
"Camelia! Camelia! Camelia!" Teriak Jhonny, melihat keponakannya digantung di jurang yang curam."Tuan Ardan, apa-apaan ini? Kenapa anda, melakukan itu kepada keponakan ku". Jhonny, langsung memarahi Tuan Ardan yang duduk santai sambil menikmati buah anggur.
"Hanya kesenangan semata,itu yang aku lakukan. Ayolah, keponakan mu yang tercinta tidak mati secepat itu. Ini adalah permainan ku Jhonny,kau harus menikmatinya". Ardan, terkekeh geli.
"Sialan, ini bukan rencana kita Tuan Ardan". Kata Jhonny, sorotan mata memerah manahan amarahnya.
"Kita sama-sama tidak saling percaya, Jhonny. Saksikanlah permainan ini, sampai tuntas. Kau lihat anak muda di sana, sedari tadi memandang Camelia dan memanggilnya". Ardan, menunjukkan jarinya ke arah Li Yun."Dia Li Yun, Keponakannya JJ Abrams. Di sebelah Camelia, berkas-berkas berharga milik JJ Abrams sengaja aku gantung di sana. Terserah mau pilih berkas itu, atau keponakan tersayang. Aku punya pilihan Jhonny,kau selamatkan Camelia dan mendapatkan berkas itu. Ada dua suntikan di tanganku,kau bisa membunuh pemuda itu berserta pamannya nanti. Jhonny, bagaimana?". Ardan, memainkan kedua alisnya.
Jhonny, mengerutkan keningnya saat mendengar ucapan Ardan. Sepenuhnya dia tidak mempercayai gangster bertubuh kecil ini,namun di sisi lain ada benarnya juga. "Jika aku memilih berkas itu, apakah Camelia akan jatuh ke bawah dan mati?". Tanya Jhonny, menoleh ke arah Ardan.
"Tentu,kau bisa menguasai warisan keluarga Malik dan Allen. Bukankah itu, tujuan kamu Jhonny?". Tanya Ardan, tersenyum smrik.
"Baiklah,aku tidak memerlukan suntikan itu". Jhonny, menolak kecurangannya itu. Dia berjalan mendekati jurang, benar saja Camelia tak sadarkan diri.
"Jhonny, keponakan cuman pingsan saja. Dia tidak mati secepat itu,tenang saja". Teriak Ardan, tertawa terbahak-bahak.
"Hahahahha.... Hahahha...Hahahha... Menyenangkan sekali,bukan. Hahahaha... Camelia,ini diriku mampu melakukan apapun.Hahahah...Hahahaha...Uhuk...Uhuk...Uhuk...Air,aku mau air". Ardan, akhirnya keselek buah anggur.
Kini anak buahnya cekikikan tertawa, melihat sang bos mendapatkan karma mentertawakan Camelia.
"SIALAN!Punya anak buah,malah berpihak kepada Camelia". Gerutu Ardan, matanya tertuju kepada sesosok pria yang di kenalnya.
Prok!
Prok!
Prok!
"Waw... Akhirnya kau datang juga JJ Abrams, bagaimana dengan perasaan mu. Melihat kekasih tercinta mu, digantung di jurang yang curam? Hahahaha... Anggap saja,ini balas dendam ku kepadamu". Ardan, tersenyum smrik dan berjalan mendekati JJ Abrams.
__ADS_1
Namun JJ Abrams, tidak ada raut wajah cemas melihat kekasihnya digantung di jurang yang curam. Dia menunjukkan jarinya ke arah alat berat excavator,4 wanita cantik-cantik di dalam kurungan dan di gantung di sana.
"JJ Abrams! Kau licik!". Teriak Ardan, melihat istrinya digantung di alat berat excavator.
"Kau melakukan itu,kepada kekasih ku. Aku juga bisa, bahkan empat sekaligus. Bagaimana Ardan,kita sama-sama licik?". JJ Abrams, memerintahkan alat berat excavator untuk mendekati jurang yang curam.
"Aaaarrgghh.... Berhenti JJ Abrams! Lancang sekali kau melakukan itu, kepada istriku". Ardan, semakin sengit dengan JJ Abrams. Wajahnya semakin merah padam, ingin menerkam mangsanya.
"Jubo! Keluarrrrr...!". Teriak Ardan, terlihat sesosok pria yang bertubuh besar yang melebihi JJ Abrams.
"Aaaarrgghh....Jubo,siap melayani anda Tuan Ardan". Kata Jubo, menyunggingkan senyumnya.
Jhonny dan Li Yun, terkejut melihat sesosok tubuh pria yang besar di hadapan Ardan. Mampukah mereka mengalahkannya,atau memiliki rencana untuk bersatu.
"Hahahaha... Hahahah....Kalian kira,semudah itu mendapatkan berkas-berkas berharga milik JJ dan Camelia. Tentunya kalian semua, menghadapi Jubo yang besar ini". Ardan, menepuk-nepuk kaki Jubo.
