
"Horee....!". Mereka berteriak-teriak gembira,ketika sang kepala sekolah menyatakan semua murid-murid lulus.
Camelia dan t teman-temannya saling berpelukan dengan erat sudah berakhir duduk di bangku SMA.
Semenjak kejadian itu, Camelia dan Leo tidak saling menyapa lagi. Mereka menjaga jarak, seakan-akan tidak saling mengenal.
Camelia, Cika dan Rika memilih tempat kuliah yang sama. Mereka mengambil jurusan kedokteran, sejak lama mereka mengincar jurusan tersebut.
Alunan musik menggema di aula sekolah, suasana semakin ramai dan seru. Banyak murid-murid lainnya, tampil untuk memeriahkan acara perpisahan sekolah.
Camelia, Cika dan Rika cuman menonton saja. Tidak ada niatan untuk menyumbang penampilan, ingin menari mereka sama-sama kaku. Apa lagi nyanyi,suara mereka tidak semerdu yang lainnya.
"Camelia,kamu bisa menemui ku dengan Rey?" Tanya Cika,ketika penangkapan sang kekasih dia tidak mendapatkan kabar sekali."Aku mohon Camelia,bantu ku". Pinta Cika, dengan tatapan sedih.
"Untuk apa kamu menemuinya, Cika?". Tanya Rika, langsung.
"Aku ingin terakhir kalinya melihat dia, pastinya memutuskan hubungan. Dalam beberapa hari ini, hubungan kami memang tidak baik-baik saja". Jawab Cika,air matanya luruh sudah.
"Oke,aku bakalan minta bantuan sama JJ Abrams. Pasti dia bisa, semoga saja. Cika, kamu yang sabar yah". Camelia, memeluk erat tubuh sahabatnya.
"Makasih banyak yah,biar aku tenang Camelia. Aku tidak mau lagi, berurusan dengannya". Kata Cika,mulai tersenyum kecil.
"Cika, lupakan pria itu. Karena banyak pria lain,yang mencintai mu dan menghargai mu. Sudah yah,jangan nangis lagi". Rika, menghapus air mata sahabatnya.
Semakin hari, Leo semakin dekat dengan Kiki kekasihnya. Baguslah,aku tidak merasa bersalah sudah menggantung perasaannya dulu. Fiuuhh...Semoga saja, kedepannya nanti jauh lebih baik.Batin Camelia, mengulum senyumnya.
Terlihat jelas di senyuman Kiki,mengejek Camelia dan semakin erat menggandeng tangan Leo.
Namun bagi Camelia, sungguh aneh dengan sikap Kiki. Dia mengira kalah saing dengannya, nyatanya Leo bukan tipe pria yang diinginkannya.
__ADS_1
Acara perpisahan sekolah, berjalan dengan lancar. Mereka menuju ke pantai, melanjutkan acara mereka.
Di sepanjang perjalanan, mereka bernyanyi tak karuan. Hari mulai senja,namun masih melanjutkan tujuan mereka.
Tibalah mereka sampai, sungguh indah pemandangan di senja hari di pantai. Mereka bergembira, berjoget bersama, mandi bersama di pantai.
Malam semakin larut barulah mereka pulang ke rumah masing-masing, sudah cukup hari ini bersenang-senangnya.
Camelia, sudah sampai di mansion suasana yang sepi. Kemungkinan besar,yang lainya pada tidur.
Olivia, sudah sembuh seperti semula. Dia terlihat baik-baik saja, begitu juga dengan Jhonny.
Camelia, menuju ke arah dapur untuk minum. Tetapi,dia menghentikan langkahnya karena Jhonny baru pulang juga.
"Paman Jhonny,baru pulang?". Tanya Camelia, mendekatinya.
"Iya, bagaimana acara perpisahan mu?". Tanya Jhonny, tersenyum manis.
"Huuuff... Biasalah, masalah pekerjaan kok. Ya sudah,aku ke atas dulu dan kau bersihkan diri". Pamit Jhonny,menaiki anak tangga. Jhonny, berusaha menjauhkan diri dari Camelia. Itupun sudah berusaha semaksimal mungkin, ingin menepati janji kepada Camelia dan tidak membuat dirinya kecewa lagi.
Camelia, membalikkan badan dan mengambil sebotol air mineral di dalam kulkas. Barulah di naik ke atas menuju kamarnya, dan membersihkan dirinya.
Mengingat janji Cika,dia langsung mengambil ponsel untuk menghubungi JJ Abrams. Dia masih berbalut handuk,duduk di tepi ranjang.
