SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Menyusun Rencana


__ADS_3

"Aku tau,kau tidak menyukai pamanmu Jhonny menikah. Asalkan kamu tau, tidak bisa memisahkan antara kami berdua. Oh, bersikap selayaknya paman dan keponakan. Atau kau akan menyesali perbuatanmu itu,paham!". Bisik Olivia, melepaskan cengkraman tangannya.


"Untuk saat ini,kau bisa tertawa terbahak-bahak atas kemenanganmu. Tetapi, suatu hari nanti aku akan membalikkan keadaan ini". Kata Camelia, tersenyum smrik.


"Jaga sikapmu Camelia,kau terlalu muda untuk berpikir seperti itu.Mana mungkin yah,kamu di katakan seorang pelakor. Seorang keponakan yang licik, menghancurkan rumah tangga pamannya sendiri". Olivia, penuh penekanan pada katanya.


Camelia, mengepalkan kedua tangannya dan tidak bisa gegabah dalam apapun. Karena dirinya sudah di awasi oleh seseorang,jangan sampai melakukan kecerobohan lagi.


"Hmmmm... Bocah ingusan seperti mu,aku senang sekali mempermainkan perasaan mu. Lihatlah, Jhonny tidak bisa berkutik apapun dan dia tunduk kepada ku". Olivia, tersenyum sumringah dan melongos melewati Camelia.


Makam malam pun tiba,di meja makan sudah berkumpul termasuk Camelia.


Camelia, menghembuskan nafas beratnya karena melihat dua sejoli pengantin baru di hadapannya itu. Dimana Jhonny, mengambil makanan untuk Olivia penuh dengan perhatian.


Tentu saja, Olivia tersenyum mengejek sudah membuat hati Camelia panas.


Jhonny,merasa tidak nyaman dengan situasi saat ini. Sudah menyakiti perasaan Camelia, di sisi lain sama saja memberikan harapan indah kepada Olivia.


Olivia, untuk saat ini kamu melayang-layang di atas awan. Ini salah satu rencana kami, setelah semuanya terungkap kau akan jatuh ke bawah.Batin Katrina, menyunggingkan senyumnya.


Pertama-tama Camelia dan Jhonny mencurigai Olivia. Bisa jadi, Olivia terkait atas fitnah yang di buatnya kepada Jhonny. karena tergila-gila dengannya, ingin memiliki seutuh jangan sampai di miliki oleh orang lain. Lalu, merusak pertemanan dengan JJ Abrams dan mengubah saling membenci. Cuman JJ Abrams,bisa menekan Jhonny tanpa berkutik apapun lagi. Sudah pasti Olivia,harus menjalin kerjasama dengan JJ Abrams dan membuatnya percaya. Namun sayang, Olivia tidak mengetahui apa perjanjian antara mereka berdua.


Selesai makan malam, Camelia pamit ke kamar dan memikirkan sesuatu untuk menyusun rencana. Mengotak-atik laptop, menelusuri tentang JJ Abrams dan tambang emas terbesar di kota ini. Mencari informasi tentang Olivia, serta orang terdekat JJ Abrams.

__ADS_1


"Baru tau,kalau Li Yun adalah Keponakannya JJ Abrams. Orangtuanya meninggal dunia,ketika pembukaan galian tambang emas yang baru. Ada 30 orang yang tidak selamat karena runtuhnya galian, termasuk orangtuanya Li Yun. JJ Abrams dan beberapa anak buahnya selamat. Hmmmm.... Orangtuanya Li Yun, berkerjasama dengan JJ Abrams dan membangun tambang emas secara bersama dan hasilnya bagi rata. Apa ada hubungannya yah,Li Yun dan JJ Abrams? Aku punya ide, pasti berhasil mendapatkan sang pelaku". Gumam Camelia, tersenyum smrik.


Camelia, menemui Jhonny dan menceritakan semuanya termasuk kecurigaan terhadap Li Yun. Karena bukti kurang kuat, Jhonny langsung membantah kecurigaan Camelia terhadap keponakannya JJ Abrams.


"Li Yun, memang Keponakannya JJ Abrams dan mereka tinggal bersama-sama. Setahuku JJ Abrams, sedikit keras terhadapnya karena seringkali hura-hura balapan liar motor. Kamu tau kan, orangtuanya Li Yun berjasa dalam tambang emas itu. JJ Abrams, ingin mendidik keponakannya dan mengajak bekerjasama. Namanya juga belum dewasa, pikirannya cuman main". Kata Jhonny, mengangkat kedua bahunya.


