SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Beberapa Tahun


__ADS_3

3 tahun kemudian, Camelia menjalani kehidupan seperti biasa. Semenjak tragedi di apartemen Clara, tidak lagi melakukan balas dendam. Bahkan dia tidak tau, bagaimana nasib Clara dan ibunya. Masih hidup atau sudah tiada, tidak bertanya kepada Ryan.


3 tahun, Camelia juga tidak tau kabar tentang Jhonny. Dia bagaikan di telan bumi, bahkan tidak berusaha mencari keberadaannya.


Tiba waktunya masuk sekolah SMA, memiliki teman banyak. Dia masih menjaga hatinya, untuk Jhonny seorang. Entahlah, sampai mana hatinya jangan goyah terhadap pria manapun.


Pagi harinya, Camelia turun dan sarapan pagi bersama sang nenek.


"Tinggal 1 tahun lagi,kamu akan lulus SMA. Mau kuliah dimana,apa sudah ada rencana?". Tanya Sandra, tersenyum ke arah cucunya.


"Nenek, masalah itu gampang kok. Nek, kapan paman Jhonny pulang? Sudah 3 tahun, paman Jhonny meninggalkan mansion ini. Bahkan paman Jordan,mau menikah dengan wanita pilihannya. Akankah paman Jhonny, pulang ke sini?". Tanya Camelia, tertunduk sedih.


"Sayang,doakan saja yah. Semoga pamanmu Jhonny, cepat pulang dan menghadiri resepsi pernikahan paman Jordan. Kamu semakin cantik, sudah tumbuh besar. Jaga dirimu baik-baik, sayang". Sandra, mengecup kening cucunya.


"Nenek,aku tak pernah lalai dalam perintah mu. Selalu menjaga diri, nenek jangan khawatir". Kata Camelia, memeluk erat tubuh neneknya. Jhonny, pulanglah ke sini. Akankah hatimu masih sama seperti dulu,tetap mencintai ku atau kau membawa wanita lain.


"Hmmmm...Tapi,nenek tetap mengkhawatirkan mu sayang". Kata Sandra, mencubit pipi cucunya.


"Nek,jangan banyak pikiran yah. Takutnya nenek sakit,jaga kesehatan untuk ku. Cuman nenek, perhatian sama aku dan tidak dengan paman Jhonny dsn Jordan". Camelia, langsung mengerucutkan bibirnya. Maafkan aku Nyonya Sandra, tidak memberitahu yang keberadaannya. Jika jiwa ini bukan cucumu, melainkan orang lain.


Camelia, menyelesaikan sarapan pagi dan pamit pergi ke sekolah.


************


Sesampai di sekolah, Camelia sudah di tunggu Cika dan Rika.


"Apa ada berita terbaru?". Tanya Camelia, entahlah kenapa dia bersemangat hari ini.


"Tunggu dulu, tumben sekali menanyakan hal itu? Hmmm...Dari raut wajah mu, sangat berbeda ada sesuatu yang aneh". Kata Cika, menelusuri wajah Camelia.


"Tepat sekali,ada sesuatu yang berbeda". Sambung Rika, ikut-ikutan memandang ke arah Camelia yang kebingungan. "Kamu terlihat sangat senang sekali, apakah ada sesuatu yang spesial?". Tebak Rika, sontak membuat Camelia terheran-heran mendengarnya.

__ADS_1


"Hmmm... Entahlah, aku juga merasakan sesuatu yang berbeda dalam diriku. Tiba-tiba saja,hari ini bersemangat untuk menjalani hari-hari seperti biasa" jawabnya Camelia, mengangkat kedua bahunya.


"Yahh... Jawaban yang tak masuk akal". Sahut Cika dan Rika, secara bersamaan.


Mereka bertiga masuk kedalam kelas,yang sangat ramai sekali.


"Perhatian semuanya! Ada kabar gembira,dari anggota OSIS kita. Lusa ada pertandingan basket,antar sekolah lain. Bagaimana?". Kata Roni, yang baru datang dari luar.


"Hore!"


"Huuuuuyy....!".


"Bakalan rame,gak belajar!" Teriak lainnya, bersorak-sorai gembira mendengar berita tersebut.


"Camelia, sore ini jadikan liat anak sekolah lain balap motor?". Tanya Rika, memainkan kedua alisnya.


"Camelia,plisss...Jadi yah, mau liat yayang main motor". Rengeknya Cika, memasang wajah cemberutnya.


"Hmmmm...Jadi kok,nanti aku kabarin". Jawab Camelia,menghela nafas panjangnya.


"Iya,kali ini aku tepati janji. Keadaan nenekku, sudah mulai membaik kok". Jawab Camelia, menggeleng kepalanya.


Mendengar ucapan Camelia, mereka berdua bersemangat dan berteriak lumayan keras.


