SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Tidak Mengaku


__ADS_3

Byurrrrr....


"Uhukkk.. Uhukk..." Zhu, terbatuk-batuk karena seseorang menyiram air ke tubuhnya. Aku dimana? Kenapa banyak sekali orang lain, astaga ketua!


Zhu, calingukan melihat sekeliling begitu banyak orang yang mengelilinginya. Panik,jelas di raut wajahnya itu.


Semakin terkejut lagi, melihat ketua nya tengah berdiri tegak di depannya. Tak lupa Camelia melambaikan tangannya,lalu tersenyum semanis mungkin.


"Ketua Lun, dari perguruan pencak silat di Goa. Bukankah dia muridnya ketua Lun? Lalu, bagaimana bisa di villa dan istriku dan terluka?". Ucap JJ Abrams, melirik tajam ke arah ketua Lun.


Ketua Lun, membungkuk badannya karena bersalah atas muridnya lalai dari pengawasannya itu. "Tuan JJ Abrams, maafkan kelalaian dalam menjaga murid-murid ku. Atas kematian Naura,salah satu muridku anggap sebagai kecelakaan".


Braaaakkk...


JJ Abrams, menggebrak meja lumayan keras. Dia benar-benar marah besar,karena melukai istri tercintanya.


Zhu, nampak terkejut apa yang terjadi dan tidak menyangka ketahuan oleh ketuanya sendiri.


"Kau anggap sebagai kecelakaan? Muridmu pantas mati,jika tidak ada Trevino di tempat kejadian. Kemungkinan besar, aku sudah membunuh murid mu itu". Ucap JJ Abrams,raut wajahnya sungguh menakutkan sekali.


Camelia, memiringkan kepalanya dan menatap ke arah Zhu nampak ketakutan sudah.


"Maafkan atas kesalahan muridku,Tuan JJ Abrams. Aku akan memberikan pelajaran kepada Zhu, serahkan dia kepadaku". Ketua Lun, meminta iba kepada JJ Abrams.


JJ Abrams, berbalik badan agar berhadapan dengan Zhu. "Siapa menyuruh mu untuk menyakiti istri ku?".


Zhu,terdiam membisu mendengar pertanyaan JJ Abrams. Mana mungkin memberitahu yang sebenarnya,bisa jadi kehilangan segalanya.


"Zhu, katakan yang sebenarnya jangan ada rahasia. Aku sebagai ketua, sekaligus gurumu sangat kecewa berat. Kau tega menyakiti istri Tuan JJ Abrams,yang seringkali membantu daerah di Goa ini". Ketua Lun, ikut-ikutan agar muridnya berkata jujur.


"Ketua Lun, apakah anda tau jika Zhu seorang wanita pembunuh bayaran? Dia diam-diam melakukan transaksi soal itu,demi uang melakukan apapun. Aku tidak tau apa-apa,dia sendiri yang mengatakan sebenarnya tadi". Sahut Camelia, sontak membuat yang lainya pada terkejut.


Mendengar ucapan Camelia, JJ Abrams langsung mengambil samurai tanpa memperdulikan tatapan orang-orang sekitar.

__ADS_1


"Suamiku, jangan melakukan macam-macam. Kita harus mengintrogasi sedalamnya,bisa jadi ada seseorang yang membayar untuk membunuhku karena aku tidak mengenalnya. Apa lagi, memiliki masalah". Camelia, mencegah suaminya yang ingin melukai Zhu.


Ketua Lun, menatap tajam ke arah Zhu yang sudah berbohong sejauh ini. "Zhu, apa benar yang dikatakan oleh istrinya Tuan JJ Abrams. Jika kamu di bayar seseorang untuk membunuhnya, katakan zhu!" Teriaknya sekeras mungkin.


Zhu, semakin meremas tangannya dengan kuat. Belum lagi, anggota tubuhnya terasa sakit sekali. "Aaarghhh..... Uhukk..Uhuk...!".


Ketua Lun, bahkan yang lainnya terkejut melihat Zhu terbatuk-batuk sampai mengeluarkan darah.


Meminta bantuan untuk memeriksa kondisi Zhu, bahkan mendapatkan kabar yang aneh.


"Ketua Lun, kami sudah memeriksa kondisi Zhu dalam dirinya mengandung racun berbahaya".


Deg!


Camelia, tersenyum sumringah karena Zhu tak akan bertahan lama lagi. Sekarang menunggu waktu ajal menjemput mu,Zhu.


"Ck,akan aku pastikan muridmu mati dalam waktu dekat. Kemungkinan besar, Zhu merasakan sesuatu pada tubuhnya. Itulah akibatnya mengusik ketenangan istri ku, mendapatkan karma setimpal". JJ Abrams, tersenyum smrik.