"Hahahaha.... Hahahaha....!". Seorang wanita, tertawa terbahak-bahak.
"Bocil,kau imut sekali. Biasanya menepuk pundak seseorang,lah kamu malah menepuk kakinya. Hahahaha...Badanmu imut sekali,lucu". Kata Camelia, dari kejauhan.
"Camelia! Kau benar-benar menguji kesabaran ku,apa kamu tidak takut keadaan mu ha? Nyawamu di ujung tanduk Camelia,jadi jangan sok belagu dengan ocehan mu". Ardan, mengepalkan kedua tangannya.
"Astaga! Bocil marah kepada ku, padahal tadi cuman memuji mu loh". Kekehnya Camelia, tidak memperdulikan tatapan tajam dari Ardan. Sedangkan yang lainnya, menahan tawanya. JJ Abrams, cekikikan tertawa mendengar ucapan sang kekasihnya itu.
"Adik madu kami di sini". Teriak Wina,tak jauh dari Camelia.
"Hai,kalian ada juga". Teriak Camelia, tenggorokannya terasa kering sudah.
"Kamu tidak apa-apa kan? Apakah sakit tanganmu di ikat seperti itu, suamiku tolong Camelia!". Teriak Ning, memohon.
__ADS_1
"Aaaarrgghh....Kalian kenapa, berpihak kepadanya?". Teriak Ardan, dadanya naik turun mengontrol emosi.
"Apa kalian tidak apa-apa?" Tanya Camelia,masih memikirkan keadaan orang lain di bandingkan dirinya.
"Kami tidak apa-apa,adik madu". Jawab Selfi, tersenyum manis."Aku harap kamu bisa bertahan,adik madu". Sambungnya lagi.
"Adik madu?". Gumam Jhonny dan Li Yun, keheranan mendengar ucapan istrinya Ardan.
"Aku tidak sudi kau menikah Camelia, menjadikan istri Ke-lima!" Ucap Jhonny, menatap tajam ke arah Ardan.
"Ck,aku mana mau menjadikan dia sebagai istriku. Sama saja,aku menikahi sang pencabut nyawa,iiihh....!". Ardan, bergidik ngeri jadinya.
"Bocil! Awas kau yah,aku tak segan-segan mengejar mu sampai ke alam mimpi. Ku akan membalas perbuatan ini, membuat hidup mu tidak tenang!". Teriak Camelia, sebenarnya dia ketakutan melihat kebawah sangat tinggi.
"Coba saja Camelia,kalau kau bisa dan saksikan mereka merebut mu atau berkas-berkas berharga tepat di sampingmu. Aku beri waktu 60 menit,jika mereka tidak berhasil. Maka bersiap-siaplah,kau akan jatuh ke bawah dan mati". Seringai tajam Ardan, menoleh ke arah JJ Abrams memberikan kode karena istrinya berada di tangannya.
"Aaaarrgghh...Jubo,siap melawan mereka". Sahut Jubo, memasang kuda-kudanya sudah siap melawan mereka.
Jhonny, mendekati Camelia tidak bisa terlalu dekat karena di jaga anak buah Ardan. "Camelia,aku akan menolong mu. Kau tenang saja, percayalah kepadaku". Pinta Jhonny, tersenyum manis.
"Satu hal Jhonny,aku pernah bodoh mencintai mu. Apa lagi harus mempercayai ucapan mu itu,sama tidak ada hasilnya". Camelia, menyunggingkan senyumnya.
"Kau jangan keras kepala Camelia, inilah akibatnya tidak mempercayai ucapanku. Kau malah berpihak kepada JJ Abrams, buktinya dia tidak bisa berbuat apa-apa. Dia cuman memanfaatkan dirimu, ingin mengambil hak mu". Jhonny,mencoba mempengaruhi pikirannya.
"Camelia,jangan mendengarkan perkataan pamanmu. Dia bekerjasama dengan Olivia,aku akan menolong mu". Sahut Li Yun, menoleh ke arah Jhonny tersenyum smrik.
"Jangan dengarkan ucapan bocah ini,dia tak mampu melawan anak buahnya Ardan. Mana mungkin bisa menyelamatkan mu, Camelia". Jhonny, menatap tajam ke arah Li Yun dan meremehkannya.
"Jangan meremehkan ku Tuan Jhonny,kau tidak tau siapa aku". Li Yun, tidak mau kalah dengan ejekannya.
__ADS_1
"Cukup! Kalian sebenarnya,mau ngapain? Apa kami terus-terus di gantung di sini, tidak taulah kamu haus dan lapar!". Teriak Camelia, menghembuskan nafas beratnya.
"Ayo,kita selesaikan tuan Ardan". JJ Abrams, sudah melepaskan kemeja dan memperlihatkan tubuh kekarnya. Ini dia yang di tunggu-tunggu Ardan, menyaksikan pertikaian antara mereka.