SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Sel Penjara


__ADS_3

 "Camelia, emangnya sopir kamu tau kita kemana?". Tanya Rika, sedari tadi Camelia cuman diam tanpa mengarahkan jalan.


Pagi-pagi sekali,anak buah JJ Abrams yang di utusnya menjadi sopir. Mengirim ke mansion Allen, sebenarnya sedikit berdebat dengan Jhonny. Tidak menyetujui keinginan Camelia, pergi ke tahanan demi sahabatnya itu.


"Tenang,dia utusan JJ Abrams. Tanpa di kasih tau,dia mah tau duluan. Aku mana tau dimana mereka di tahan, katanya memerlukan waktu 1 jam lebih. Tenang saja,aku membawa beberapa cemilan untuk menemani bosan di perjalanan jauh ini". Kekehnya Camelia, mengambil satu kresek lumayan besar dan berisi bermacam-macam makan ringan.


Tak lupa Camelia, memberikan dua bungkusan cemilan keripik singkong kepada sang sopir.


Di sinilah Camelia, ingin menceritakan sesuatu kepada Cika. Satu harapannya semoga Cika, tidak maran kepadanya.


"Cika,aku mau menceritakan tentang Rey ketika penangkapan di villa itu. Aku harap kamu jangan marah yah,aku minta maaf kepada mu karena baru sekarang menceritakan. Karena aku tidak sanggup,harus mulai darimana". Camelia, menyentuh tangan Cika yang masih kebingungan.


"Kamu ngomong apa sih,Camel? Yang jelas dong,aku deg-degan sekali tau". Cika, mengerutkan keningnya dan mencoba mencerna perkataan sahabatnya itu.


"Ceritakan semuanya Camelia,kami berdua penasaran nih". Sahut Rika,yang tak sabaran juga.


"Sebenarnya waktu itu,aku tidak tau apa masalah Tante Olivia istri paman Jhonny dan Li Yun. Dia menangkap Tante Olivia, membawanya ke villa". Kata Camelia, sengaja berbohong mana mungkin menceritakan yang sebenarnya. " Terus,aku dan paman Jhonny mengendap-endap masuk kedalam untuk menyelamatkan Tante Olivia. Aku sempat melihat Li Yun,dan teman-temannya. Sumpah,di dalam sana sangat menjijikkan sekali. Aku sampai muntah-muntah,tak sanggup menahan diri. Ketika kamu berhasil keluar, tiba-tiba Li Yun datang dan menangkap ku. Beruntung anak buah Jhonny, tepat waktu datang dan menangkap mereka semua. Rupanya paman Jhonny, sudah menghubungi para polisi. Maafkan aku Cika,aku tidak bermaksud membuat mu kecewa".


"Astaga! Aku bersyukur karena kamu gak kenapa-kenapa, Camel. Dia memang pantas bersalah, sudah melakukan pembunuhan dan terlarang. Aku tidak menyalahkan mu,atas Rey di tangkap". Cika, menggeleng pelan.


"Benar, Rey dan yang lainnya memang pantas mendapatkan hukuman. Aku mendengar beritanya bergidik ngeri, bahkan anak di bawah umur di mutilasi dan organnya dijual". Sahut Rika, bergidik ngeri mengingat berita di televisi.


 "Cika,aku tau kamu sakit hati. Atau malah kecewa dengan ku,karena menyelamatkan Tante Olivia malah kekasih mu di tangkap polisi. Maaf,". Camelia, menggenggam tangan sahabatnya.


"Tidak apa-apa Camelia,aku salut dengan sikapmu. Berani ngambil keputusan, Rey memang jahat dan dia mendapatkan hukuman atas perbuatannya sendiri". Cika, berusaha tersenyum menyimpan kesedihannya.


Camelia, memeluk erat tubuh sahabatnya yang sudah menangis kesegukan.


Mereka bertiga bertukar cerita, bahkan asyik melihat pemandangan yang mereka lewati.


Tibalah mereka sampai di gerbang menjulang tinggi,dijaga ketat oleh petugas.

__ADS_1


"Huuu...Serem juga". Gumam Rika, mereka bertiga calingukan melihat sekeliling.


Mobil mewah berhenti, mereka satu-persatu keluar dari mobil. JJ Abrams, tidak bisa menemani sang kekasih pergi ke sini karena ada urusan penting.


 "Selamat datang nona-nona,saya adalah sipir penjara di sini. Silahkan masuk kedalam, Tuan JJ Abrams sudah menjelaskan semuanya". Seorang sipir, berwajah tampan menyambut kedatangan mereka.


Rika, langsung terpesona dengan penjaga penjara tersebut. Camelia dan Cika, langsung menarik lengannya sedari bengong dan menatap wajah sipir penjara.


