
Esok harinya, Jhonny berisap-siap untuk pergi ke bandara. Ketika melewati pintu kamar Camelia,dia menghentikan langkahnya dan ingin mengetuk pintu. Tiba-tiba saja,dia mengurungkan niatnya dan mengelus pelan daun pintu kamar Camelia.
Jhonny, menghela nafas beratnya dan pergi menjauh. Dia tau,jika Camelia enggan bertemu dengannya. Sudah membuat dirinya ketakutan,ada rasa sesal di benaknya.
Camelia, menatap kepergian Jhonny dari atas balkon kamarnya.
Mobil yang di tumpangi Jhonny, sudah keluar dari gerbang mansion Allen.
Air bening mengalir di kedua pipinya, dadanya terasa sesak karena Jhonny tidak pamit terlebih dahulu dengannya.
"Baru segini saja,aku sudah sakit hati karena sikapnya. Bagaimana nanti,aku akan kehilangan Jhonny seutuhnya". Ucap Camelia, dalam isak tangisnya. "Sanggupkah aku menceritakan semuanya, melihat wajahnya penuh amarah saja. Mulutku sudah gemeteran, tenggorokan tercekat seketika".
Camelia,masuk kedalam dan berisap-siap untuk pergi jalan-jalan.
Ting...
Sebuah pesan masuk di grup dari Cika,dia memberitahu sesuatu kepadanya.
[Aku tidak bisa liburan, orangtuaku pulang ke kampung. Aku juga ikut Camelia,maaf yah. Aku sudah mengecewakan kalian]. Cika
[Aku juga tidak bisa, maafkan aku yah. Lain kali aja, tiba-tiba orangtuaku pergi keluar kota. Kakekku masuk kerumah sakit,maaf Camelia]. Rika.
Camelia, tersenyum kecil dan membalas pesan di group. Masalah mereka tidak bisa lagi bersamanya, tidak apa-apa. Sebenarnya dia ingin sendirian,butuh ketenangan dalam kesedihannya.
[kalian tau gak, Ryan bekerja di kafe Leo. Aku terkejut melihatnya malam tadi,ketika dia mengantar minuman di mejaku. Itu loh,kafe Flower]. Rika
Camelia, tersenyum sumringah dan ingin pergi ke kafe Flower. Dia ingin mengerjai Ryan, tidak akan membiarkan dirinya tenang.
__ADS_1
[Wahh....Kafe flower, lagi viral loh. Apa lagi pemiliknya Leo,tambah rame jadinya]. Cika.
[Malam tadi kakaknya Leo,nyanyi loh. Duhh... Suaranya merdu sekali,meleleh hatiku] Rika.
[Aku pergi dulu yah,mau temanin Nyonya besar shopping. Dadah... Semoga kakakmu cepat sembuh Rika, kapan-kapan kita atur rencana lagi]
Camelia,pamit dulu kepada temannya melalui pesan. Dia menyimpan ponselnya di dalam, melenggang turun ke bawah. Sang nenek, sudah menunggunya dari tadi untuk jalan-jalan ke mall.
"Nek, aku berangkat menggunakan mobil sendiri. Soalnya mau ke rumah teman nanti,". Kata Camelia, tersenyum manis.
"Hmmmm... Terserah kamu, asalkan hati-hati di jalan. Jangan larut malam pulangnya, hubungi nenek yah". Sandra,tak perlu basa-basi dan langsung mengizinkan cucunya kemana pun.
******************
Hampir dua jam, Camelia mondar-mandir ke sana kemari mengikuti neneknya. Dia tak kalah membeli beberapa pakaian dan keperluannya lainnya.
Camelia, meminta izin pergi ke toilet dan pulang ke rumah temannya duluan.
"Aaakkhh...Sial,basah". Gumam Camelia, bajunya terkena tumpahan minuman Anya bersama dengan temannya.
"Oups....Maaf,sengaja tadi". Kata Anya, tersenyum sumringah dan di iringi cekikikan tawa temannya.
"Oh,ini yah! Sok belagu banget, melawan Leo. Aduhhh....Sok kecantikan lagi,". Decak temannya Anya, menyunggingkan senyumnya.
"Oh, jelaslah aku sok kecantikan dari kalian. Dari segi manapun yah,aku jauh lebih cantik. Paham! pastilah paham yah,kalian semua iri dengan ku. Terutama kamu Anya,yang diam-diam menyukai Leo". Senyum smrik Camelia, baginya tidak akan takut melawan mereka semua.
"Cuiihh.. Kita-kita iri dengan mu, astaga! Jidatmu iri, Camelia! Kamu itu, cuman berani berlindung di ketiak pamanmu yang berkuasa itu. Kalau tidak yah, mungkin kamu di injak-injak kita". Sahut teman Anya, lainnya.
