SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Casino


__ADS_3

"Nona Camelia,kau juga mengenali Morgan?". Tanya Helen, dia tau jika Morgan seorang casanova dan berniat untuk merendahkan harga diri Camelia.


"Aku sangat kenal dengannya,tadi kebetulan ketemu di sana. Gak salahnya aku mengajak dia ke sini,karena Morgan sangat mengenali kalian". Kedip mata Camelia,ke arah Morgan.


Sialan,dia bilang cuman kebetulan bertemu dengan ku? Aaahh.... Pasti nona Camelia, menyeret ku ke dalam masalahnya.Batin Morgan, menggeleng pelan.


"Oh,semua orang tau kan siapa Morgan? Atau kau pernah bersamanya, nona Camelia". Trisna, ikut-ikutan angkat bicara.


JJ Abrams,masih mendengar pembicaraan mereka tidak melakukan apapun. Dia ingin tau, bagaimana kekasihnya menyingkirkan orang yang sudah menyinggung perasaannya.


"Hahahaha.... Hahahaha...!" Camelia, tertawa lepas dan meletakkan gelas di meja.


Mendengar Camelia tertawa sendirian, membuat mereka keheranan jadinya.


"Maaf,aku ketawa karena pertanyaan sangat lucu.Tentu saja,aku pernah di bawa oleh Morgan dan sangat jauh". Camellia,masih cekikikan menahan tawanya.


 "Apakah Tuan JJ Abrams, mengetahui kau bersama Morgan?". Tanya Helen, tersenyum kecil ke arah JJ Abrams. Aku yakin sekali, Tuan JJ Abrams tidak tau Camelia bersama Morgan. Kalau dia tau, pasti Tuan JJ Abrams marah karena dirinya bersama casanova.


"Oh, jelaslah tau lah. Iyakan sayang?". Kedip mata Camelia,ke arah sang kekasih. JJ Abrams, mengangguk pasrah dan menoleh ke arah Morgan.


Morgan, mengedipkan kedua bahunya dan mengerjapkan bola mata agar mengikuti perkataan Camelia.


Apa! Tuan JJ Abrams tau,mana mungkin bisa? Apa Tuan JJ Abrams, tidak marah atau membuang dirinya yang sudah lancang bersama pria lain.Batin Helen, begitu marah terhadap Camelia.


"Benarkah? Lalu, Tuan JJ Abrams tidak marah kepada mu?". Tanya Trisna, mengikuti rencana Helen. Mana mungkin Tuan JJ Abrams, tidak marah kepada Camelia menyebalkan ini.


"Adududuh.... JJ Abrams, sudah bucin sama aku. Mana mungkin marah,malah dia semakin cinta karena cemburu". Camellia,mengerjapkan bola matanya ke arah JJ Abrams.


 "Tuan JJ Abrams, sepertinya nona Camelia sudah keterlaluan pergi bersama pria lain. Aku yakin sekali,dia bukan wanita baik-baik". Sahut Rose, sedari diam dan mendengar pembicaraan mereka juga.


"Nyonya Rose,jangan menilai buruk kepada seseorang. Memang benar bahwa nona Camelia, bersamaku pergi ke suatu tempat. Tetapi,kami tidak melakukan apapun dan mana mungkin menyentuh kekasihnya Tuan JJ Abrams". Kata Morgan, tersenyum smrik.

__ADS_1


"Morgan, temanku cukup dekat dan kami banyak bercerita satu sama lain. Bahkan menceritakan tentang kalian berdua,karena...Hmmm...". Camelia, sengaja memotong perkataannya.


Nah, Camelia mulai menyeret ku yg dalam urusannya. Pasti Helen dan Trisna,akan menemui ku dan marah-marah tidak jelas.Batin Morgan, menggaruk pelipisnya.


Helen dan Trisna, langsung bungkam dan menatap tajam ke arah Morgan langsung.


"Sepertinya pertemuan ini sudah selesai, Camelia kita pergi?". Tanya JJ Abrams, tidak betah berlama-lama mendengar pembicaraan mereka yang tidak ada gunanya.


 "Sayang,aku masih betah berlama-lama di sini". Rengeknya Camelia, wajahnya langsung cemberut.


"Hari sudah sore, aku ingin pulang dan beristirahat sayang. Tidak mungkin aku meninggalkan dirimu di sini,takut kenapa-kenapa nantinya. Bukan kamu yang kenapa-kenapa, tetapi orang lain. Ayo!". JJ Abrams, beranjak berdiri sambil menggenggam jemari tangannya.


Mau tak mau Camelia, mengangguk dan menurut saja. "Morgan,jangan nekad melakukan apapun. Yah...kalau tidak malu karena itu... Hhhmmmpptt...Hmmmpptt...!". Camelia,tak bisa melanjutkan ucapannya karena JJ Abrams menutup mulutnya dan secepatnya menjauh dari mereka.


