
"Ayo,kita pergi dari sini mah. Tidak ada gunanya menangis terus-terusan, kediaman Sean sudah hangus terbakar. Aku lelah mah,malu di liat orang-orang lain". Kata Clara, menggenggam jemari ibunya. Sang ibu,masih memandang kediaman Sean yang tak tersisa lagi.
"Kita mau pergi kemana,kak?". Tanya Ryan, mendekati ibu dan kakaknya. Kenapa kehidupan kami sial begini? Apa karena sumpah Katrina, tidak mungkin itu.
"Kita pergi ke apartemen kakak,dulu sempat ke beli sebagai jaga-jaga". Jawab Clara, tersenyum kecil. Syukurlah masih ada tempat tinggal mewah, semoga wajahku kembali seperti semula. Agar aku bisa bekerja seperti dulu,membalas hinaan mereka semua.
"Benaran Clara,kamu punya apartemen?". Tanya sang ibu, menghapus air matanya. Lihatlah Lena, anakku masih punya apartemen sendiri. Kurang ajar sekali kamu mas, selingkuh dengan wanita miskin itu.
"Iya,masih ada tabungan Clara. Yah... Gak banyak mah,yang penting ada pegangan". Clara, berusaha menenangkan hati sang ibu. Aku tidak menyangka jika kehidupan kami, bakalan seperti ini. Astaga,aku memiliki seorang ayah bejat selingkuh dengan ibunya Rendy.
Doni, mendekati istri dan anaknya. Ketika mendengar mau pergi ke apartemen, Clara. Ada harapan dari anaknya, untuk berteduh sementara.
Aku harus ikut mereka ke apartemen,mana mungkin anakku membiarkan ayahnya terlantar di jalanan. Sedikit aku baiki dan membujuk mereka, pasti maulah.Batin Doni, memasang wajah sedihnya.
"Untuk apa lagi pah, mendekati kami ha? Belum puaskah,menyakiti perasaan mamah! menghancurkan kehidupan kami!". Kata Ryan, terlanjur kecewa dengan ayahnya."Jika aku tidak memandang papah,ayah kandung ku. Kemungkinan besar, sudah aku tampar wajah papah sudah menyakiti mamah". Tegasnya, tanpa memperdulikan tatapan ayahnya.
"Ryan,jaga ucapanmu itu. Aku ini papahmu, tidak pantas kamu berbicara lancang. Aku ini papahmu,paham!". Bentak Doni, langsung. "Ayo,kita pergi ke apartemen milikmu Clara. Papah, capek dan ngantuk".
"Kami ikut,jangan tinggalkan kami. Pak tua,harus bertanggung jawab atas perbuatannya dengan mamah ku. Ingat itu, rahasia masih ada". Ancam Rendy, tersenyum smrik.
"Doni,aku ini kekasih mu loh. Harus bertanggung jawab terhadap ku, Rendy dan Vanya akan menjadi anakmu juga. Otomatis kami, tidak boleh kamu tinggalkan". Sambung Lena, langsung.
Linda dan anaknya,geram mendengar ucapan mereka yang tidak tahu malu.
"Dengarkan mas, selingkuhan mu meminta tanggung jawab kepadamu. Ayo, nikahkan dia sekarang. Tetapi, ceraikan aku dulu. Tak sudi rasanya di madu,apa lagi wanita macam dia". Linda, menunjukkan jarinya ke arah Lena.
__ADS_1
"Benar sekali,kami tidak sudi memiliki seorang ayah tukang selingkuh. Satu hal lagi pah,aku tidak akan membiarkan papah masuk kedalam apartemen milikku. Ancam kan itu, pergilah bersama mereka jangan ikuti kami". Tegas Clara, dengan tatapan tajam.
"Aku setuju dengan ucapan mamah dan kak Clara. Kami sudah kecewa berat kepada papah, mengkhianati perasaan mamah dan menghancurkan kehidupan kami". Sambung Ryan,juga.
"kalian ini, ngomong apaan sih? Aku ini ayah kalian, suamimu Linda. Patuhilah ucapan ku ini, Jahan membantah perkataanku. Baru segitu aja, sudah lancang kalian ha! Apa susahnya sih, lupakan masalah itu. Bukankah papah, sudah minta maaf atak khilaf yang aku berbuat". Doni, membantah perkataan istri dan anaknya.
"Doni, jangan tinggalkan kami. Semua ini, gara-gara kamu juga. Clara,jangan sok belagu kamu. Kita bakalan satu keluarga,jadi tetap bersama". Bentak Lena, langsung.
Plak!
Linda, langsung menampar wajah Lena karena sudah geram.
