SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Hukuman


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,acara televisi viral dengan penangkapan pelaku yang sudah mencelakai Camelia Malik. Siapa yang tidak tahu, dengan keluarga marga Malik.


Di tempat sekolah Camelia, menjadi pusat wartawan. Membuat para guru lainnya, kewalahan menghadapi pertanyaannya mereka. Sementara waktu, sekolah diliburkan dulu.


Jhonny,juga bertindak tegas dan menghancurkan keluarga sang pelaku. Dia tidak memperdulikan, Perasaan orangtua pelaku yang tidak tahu apa-apa. Tetapi, mendapatkan kejutan tak menduga.


Katrina, bergidik ngeri melihat kemarahan Jhonny. Langsung membasmi yang sudah menyakiti keponakannya, sampai ke akar-akarnya.


Keadaan Gladis dan teman-temannya,di kurung di jeruji besi. Itupun cuman beberapa bulan,karena tidak cukup umur. Namun, sudah seimbang bagi Camelia. Mereka pasti akan di buang orangtuanya masing-masing, sudah melakukan kejahatan yang dilakukannya.


"Lenyapnya kan mereka semua,aku tidak mau menjadi masalah di kemudian hari". Kata Jhonny,tengah menelpon seseorang.


Katrina,tak sengaja menguping pembicaraan Jhonny dan seseorang. "Apa jangan-jangan mereka,gila bener Jhonny". Gumamnya pelan, langsung menjauhkan dirinya. Takut ketahuan Jhonny, bisa-bisa kena getahnya.


Berjalan tergesa-gesa, matanya menoleh ke belakang. Tidak fokus kedepan,ada Jordan yang tengah sibuk dengan ponselnya.


Bruukkkkk...


"Auukk....Paman,". Camelia, meringis dan jatuh ke lantai.


"Astaga, maafkan paman. Sini, bangunlah". Jordan, mengulurkan tangannya dan membantu Camelia berdiri.


"Makasih,paman". Camelia, cengengesan dan mengibas-ngibas rok di bagian belakang.


"Kenapa kamu tergesa-gesa berjalan,apa ada sesuatu?". Tanya Jordan, mengelus lembut rambut panjangnya Camelia.


"Tidak ada paman, aku mau makan. Biasa laper,". Kekehnya, tersenyum manis.


"E'ehmmm....!". Jhonny,berdehem di belakang Camelia.


Camelia dan Jordan, langsung menghadap Jhonny.


"Karena ada masalah baru, untuk memberikan hukuman kepada seseorang jadi tertunda. Bukan begitu, Jordan?". Kata Jhonny, melirik ke arah Camelia.


Kenapa, perasaanku tidak enak? Apa jangan-jangan, mereka ingin melakukan sesuatu.Batin Katrina,masih mencerna perkataan Jhonny.


"Ah..! Aku hampir lupa, Jhonny. Kau ingat Camelia,dua orang pria di dalam kamar dan bertelanjang bulat". Jordan, sudah menyeringai tajam.

__ADS_1


Glekkkk....


Camelia,menganga lebar terlihat gelisah gusar. Ingin kabur atau menghilangkan diri saja. Namun,semua itu tidak mungkin.


"Paman,kalian berdua sayang aku kan? Kalau sayang, pastilah memaafkan Keponakan kalian yang imut dan manis ini". Camelia, berusaha membujuk mereka berdua. Mati aku,jika mendapatkan hukuman dari mereka.


"Oh, tidak bisa sayang. Hukuman harus berlaku,kepada keponakan paman ini. Sudah berani mengerjai kami,lalu melepaskan semua pakaian". Jordan, menatap nyalang ke arahnya.


"Kami tidak akan membiarkan mu lepas, Camelia. Hukumnya adalah....!". Jhonny, mengelilingi Camelia dan menyentuh dagunya sambil berpikir. "Bagaimana,kami melepaskan seluruh pakaian mu". Bisik Jhonny, tersenyum smrik.


Degggg....


"Aaaakk....!". Pekik Camelia, menyilang tangannya ke depan. "Jangan macam-macam,itu sama saja pelecehan terhadap keponakan sendiri".


Prok! prok!


Jordan, bertepuk tangan dan terkekeh geli. "Pelecehan terhadap keponakan sendiri. Lalu, bagaimana dengan sebutan dirimu? Sudah berani melepas pakaian kami berdua dan bertelanjang bulat. Apa namanya juga, pemerkosaan begitu?".


"Itu,itu, cuman hilaf paman. Asalkan paman tau,aku menutup mata dan tidak melihat apapun". Camelia,melirik di bagian bawah aset pribadi mereka.


"Aaaaaaa....Paman, lepaskan aku! Ampun paman,aku tidak akan mengulanginya lagi! Toloooong..... Toloooong....Nenek!Bi Darla! Toloooong.... Jecky!". Camelia, berteriak-teriak histeris meminta pertolongan. Namun nihil, tidak ada yang berani menolongnya.


