
Baru kali ini, mereka menculik seseorang tapi menuruti perkataannya.
Camelia,meminta mereka membeli aneka cemilan di pinggir jalan seperti bakso,sate, burger, pentol,seblak,minuman aneka rasa. Di tambah lagi, membeli cemilan di supermarket.
Musik menggema di dalam mobil, lama-kelamaan mereka bernyanyi bersama. Suara sama-sama serak, sangat mengganggu pendengaran saja. Hilanglah wajah sangar yang berwibawa itu, bertemu dengan Camelia yang bar-bar.
Mobil yang di tumpangi mereka sampai bergoyang-goyang, efek mereka berjoget di dalam.
"Uhuk...Uhuk...Air,mana air? Keselek keripik singkong nih,sialan". Gumam Camelia, beberapa tegukan air mineral di tangannya.
Mereka bernyanyi lagu Jessi, berjudul Nunu Nana dan semakin heboh lah di mobil sangat kompak mereka.
Camelia,masih tidak percaya mereka menyukai lagu tersebut.
I’m trying to give u
something more
So come with me and fly away
away away away away
geuraeseo nan nunnunanna
nunnununanna
Put’ em up in the air
nuna nuna
Like this oh nanana
nuna nuna
eeeei
nareul jigeum wonhae
Gimme more Gimme more
Gimme more Gimme more
Baby baby yeah I want it
iriro iriro iriro iri on
yunan tteolji ma geuman
wonhandamyeon soljikhaejyeo bwa too much
__ADS_1
u baby waseo gajyeoga
I could give u everything anything
Baby can u handle it.
Jangan di tanyakan lagi, mereka bernyanyi seperti apa. Sudah pasti asal-asalan, bahkan tidak jelas yang penting happy.
Sedangkan mobil di belakang mereka, kebingungan melihat mobil di depan bergoyang tak jelas.
Mereka mencoba menyelip diantara mobil yang di tumpangi Camelia, sungguh tak menyangka mereka bernyanyi dan musik kencang sekali.
"Aku ingin pingsan melihat kenyataan ini". Ucap mereka yang menyaksikan langsung, Camelia mampu membuat mereka lupa diri dan bar-bar.
Sedangkan di tempat lainnya, Morgan tengah gelisah gusar pasalnya tidak ada datang-datang membawa Camelia.
Seorang pria cengengesan melihat Morgan, calingukan melihat ke arah pintu.
"Morgan,dimana wanita yang bisa membawa kesialan untuk ku? Lihatlah, sudah 5 jam mereka tidak ada muncul. Mana mungkin,jika anak buahku gagal menculik wanita itu". Pria itu, menghembuskan asap rokok di mulutnya.
"Marcus,jangan senang dulu. Aku sudah mendapatkan pesan dari mereka, masih dalam perjalanan ke sini". Morgan, tersenyum smrik karena mendapatkan mangsa.
Maafkan aku Tuan JJ Abrams, menculik kekasih mu ini. Semua ini,demi menyalin kutukan ku dan berpindah ke Marcus.Batin Morgan,tidak sabar untuk lepas dari kesialan Camelia.
Beberapa mobil sudah sampai di kediaman Marcus.
Camelia, turun dari mobil tak lupa cemilan keripik di tangannya. Wajahnya polos seperti tidak di culik,santai menikmati keripik di mulutnya itu.
Marcus, kebingungan melihat Camelia mengunyah keripik tanpa ada rasa takut jika dirinya di culik.
"Silahkan,nona kita menghampiri Tuan Marcus".
Camelia,mendelik tajam ke arah Morgan yang membuang muka ke arah lain.
"Selamat datang di kediaman ku,nona". Ucap Marcus, merentangkan kedua tangannya dan menatap intens ke arah Camelia.
"Terimakasih,atas penyambutan Tuan kaktus". Kata Camelia, sontak membuat mereka terkejut mendengarnya.
Morgan, menahan tawanya ketika mendengar kata kaktus dari mulut mungil Camelia.
Astaga! Nona manis,kau baru berbicara dengan Marcus sudah salah nama. Batin Morgan, menutup mulutnya jangan sampai mengeluarkan suara tawanya.
"Kenapa kalian menatap ku,apa ada yang salah?" Tanya Camelia, tersenyum manis.
Salah satu anak buah Marcus, mendekati Camelia dan berbisik. "Tuan Marcus,bukan kaktus. Jangan membuat masalah nona, takutnya anda mendapatkan hukuman setimpal".
Wajah Marcus, seketika berubah menjadi merah padam. Baru kali ini, seseorang salah menyebut namanya.
