SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Bubuk Gatal


__ADS_3

"Ngapain kamu menggunakan masker wajah segala, begitu jijiknya mengobati benjolan ini? Kamu itu,di bayar mahal olehku! Dasar pelayan tidak tau diri, pergi sana!". Putri Eloisa, memarahi pelayan itu.


"Maaf, Tuan putri Eloisa. Tapi,saya tidak sanggup mencium baunya yang begitu menyengat sekali". Pelayan itu, menundukkan kepalanya.


"Ck, bilang saja kan! Kalau kamu merasa jijik dengan ku, tidak perlu berbasa-basi mencari alasan apapun! pergi! Aku bilang pergi!" Teriak putri Eloisa, sambil mendorong tubuh pelayan tersebut.


"Sebelum saya pergi, bersiap-siap untuk mendapatkan kejutan spesial dari nona Camelia. Nona Camelia, sudah mengetahui siapa pelaku sebenarnya".Pelayan tersebut,keluar dari kamar putri Eloisa.


Putri Eloisa, tercengang mendengar ucapan pelayan tadi. Dia segera menyusul keluar kamar,akan tetapi tidak melihat siapapun.


"Pelayan! Pelayan! Penasehat Xu! Aaarghhh....Kalian kemana sih? Pelayaaaan..!". Putri Eloisa, berteriak-teriak memanggil pelayan yang tak kunjung datang juga.


"Aaaaaa....!". Pekik putri Eloisa, seseorang menarik rambutnya ke dalam kamar. "Lepas!Lepas!". Merasakan sakit luar biasa,ketika rambutnya di seret paksa ke belakang.


Bruukkkkk...


Tubuh putri Eloisa, terpelanting cukup jauh dan kepalanya mengenai meja riasnya. "Aaarghhh...!" Meringis kesakitan, keningnya memerah.


Brakkk...!


Pintu kamar tertutup begitu kencang, dan menguncinya dari dalam.


"Aaaarrgghh... Siapa kamu,ha? Berani sekali, memperlakukan diriku seperti ini! Aku tidak akan melepaskan mu,akan aku berikan pelajaran sampai mati!". Teriak putri Eloisa,sambil menahan kepalanya terasa sakit sekali. "Aku adalah putri Eloisa dari goa, tidak akan mengampuni mu!" Teriaknya penuh dengan amarah.

__ADS_1


"Kalau aku, emangnya kenapa?". Ucap seorang wanita cantik, tengah duduk santai di sofa empuk milik sang putri Eloisa. "Apakah kamu terkejut, putri Eloisa?". Camelia, tersenyum semanis mungkin dan melihat sekeliling kamar.


Mata putri Eloisa, terbalalak melihat ada Camelia masuk kedalam kamarnya tanpa ada seseorang yang tau. "Kau!". Tentu syok berat, melihat kedatangan tamu tak diundang. "Kau berani sekali,masuk kedalam kamar ku! Lalu,menarik paksa rambut ku,ha! Kurang ajar kamu,nona Camelia! Aku tidak akan memaafkan kesalahan mu ini, tidak akan!". Bentaknya keras.


"Hahahaha....Hahahahha...!". Camelia, tertawa terbahak-bahak mendengar bentakan kerasnya. Dia bahkan tidak merasa takut sedikitpun,malah senang hati karena membalas dendam.


Putri Eloisa, bergidik ngeri mendengar tawa lepas Camelia. "Hentikan! Jangan tertawa,kau wanita gila!". Teriaknya sekeras mungkin. "Kau tidak punya sopan santun, mentertawakan seorang putri! Sama saja,kau sudah menghina seorang putri!".


"Kenapa putri Eloisa,apa kamu takut? Hahahaha... Hahahaha...Kalau kamu takut,jangan sok-sokan menyuruh seseorang untuk membunuh ku. Bagaimana kalau wajahmu ini,aku rusak? Iyuuuhh... Benjolan itu, sungguh mengerikan sekali". Camelia,menutup hidungnya sekedar mengejeknya semata. "Kau tidak pantas menjadi seorang putri, niatmu buruk sama persis dengan benjolan di leher mu. Lihatlah, berbau busuk dan bernanah sungguh menjijikan sekali. Sama persis dengan dirimu, menjijikkan melebihi bangkai!".


"Pergi! Aku perintahkan kamu pergi dari sini,kalau tidak mau jangan salahkan aku!" Teriak putri Eloisa, dengan sorotan mata tajam. "Pergi! Jangan pernah menampakkan wajah mu di depanku, pergi!".


"Sebelum membalas dendam ku kepada mu,jangan harap aku pergi begitu saja". Kedip mata Camelia, langkah mendekati mangsanya itu. "Hoaaamm...Aku tiba-tiba ngantuk meladeni dirimu,wahai putri Eloisa yang terhormat". Kekehnya pelan.