Benar sekali,di sini sangat ketat dalam pengawasan. Dimana-mana di jaga oleh anggota militer, bersenjata lengkap.


Mereka mengikuti sipir penjara,terus berjalan tak ada hentinya. Tibalah sebuah pintu lumayan besar, bahkan di kunci juga.


Sang sipir penjara,membuka pintu tersebut dan terlihat jelas beberapa sel penjara di isi oleh beberapa orang.


"Silahkan kalian temui mereka,kami akan menunggu di sini". Kata sipir penjara, mempersilahkan mereka bertiga menemui Li Yun dan teman-temannya.


"Ayo, Camel". Bisik Cika,tak sabar menemui sang kekasih.


"Gak tau sih, kita ikuti aja". Jawab Camelia, mengangkat kedua bahunya. JJ Abrams,gimana sih? Masa iya, kami calingukan melihat dimana sel penjara Ryan.


"Maaf nona-nona,kalian jangan terlalu dekat dengan sel penjara. Itu berbahaya untuk keselamatan kalian,harus di ingat". Ucap sipir penjara,yang berdiri tegak.


"Rey!". Cika, memanggil kekasihnya itu. "Ini aku Cika,Rey!". Lagi-lagi Cika, memanggil nama kekasihnya.


"Cika! Cika,kamu ke sini". Rey, bergegas mendekati Cika masih menjaga jarak dengannya.


Air mata Cika,tak kuasa menahannya dan menangis kesegukan melihat keadaan Rey sangat memperihatinkan sekali. wajahnya memar kebiruan,tangan dan kakinya memar juga. Apakah mereka mendapatkan hukuman, dengan benda tumpul.


"Camelia!". Teriak Li Yun, menampar jeruji besi dan menatap tajam ke arahnya.


Camelia, tersenyum smrik melihat Li Yun babak belur dan wajahnya tak setampan dulu lagi.

__ADS_1


"Camelia! Camelia, keluarkan aku dari sini dan bebaskan teman-teman mu. Sekarang juga! Kau harus membujuk pamanku JJ Abrams,dia menahan kami". Teriak Li Yun, mencekram kuat di besi.


"Maafkan aku Cika,aku sangat malu bertemu dengan mu". Rey, ingin sekali memeluk Cika namun Rika menahan lengannya.


"Jangan terlalu dekat Cika,bahaya". Rika, memperingati sahabatnya.


"Rey,aku sangat kecewa dengan mu. Aku tidak menyangka bahwa dirimu, seorang psikopat iblis. Aku takut sekali di dekatmu, Rey. Aku ke sini ingin mengatakan sesuatu, hubungan kita berakhir sampai disini. Jika kau keluar dari penjara,aku harap kamu jangan mengulangi kesalahan ini lagi. Dimana letak hati nurani mu,kau dengan mudahnya melakukan pekerjaan itu". Kata Cika, menutup mulutnya tak sanggup berbicara lagi.


"Cika,aku tidak membunuh siapapun". Rey, menggeleng kepalanya.


"Tidak membunuh siapapun,tapi kau menjual organ tubuh manusia. Aku mendengar ucapan mu dan Li Yun, keterlaluan sekali kamu Rey". Sahut Camelia, menatap tajam ke arah Rey.


"Aaarghhh... Camelia, lepaskan aku! Camelia aku janji akan melakukan apapun, asalkan kamu bebaskan aku. Ayo,kita bekerjasama seperti dulu". Li Yun,mencoba mempengaruhi pikiran Camelia.


"Bekerjasama apa, Camelia?". Tanya Cika dan Rika,secara bersamaan.


"Hussssttttt...Nanti aku ceritakan,tapi tidak sekarang". Jawab Camelia, setengah berbisik.


"Hahahaha...Ayo,kita bekerjasama melawan JJ Abrams Camelia. Aku yakin sekali, berkas-berkas berharga milik JJ Abrams masih di tangan mu dan Jhonny bukan? Kita bisa sama-sama menguasai segalanya, bukankah kau suka uang?". Li Yun, tersenyum smrik.


"Aku memang suka uang, tetapi tidak serakah seperti mu. Nikmatilah hukuman ini, bersenang-senang lah Li Yun". Camelia, mengibas-ngibas rambutnya ke belakang.


"Jika aku terbebas dari sini,kau yang pertama targetku memutilasi organ mu Camelia. Tak segan-segan jantungmu masih berdetak,aku makan langsung. Hahahaha.... Hahahaha...!". Li Yun, tertawa terbahak-bahak.


"Dasar gila,kau Li Yun!" Teriak Rika,mual mendengar ucapan Li Ning.


Dor!


Dor!


Camelia dan temannya, terkejut mendengar suara tembakan. Apakah ada terjadi sesuatu,di luar sana. Sedangkan Li Yun dan teman-temannya, tertawa terbahak-bahak.

__ADS_1


__ADS_2