SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Mencari


__ADS_3

Jhonny dan Jordan, menoleh ke arah Li Yun. "Bisa jadikan, Camelia melakukan hal itu. Karena kita mengkhianatinya kemarin, mungkin dendam karena kecewa". kata Li Yun, mengangkat kedua bahunya.


"Mamah Sandra,masuk ke rumah sakit dan mengalami stroke". Ucap Jhonny,menghela nafas beratnya.


Jordan, tercengang mendengarnya karena sang ibu sampai stroke atas kekerasannya. "Apa! Mana mungkin Jhonny,aku mendorongnya jatuh ke lantai dan kepalanya cuman terbentur meja doang. Masa iya, sampai stroke".


"Apa kamu lupa riwayat kesehatan mamah,dia bolak-balik ke rumah sakit cek kondisinya. Meskipun aku marah kepada mamah Sandra,mana bisa aku melakukan kekerasan terhadapnya". Jhonny, menggeleng pelan. Memang benar dia masih sakit hati, dengan masa lalu Sandra.


"Lupakan masalah itu,yang penting bagaimana kita bebas dari sini?". Ucap Rey, gelisah berada di jeruji besi.


"Benar sekali,masa kita menyerah duluan dan menerima hukuman JJ Abrams. Aku yakin sekali, siksaannya jauh lebih mengerikan dibanding kan siapapun". Sahut teman Li Yun, lainnya.


"Kita harus bebas menyelamatkan nyawa masing-masing,kalau tidak mau keluar. Nikmatilah siksaan JJ Abrams,kalian tau sendiri bagaimana kekejamannya". Timpal lainnya, bergidik ngeri.


"Diam! Coba kamu pikirkan, bagaimana cara keluar dari jeruji besi ini? Sedangkan JJ Abrams, sudah memasang aliran listrik. Kalau kita menyentuh besinya,mampus yang ada!". Bentak Li Yun,bukan berarti dia cuman diam saja.


"Dasar bodoh kamu Jordan, ngapain kamu bebaskan mereka dari jeratan JJ Abrams. Nyatanya kamu ikutan terjerat juga,gila kamu!". Jhonny, mengusap wajah dengan kasar.


"Aku ke penjara WR memang berniat untuk membebaskan Li Yun dan teman-temannya. Beruntung sekali, Camelia juga ke sana. Itu adalah kesempatan emas bagiku, mendapatkan apa yang aku inginkan". Jordan, terbilang setia dalam teman bisnis. Bukan sepenuhnya benar,dia membebaskan Li Yun dan teman-temannya.


"Sial,mana penjara JJ Abrams lengkap dengan kamar mandinya. Kita tidak bisa berbuat apa-apa, sangat kejam". Gerutu Jhonny, perutnya keroncongan sudah.


Sedangkan JJ Abrams, berhadapan dengan seseorang salah satu kepercayaannya juga. Dia tengah melacak keberadaan Camelia,namun tidak menemukan apa-apa.


"Kita harus pergi". Kata JJ Abrams,bersiap menemui siapapun yang dikenalnya termasuk musuh-musuhnya. Siapa tau dari mana mereka,menculik sang kekasih.

__ADS_1


Seorang wanita muda mencegah kepergian,JJ Abrams."Kau mau kemana JJ? Apa kamu lupa yah,hari besok perayaan ulangtahun mu. Lihatlah sekelilingmu, mereka menghiasi tempat tinggal. Sedangkan kamu tidak ada,kau tidak mau mengecewakan perasaan mereka".


"Vika,aku sibuk mencari seseorang. Sebelum Camelia ketemu,aku tidak akan pulang. Bukan Camelia saja, melainkan anak buahku dan dokter kepercayaan ku". JJ Abrams,tetap meninggalkan kediamannya.


Vika, sudah di anggap sebagai adiknya sendiri. sehingga Vika,di perlakukan sedikit spesial dari JJ Abrams. Ibunya sangat baik, merawat JJ Abrams sejak kecil dulu.


"Tidak bisakah kamu menundanya, JJ. Aku mohon sekali,jangan pergi yah". Pinta Vika, dengan tatapan sedihnya.


"Vika,cukup! Kau tau kan, seperti apa sikapku". Bentak JJ Abrams, melongos melewati Vika tersenyum samar.


Vika, mengangkat satu jempolnya ke arah lain dan tersenyum sumringah atas kepergian JJ Abrams. "Ayo,cepat kerjakan semuanya. Pokoknya besok harus jadi sesuai keinginannya, semangat!". Vika, langsung mengirim pesan kepada seseorang.


Flashback.


Camelia, memikirkan sesuatu untuk menyusun rencana. Dia berniat mengerjai JJ Abrams, membuat dirinya kalang kabut.