"Menjauh lah dariku,jangan dekat-dekat! Pergi! Jangan dekati aku!". Pekik putri Eloisa, begitu ketakutan melihat seringai tajam Camelia. "Apa yang kamu lakukan, nona Camelia? Pergi! Menjauhlah dariku,pergi!".


Putri Eloisa, langsung mengibas-ngibas tangannya karena abu tersebut sulit untuk melihat. "Uhukkk... Uhukk... Serbuk apa ini? Uhukkk... Uhukkk...!". Sampai terbatuk-batuk menghirup serbuk tersebut.


"Serbuk gatal yang kau berikan pada gaunku, sekarang aku kembalikan serbuk itu". Kedip mata Camelia, menyunggingkan senyumnya. "Berisap-siap untuk merasakan gatal di wajah cantik dengan mu ini, ckckck...Kasian sekali, Tuan putri Eloisa yang imut". Ledeknya puas melihat raut wajah putri Eloisa kesal.


"Apa! Tidak mungkin,kau berbohong kepadaku! Aku tidak pernah melakukan hal apapun,bukan aku yang menaruh serbuk gatal itu". Bantah putri Eloisa, segera mengambil tisu untuk melap wajahnya. "Sialan,awas jika wajahku benar-benar gatal. Aku tak segan-segan mencari dirimu,lalu menangkap dan masuk kedalam eksekusi dari tanganku sendiri". Ancamnya putri Eloisa, tidak main-main apa yang dilakukannya.


"Memang bukan dirimu, melainkan kamu memberikan perintah kepada Maira dan Laure. Hahahaha... Bagaimana putri Eloisa, aku mengetahuinya bukan?". Kata Camelia, membuat sang musuh tak berkutik apapun lagi. "Apa!Kau ingin eksekusi diriku in? Hahahaha...Mana mungkin bisa, putri Eloisa karena aku yang mengalahkan dirimu".

__ADS_1


"Sialan,awas kamu nona Camelia. Aku akan membalas perbuatan mu ini, lihatlah aku mengambil suamimu dan jatuh ke dalam pelukan ku. Kau akan menangis histeris, melihat kemesraan kamu berdua". Ucap putri Eloisa, tersenyum smrik. "Kau akan bermohon-mohon kepadaku,agar melepaskan Tuan JJ Abrams. Tidak ada yang bisa menolak pesonaku ini,aku akan memberikan tawaran menarik kepadanya sampai meninggalkan mu".


"Lakukanlah putri Eloisa, ini baru permulaan loh. Masih ada kelanjutannya,dimana kau tidak bisa berbuat apa-apa lagi". Camelia, berlalu meninggalkan kamar tersebut. "Suamiku mana mungkin mau denganmu, wajahmu mungkin rusak karena gatal-gatal. Sedangkan lekukan tubuh mu tidak semenarik diriku ini,ck sok belagu".


Putri Eloisa, segera menyusul keluar kamarnya dan tidak menemukan siapapun. "Tidak mungkin, nona Camelia lenyap dalam sekejap mata. Aarrrghh... Sialan, wajahku kenapa gatal-gatal? Aaarghhh...Pelayan! Pelayan! Aaaaa....Gatal sekali! Gatal!"


Putri Eloisa, bergegas menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya itu. Namun sayang, wajahnya sudah memerah dan berbintik-bintik.


Putri Eloisa, mengamuk-ngamuk melihat wajahnya rusak tak semulus dulu lagi. Bahkan menangis histeris, tidak memperdulikan tatapan pelayan dan lainnya.


*********************


"Ada apa ini?". Tanya Trevino, melihat kedatangan putri Eloisa dan bersama pengawalnya lumayan banyak.


Putri Eloisa, mendapatkan informasi jika Camelia di mansion Trevino ada acara makan bersama.


"Aku ingin menangkap nona Camelia, sudah lancang masuk kedalam ku dan membuat wajahku rusak". Ucap putri Eloisa, menggunakan penutup wajah karena malu jika di lihat orang lain.


Mendengar ucapan putri Eloisa, JJ Abrams bangkit dari duduknya dan mendekat. "Kapan istriku masuk kedalam kamarmu,ha? Istriku berada di samping ku, semenjak 3 jam lalu dan tidak kemana-mana. Kalau tidak percaya dengan ucapan ku, tanyakan kepada Trevino dan lainnya".


Deg!


Putri Eloisa, memandang lekat wajah Camelia. "Tidak! 30 menit yang lalu,dia berada di kediaman ku dan masuk kedalam kamar. Bahkan dia menabur bubuk gatal di wajahku, kalian jangan mengada-ada segala!".

__ADS_1


"Apa putri Eloisa, memiliki bukti kuat". Sahut Trevino, langsung.


Deg!


__ADS_2