"Pelakor tidak tahu malu! Ayo,kita pergi tinggal mereka. Mamah, tidak Sudi terus bersama mereka. Mas,aku sudah kecewa berat dengan mu. Aku ingin kita pisah,tak sanggup lagi menahan rasa sakit hatiku". Ucap Linda,air matanya luruh sedari tadi.
Linda,menarik lengan anaknya dan menjauhi suaminya itu.
"Cukup,pah! Sekarang baru ingat kami, anaknya papah. Dulu, waktu mau selingkuh dengan pelakor itu. Apa papah ingat, bagaimana konsekuensinya ke depan? Gak kan pah,yang di pikiran papah adalah kesenangan semata!". Ucap Clara,cukup keras.
"Eee...Wajah jelek, berani sekali mengatai ibuku pelakor ha! Kurang ajar kamu,yah!". Vanya, yang ingin menarik rambut Clara. Tetapi, Ryan duluan mencekal lengan Vanya.
"Jangan coba-coba menyakiti kakakku,paham!". Ryan, menghempaskan tangan Vanya lumayan kuat.
Linda dan anaknya masuk kedalam mobil menuju apartemen milik Clara. Harta satu-satunya adalah mobil,milik orangtuanya Clara.
Doni,yang frustrasi atas kepergian istri dan anak-anaknya tanpa memperdulikan dirinya sendiri.
__ADS_1
"Vanya,kamu kemana? Jangan tinggal mamah". Teriak Lena, melihat anaknya berjalan tak tau arah. Lena, ingin menyusul Vanya tetap jatuh ke tanah dan kakinya keseleo.
"Vanya,jangan jadi anak durhaka kamu!". Teriak Rendy, membantu ibunya bangkit kembali.
"Terserah aku,mau kemana. Kalian tidak berhak mengatur kehidupan ku,puas sudah menghancurkan segalanya. Aku malu mah, sangat malu. Mamah, berselingkuh dengan pria kere itu! Lihatlah, keluarganya saja tak ingin menampungnya. Lalu,mamah ingin memungutnya begitu? Lebih baik aku pergi,". Kata Vanya,menyeka air matanya. Dia sangat kecewa dengan keluarga tercinta,sang ibu sudah menjatuhkan harga dirinya seorang model.
Vanya,masuk kedalam mobilnya meninggalkan sang ibu dan kakaknya.
"Ayo,kita cari tempat tinggal sementara mah. Selebihnya nanti,kita membujuk Vanya. Pasti Vanya,punya segalanya dari hasil kerja". Rendy, menuntun ibunya.
"Tunggu! Aku ikut kalian,kita masih sepasang kekasih Lena. Apapun alasannya,kita tetap bersama". Doni, mencegah mereka tanpa ba-bi-bu lagi.
"Cuiihh.. Hubungan antara kita, sudah berakhir Doni. Semuanya hancur berkeping-keping,kamu sudah kere dan bukan levelku. Aku mau sama kamu,karena uang dan uang. Setelah kami kere,ogah banget mau". Lena, menyunggingkan senyumnya.
"Sialan,kamu Lena! Karena aku tidak memiliki apapun,kamu membuang ku begitu saja. Aku akan membongkar rahasia kita,biar semua orang tau!". Ancam Doni, menyeringai tajam.
"Bongkar sana,ayo bongkar pak tua! Biar kita semua masuk penjara, termasuk anda sendiri. Silahkan bongkar,kita sudah hancur seperti ini. Ini adalah sumpah Katrina,aku menyesali mengikuti saran darimu". Bentak Rendy, dadanya kembang kempes menahan amarah.
Doni,mengusap wajahnya dengan kasar. Rupanya Rendy,tak mempan sedikitpun dengan ancamannya.
"Lena, bawaku bersamamu yah. Rendy,paman minta maaf sudah menghancurkan segalanya. Tolong, berikan paman tumpangan sementara waktu. aku tidak memiliki uang untuk menginap,atau membayarnya". Akhirnya Doni, melemah lembutkan suaranya.
"Tidak! Kami tidak sudi menampung pria kere,paham. pergilah sana, jangan ganggu kehidupan kami". Lena, langsung menolaknya.
Doni, menatap kepergian Rendy dan Lena. Meninggalkan dirinya sendiri, tanpa ada tujuan. Matanya tertuju pada bangunan, yang hangus terbakar tanpa sisa.
__ADS_1
"Apa Katrina,sengaja membakar kediaman Sean. Aku harus meminta polisi menyelidiki kebakaran ini,". Gumam Doni, mengepalkan tangannya dengan erat.