SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Makan Malam


__ADS_3

Dua bulan kemudian.


Camelia, tersenyum manis keluar dari ruang ganti pakaian. Dia mengenakan gaun berwarna navy, begitu indah di lekuk tubuhnya.


"Apa yang kau lakukan, JJ?". Camelia, terkejut melihat suaminya mengeluarkan kain berwarna hitam.


"Kau harus menutup matamu sayang,karena ini adalah spesial untuk istriku tercinta". JJ Abrams, mengecup kening Camelia dan menutup mata istrinya itu.


"Kau ini, ada-ada saja. Aku gugup sekali dengan kejutan mu ini,jangan aneh-aneh deh". Kata Camelia, meraba-raba tubuh suaminya.


"Sayang, jangan meraba-raba tubuhku sekarang. Takutnya kita tidak jadi pergi,malah masuk kamar. Apa lagi, sudah dua bulan puasa". Bisik JJ Abrams, menyibakkan rambutnya istrinya ke samping dan mencium leher Camelia.


JJ Abrams, menarik lengan Camelia ke luar kediamannya dan masuk kedalam mobil. Dia berniat untuk makan malam di laut lepas,di atas kapal pesiar tanpa seseorang yang mengganggu.


Kedua anaknya di titipkan oleh baby sitter,yang di awasi bu Minah dan pengawal pribadi lainnya.


 Sepanjang perjalanan,dua pasutri saling menumpahkan rasa rindu saat bersama. Selama 2 bulan ini, mereka berdua sibuk dengan pekerjaan masing-masing dan mengurus anak-anak mereka.


"Aku sangat merindukanmu sayang,2 bulan kita lewati bersama habis mengurus pekerjaan dan anak-anak. Saat ini,aku membalasnya dengan kehangatan". Bisik JJ Abrams, tak sabaran menyentuh istrinya.


"Hussssttttt...Masih di jalan loh,kenapa sekarang di tutup mataku. Bisakan di tutup ketika sampai, sebelum turun dari mobil. JJ,aku tiba-tiba memikirkan anak-anak kita. Apa tidak masalah kita tinggalkan?". Tanya Camelia, duduk di pangkuan suaminya.


"Jangan memikirkan anak-anak sayang, mereka aman sudah ada yang menjaga. Lagipula anak-anak tidak menyusu di tubuh mu, tidak masalah ditinggal satu hari". JJ Abrams, berusaha menenangkan perasaan istrinya. Dia tau, bagaimana naluri begitu kuat terhadap anak yang jauh dimata.


Maafkan, anak-anak dady sayang. Waktunya mami kalian di culik sementara,dijamin besok kembali ke pelukan kalian lagi.Batin JJ Abrams, tak henti-hentinya mencium bibir Camelia.


"JJ, hentikan kamu merusak riasan ku". Camelia, segera mendorong tubuh suaminya. Ketika tangan JJ Abrams, mulai aktif dan menaikkan dress selutut nya.


JJ Abrams, terkekeh geli mendengar rengekan istrinya dan berusaha mengontrol dirinya jangan sampai kebablasan sebelum saatnya.

__ADS_1


Menempuh perjalanan 30 menit, mereka berdua sudah sampai di pelabuhan.


Penutup mata Camelia,dibuka oleh JJ Abrams. Di depannya memperlihatkan sebuah jembatan menuju kapal pesiar,yang sudah di hiasi bermacam-macam bunga dan lampu berwarna-warni.


Camelia, menutup mulutnya karena takjub melihat kejutan suami yang begitu romantis. "Terimakasih sayang,aku menyukainya". Langsung berhamburan ke pelukan JJ Abrams.


"Sama-sama sayang,aku senang kamu menyukainya". JJ Abrams,membalas pelukan sang istri dan berjongkok di depannya.


Camelia, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Melihat suaminya yang berjongkok di depannya, mengundang perhatian orang-orang sekitar.


"Istriku maukah menua dengan ku, sampai akhir hayat nanti". Sebuah cincin berlian di tangan,JJ Abrams.


Air bening menetes di pipi Camelia, sangat terharu mendengar ucapan sang suaminya."Aku mau suamiku". Jawabnya, wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


JJ Abrams, menyematkan cincin di jari manis Camelia dan menciumnya punggung tangan sang istri. "Ayo,kita ke kapal pesiar".


Camelia, mengangguk pelan dan menyambut uluran tangan suaminya.


