SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Eksekusi


__ADS_3

"Jawab pertanyaan ku,kenapa diam?". Bentak JJ Abrams, memandang ke arah Li Yun dan teman-temannya.


Mereka tak berani menjawabnya,mengapa mereka bisa menculik seseorang dan memutilasi organ tubuh. Bukan memutilasi saja, melainkan di jual organ-organ tubuhnya.


"Buka pintunya,tapi jangan sampai di buka pagar besinya. Aku ingin menanyakan sesuatu,kepada mereka". Perintah JJ Abrams, tersenyum smrik.


Anak buahnya JJ,membuka pintu dan menyisakan pagar besinya. Rupanya JJ Abrams, sudah mengumpulkan beberapa orang dan lumayan banyak.


Li Yun dan teman-temannya, tercengang melihat di hadapan mereka sedikit jauh.


"Kalian tau, siapa mereka?". Tanya JJ Abrams, langsung di geleng Li Yun dan teman-temannya.


Siapa mereka,kenapa JJ Abrams membawa ke sini? Batin Camelia, kebingungan dengan rencana kekasihnya itu.


Terlihat jelas orang-orang yang di kumpulkan JJ Abrams, wajahnya penuh dengan amarah. Tak sabar ingin keluar,entah ingin melakukan apa.


 "Kalian tidak tau, tetapi mereka sangat mengenal kalian. Dimana mereka menemukan jasad anak-anak, di sumur belakang villa. Sungguh tragis sekali, tubuh anak mereka di temukan dalam keadaan tidak lengkap. Karena kalian, sudah menjual organ tubuhnya. Bukan aku yang menyiksa kalian, melainkan mereka. Melampiaskan amarahnya atas anak yang kalian bunuh, tanggung akibatnya". JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya. Tak mau mengotori tangannya dan Camelia. Biarkanlah orangtua dari anaknya di bunuh, oleh Li Yun dan teman-temannya. Melakukan eksekusi mati untuk mereka, sampai mereka puas melakukan balas dendam.


Oh,jadi mereka orangtuanya anak yang mereka bunuh. Lumayan banyak juga,aku pun pernah kehilangan anakku.Batin Katrina, mengelus perutnya yang rata. Air bening menetes di matanya, mengingat kembali tentang kehamilannya. Masih teringat jelas,dimana dirinya dikhianati oleh sang suami dan keluarganya.


JJ Abrams, sudah lelah menghadapi sikap Li Yun. Setiap kali membuat kesalahan, sudah waktunya diam. Namun nasehatnya seringkali di abaikan, sampai kesempatan pun tak ada lagi.


"Aaaaaaa...Tidak! Lepaskan aku,paman! Ampunilah aku,ampun! Paman,jangan biarkan mereka membunuh ku". Li Yun, berteriak-teriak histeris. Kurang ajar sekali,kau JJ Abrams. Hati mu busuk menyengat, tidak memiliki rasa empati terhadap keluarga sendiri.

__ADS_1


Begitu juga dengan temannya, meronta-ronta tak mau di serahkan oleh mereka. Anak buahnya JJ Abrams, mengeluarkan alat-alat untuk mengeksekusi mereka nanti.


"Buka!Buka!Buka!". Mereka semua, semakin heboh meminta untuk dibukakan pintu. Tak sabar membalas dendam kepada, Li Yun dan teman-temannya.


Li Yun dan teman-temannya, semakin panik dan berusaha melepas diri. Namun sayang, besi yang menjerat mereka terlalu kuat.


"Tuan JJ Abrams,buka pintunya. Kami tak sabar membalas atas kematian, anak-anak kami. Nyawa harus di bayar nyawa, tidak terima apa mereka lakukan dengan anak kami tak bersalah". Teriak salah satu dari mereka, amarahnya sudah memuncak.


JJ Abrams, mendekati mereka dan meminta untuk tenang dulu. "Kalian bisa melakukan apapun, tetapi harus bergiliran satu-satu. Biar mereka merasakan puas untuk melakukan balas dendam,lalu kebagian rata".


"Baik,kami akan menuruti perintah Tuan. Terimakasih Tuan, sudah memenuhi keinginan kami".


"Tidak! lepaskan aku,paman! Aku tidak mau mati, lepaskan aku!". Teriak Li Yun, sekencang mungkin.


 JJ Abrams, mendekati Rey dan tersenyum kecil. "Kau sempat memikirkan ibumu,dalam keadaan seperti ini. Lalu, apakah kamu kepikiran tentang orangtua anak yang kau bunuh? Tidak bukan,sama aku juga tidak memikirkan perasaan ibumu. Ini adalah resiko mu, sudah melanggar kemanusiaan. Maka terimalah akibat yang kau tanam, nikmatilah sisa-sisa kehidupan mu. Kau tergiur dengan bayaran, tetapi pekerjaannya sungguh tak punya hati". Dia beranjak menjauhkan diri, mendekati Camelia sedari tadi diam.


