SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Menang Bukti


__ADS_3

"Nona Camelia, apakah benar dengan perkataan Mr.Down?". Tanya pak Vino,masih menatap intens wajah Camelia.


"Tidak benar". Jawab Camelia, memainkan jarinya. Jelaslah tidak benar,mana mungkin aku berkata jujur. Bisa hilang kepalaku di tangan suamiku sendiri,dia paling benci dengan kecerobohan ku.


"Berbohong! Nona Camelia, berbohong kepada kita semua. Aku yang tau,apa sebenarnya yang terjadi di kamar itu!" Teriak Down, begitu marah mendengar jawaban Camelia. "Nona Camelia,kau harus berkata sejujurnya jangan ada yang menyembunyikan sesuatu dari kami!".


"Pak Albino, apakah melihat sesuatu di kamar itu? Atau melihat nona Camelia?". Tanya pak Vino, mendekati Albino yang kebingungan.


"Ak-aku tidak tau pasti,nona Camelia ada tidak di dalam sana. Bukankah kamar itu,gelap gulita tanpa ada cahaya rasanya". Jawab Albino, menggaruk tengkuknya. "Bahkan aku tidak tau,jika Mr.Down dan nona Helen ada di dalam juga". Sambungnya lagi.


Down, memejamkan matanya sekilas sudah pasti kalah dengan Camelia. Aaarghhh.. Bahkan anak buahku, tidak mendapatkan apapun di kamar itu. Bagaimana bisa,aku kalah dengan seorang wanita.Batinnya Down, ingin sekali membunuh Camelia yang tengah tersenyum manis.


"Tidak! Aku tidak berbohong kepada kalian, nona Camelia benar-benar ada di dalam kamar 303. Dia memancing reaksi ku,masuk kedalam jebakannya!". Teriak Down,lagi dan lagi. "Nona Camelia,jangan menguji kesabaran ku ini".


"Mr.Down aku tidak menguji kesabaran mu. Jelas-jelas aku mengatakan sebenarnya, bukti silahkan keluar". Sahut Camelia, begitu santainya.


"Baik,kita lihat cctv menyatakan kebenarannya". Pak Vino, memberitahu kepada seseorang untuk memutar cctv di layar lebar.


Cctv menyatakan bahwa mereka bertiga memang benar masuk kedalam kamar, berselang beberapa detik Camelia melintas kamar 303.


Jedeeerr...


sontak membuat Down dan Albino, panik melihat kenyataan yang sebenarnya.


"Tidak! Itu tidak benar! Nona Camelia, masuk kedalam kamar 303. Itu bukan nona Camelia!". Teriak Down,akan tetapi wajah Camelia terlihat jelas di cctv tersebut.

__ADS_1


Orang-orang sekitar malah mengejek-ejek Down, memaksakan diri untuk menyalahkan Camelia. Jelas-jelas bukti kuat,jika Camelia tidak masuk ke dalam kamar tersebut.


"Lihatlah,aku melewati kamar 303 barusan dari toilet dan beberapa wanita lainnya sempat berbincang hangat di dalam sana". Camelia, menunjukkan 5 wanita lain berdiri di belakangnya.


"Benar sekali,kami sempat saling menyapa dengan nona Camelia di dalam toilet. Bahkan kami bertanya tentang skincare yang digunakan, bertanya dimana perawatan segala. Biasalah pertanyaan kaun wanita lainnya, bahkan ada salah satu wanita yang tengah membersihkan toilet tersebut". Ucap wanita itu, saksi mata Camelia.


"Benar,nona Camelia rekan bisnis ku juga. Aku sempat menolongnya membersihkan gaun yang basah, menggunakan tisu milikku". Sambung wanita lain.


"Iya,saya adalah pekerja spesial membersihkan toilet tersebut. Saya mendengar pembicaraan mereka, bahkan nona Camelia tersenyum kepada saya". Ucap wanita itu,tanpa ada raut wajah yang di sembunyikan.


Down, terduduk lemas sambil memandang ke arah Camelia yang begitu licik dan berbahaya sekali.


Suasana hening seketika, tidak ada komentar apapun dari yang lainnya.


Camelia, tersenyum merekah dalam hatinya. Masih ingat apa yang terjadi sebenarnya, malam tadi adalah ide cemerlangnya.


Camelia,yang asli benar masuk kedalam kamar 303. Sedangkan yang palsu menuju ke toilet,dan sengaja berbincang hangat dengan wanita lain di dalam sana sekedar menunggu waktu tepat untuk keluar.Setelah selesai, barulah bertukar posisi dengan Camelia asli dan berbaur dengan rekan bisnis lainnya.