Kapal pesiar sudah dihiasi dengan bunga-bunga dan lampu berwarna-warni juga sampai ke dalam.


JJ Abrams, membawa Camelia ke depan kapal pesiar yang sudah di sediakan dua kursi dan meja makan.


Rencananya JJ Abrams,mengajak sang istri makan malam di laut lepas dan merasakan hembusan angin.


Kapal pesiar mulai bergerak menuju ke lautan, Camelia duduk manis di kursi.


Beberapa pelayan membawa makanan pembuka,tak lupa dengan alunan musik romantis.


"Istriku mau kah berdansa dengan ku". Pinta JJ Abrams, langsung mengulurkan tangannya di depan Camelia.

__ADS_1


"Tentu aku mau". Jawabnya Camelia, tersipu malu-malu kucing.


Mereka berdua berdansa mengikuti alunan musik menggema di kapal pesiar, sungguh romantis dan pemandangan yang indah di laut lepas.


Langit begitu cerah, bintang-bintang berkelap-kelip di atas sana. Menyaksikan langsung langsung, sepasang suami-isteri tengah berbahagia.


Selesai berdansa, mereka melanjutkan makan malam lagi. JJ Abrams, tidak melepaskan genggaman tangannya kepada sang istri.


"Terimakasih,kamu sudah menjadi bagian belahan jiwaku Camelia. Melahirkan anak-anak ku,tanpa mengeluh sedikitpun. Aku sungguh beruntung memilikimu saat ini, tidak sia-sia perjuangan ku mendapatkan mu". Ucap JJ Abrams, mencium punggung tangan Camelia.


"Hmmm... Akhir-akhir ini,kamu seringkali melontarkan kata-kata manis. Pasti ada udang di balik bakwan,iyakan?". Camelia, menyipitkan bola matanya.


JJ Abrams, menggeleng pelan dan tersenyum manis. "Jangan di tanyakan lagi, tentu aku menginginkan dirimu sayang. Malam ini,kita habiskan waktu bersama tanpa ada yang menggangu kita".


Camelia, terperangah melihat suaminya menyodorkan pil KB kepadanya. "Pil KB, untuk apa sayang?".


"Untuk mu sayang,aku banyak berkonsultasi dengan dokter dan Ardan soal ini. Maaf,jangan hamil sekarang istriku. Anak-anak masih kecil loh,nanti ada waktunya masa aktif anak-anak kita. Takutnya aku yang ngidam lagi, persis seperti dulu. Jujur saja, aku belum siap sayang". JJ Abrams, menjelaskan semuanya dan berharap sang istri tak marah.


"Hahaha... Hahahah...Jangan katakan jika kamu trauma morning sickness, sayang?". Camelia, tertawa terbahak-bahak melihat raut wajahnya yang datar. "Aduh...Aduh... Aku yang hamil,tapi kamu yang trauma. Baiklah,aku akan meminum pil KB ini. Sebenarnya,aku tidak menginginkan hamil secepatnya. Kemungkinan besar bisa 3 tahun lagi,atau lebih".


"Iya, lebih baik lebih sayang. Kita fokus pada anak-anak yang masih kecil, terimakasih kamu tidak marah kepada ku". JJ Abrams, mencolek hidung mancung istrinya.


"Sayang, bolehkah aku bertanya?". Sambungnya lagi.


Camelia,cuman mengangguk pelan karena mulutnya penuh dengan makanan.


"Begini, setelah kamu melahirkan anak-anak kita. Kamu kenapa, berteriak-teriak ketika dokter ngintip punya mu waktu itu? Sebenarnya,aku ingin melihat tapi ada dokter melarang takutnya aku trauma". JJ Abrams, menatap lekat wajah Camelia.


Byurrrrr...

__ADS_1


"Uhukkk.. Uhukk...!". Camelia, terbatuk-batuk mendengar pernyataan suaminya itu. Bagaimana ini,apa aku jujur saja? Astaga,aku lupa milikku di jahit pasti sakit melakukan hubungan suami-istri. Aku tiba-tiba takut yah, bagaimana aku terus terang dan membuat JJ Abrams takut juga. Sepertinya ide ku bagus, sesekali mengerjai suamiku.


"Sayang, kamu kenapa?". Tanya JJ Abrams, panik melihat istrinya tersedak air. Khawatir jika pertanyaan menyakiti sang istri,akan tetapi penasaran terus-terusan berkeliaran di otak.


__ADS_2