Seorang pria tengah berjalan mendekati meja Camelia,tak lupa membawa sebuket bunga mawar yang indah. "Untukmu yang cantik, seperti bunga mawar merah ini. Meskipun bunga mawar ini,akan layu di tangan. Tetapi,dirimu yang cantik ini tak pernah layu sampai kapan pun. Sama seperti cintaku, meski kamu tolak beberapa kali. Ingatlah cintaku,tak akan pernah layu dan tetap untukmu".


"Rimo,kamu gila yah! Sepagi ini, sudah gombal aja kerjaannya". Cika, memukul lengan Rimo yang tak henti-hentinya mengejar cinta Camelia.


"Rimo, makasih banyak loh. Sudah memberiku bunga seindah ini, tetapi cintaku tak akan pernah aku berikan kepada mu". Kata Camelia, tersenyum manis.


"Aaaahhh... Tidak masalah Camelia, cukup di balas dengan senyuman mu yang manis. Itu lebih dari segalanya,dukung aku lusa yah. Ada pertandingan basket,aku harap kamu bisa menyemangati diri ku ini". Ucap Rimo, senyum-senyum tak jelas.

__ADS_1


"Wouy... Rupanya loh,di sini. Ngapain kamu gombal segala,gak mempan gombal murahan mu itu. Cepat,kita harus latihan basket. Jangan sampai kalah,bisa malu sekolah kita". Kata temannya Rimo, sambil menarik pundak agar keluar dari kelas.


"Pagi, princess Camelia!". Kata teman Rimo,yang lainya. Sontak membuat Rimo,menarik kasar temannya itu. Karena tidak terima memuji Camelia, kecuali dirinya saja.


"Gila,kau Rim! Camelia,bukan siapa-siapa loh. Jadi kita-kita berhak atas Camelia,siapa tau milin aku di bandingkan kamu". Ejek lainnya, mendapatkan cubitan kecil dari Rimo.


"Awas loh,pada semua. Berani ngambil Camelia, siap-siaplah berurusan dengan ku". Ancamnya Rimo, matanya mendelik ke Leo karena dia saingan beratnya.


Leo, semakin dekat dengan Camelia dan satu kelas. Tak henti-hentinya Rimo, menatap ke arah Leo sampai menghilang masuk kedalam kelas.


"Rimo,kalah saing kau dengan Leo. Dia dan Camelia, sederajat loh". Bisik temannya,sama saja memanasi perasaan Rimo.


"Gak akan, Camelia punya ku dan tidak pernah di miliki siapapun". Tegas Rimo, berlalu pergi menuju lapangan basket.


Di dalam kelas, Leo duduk di kursi bersebrangan dengan Camelia yang asyik bergurau dengan temannya.


Camelia, menoleh ke samping karena Leo menenggelamkan wajahnya di meja. "Leo,kamu ngantuk?". Tanya Camelia,mencolek lengannya.


"Hmmmm...!". Jawab Leo,tanpa mengangkat wajahnya.


"Oh,rame banget kafe malam tadi? Terus,kak Kaizam gak bantuin?". Tanya Camelia, menggeser kursinya agar lebih dekat.


"Hussssttttt...Sekali lagi bertanya,aku tak segan-segan mencium bibir mu". Ancam Leo, setengah berbisik dan mengangkat wajahnya. Lalu, menenggelamkan lagi.


Mendengar ucapan Leo, sontak membuat Camelia terkejut. Beruntung sekali, teman-temannya tak mendengar ucapan Leo. "Gila! Kalau ngomong jangan sembrono Leo, menyebalkan sekali". Gerutunya,tak lupa memberikan cubitan di pinggang Leo.


Sang empunya, merasakan sakit dan meringis. Aduhhh.. Cubitan Camelia,sakit sekali. Mana cubitannya kecil,biru ini.Batin Leo, akhirnya merasa lega karena Camelia bergabung dengan temannya lagi.


"Sore ini, jadikan liat. Aduhh..Aku gak sabaran tau,ada nama geng motor R.D.X. Behh... ketuanya ganteng banget, namanya Li Yun kalau gak salah. Namanya keren kan,sama kaya orangnya. Anak sekolah sebelah,yang bertanding basket lusa". Kata temannya Camelia,sekelas.


"Benar, postur tubuhnya bagus banget. Ada otot-ototnya gitu,ngiler kalau liat". Sahut lainnya.

__ADS_1


"Oh,kaya otot-otot preman gitu?". Tanya Camelia, cengengesan.


Sontak membuat yang lainya, tertawa terbahak-bahak. Mendengar ucapan Camelia, Leo meraba-raba tubuhnya yang tidak memiliki otot-otot. "Yah..Mulai besok harus semangat gym,biar punya otot-otot". Gumamnya pelan.


__ADS_2