SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Lapar


__ADS_3

Malam pertama pengantin tak semulus jalan tol, JJ Abrams mengusap wajahnya dengan kasar. Cuman beberapa langkah lagi,dia sudah menguasai istrinya.


Lagi-lagi anaconda susah masuk ke dalam sarangnya, Camelia mendorong tubuh JJ Abrams merasakan sakit dan perih bagian itu. Gagal,tentu baru ujung kepalanya saja masuk.


Melihat Camelia,mulai tenang mengatur nafasnya juga. JJ Abrams,memulai ritualnya masih dengan sama cuman masuk bagian kepalanya sudah di dorong sang istri.


"Sakit". Lirih Camelia, memandang wajah suaminya itu.


JJ Abrams,merasa kasian dengan tatapan istrinya dan meringis karena perih.


"Kamu lapar, sayang?". Tanya JJ Abrams, mendengar suara keroncong berasal dari perut istrinya.


Camelia, mengangguk pelan dan langsung menggeleng lagi. "Tidak. Kita lanjutkan saja,kasian kamu sayang dari tadi gagal terus". Menangkup wajah JJ Abrams, sudah menahan hasratnya dari tadi.


"Tidak,aku tidak mau melakukannya sedangkan kamu kelaparan sayang. Takutnya nanti tidak sanggup menahan gempuran ku, takutnya kamu pingsan kan gak lucu". Kekehnya JJ Abrams, mencolek hidung mancung Camelia.


"Yakin, kamu gak papa?". Tanya Camelia, langsung di angguki oleh suaminya. "Terimakasih, suamiku". Sekilas mencium bibir suaminya,lalu tersipu malu-malu.


"Kenakan selimut untuk menutupi seluruh tubuh mu, aku akan keluar meminta mereka memasak. Jangan memperdulikan diriku sayang, waktu kita masih banyak". Kedip mata JJ Abrams,beranjak berdiri dan menuju keluar kamar.


Camelia, tersenyum manis dan menatap kepergian sang suami. Dia kembali merebahkan tubuhnya, senyum-senyum sendiri mengingat sentuhan lembut di setiap lekukan tubuhnya.


"Astaga! Jam dinding menunjukkan pukul 2 dini hari,apa jangan-jangan JJ Abrams belum tidur yah? Kasian sekali dia,mau belah duren gagal terus. Hihihihihi... Resiko punya anaconda besar,gak kebayang deh gimana sakitnya". Camelia, bergidik ngeri masih bagian ujung sudah merasa perih.


Calingukan mencari dimana ponselnya, tetapi tak menemukan dimana. "Dimana JJ Abrams, menyimpan ponselku? Ponselnya pun tidak ada,apa sengaja di simpan agar tidak ada yang menggangu bulan madu kami". Gumamnya pelan, guling-guling di atas ranjang menunggu JJ Abrams kembali masuk kedalam kamar.

__ADS_1


Merasakan tubuhnya tidak nyaman, Camelia berniat untuk mandi sambil menunggu makanan datang.


30 menit kemudian, JJ Abrams mendorong troli makanan cuman bertelanjang dada.


Matanya tertuju pada Camelia,bari selesai ritual mandinya. Rambutnya masih basah, mengenakan handuk yang melilit di tubuhnya dan memperlihatkan paha mulus.


Gejolak gairah JJ Abrams, langsung bangkit dan langsung mendekati istrinya. "Wangi sekali,kau sengaja menggodaku yah". Bisiknya dengan suara serak.


 "Hussssttttt....Kita makan yuk,aku sudah lapar sekali. Setelah itu,kita lanjutkan malam pertama ini". Kata Camelia,mengelus perut sixpack JJ Abrams.


"Tentu sayang, aku suka jika sedikit agresif". JJ Abrams, menuntun istrinya untuk duduk di sofa. "Aku meminta mereka membuatku nasi goreng spesial,biar lebih cepat masaknya. Makanlah yang banyak sayang, jika kurang bisa nambah lagi".


"Kau kira porsi makanan ku, seperti porsi gajah. Ini porsi lumayan banyak, dengan toping lengkap sekali". Kata Camelia, menikmati nasi goreng. "Hmmmmm...Enak sekali". Gumamnya pelan, menikmati nasi goreng spesial itu.


Beberapa menit kemudian, Camelia sudah menyelesaikan makanannya. Dia kembali ke kemar mandi untuk gosok gigi, begitu juga suaminya menyusul.