Tak lupa JJ Abrams, menoleh ke arah Jhonny dan Jordan. Mereka tidak menduga jika JJ Abrams, begitu licik. Tak mau mengotori tangannya, dengan jalur orang lain membunuh keponakannya sendiri.


"Saksikanlah ekseskusi kematian mereka, setelah selesai. Barulah kalian selanjutnya lagi, berisap-siap lah menikmati pembalasan Camelia". Kata JJ Abrams, mengecup punggung Camelia. Memperlihatkan cincin berlian ke arah,Jhonny.


"Cincinnya sangat indah, tunangan ku". Ucap Camelia,melirik ke arah Jhonny yang menahan cemburu buta nya.


"E'ehmmm....Aku lupa memberitahu kepada kalian,jika aku resmi bertunangan dengan Camelia". Kata JJ, dengan suara lantangnya.

__ADS_1


Anak buahnya JJ Abrams, bertepuk tangan mendengar kabar bahagia bosnya. Namun tidak di wajahnya, Jhonny dan Jordan.


Apa! Camelia dan JJ Abrams, bertunangan sudah. Mana mungkin Camelia, mempercayai pria licik ini.Batin Jhonny, meringis menahan rasa sakit di bagian pahanya yang terluka parah.


Nyawa mereka berdua sudah di ujung tanduk, tidak ada satupun yang menyelamatkan nyawa mereka.


"Camelia, selamat atas pertunangan mu". Jordan, tersenyum ke arah Camelia. "Bisakah aku meminta kemurahan hati mu, bebaskan aku dari sini. Janji aku akan meninggalkan mansion Allen,dan meninggalkan semuanya. Aku ingin hidup sederhana bersama mamah Sandra dan istri ku yang tengah hamil. Aku benar-benar menyesal apa yang aku lakukan, ampunilah aku". Jordan, memohon dan berlutut dihadapannya Camelia.


"Kau kira aku tidak tau,jika istrimu bermain pria mana pun. Peris dengan mu, Jordan. Ingin hidup sederhana bersama Lili, sedangkan kau kaya saja. Dia malah sesuka hatinya, selingkuh sana sini. Bukan salah Lili juga, melainkan kamu sesuka hati bermain wanita manapun". Camelia, jelas tak mempercayai ucapannya. Astaga! Ingin mempengaruhi pikiran ku,jangan harap bisa Jordan. Yang ada aku malah ingin tertawa,karena lelucon mu.


 "Seseorang pengkhianat akan menjadi pengkhianat,jika di bebaskan dan di beri kesempatan. Dia tak akan bisa menepati janjinya,ketika kondisi mulai aman. Lalu, bertindaklah untuk melancarkan aksinya". Sambung JJ Abrams, memeluk Camelia dari belakang.


"Benar sekali, pengkhianat harus di basmi jangan di beri ampun. Jika di maafkan,sama saja mempertaruhkan nyawa sendiri. Sebaik-baiknya pengkhianat,dia akan haus untuk memiliki yang belum tercapai olehnya". Camelia,tak mudah di luluhkan hatinya.


"Kau sudah jelas kan,apa yang di katakan tunangan ku ini. Tak ada ampun bagi pengkhianat,paham! Sama dengan Jhonny,dia sadar dan berdamai dengan masa lalu. Merestui hubungan antara kami, memperlakukan Camelia cukup baik. Nyatanya dia malah mengkhianati ucapannya, menarik pelatuk pistol ke arah Camelia. Buktinya ada Jordan, yaitu Jhonny". JJ Abrams, melirik ke arah Jhonny yang diam karena benar apa yang di ucapkannya.


Jordan, mengundurkan langkahnya dan bersandar pada dinding.


"Satu lagi, setelah kematian mu tersebar luas. Aku akan mengusir dua benalu di mansion. Siapa lagi,kalau bukan Olivia dan Lili". Ucap Camelia, dengan santainya. Ponselnya berdering tertera nomor baru, karena penasaran langsung mengangkat panggilan tersebut.


(Cameliaaaaaaa....Apa yang kau lakukan kepada istri-istriku! Apa yang sudah kamu pengaruhi otak mereka,kau benar-benar kurang ajar sekaliiiiiiii.....)


"Diam! Kau bocah ingusan!". Bentak Camelia,cukup keras dan membuat sekitar diam seketika.

__ADS_1


"Aku harus menyiapkan nuklir,siap meluncurkan kediamannya. Akan aku ubah status istri-istrimu menjadi janda,Ardan". Gumam JJ Abrams, mengepalkan kedua tangannya. Tak terima dengan sikap Ardan,berteriak keras kepada tunangannya.


__ADS_2