SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Kesiangan


__ADS_3

"Pulang duluan saja,pak. Nanti ada JJ Abrams,yang mengantarku pulang". Kata Camelia,dia turun dari mobil mobil. Menghela nafas beratnya dan masuk kedalam restoran.


Pelayan restoran langsung menyambut kedatangannya, menuntun tempat yang sudah di pesan JJ Abrams.


Satu jus jeruk sudah datang, Camelia tersenyum manis ke arah pelayan dan mengangguk pelan. Matanya tertuju pada pintu restoran, menunggu sang kekasih datang.


Jam terus berjalan tanpa hentinya, Camelia sudah gelisah gusar karena menunggu kedatangan JJ Abrams tak kunjung.


"Sudah satu jam aku menunggu,tapi kemana dia?". Gumam Camelia, mencoba menghubungi JJ Abrams dan Jecky. Hasilnya sama nomornya tidak aktif, segera mengirim pesan kepada Vika.


[Sudah dua jam nona, mereka pergi dari sini]


Camelia, memijit kepalanya yang nyut-nyutan memikirkan kemana perginya sang kekasih.


Sekilas memejamkan kedua matanya, teringat ucapan Zara pasti ada konsekuensinya menjalin hubungan dengan JJ Abrams. Janji dan perkataannya tidak bisa dipercaya begitu saja. Sekuat apapun bersabar memahami keadaan, pasti ada rasa kecewa.


"Nona,kami minta maaf. 20 menit lagi,kami akan tutup restoran dan sekarang sudah jam 11 malam". Ucap seorang pelayan, tersenyum manis ke arah Camelia.


Camelia, mengangguk pelan. "Berapa semuanya?".


Keterlaluan sekali,masa belum bayar sih? Menyebalkan masa wanita yang bayar, untung bawa uang.Batin Camelia, memajukan bibirnya ke depan.


Pelayan langsung memberikan bil, segera mungkin Camelia membayarnya dan keluar dari restoran. Air bening mengalir di kedua pipinya, baru kali ini JJ Abrams tidak datang.


Dadanya terasa sesak, segera menyeka air matanya. Rintik hujan sudah turun, bersamaan dengan suasana hatinya yang sedih.


Camelia, bergegas menuju halte bus kota nampaknya ramai dengan pemuda-pemudi.


Saat ini, dirinya bingung ingin kemana dan harus berbuat apa. Tidak ada mood untuk pulang ke mansion, bertekad untuk bertanya pada seorang wanita salah satu kelompok pemuda-pemudi di belakangnya itu.


"Kalian mau kemana?". Tanya Camelia, tersenyum kecil ke arah wanita di sampingnya.


"Kami mau ke terowongan bawah tanah di pinggiran kota, di sana sangat ramai di malam hari. Biasa ada taruhan balap motor,adu trik motor,ada musik DJ". Jawab wanita itu, dengan penampilan anak jalanan punk.


"Apa aku boleh ikut?". Tanya Camelia, sambil cengengesan. "Ee.. Namaku Camel,kalau namamu siapa? Salam kenal yah".

__ADS_1


"Boleh,karena di buka untuk umum kok. Namaku Gea, salam kenal balik dan mereka teman-teman ku". Gea, langsung memperkenalkan Camelia kepada teman-teman lainnya.


Meskipun Gea,melirik ke arah Camelia yang berpenampilan menarik pasti anak orang kaya raya.


 "Bajumu bagus, pasti mahal yah? Anak orang kaya nih". Tanya seorang pria, temannya Gea.


"Tidak! Aku beli di pasar ujung sana, sebenarnya malam ini aku kencan dengan seorang pria tapi...". Camelia, tertunduk sedih dan menggantung ucapannya.


"Tapi apa, Camel?". Tanya Gea, penasaran sekali.


"Pasti gak datang yah,pria yang ngajak kamu kencan". Sahut yang lainnya, langsung di angguki Camelia.


"Hmmmm... Omongan pria mana bisa di percaya, meskipun kamu berpenampilan semenarik mungkin. Bisa jadi pria itu,cuman berbohong karena ada janji dengan seseorang. Camel, kamu yang sabar yah". Gea, mengelus lembut lengan Camelia.


"Gak papa, sudah biasa kok". Kekehnya Camelia, tersenyum sumringah.


"Ayo,kita turun dari bis karena sudah sampai. Lupakan kesedihan mu malam ini,kita bersenang-senang dengan musik dan menari-nari". Gea, langsung menggandeng tangan Camelia keluar dari bis.