Baru saja di tepi ranjang, JJ Abrams sudah melempar handuk yang melilit di tubuh Camelia. Kembali melakukan ritual malam pertamanya,kali ini camelia sedikit agresif tidak diam saja.


Membuat JJ Abrams, semakin bersemangat dan tak sabar lagi. Keringat bercucuran membasahi tubuh mereka, meskipun suasana dingin.


"Aaaarrgghh....!". Camelia, meringis kesakitan "Aaaaa.... Sakiiitttt....!". Air bening mengalir di sudut matanya, merasakan tubuhnya terbelah dua.


JJ Abrams, merasakan perih di bagian punggung belakang akibat cakaran tangan istrinya. Sudah pasti berbekas di punggung belakangnya,atau mengeluarkan darah karena tancapan kuku Camelia.


 " Aarrrghh...". Camelia,masih meringis memejamkan matanya. Auukk.... Sakitnya luar biasa dari dulu,di sana terasa sesak sekali.

__ADS_1


JJ Abrams, mendiamkan untuk beradaptasi sementara. "Sayang, maafkan aku sudah menyakiti mu". Bisiknya pelan, mengelus wajah cantik Camelia. "Aku sudah bersalah terlalu bersemangat melakukannya,kau cantik sekali malam hari ini".


Camelia,mulai membuka, matanya berlahan-lahan. "Tidak apa,ini akan cuman sementara sakitnya. Aaaaarrgghh...!" Camelia, mencekram lengan kekar JJ Abrams .


 "Ha...Ha..Ha.... JJ,kau ini". Camelia, mengusap keringat di keningnya. Melirik ke arah suaminya itu.


"JJ". Camelia,meremas kepala suaminya itu. Tubuhku sudah lemas sekarang,tapi JJ Abrams belum juga mendapatkannya. Dirinya pasrah dengan perilaku suaminya, terus-terusan menguliti tubuhnya itu. Meskipun sudah tak berdaya lagi,atas perilaku suaminya.


"Aku mau sayang". Kata JJ Abrams, memejamkan matanya. Camelia,merasa lega mendengar perkataan suaminya itu. Kalau mendapatkannya, berarti waktunya istirahat memulihkan kondisi tubuhnya yang lemas.


Sudah waktunya kecebong akan di keluarkan,siap berenang di dalam sana. Semoga secepatnya jadi,agar Camelia tak bisa berpaling darinya lagi.


Ayo, kecebong daddy cari sel telor mommy. Secepatnya kalian harus tumbuh di rahim mommy,biar mommy tidak akan bisa lepas dari daddy.Batin JJ Abrams.


Aaahh.... Akhirnya selesai juga,aku merasakan semburan hangat di dalam rahimku dan terasa penuh. Dalam waktu singkat kemungkinan besar,aku akan cepat hamil.Lelah sekali, sungguh fantastis sekali JJ Abrams.Batin Camelia, masih mengatur nafasnya.


JJ Abrams, memeluk erat tubuh istrinya yang masin di bawah Kungkungan. Melepaskan di dalam sana, berbaring di samping Camelia. "Terimakasih, sayangku". Mendaratkan sebuah kecupan di kening.


Hawa dingin memasuki kamar sepasang pengantin, menikmati bulan madu tanpa seseorang yang mengganggu mereka. Sungguh momen yang indah,alam sekitar nampak sunyi senyap tidak ada suara berisik.


"JJ Abrams, terimakasih sudah mencintai ku dan bersabar sejauh ini. Kau tau,aku masih belum mempercayai hubungan kita sampai ke jenjang pernikahan. Masih ingat,dimana diriku awalnya tidak mencintai mu?".


"Hmmmmm.....Kau beberapa kali,menolak untuk mencintai ku sampai dimana aku membuktikan cintaku padamu yang begitu besar. Aku tidak sabar menanti momen ini, sekarang sudah terwujud". JJ Abrams, mengecup punggung tangan istrinya.


"Benar sekali, Akhirnya terwujud keinginan mu ini. Padahal aku tidak mengharapkan momen ini, ketika dulu dimana tidak ada cinta untuk mu. Sekarang aku benar-benar mencintaimu,wahai suamiku". Camelia, dengan lembut membelai wajah suaminya.

__ADS_1


__ADS_2