sandra, mengelus lembut pipinya.
Mata Camelia tertuju pada gaun, berwana Navy. Sangat indah dan mewah sekali, sangat pas di badannya."Makasih banyak nek,".
"Baiklah, nenek keluar dulu. Jangan lupa, besok di pakai dan bermek up tipis lah". Sandra, tersenyum dan meninggalkan Camelia.
Camelia, menyentuh gaun yang dipasang maneken.Meraba-raba gaun indah dan mewah itu. "Aku akan mengenakan gaun indah ini, tetapi sang mempelai wanita besok. Belum tentu bisa mengenakan gaun pengantinnya, hihihi... Maafkanku Tante Clara,karena merusak hari kebahagiaan mu itu. Oh,bukan itu saja loh. Ada beberapa pertunjukan untuk mu, berserta paman dan bibi tercintaku". Kata Camelia,lalu melepaskan gaun di maneken.
Berlahan-lahan Camelia, mengenakan gaun dan sangat pas di badannya. "Sangat cantik sekali,gaun ini melekat pada tubuh ku". Gumamnya pelan,memutar musik dan menari-nari bebas. Dia tersenyum sumringah,karena tak sabar menunggu momen besok.
Prok!Prok! Prok!
Jhonny, bertepuk tangan dari tadi melihat keponakannya menari-nari sendiri. Dia mulai mendekati Camelia,ada senyuman manis di sudut bibirnya. "Sangat cantik sekali,gaun ini cocok dengan mau. Tuan putri,maukah berdansa dengan ku?". Jhonny, sedikit membungkukkan badannya dan mengulurkan tangannya.
Irama musik sudah dimulai, mereka berdua menari-nari didalam kamar. Ada perasaan aneh, jantungnya berdegup kencang. Berusaha untuk santai, Katrina merasa senang menari dengan Jhonny.
Begitu Jhonny, sangat senang menari dengan Keponakannya. Tanpa ada yang mengganggu kesenangan mereka berdua,saling pandang dan senyum-senyum manis.
****************
Rendy,tengah sibuk mencari seorang pengacara untuk Jessica sang adik. Menyelamatkan reputasinya,di ujung tanduk. Dia yakin sekali,jika sang adik tidak melakukan kesalahan apapun.
__ADS_1
Terkadang Rendy, sangat iri dengan keluarga Doni. Mereka damai-damai saja,cuman di teror melalui ponsel. Awalnya berencana untuk membongkar makam Katrina,namun harus di tunda dulu. Karena Doni,di sibukkan dengan pernikahan Clara.
"Bagaimana pak polisi,apa ada bukti lainnya?". Tanya Rendy, sudah kebingungan.
"Maafkan kami,pak. Untuk sementara ini,kami tidak mendapatkan bukti apa-apa. Mohon bersabar menunggu,kami berusaha untuk menyelidiki semuanya". Jawab pak polisi,di hadapan Rendy.
Matanya tertuju kepada Jessica, meringkuk di tahanan. karirnya sudah hancur,ketika video scandal nya tersebut tersebar luas di jagat raya. Tidak kepikiran lagi untuk bebas dari penjara, baginya sudah percuma. Ketika di keluar dari sini, kemungkinan besar akan di caci maki habis-habisan oleh orang lain. Harga dirinya sudah di injak-injak, akan mengolok-oloknya sebagai pelakor.
Sarah Sechan,datang ke kantor polisi dan menemui Rendy. Sorotan matanya yang tajam, membuat Rendy kalang kabut jadinya.
"Kau Rendy,kakak Jessica pelakor itu. Kenalkan aku Sarah Sechan, istri Jemmy yang di bunuh oleh adikmu". Tegasnya Sarah, melirik ke arah bodyguard dan mengambil sebuah dokumen.
Rendy,cuman bisa mengangguk kepala. Tenggorokan terasa tercekik, sudah pasti masalah baru lagi.
"Aku sudah mengajukan masalah ini ke pengadilan, bersiap-siap menghadapi semuanya. Aku tidak akan membiarkan adikmu,bebas begitu saja. Dia harus di beri hukuman setimpal, sudah menjalin hubungan terlarang dengan suamiku. Lalu, membunuhnya juga. Ck, wanita murahan tak akan aku membiarkan. Semoga saja, adikmu di bari hukuman mati. Satu lagi,ini adalah surat penting untuk kalian. Tentu saja, kejadian ini aku minta ganti rugi 10 milyar!". Ucap Sarah, tersenyum smrik.
Rendy,terduduk lemas di kursi. Kakinya sudah lemas, mendengar ucapan Sarah. "Apa! Kenapa sebanyak itu? Apa belum puas,bu Sarah membawa kasus ini".
"Tidak ada kata belas kasian, untukku. Resiko adikmu, sudah berani mengganggu rumah tangga kami. Oh, bukankah kamu sudah menjual perusahaan Sean? Pasti uangnya banyak, cepat bayar! Ck,kasian sekali harta kekayaan keturunan Sean. Kini sudah tidak ada lagi, seperti debu hilang di tiup angin. Semoga saja,arwah penasaran keluarga Sean bergentayangan menghantui kalian yang serakah". Sumpah sarah,kepada Rendy.
Glekkkk...
Rendy, menggeleng kepalanya. "Beri aku waktu, untuk membayar 10 milyar itu. Aku mohon,". Pintanya, dengan menundukkan kepala.
__ADS_1
"Ck,jangan sok belagu kalian kepada kami. Aku sudah menyelidiki kalian semua,cuman kamu menikah dengan Katrina. Lalu, derajat kalian di angkat. Pantesan saja, adikmu murahan sekali. Rupanya kalian memang kasta rendahan,cuiihh..! Aku beri waktu 3 hari,anak buahku akan menagih langsung". Tegas Sarah, menyeringai tajam.
Rendy, menatap kepergian Sarah dan anak buahnya. Mengusap wajahnya dengan kasar, bagaimana bisa? Adiknya bermain api, dengan keluarga seperti itu. "Aaarghhh...Kemana aku mencari uang? Sialan, aset-aset berhargaku lenyap entah kemana. Satu-satunya cara,aku tanyakan kepada Jessica masalah ini. Pasti dia banyak uang,yang penting aku selamat dari istrinya Jemmy. Aaarghhh....Kemana lagi,aku mencari pengacara terbaik. Semua orang tidak mau,". Gerutu Rendy, kepalanya sudah nyut-nyutan memikirkan masalah Jessica. Tidak dengan keluarga Doni,tengah berbahagia tanpa masalah apapun.