Helen, tidak terima melihat Camelia begitu dekat dengan pujaan hatinya. Rose, menahannya agar tidak menyusul JJ Abrams bersama Camelia.


"Apa maksudnya Camelia,jika kamu bercerita tentang anakku dan Trisna?" Tanya Rose,masih terngiang-ngiang dengan ucapan Camelia.


Helen dan Trisna, menggeleng kepalanya jangan sampai Morgan membuka rahasianya itu. Trisna, adalah sepupu Helen dan mereka masih satu keluarga juga.


 "Mah, Camelia cuman mengada-ada saja. Aku dan Morgan,memang benar kami cukup dekat kok". Sahut Helen, jangan sampai ibunya semakin memperdalam masalah ini.


"Cuman masalah pribadi nyonya,kau bisa tanyakan anakmu dan Trisna. Nona Camelia,hanya bertanya tentang kalian dan aku menjawab sejujurnya kalau kalian itu...". Morgan, sengaja menggantung ucapannya karena mereka sudah paham.


"Gila! Kamu apa-apaan sih,main cerita sama dia lagi". Helen, mengepalkan tangannya bisa-bisanya Morgan membuka rahasianya itu.


"Sialan kau Morgan, tidak bisa di percaya!". Bentak Trisna, wajahnya gelisah gusar.


"Sebenarnya, kalian membicarakan apa sih? Mamah, tidak paham Helen". Rose, kebingungan apa yang mereka bahas.


"Permisi,aku masih banyak pekerjaan". Morgan, langsung beranjak berdiri dan melangkahkan kakinya pergi.

__ADS_1


"Morgan,kita belum selesai berbicara jangan pergi dulu". Helen dan Trisna, langsung menyusul Morgan yang sudah berjalan.


Huufff...Nona Camelia, sengaja melakukan ini kepadaku sekedar untuk balas dendam. Benar kata Ardan,jika kita melakukan kesalahan kepadanya suatu hari nanti mendapatkan balasannya.Batin Morgan, mempercepat langkah kakinya.


"Morgan, mulutmu tidak bisakah diam jangan menyebarkan informasi tentang kita. Kau benar-benar jahat Morgan,itu bisa mengancam karir kami". Trisna,terus mempercepat langkah kakinya.


Morgan,malas meladeni perkataan mereka dan langsung berlari masuk kedalam lift.


Helen dan Trisna, terlambat masuk kedalam karena lift sudah tertutup. "Morgan! Morgan! Berhenti! Morgan!". Mereka berdua terus memanggilnya.


"Astaga! Ngapain kalian berdua teriak-teriak memanggil,Morgan? Lihatlah, orang-orang sekitar menatap kalian berdua. Bikin malu saja,kamu itu seorang artis papan atas masa mengejar pria sih". Rose, marah-marah kepada anaknya dan langsung meminta Helen menggunakan masker dan kacamata hitam.


"Mamah, lebih baik pulang dan diam. Aku dan Trisna,mau mengejar Morgan karena sudah berani sekali kepadaku". Helen, langsung masuk kedalam lift meninggalkan ibunya.


Rose, menggeleng pelan dan membiarkan anaknya pergi begitu saja. Dia tidak bisa mencegah kepergian anaknya itu,tak pernah menuruti perintahnya.


Helen, berlarian mengejar Morgan jangan sampai kehilangannya.


Bruuukk....


Helen, tersungkur di lantai karena ada seseorang yang menghalangi kakinya. "Aauukk..Sialan, kalau jalan lihat-lihat dulu dong!". Bentaknya, berusaha bangkit dan menatap siapa pelakunya.


Camelia, tersenyum sumringah ke arah Helen meringis kesakitan di bagian kakinya. "Hai, ketemu lagi. Oups...Jatuh yah,maaf aku gak sengaja. Maksudnya sengaja sih, tepatnya biar kamu jatuh".


"Helen,kau baik-baik saja. Kenapa dengan kakimu?". Tanya Trisna, melihat Helen kesakitan di bagian kakinya. "Kamu!". Trisna, terkejut melihat Camelia bukankah dia pulang bersama JJ Abrams.


"Iya,aku". Kekehnya Camelia, tersenyum smrik.


"Awas kamu yah, lancang sekali dan kamu tidak tau siapa aku? Aku tidak akan tinggal diam Camelia,bahkan Tuan JJ Abrams akan aku rebut darimu. Disitulah kamu menangis histeris, melihat ku dan Tuan JJ Abrams bersanding di pelaminan nanti". Helen, sedikit mendorong tubuh Camelia.


Camelia, menggeleng pelan dan tiba-tiba...

__ADS_1


__ADS_2