(Ada apa sayang,tumben sekali menghubungi ku selarut ini. Bagaimana acara perpisahan sekolah mu? Kapan kita bertemu sayang, sudah beberapa hari ini aku gelisah selalu memikirkan mu). Kekehnya JJ Abrams, menekan kepala seseorang di kakinya.Dia memberikan kode kepada anak buahnya, untuk diam jangan berbuat suara.
"Hehehehe...Aku baru datang dan selesai membersihkan diri,lalu ingin istirahat.Hmmm... semuanya berjalan dengan lancar, masalah ketemuan gampang sih. Aku perlu bantuan kamu, JJ". Kata Camelia, berharap menyetujui keinginannya ini.
(Kau bersenang-senang dengan teman-temanmu, sedangkan aku sedih memikirkan mu sayang. Katakan saja,apa yang bisa aku bantu. Apapun sayang, pasti akan mengabulkan permintaan mu itu,jangan sungkan meminta bantuan kepada kekasih mu ini). Karena kesal JJ Abrams, menendang orang tersebut dan terjungkal ke lantai.
__ADS_1
Bughhh...
"JJ,suara apa itu? Kaya orang meringis kesakitan,kamu lagi ngapain sih". Tanya Camelia, pasti ada sesuatu yang tidak beres.
(Tidak ada apa-apa sayang, biasalah anak buahku ketiduran dan jatuh dari sofa. Bukannya menjaga bos,tapi malah tidur. Ayo, katakan apa yang harus aku bantu sayang?) Tanya JJ Abrams, mengalihkan pembicaraan. Tak lupa memberikan kode kepada anak buahnya, untuk membersihkan tubuh yang bersimbah darah dari sang pengkhianat.
Hmmm...Apa aku ajak Videocall aja yah, gak deh. Aku masih mengenakan handuk, pasti otaknya JJ Abrams omes lihat aku seperti ini.Batin Camelia, mengurungkan niatnya untuk meminta bukti JJ Abrams tidak melakukan apapun. "Oh,kalau ketiduran tinggal di siram aja. Begini JJ, temanku ingin bertemu dengan Rey. Dia adalah temannya Li Yun,yang ikutan tertangkap. Aku mohon yah,bisakan kamu lakukan ini. Dia ingin berbicara sebentar kok,sama kekasihnya itu. Gak enak loh,aku sudah janji sama sahabat ku itu". Pinta Camelia, mengigit bibir bawahnya.
(Kapan dia mau bertemu dengan kekasihnya itu? Tenang saja sayang,aku akan menghubungi seseorang untuk menyiapkannya)
"Bagaimana besok, lebih cepat lebih baik". Jawab Camelia, bernafas lega karena JJ Abrams bisa.
(Oke,ini semua tidak gratis loh. Mana mungkin aku membiarkan begitu saja, harus ada imbalannya) JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya.
Camelia, menepuk keningnya karena JJ Abrams sangat perhitungan terhadapnya. "Baiklah,aku paham maksudnya apa. Kau tenang saja, aku tidak akan kabur".
(Baiklah,aku akan mengingat perkataan mu sayang. Selasa tidurlah,ini sudah jam 11 malam sayang. Aku akan mengabari mu nanti, selamat malam sayang. Ummmahh...)
Camelia, tersenyum manis mendengar suara ciuman melalui panggilan telpon. Dia langsung memutuskan sambungan telponnya, pasti JJ Abrams kesal karena ciumannya tak terbalaskan. Wajah Camelia, sudah memerah seperti kepiting rebus dan berguling-guling di atas ranjang.
[Besok berisap-siap untuk pergi, JJ Abrams sudah menyetujui untuk bertemu dengan Rey]
Camelia, mengirim pesan di group yang beranggota 3 orang saja.
[Wah... Secepat itu yah,aku ikut juga yah] Balas Rika,tak mau ketinggalan.
[Huuuff... Makasih banyak Camelia,maaf permintaan ku ini memang berlebihan] Cika.
[kalau Rika,mau ikutan juga besok. Jangan lupa siap-siap yah,bangun pagi an jangan bangun siang. Cika,kamu ngomong apa sih? Kita sahabat loh, saling membantu] Camelia,membalas pesan di group.
__ADS_1
"Apa Cika, marah kepadaku yah? Sebenarnya aku ada sangkut pautnya,atas tertangkap kekasihnya itu. Tapi, kekasih Cika salah karena melakukan kejahatan. Apa aku harus jujur besok, menceritakan sebenarnya dia jalan. Takutnya Rey,malah mempengaruhi pikiran Cika". Gumam Camelia,karena bimbang harus melakukan apa.