"Tuan JJ Abrams, tolong bantulah muridku Zhu. Ampunilah kesalahannya ,aku akan menebus semuanya". Pinta ketua Lun, memohon kepada JJ Abrams.


Raut wajah ketua Lun, seketika berubah drastis mendengar ucapan Camelia. "Nona,mana mungkin saya melakukan hal sekeji itu. Kami membesar perguruan pencak silat, untuk mengikuti acara lomba dan lainnya".


"Tuan JJ Abrams, tidak perlu mengurusi masalah ini. Aku yang akan menyelidikinya sampai tuntas, tidak akan membiarkan merusak Goa kita". Trevino, langsung membuka suaranya.


"Ini sudah menyangkut istri ku,tak akan membiarkan lepas begitu saja. Jecky, lakukan agar Zhu membuka suaranya untuk mengakui siapa di balik ini semua". Perintah JJ Abrams, langsung di angguki oleh Jecky.


Ketua Lun, menatap iba kepada Zhu nampak ketakutan sudah.


"Zhu, nampaknya kamu masih sanggup bertahan. Bagaimana nasib adikmu? Apa perlu aku menghabisi nyawa nya, baru kau mengakui siapa di balik ini semua". Camelia, sengaja mendekati Zhu.


"Sampai kapan pun,aku tidak akan memberitahu siapa orangnya! Walaupun aku mati,aku tidak peduli!" Teriak Zhu, memendam amarahnya.


Prok!

__ADS_1


Prok!


"Kau sangat setia sekali, Zhu. Aku kagum dengan mu, Jecky percuma melakukan apapun. Dia tidak akan memberitahu sebenarnya, lupakanlah". Kata Camelia, tersenyum kecil.


"Sayangku, bagaimana mungkin melepaskan begitu saja". Sahut JJ Abrams, menahan kedua pundak istrinya.


"Suamiku sini". Pinta Camelia, membisik sesuatu di telinga suaminya itu.


Dalam hitungan beberapa detik, JJ Abrams langsung memerintahkan anak buahnya meninggalkan tempat tersebut.


Trevino, sempat kebingungan kenapa JJ Abrams seketika berubah pikirannya. Bahkan ketua Lun, terperangah melihat kepergian JJ Abrams.


Dalam sekejap mata Zhu, meronta-ronta karena kesakitan bagian tubuhnya.


"Sakiiitttt.. Aaarghhh....Panas! Panas! Sakiiitttt...Panas! Ketua! Ketua Lun! Tolong!Tolong! Panas!". Zhu, meronta-ronta di lantai, mulut,hidung, telinga, mengeluarkan darah segar.


Orang-orang sekitar yang melihat secara langsung, bergidik ngeri dan menggeleng kepala. Mereka menatap kasian sekali kepada Zhu, merasakan kesakitan luar biasa.


"Ketua Lun,kami tidak bisa mengobati Zhu. Racunnya sudah menyebar keseluruhan tubuh, bahkan kami tidak tau racun sejenis apa ini?". Ucap tabib penduduk Goa, yang bisa mengobati seseorang.


"Apa! Bagaimana bisa,?". Ketua Lun, terduduk lemas mendengar ucapan tabib.


"Bertahan berapa lama lagi, tabib? Lihatlah, Zhu merintih kesakitan". Tanya Trevino, bergidik ngeri melihat kondisinya Zhu.


"Sepertinya beberapa menit lagi, Zhu tidak akan terselamatkan". Jawab tabib.


Benar sekali,dalam hitungan beberapa menit Zhu sudah kehilangan nyawanya. Ketua Lun, memejamkan matanya dan mengusap wajahnya dengan kedua tangan.


**************************


Di tempat lain, putri Eloisa mengepalkan tangannya mendengar kabar Zhu sudah meninggal dunia. "Aaarghhh.. Bagaimana bisa,Zhu dan Naura mati? Mana mungkin,nona Camelia begitu kuat. Sialan,aku gagal menghabiskan nyawa wanita itu".


Putri Eloisa, mondar-mandir di kamarnya. "Aku harus mencari seseorang untuk menghabisi nyawa wanita itu, tidak akan aku biarkan lepas begitu saja. Aaarghhh...Mana leherku tidak sembuh-sembuh,iisshh... Apa-apaan ini,kenapa berbau? Pelayan! Pelayan!" Teriak putri Eloisa,raut wajahnya terlihat marah sekali.

__ADS_1


Satu pelayan masuk kedalam kamar tersebut,akan tetapi mengenakan masker wajah. Siapakah wanita di balik masker itu,dari matanya sangat tajam sekali.


Pelayan tersebut, mendekati putri Eloisa yang tengah gelisah gusar karena benjolan di lehernya mengeluarkan nanah dan bau tak sedap.


__ADS_2