
"Emang benar yah, Camelia anak bu Dwi?" Tanya Olivia, mendekati suaminya di pinggir ranjang.
"Mana ada,aku cuman akal-akalan saja. Bu Dwi, kejiwaannya tidak waras karena dulu pernah keguguran. Di waktu rumah sakit,kak Vina melahirkan Camelia dan bu Dwi melihat secara langsung. Karena jiwanya tidak waras, ngaku-ngaku anaknya. Seisi rumah sakit jadi heboh,bu Dwi tidak menyukai kehidupan kak Malik dan kak Vina". Jhonny, menjelaskan kenyataannya.
"Ngapain kamu memanfaatkan bu Dwi? Bahaya loh, kejiwaannya susah di sembuhkan. Kamu gak kasian gitu,liat anak-anaknya?". Tanya Olivia,karena ambisi Jhonny pasti melakukan apapun.
"Tumben sekali kamu, ngomong tentang kasian sama orang? Biasanya b aja,atau malah sebaliknya lebih parah lagi. Aku harap dengan memanfaatkan bu Dwi, Camelia mau menuruti kemauan ku. Pengen tau apa sebenernya terjadi di masa lalu mereka, namun sayang tidak berhasil". Gerutu Jhonny, mengusap wajah dengan kasar.
"Camelia, tidak bisa di remehkan Jhonny". Kata Olivia, menatap ke arah Jhonny.
Jhonny,tengah memikirkan sesuatu untuk menaklukkan hati Camelia lagi.
***************
Sedangkan di tempat lain, Leo tengah memandang ke arah ibunya berbaring lemah di ranjang pasien. Kedua tangan dan kakinya terikat,jika tidak sangat bahaya bisa mengamuk-ngamuk.
"Apa benar yang di katakan mommy, Camelia anak mommy yang berarti adikku". Gumam Leo, tertunduk sedih.
Tiba Kaizam, datang membawa beberapa bungkusan di tangannya. "Makanlah Leo,jaga kesehatan mu. Cukup mommy seperti ini,kita jangan sampai sakit". Kaizam, meletakkan satu kotak makanan di hadapan adiknya.
"Terimakasih,kak. Jika benar yang di katakan mommy, Camelia adalah adik kita".Kata Leo, menghentikan Kaizam makan lebih dulu.
"Jangan di percaya dengan ucapan mommy,kamu lupa kejiwaan mommy terganggu. Aku malah curiga dengan tuan Jhonny, beberapa hari yang lalu. Aku melihat Tuan Jhonny,bertamu di rumah kita. Setelah Tuan Jhonny pulang,aku bergegas menemui mommy habis menangis". Kaizam, menaruh rasa curiga dengan Jhonny ada sesuatu yang tidak beres.
"Kalau benar ada sesuatu,aku akan membalas Tuan Jhonny. Dia sudah seenaknya memperlakukan mommy kita, seperti sekarang ini". Leo, langsung parah padam terhadap paman Camelia.
__ADS_1
"Jangan gegabah Leo, kita cuman punya mommy. Bahaya melawan Tuan Jhonny,paham! Paman Jas, sudah menghubungi ku tadi. Katanya mau membawa mommy,keluar negeri untuk di rawat sana.Berharap Tuan Jhonny, tidak mengganggu pikiran mommy".
Mendengar ucapan sang kakak, Leo diam dan memandang ke arah sang ibu.
"Jangan kamu pikirkan Leo,kalau mommy sudah sembuh total. Kita bisa bertanya yang sebenarnya,benar apa tidak Camelia adik kita. Cuman tes DNA, tidak dapat di percaya juga. Apa lagi Tuan Jhonny,bisa memalsukan datanya". Kaizam, menepuk pundak Leo.
Leo,menghela nafas panjang dan memandang ke arah mommy nya. "suatu hari nanti, aku bakalan balas dendam kak. Aku tidak terima mereka memperlakukan mommy, seperti sekarang".
"Hussssttttt...Jangan lakukan balas dendam, tidak cukup kah melihat keadaan mommy. Aku tidak mau kau mendapatkan masalah,anak dan cucu nantinya dampak buruk dari balas dendam Leo. Biarkanlah seperti air mengalir,buang jauh-jauh balas dendam mu. Hiduplah dengan normal,tanpa melakukan kesalahan apapun. Terutama kamu jauhi Camelia,itu saja". Sahut Kaizam, menatap tajam ke arah adiknya.