Ketika Jhonny, mengangkat tubuhnya seperti karung beras. Jordan, langsung mengunci pintu kamar. Tak lupa mengambil tali, untuk mengikat tubuh Camelia.


Jhonny dan Jordan, tertawa terbahak-bahak. Melihat Camelia, meronta-ronta tangan dan kakinya di ikat. Tepat di atas ranjang, entah apa yang terjadi nanti.


"Paman Jhonny, paman Jordan,janji tidak akan melakukannya lagi. Aku minta maaf, mohon ampunilah keponakan paman ini". Pinta Camelia,terus merengek-rengek meminta belas kasian.


"Bagian mana yang kita lepas dulu?". Tanya Jordan, tersenyum sumringah.


"Tentu saja,bagian atas". Sahut Jhonny, mulai mendekati tubuh Keponakannya.


"Tidaaaakkkk....! Ini namanya pelecehan terhadap ku, lepaskan! Kalian ingin memperkosa yah? Aku akan melaporkan kasus pencabulan ini,aku tidak perduli siapa kalian!". Teriak Camelia, sangat keras.


"Jordan,lakban mulutnya. Teriakkan sangat keras sekali, membuat kuping ku tuli saja". Pinta Jhonny, langsung di angguki Jordan.


Jordan, mengambil lakban hitam. Sontak membuat Camelia, terperangah melihatnya.

__ADS_1


"Paman,jangan lakukan itu! lepaskan aku,paman". Pinta Camelia, memberontak.


"Keponakan paman,kita lakban dulu mulutnya yah". Kekehnya Jordan, tersenyum kecil.


"Paman,jangan! Jangan,paman! Aku mohon... Hhhmmmpptt.... Hhhmmmpptt...!". Tibalah mulut Camelia,di bungkam menggunakan lakban.Dia sudah kelelahan karena memberontak dari tadi, mengatur nafasnya ngos-ngosan.


"Hhhmmmm...Hhhmmmm...!". Camelia, menggeleng kepalanya dan menitikkan airmata. Jhonny, menggelitik pinggangnya. Jordan, melakukan bulu ayam di bagian kaki.


"Hahahaha.... Hahahha.... Hahahah...!". Jhonny dan Jordan, tertawa lepas dan puas memberikan hukuman kepada Camelia.


Jam dinding terus berjalan, setiap detiknya. Hampir 1 jam, mereka berdua memberiku hukuman. Pada akhirnya Jordan, pergi dari kamar dan sudah puas mengerjai sang keponakan.Tibalah Jhonny,yang berduaan dengan Camelia.


Jhonny, melepas lakban di mulut Camelia. Membiarkan Camelia,yang sudah melemah karena geli. Dia sangat kelelahan sekali, beruntung tidak sampai terkencing di celana.


Berlahan-lahan Jhonny, melepaskan ikatan tangan dan kaki Camelia. "Istirahat dulu,aku tau kamu kelelahan".


"Menyebalkan sekali,". Gerutu Camelia, mengambil segelas air di meja dan meminumnya sampai habis.


"Lain kali,jangan lakukan itu lagi. Apa kamu yakin, tidak melihat aset pribadiku?". Tanya Jhonny, mengangkat dagu Camelia.


Glekkkk....


Camelia, langsung menggeleng kepalanya. Namun, Jhonny malah tersenyum karena tidak percaya. "Jika tidak melihatnya,cium di sini". Menunjukkan ke arah bibirnya.


Dengan keberanian, Camelia langsung mencium bibir Jhonny. Walaupun cuman di tempel saja, langsung menarik wajahnya. Tiba-tiba Jhonny, menahan tengkuk leher Camelia untuk memperdalam ciumannya.


Maniak! Jhonny, sungguh mengerjai ku dan lagi-lagi menciumi ku seperti ini. Aaarghhh... Ciuman mu,jadi candu ku Jhonny. Baiklah,aku akan menantang ciuman ini. Sampai mana,kamu menahan gairah yang terpendam itu.Batin Katrina, tersenyum smrik.


Jhonny, terkejut dengan sikap Camelia.Membalas ciumannya, tangannya lentik meraba-raba dada bidang dan sampai ke perutnya. Dia terbawa suasana keindahan,tak ingin berhenti sekarang. Ingin lebih dan lebih, Berlahan-lahan merebahkan tubuh Camelia.


Camelia, mengetahui jika Jhonny terbawa nafsu dan langsung menghentikannya. "Cukup,paman!Ingat aku masih muda,". Kata Camelia, mengatur nafasnya.


Cup...


"Aku tau, lama-lama ciuman mu lumayan juga". Ucap Jhonny, berdiri dan menjauhkan dirinya. "Istirahat,aku ada urusan lain".


Camelia, menatap kepergian Jhonny dan tersenyum manis."Akhirnya,aku lepas dari mereka berdua". Gumam Camelia, senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


__ADS_2