"Hehehehe... Maafkan aku Tuam Marcus, salah menyebut namamu. Maklum grogi saat ini,hmmm... Tempat kediaman mu bagus, sangat besar,aku suka dengan suasananya. Apakah Tuam Marcus, memilih istri? 1atau 5 atau melebihi Ardan bocil itu?". Tanya Camelia, menyelonong masuk kedalam dan calingukan melihat sekeliling kediaman Marcus.
__ADS_1
Morgan, mendekati Marcus yang masih berdiri tegak matanya tertuju pada Camelia mondar-mandir.
"Dia wanita yang berbeda, Marcus" Bisik Morgan,belum memberitahu jika Camelia kekasihnya JJ Abrams.
"Wahhhh... Aquarium nya sangat besar sekali, lihatlah Morgan ikan ini terkenal dengan mahal harganya". Camelia, menunjukkan jarinya ke arah ikan. Ikan ini pasti kesayangan Marcus, maafkan aku yang jahil ini.
"Jangan dekat-dekat Camelia, takutnya ikan pada mati karena kamu". Kekehnya Morgan,melirik ke arah Marcus masih diam saja.
Camelia, tersenyum kecil ke arah Marcus dan melihat guci antik di samping lemari. "Guci antiknya sama dengan di tempat ku, harganya mahal ini".
Baru kali ini, aku menculik seorang wanita dan suka memuji barang-barang ku.kenapa dia tidak takut? Apa jangan-jangan seringkali diculik Morgan, sampai sikapnya biasa saja. Aku sudah menyelidiki tentang dirinya, menakjubkan memimpin dua perusahaan besar sekaligus.Batin Marcus,masih memperhatikan gerak-gerik Camelia ke sana kemari menyentuh barang-barang antiknya
"Tuan ikan mati!" Ucap salah satu anak buahnya, Marcus.
"Apa!" Teriak Marcus, bergegas mendekati aquarium nya. Benar sekali,ikan sangat mahal itu sudah berbalik badan.
Marcus,mengusap rambutnya ke belakang melihat ikan kesayangannya mati dalam sekejap.
Morgan, tersenyum sumringah ke arah Marcus dan mengedipkan bola matanya.
Yes! Akhirnya kamu mendapatkan kesialan Marcus, makanya jangan menantang perkataan ku ini.Batin Morgan, melihat Marcus mendekati Camelia yang duduk santai.
"Apa yang kau lakukan dengan ikan ku!". Bentak Marcus, sorotan matanya yang tajam.
"Aku tidak tahu, mungkin umurnya sudah habis". Jawab Camelia, mengulum senyumnya.
Morgan, cekikikan menahan tawanya mendengar jawaban Camelia.
"Bohong! Pasti kamu yang membunuh ikan ku". Marcus, tidak terima dengan kematian ikannya.
"Kalau tidak percaya dengan ku, sekalian otopsi ikan mu itu!". Ucap Camelia, dengan tatapan tajam dan mendekati Marcus.
Marcus, mengundurkan langkahnya mengerutkan keningnya. "Sejak kapan ikan ada otopsi,yang dan jenazah yang di otopsi".
"Nah,tu pinter! Gak kaya tadi bodoh, sembarangan menuduhku macam-macam. Mereka semua,ada gak liat aku membunuh ikan mu?" Camelia, menantang melipat kedua tangannya ke depan.
Marcus, memandang ke arah anak buahnya yang menggeleng pelan.
"Kesialan terus-terusan menghampiri mu, Marcus". Bisik Morgan,di belakangnya.
Hembusan angin terasa di leher Marcus, seketika bulu kuduk berdiri. Sialan,kenapa aku tiba-tiba merinding begini.Batinnya Marcus, melirik ke arah Camelia.
Camelia, mendekati aquarium ikannya mengambang di atas air. "Benar-benar mati yah, kirain pura-pura mati. Sayang sekali mati,coba di jual pasti harganya sampai 1 milyaran nih. Kalian ambil ikan mati ini, takutnya yang lain pada mati". Perintahnya kepada anak buah, Marcus.
"Bos,gimana?" Tanya mereka menoleh ke arah Marcus,yang memijit pelipisnya.
"Yah...Telat tau, ikannya pada mati semua". Ucap Camelia, dengan mimik wajah imutnya.
"Apa!" Marcus, berteriak keras ketika melihat ikan-ikannya pada mati semua. Mulutnya menganga lebar syok berat, terduduk lemas dalam sekejap kehilangan ikan-ikannya.
__ADS_1