"Maaf,". Lirih Leo, menundukkan kepalanya. Rasanya sulit sekali menelan nasih masuk kedalam Perutnya,tak sanggup melihat keadaan sang ibu masih tak sadarkan diri.
******************
Malam semakin larut, Sandra mondar-mandir di mansion. Camelia,tak ada tanda-tanda kedatangannya.
"Camelia, pergi dari tadi siang dan tidak pulang sampai jam segini". Jawab Sandra,menghela nafas beratnya.
"Ada masalah kah?". Tanya Jordan, menoleh ke arah ibunya. "Camelia, tidak akan pergi jika tidak terjadi sesuatu di mansion ini".
"Masih ingat masalah ibunya Camelia dan Dwi? Tadi siang Dwi, mengamuk-ngamuk mengaku Camelia anaknya. Mamah, tidak bisa menjelaskan yang sebenarnya". Sandra, memijit kepalanya yang nyut-nyutan memikirkan kemana sang cucu.
"Mah, Camelia sudah besar loh. Sudah waktunya di tau,kenapa masih di sembunyikan? Sekarang apa yang terjadi, Camelia pergi entah kemana". Jordan, langsung mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang."Apa mamah,takut dengan Jhonny?". Tanya Jordan, sontak membuat sang ibu terkejut.
"Mamah, tidak takut dengan Jhonny. Masalahnya mamah,ada sesuatu yang di sepakati. Kamu tidak perlu tau,diam saja". Bantah Sandra, tidak nyaman dengan tatapan anaknya.
__ADS_1
"Jhonny,anak pertama papah kan? mamah, sudah merusak keluarga mereka. Demi cinta mamah,ambisi mamah. Ini akibatnya mah,jika mamah merebut seseorang bukan milik mamah". Jordan, nampak kecewa dengan wanita yang sudah melahirkannya di dunia ini.
"Cukup Jordan! Aku sama papah mu, saling mencintai. Sedangkan papahmu, tidak mencintai wanita itu. Mereka terpaksa menikah,karena perjodohan. Resiko wanita itu,main mau aja". Bentak Sandra, sorotan mata memerah manahan amarahnya.
"Iya,karena ini mamah takut kehilangan segalanya. Takut warisan Malik, jatuh ke tangan Jhonny. Menarik sekali,aku juga ikutan terkena imbas mamah. Bahkan cucu mamah sendiri, astaga!". Jordan,mengusap rambutnya ke belakang.
"Sudahlah, mamah tidak mau membahasa soal ini. Jangan sampai Camelia, mengetahui semuanya". Ancam Sandra,namun mendengar tepukan tangan seseorang turun dari tangga.
Prok!
Prok!
Prok!
Jhonny, bersama Olivia turun dan menghampiri mereka berdua tengah berdebat tentang masa lalu.
"25 tahun lamanya, baru terkuak kebenarannya. Anda memang pandai bersilat lidah,aku di ambil dari panti asuhan. Fakta sebenarnya adalah aku pertama dari pak Gunawan Malik,ahli waris Malik. Karena pak Gunawan, sangat mencintai anda. Lalu, ahli waris Malik di jatuhkan ke tangan Camelia cucu pertama keluarga Allen". Jhonny,duduk santai di sofa.
"Ckckck.... Kalian ini, rupanya ular berbisa. Demi mengamankan warisan Malik, terpaksa jatuh ke tangan Camelia". Sambung Olivia, tersenyum smrik.
"Apa Anda tidak merasa bersalah, seorang wanita hamil memergoki suaminya berselingkuh. Seketika wanita itu, pendarahan hebat dan tidak bisa di selamatkan. Tuhan maha adil, aku hidup untuk membalas sakit hati ibuku". Kata Jhonny, menyunggingkan senyumnya.
"Jhonny,mamah tidak salah apapun. Yang salah adalah ibumu, menerima pernikahan itu". Jordan,tak ingin tinggal diam dan membela sang ibu.
"Yah,ibuku menikah karena tertipu dengan perkataan pria tua itu. Yaitu,ayah kita Jordan. Dia berkata-kata manis kepada ibuku,demi mendapatkan warisan keluarga Malik dan Allen. Setelah dia mendapatkan semuanya, barulah belang pria itu terlihat jelas. Tak segan-segan menyakiti ibuku, sampai mati!". Ucap Jhonny, dengan suara kerasnya.
__ADS_1
Para pelayan mansion, berusaha menghindari pertikaian antara keluarga di ruang tamu.
Sandra, sudah menangis kesegukan. Bukan sakit hati, melainkan takut apa yang di lakukan Jhonny kepadanya.