Camelia, menggaruk kepalanya dan mengikuti langkah kaki mereka.


"Ayo, ikuti kami dan melihat pertandingan trik motor". Gea, menarik lengan Camelia sedikit berlarian.


Mereka masuk ke dalam kerumunan orang, menerobos agar bisa melihat di depan.


Camelia, bertepuk tangan melihat trik motor yang keren dan beberapa gaya. "Waw...Hebat sekali!". Bertepuk tangan kegirangan, begitu juga dengan Gea.


Jam menunjukkan pukul 4 pagi, Camelia baru pulang ke mansion. Dia sudah ngantuk berat,malam ini menghabiskan waktu bersama anak punk yang baru di temuinya.


Tanpa mencuci wajahnya,atau berganti pakaian. Dia langsung membaringkan tubuhnya di atas ranjang,lalu tertidur pulas.


*****************


"Hoaaamm....Jam berapa sekarang?". Gumam Camelia, meraba-raba mencari ponselnya dimana.


"Huuuff.... Mataku masih ngantuk berat, pasti jam 5 pagi ini. Untungnya hari minggu libur kuliah sama pekerjaan. Hoaaamm...". Mengerjapkan bola matanya dan menatap layar ponselnya.

__ADS_1


"Apa! Jam 12 siang!". Pekik Camelia, matanya melotot sempurna tak mempercayai jam berapa sekarang.


"Oh...Tidaaaakkkk... Tikus-tikusku! Sialan,aku bangun kesiangan". Camelia, bergegas menuju kamar mandi sambil menggerutu dirinya sendiri.


Secepat kilat Camelia, sudah keluar dari kamar dan segera turun ke bawah. Tak lupa mengisi perutnya sedari tadi keroncongan, meskipun sedih mood makan tetap banyak.


"Non, pelan-pelan makannya takut tersedak nanti. Sabar non, tidak ada yang mengambil makanannya". Kekeh sang pelayan, menggeleng kepala melihat Camelia makan sangat cepat.


"Tidak bisa bi,aku sudah ada janji dengan seseorang. Terus, kenapa kalian tidak membangun kan ku sih?". Kata Camelia, sudah selesai makannya.


"Non,kami sudah berusaha semaksimal membangun tadi. Tapi,non malah menepis tangan kami dan akhirnya membiarkan non tidur". Jawab pelayan yang lainnya, mengulum senyumnya.


"Iya,deh". Camelia, langsung mengambil tasnya dan berjalan ke luar mansion.


Tujuan hari ini, kembali ke pasar tradisional menjemput tikus-tikus untuk pertunjukan malam ini.


****************


Markus, tengah sibuk memberikan makanan ikan-ikan di aquarium. Matanya tertuju pada sebuah box,kata sang pelayan sebuah paket untuknya COD lagi.


"Paket apaan sih? Sejak kapan aku berbelanja online,mana harus bayar 50 ribu sama ongkirnya". Markus, mengangkat box tak terlalu besar dan menggoyang ada bunyi aneh di dalam.


Tangannya langsung membuka paket tersebut, sedari penasaran apa isinya dan sangat ringan.


"Apa-apaan ini? Iiihh....Anak tikus". Markus, bergidik geli melihat dua hamster ke sana kemari di dalam box. "Siapa yang mengirim tikus ini,ada kertas". Markus, menepuk keningnya setelah membaca apa tulisannya.


[MARKUS,TERIMA HADIAH SPESIAL DARIKU]


Daei kata-katanya saja, Markus sudah tau siapa yang mengirim hadiah ini. "Hadiah spesial darimana? Aku yang membayar pesanan ini, cuman 50 ribu dia tak mau mengeluarkan uang. Astaga! Kau pelit sekali dengan uang".


Tak hanya Markus, mendapatkan hadiah melainkan Ardan dan Morgan.


Ardan, bergidik geli melihat hamster sudah berada di tangan istri-istrinya. Mereka nampak senang mendapatkan hadiah,yang imut dan menggemaskan itu.


kalau Morgan,malah senang mendapatkan hadiah dari Camelia. "Lumayanlah nambah hamster ku lagi, hihihi...". Meletakkan hamster di tempatnya, bergabung dengan hamster peliharaannya itu.

__ADS_1


"Duduh....Punya teman baru,tapi kenapa harus aku yang bayar? Cod lagi, hadiah spesial tapi aku yang bayar kan sama aja aku yang beli. Nona Camelia,memang wanita ajaib yang pernah aku temukan". Kata Morgan, menghembuskan nafas beratnya.


__ADS_2