"E'ehmmm..." Camelia, berdehem kecil menatap wajah dokter Dartos.


Dokter Dartos, mengerjapkan bola mata melihat Camelia sudah sadar. "Nona Camelia,anda sudah sadar! Baguslah kalau sadar, pasti tuan JJ Abrams senang mendengarnya. Aku akan segera menghubungi tuan JJ Abrams, tunggu sebentar nona".


Camelia, sigap mengambil ponselnya dan tersenyum manis. "Tidak! Dokter,jangan beritahu sekarang yah. Aku perintahkan kepada mu,bawa anak buahnya JJ Abrams masuk kedalam. Aku ingin berdiskusi tentang sesuatu, mereka harus ikut dengan rencana ini".


"Nona, maksudnya apa ini? Anda jangan main-main nona, bahaya kalau tuan JJ Abrams tau". Dokter Dartos,susah payah menelan ludahnya.


"Turuti kemauan ku dokter, sekarang juga!". Perintah Camelia, dengan tatapan tajam.

__ADS_1


Akhirnya dokter Dartos, mengumpulkan anak buahnya JJ Abrams ke dalam ruangan inap Camelia.


"Aku punya ide cemerlang untuk mengerjai JJ Abrams,di ulang tahunnya besok. Aku ingin kalian ikut bekerjasama dengan mu,paham! Rencananya begini,kalian harus bawaku ke suatu tempat yang tidak bisa di lacak oleh JJ Abrams. Jejak kita harus hilang tanpa tertinggal sedikitpun,satu lagi jangan sampai JJ Abrams bisa melacak kemana pun kita pergi . Kalian bisa melakukannya,hmmm?". Tanya Camelia, memandang mereka secara bergantian.


"Tapi,kami sangat takut melakukannya nona. Bagaimana nanti,kami menghadapi tuan JJ Abrams? Pasti tuan akan memenggal kepala kami satu persatu". Tolak anak buah JJ Abrams,yang berbadan kekar.


"Nona Camelia,mana mungkin anda keluar dari rumah sakit ini. Sedangkan anda saja,baru sadar sehabis koma satu minggu. Ini terbilang sangat bahaya sekali,jangan sampai kesehatan nona terganggu". Dokter Dartos, menjelaskan tentang kesehatannya.


"Gak papa, aku baik-baik saja kok. Cek saja kesehatan ku sudah normal, lagipula yah. Dokter Dartos, harus ikut kemana kami pergi". Kata Camelia, mengedipkan matanya.


Astaga! Jadi aku terlibat dalam rencana nona Camelia,mau menolak tapi kekasihnya tuan JJ Abrams.Batin dokter Dartos, bimbang harus menurut yang mana.


"Kalian harus menuruti kemauan ku,taukan aku adalah kekasih JJ Abrams. Kalau kalian tidak mau, siap-siap mendapatkan hukuman setimpal dari kekasihku.kalau kalian menuruti kemauan ku,dijamin aman dan selamat. Plussss.... Mendapatkan bonus berlipat ganda,tenang saja. Aku yang berniat untuk mengerjai JJ Abrams, sesekali bos kalian diberikan pelajaran". Ucap Camelia, memainkan kedua alisnya.


Mau tak mau, mereka menuruti kemauan kekasih sang bos besar. Mendengar imbalannya lumayan besar,ini adalah kesempatan bagi mereka.Sesekali melihat sang bos besar di kerjai,tepat hari ulangtahunnya.


Cika dan Rika,ikut serta dalam misi Camelia ini. Mereka berdua menukar mobil dan memalsukan platnya. Anak buah JJ Abrams lainnya, mengotak-atik melakukan sesuatu agar tidak bisa di lacak keberadaan mereka.


"Semuanya sudah beres nona,kita bisa pergi sekarang juga. Cctv sudah kami lakukan menjadi eror, ini masalah gampang untuk kami".


Mendengar ucapan anak buahnya JJ Abrams, Camelia duduk di kursi roda dan menutupi wajahnya agar tidak diketahui oleh siapapun. Mereka keluar melalui jalan belakang,yang sudah di atur dokter Dartos.


"Selasa kita kemana nona?". Tanya sang sopir, langsung saja Camelia memberitahu kemana mereka pergi.


Camelia juga menghubungi Vika, untuk melancarkan aksinya. Berharap Vika,mau apa yang perintahnya. Beruntung sekali, Vika langsung mau dengan senang hati. Dia meminta bantuan agar Vika,menghias kediaman JJ Abrams di bantu yang lainnya. Berharap ulangtahunnya sang kekasih,paling spesial nantinya mampu menggoncang pikiran JJ Abrams.

__ADS_1


Flashback off.


__ADS_2