Camelia palsu menyamar sebagai pelayan kamar,lalu mengambil lilin sebagai bukti tersebut. Sedangkan Bunga, mengawasi sekitar takut kenapa-kenapa.


"Tidak! Aku tidak berbohong! Aku benar-benar yakin sekali,jika nona Camelia dalang dalam perbuatan ini". Ucap Down, sorotan matanya memerah manahan amarah.


"Cukup! Aku tidak mempercayai ucapan mu Mr.Down begitu ambisi untuk memiliki istriku dan memfitnah dirinya. Semua bukti-bukti menyatakan, bahwa istriku tidak bersalah!". Teriak JJ Abrams, menunjukkan jarinya ke arah Down.


"Kau di tipu oleh wanita iblis ini, JJ Abrams. Kita sudah lama menjalin kerjasama,lalu mudahnya mempercayai wanita itu. Kau harus berhati-hati JJ Abrams,dia mampu membunuhmu tanpa menyentuh". Ucap Down, menatap tajam ke arah Camelia.

__ADS_1


"Jelaslah aku mempercayai istriku, apa ada bukti jika istriku yang melakukannya?". Tanya JJ Abrams,masih bersabar menghadapi Down.


Down,terdiam sejenak karena tidak memiliki bukti sedikitpun. Namun,ada yang lain dari raut wajah Camelia yang begitu polos dan mematikan.


"Diam! Kalian harus bertanggung jawab terhadap anakku, terutama pak Albino!". Teriak Rose, mulutnya sudah


Albino, sontak terkejut mendengar ucapan Rose. "Saya? Kenapa harus saya, bukankah Mr.Down harus bertanggung jawab juga?".


"Ck, bukankah kamu yang pertama kali memberikan surat kepada nona Camelia dan berniat menjebaknya? Jelaslah kamu yang bertanggung jawab sepenuhnya, lalu menyeret ku ke dalam jebakan mu!" Bantah Down, langsung.


"Ini semua bukan salah saya, yang masuk kedalam kamar niat nona Helen sendiri tanpa paksaan dari siapapun. Jangan salahkan saya dong,resiko main sosor". Tegas Albino, mendelik tajam ke arah Helen masih menangis kesegukan.


"Kalau kalian tidak mau bertanggung jawab, siap-siap masuk kedalam penjara". Tegas seorang pria, yang mengenakan pakaian militer.


"Apa!" Teriak Down dan Albino,secara bersamaan.


"Mr.Down selama ini aku berusaha bersabar menghadapi sikap mu yang kelewatan batas terhadap istriku. Mulai detik ini, semua saksi mata dan juga mendengar ucapanku. Detik ini juga,aku tidak akan menjalin kerjasama dengan mu. Bahkan pertambangan emas yang kamu punya,akan aku serahkan kepada pemerintah dalam pengawasan ku. Lalu,aku akan menyingkirkan mu dalam bentuk banyak suara memilih ku.Jika suara memilih mu rendah dariku, siap-siap kau kehilangan pertambangan emas itu. Aku yakin sekali, pertambangan emas mu tidak akan maju kecuali aku yang berdiri di sana". Tegas JJ Abrams,dia benar-benar marah kepada Down.


Down, mengepalkan kedua tangannya dengan tatapan tajam. "JJ Abrams,kurang ajar sekali kamu! Kau benar-benar pengkhianat untuk merebut milik ku,ha? Lalu, meminta bantuan dari suara orang lain!".


"Itulah resiko berani mengusik kehidupan ku. Kau tidak pernah memikirkan, bagaimana kedepannya nanti? Sudah aku katakan kepadamu,jangan macam-macam terhadap ku ini". Tegas JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya.


"Kami mendapatkan laporan dari seseorang,jika Mr. Down melakukan penyeludupan senjata api dan surat penangkapan terhadap anda". Pria yang berseragam militer itu, menyerahkan surat penangkapan Down.


"Apa! Tidak! Aku tidak melakukan apapun,aku tidak melakukan penyeludupan senjata ilegal! JJ Abrams, tolonglah aku! JJ Abrams,aku adalah rekan bisnis sejak lama!". Teriak Down, dirinya sudah di tahan oleh beberapa anggota militer.

__ADS_1


Sedangkan Albino, terduduk lemas mau tidak mau harus bertanggung jawab atas Helen dan kejadian malam itu.


Down, benar-benar hancur berkeping-keping dan tidak memiliki apapun lagi.


__ADS_2