"Bisa jadi kan, Li Yun memiliki dendam kepada JJ Abrams. Karena tragedi kematian orangtuanya,apa salahnya kita mencurigai Li Yun juga. Dia ingin menjatuhkan JJ Abrams,karena gagal lalu kena kau ingin menghilangkan jejak. Setelah itu,siapa lagi yang di dekat JJ Abrams?". Tanya Camelia


"Ada lagi, pamannya JJ Abrams yang seringkali tidak sejalan dengan pikirannya. Namanya pak Afnan, bekerja sebagai pengawas di tambang emas. JJ Abrams, tidak terlalu banyak bicara orangnya". Jhonny, menjelaskan semuanya. "Kalau Li Yun,yang melakukannya tentang senjata ilegal. Aku tidak yakin Katrina,dia sama sekali tidak mengetahui apapun. Orang ini, benar-benar hebat dan harus waspada".


Camelia, menghela nafas panjang dan pamit keluar dari ruangan Jhonny. "Pulang sekolah nanti,aku menemui Li Yun. Kebetulan sekali,ada alasan untuk mengantar helmnya". Gumam Camelia, tersenyum.


ketika ingin masuk kedalam kamar, Sandra memanggil cucunya ada seseorang datang dan menunggu di luar.


"Ee..Aku tidak bisa lama-lama Camelia,ke sini cuman mengantar mobilmu dan selesai di perbaiki". Leo, menyerahkan kunci mobilnya.


Camelia, menepuk keningnya karena lupa bahwa Leo mengantar mobil favoritnya ini. "Astaga! Aku benar-benar lupa loh.Leo, makasih banyak yah. Aku jadi gak enak sama kamu,berapa totalnya biar aku ganti".


"Hahahaha...Kamu ada-ada saja, Camelia. Tidak perlu kok,aku pergi dulu yah". pamit Leo, sudah di tunggu Indra.


"Pulang yah, mampir dulu gih. Anggap saja, sebagai ucapan terimakasih aku loh". Cicit Camelia,mencekal lengan Leo.


"Besok aja deh,kamu traktir makan di kantin". Usul Leo, matanya tertuju pada Jhonny sudah berdiri tegak di ambang pintu mansion. "Pamanmu Jhonny, sudah datang yah. Dia berdiri tegak di ambang pintu,aku pamit". Bisik Leo,di telinga Camelia.

__ADS_1


Deggg...


Camelia, langsung menoleh ke belakang dan melepas cengkalan tangannya. "Iya, baiklah besok aku traktir kamu. Bay!".


Akhirnya Leo dan Indra,keluar dari gerbang mansion Allen. Begitu juga Camelia, melongos melewati Jhonny yang menatapnya sangat tajam.


"Huuuff..Aku cemburu Camel, ketika kamu dekat dengan pria lain. Apa Jadi,JJ Abrams lebih dekat dengan mu. Apakah aku bisa, menahan diri ini". Jhonny,mencekal lengan Camelia.


"Hussssttttt... Bersikap biasa saja,paman. Takutnya istri paman, malah salah paham dengan kita". Camelia, melepas cengkalan tangan Jhonny.


Benar sekali, Olivia turun dari atas cuman mengenakan piyama tidur. Membiarkan paham mulusnya terlihat, belahan dadanya sangat besar.


"Aku tidak sengaja melihat seorang pria datang tadi, apakah pacar mu Camelia?". Tanya Olivia,agar Jhonny membenci keponakannya. "Wajar yah, seusia kamu pasti gonta-ganti pasangan. Iyakan, Camel?". Delik matanya tertuju pada, Jhonny.


Camelia, tersenyum sumringah dan berhadapan dengan Olivia. "Tanteku sayang,mau pacaran atau gaknya. Bukan urusanmu mu,paham".


"Camelia, usiamu sangat muda dan memang pantas dengan pria tadi. Sama-sama anak sekolah, maksudnya sederajat loh. Ketauan yah, dari sudut pandang mu yang menyukai pria tadi". Kekehnya Olivia, bergelut manja di lengan Jhonny.


Camelia, membuang muka ke arah lain. Dadanya terasa sesak, Olivia membawa Jhonny ke atas.


"Olivia,jangan berkata aneh-aneh dengan Camelia. Dia sudah berpikir dewasa,mana yang baik dan enggaknya. Jangan ikut campur urusan pribadinya, mengerti!". Ucap Jhonny,di dalam hatinya memang cemburu melihat Camelia dengan pria lain.


Olivia, menghentakkan kakinya karena kesal. Apa lagi, Jhonny berpihak kepada Keponakannya itu.

__ADS_1


__ADS_2