__ADS_1
"Baguslah, kalau kalian takut. Aku bisa mengadu perbuatan kalian, sudah membasahi bajuku. Kebetulan sekali, nenekku ada di sana. Aku tidak tau, bagaimana reaksi orangtua kalian? Aku tidak melakukan apapun,kecuali ada seseorang yang menantang dan berbuat salah kepadaku. Karena aku, tidak akan tinggal diam. Apa masalah kalian,jika aku berlindung di ketiak pamanku ha? Jelaslah kalian iri,mau melakukan apapun pasti akan kalah. Tenang saja, palingan kena amarah dari orangtua masing-masing". Ucap Camelia, melongos melewati mereka semua.
Anya dan teman-temannya, menghentakkan kakinya karena kesal. Ingin sekali memberikan pelajaran kepada, Camelia. Tetapi,itu semua tidak mungkin sama saja mencari masalah besar.
Camelia, sudah sampai di parkiran mobil dan matanya tertuju pada mobil Anya. Ada sesuatu yang melintas di benaknya, ingin mengerjai Anya. Dia mengambil sesuatu dalam mobil,masuk kedalam toilet dan menyamar jangan sampai ketahuan oleh siapapun.
Sampah-sampah ditumpahkan ke mobil,Anya. Bau busuk menyengat, Camelia yang mual-mual menciumnya. Sudah puas mengotori mobil Anya, barulah dia pergi dan melepas penyamaran itu.
Beberapa menit kemudian,Anya dan teman-temannya terbalalak melihat mobil di penuhi dengan sampah-sampah.
"Aaarghhh....Siapa melakukannya ini, kurang ajar kamu! Keluar kamu,ouy! Berani sekali, mengotori mobilku! Keluar! Keluar, jangan jadi pengecut!". Teriak Anya, tidak terima di perlakukan seperti ini.
Dia segera mungkin menghubungi orangtuanya, memberitahu ada seseorang yang berani melakukan hal ini.
"Keluar! Keluar,ouy! wouy...! Keluar, pengecut!". Teriak teman Anya, bergantian.
Namun tidak ada satupun orang di parkiran, Anya memandang mobil kesayangannya yang bau busuk.
Sedangkan di tempat lain, Camelia cekikikan tertawa lepas. Sudah membayangkan, bagaimana raut wajah Anya? Ketika melihat mobil kesayangannya, penuh dengan sampah dan bau busuk. Itulah pelajaran untuknya yang sudah berani, menyinggung perasaannya.
"Pasti Camelia,yang melakukannya ini". Tebal Indri, temannya Anya.
"Benar sekali, takutnya dia kesal dengan kita tadi. Terus, melampiaskan amarahnya kepada mobilmu. Jika itu benar,kamu berani Anya?". Tanya temannya yang lain menatap ke arah Anya.
"Gila! Masa iya,aku marah-marah kepada Camelia. Menuduh dirinya sudah mengotori mobilku,selagi gak ada bukti bahaya. Kalian mau, berurusan dengan keluarga Allen. Keluarga kita, bakalan hancur!". Bentak Anya, mengepalkan kedua tangannya.
"Satu-satunya melawan Camelia,mencari bukti kuat. Atau memberikan dia pelajaran, tanpa sepengetahuan dirinya. Sebenarnya,aku tidak ada masalah dengan Camelia. Tetapi,dia sudah mengambil hati Leo. Lihatlah, Leo seringkali memperhatikan Camelia dari kejauhan. Pokoknya Leo, milikku tanpa alasan apapun. Terutama Camelia,jangan harap dia mendapatkan Leo". Ucap Anya,melirik ke arah temannya. Dia memberikan kode keras,agar temannya jangan merebut Leo.
__ADS_1
"Masa iya, Leo menyukai perempuan macam Camelia? Kamu salah kali, Leo cuman menaruh dendam dan memikirkan sesuatu. Untuk memberikan efek jera terhadap, Camelia. Kamu jangan berpikir aneh-aneh deh, takutnya malah dapat masalah besar. Berhadapan dengan Camelia, sama saja menaruhkan nyawa". Nasehat Indri, menggeleng kepalanya.
"Aku yakin sekali, tatapan Leo jauh berbeda Indri. Dia tidak pernah menatapku seperti itu,aku tau sifat Leo. Sejak kecil kami bersama-sama,gak mungkin aku salah". Bantahnya Anya, dadanya terasa sesak mengingat Leo tersenyum kecil melihat Camelia dari kejauhan. Teman-temannya yang lain, langsung diam mendengar ucapannya. Tak berani berkata apa-apa lagi,takut salah nanti.