SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Interogasi


__ADS_3

"Tunggu! Jangan potong lidahnya, JJ Abrams. Aku ingin Jhonny dan Jordan,mati sewajarnya saja. Maksudku begini,aku ingin mereka mati atas kecelakaan tunggal dan mobilnya meledak. Mereka ikutan hangus terbakar juga,jangan berbuat apa-apa. Ini semua demi kebaikan bersama,aku tidak mau mereka mencurigai ku". Camelia, mencegah JJ Abrams memotong lidah Jordan.


"Kenapa Camelia, apa karena kamu tidak tega melihat mereka jauh lebih menderita?" Tanya JJ Abrams, salah paham kepada Camelia.


"Astaga! Kau tau bukan, mereka terbilang cukup terkenal di kalangan manapun. Pasti kematian mereka di selidiki,mana mungkin kan kita membunuhnya. Lalu,Jasad mereka di kubur di tempat yang jauh tanpa orang tidak tau. Aku yakin sekali, di luaran sana akan menyelediki kemana Jhonny dan Jordan menghilang. Salah satu dari anak buahnya,masih berkeliaran di luar sana. Mereka sekali berkata saja,akan mencurigai kita JJ. Pasti itu, biarkanlah kematian Jhonny dan Jordan di perlihatkan. Jika jasadnya di sembunyikan, pasti akan boomerang nantinya". Pinta Camelia, menjelaskan semuanya kepada sang kekasih."Kau tau kan JJ Abrams,masih banyak keluarga mereka dari mendiang orangtua masing-masing. Pasti banyak berlomba-lomba untuk menggantikan posisi mereka,lalu menyudutkan diriku atas kehilangan Jhonny dan Jordan. Lebih baik jasad mereka di perlihatkan saja, daripada disembunyikan". Camelia, memandang wajah JJ Abrams untuk memohon.


"Baiklah,jika itu mau mu". JJ Abrams, nampak kecewa dengannya.Menghembuskan nafas beratnya, membuang muka ke arah lain.


Camelia,sigap menahan lengan JJ Abrams dan menatap wajahnya. "JJ, keturunan keluarga Allen dan Malik bukan aku atau mereka saja. Masih banyak yang menginginkan dua perusahaan tersebut,lambat laun berjalan waktu. Pasti mereka menyelidiki semuanya, untuk menghancurkan kehidupan ku. Aku mohon JJ Abrams, mengertilah". Pinta Camelia, menginginkan kematian Jhonny dan Jordan dalam keadaan murni.


"Hmmmm... Biarkanlah,anak buahku mengerjakan semuanya. Mereka sangat pandai melakukan hal itu,kau tenanglah". JJ Abrams, melangkah pergi meninggalkan ruangan bawah tanah.


Camelia, menatap kepergian kekasihnya dan berbalik badan. Dia mendekati Jhonny, terlihat kedua pipinya basah.


"Aku rela mati di tangan mu, Camelia. Inilah cintaku padamu sampai mati,aku tau sekali jika maafku tak berarti apa-apa. Sungguh aku tak menduga,akan mati secepat ini. Aku tidak menyalahkan dirimu Camelia, semua ini aku penyebabnya". Kata Jhonny, menghapus air matanya yang luruh.


"Aku tidak bisa menyelamatkan mu, Jhonny. Bagaimana pun caranya, JJ Abrams tetap membunuhmu. Beruntung kau di berikan keringanan, daripada Li Yun dan teman-temannya. Terimakasih,atas cintamu yang palsu". Kata Camelia, membalikkan badan dan melangkah pergi.


"Tunggu! Aku tidak pernah membohongi perasaanku, Camelia. Aku benar-benar mencintaimu sangat tulus, maafkan aku". Ucap Jhonny, penuh dengan penyesalan.


Camelia, terus melangkah kaki dan pergi meninggalkan kediaman JJ Abrams. Sepanjang perjalanan, dia menangis kesegukan. Hatinya terasa teriris-iris melihat perselingkuhan Jhonny, pertama kali memergokinya di sebuah hotel.

__ADS_1


Katrina, beberapa kali memukul setir mobilnya. Sangat membenci apa itu, pengkhianatan dan bukan satu kali saja. Melainkan beberapa kali,lalu adakah yang bisa di percayainya.


*************


Esok harinya berita tentang kematian Jhonny dan Jordan, menghebohkan dunia.


Mansion di penuhi oleh para wartawan dan kelurga bersangkutan lainnya. Semua orang-orang di mansion,dimintai keterangan oleh polisi.


Sandra, baru masuk ke mansion menggunakan kursi roda. Hatinya sangat terpukul,atas mendengar kabar kematian anaknya.


"Sudah beberapa hari ini,aku tidak melihat suamiku Jhonny. Bahkan ponselnya tidak aktif,aku meminta bantuan untuk melacak keberadaannya. Namun sayang, tidak ada yang tau". Jawab Olivia,ketika di interogasi.


"Aku juga sama, tidak mendapatkan kabar apapun dari suamiku Jordan. Nomornya juga tidak aktif beberapa hari,kami ada masalah kecil dan sudah biasa saling diam". Jawab Lili, apa adanya.


Polisi diam memandang Sandra,tak bisa berbicara karena stroke.


"Nona Camelia, apakah tau berkas apa? Lalu,anda beberapa hari tidak ada di mansion. Kemana anda,apa ada sesuatu yang tidak beres?".


"Aku bersama temanku,ini buktinya masih ada". Camelia, memperlihatkan bukti-bukti chat bersama neneknya yang minta izin bermalam di rumah Cika dan Rika. "Masalah berkas itu,aku tidak tau pak. Tetapi,kata kepala pelayan mansion ini. Ada sebuah brangkas yang terbuka, pasti itu berkas berharga".


Kerabat dekat dari keluarga Allen dan Malik, sudah berdatangan. Menyangkut atas keluarga besar, mana yang terkait dua keluarga tersebut. Pasti akan di interogasi, satu-persatu.

__ADS_1


Para penyelidik langsung menuju TKP dan berharap mendapatkan bukti-bukti lainnya.


Tak lupa JJ Abrams, berjaga-jaga siap untuk menutup mulut yang mengetahui sesuatu.


Di sini membuat Camelia,geram dengan keluarga neneknya. Mengaku jika dirinya adik Sandra,tak lupa membawa keturunannya.


"Mansion ini,bukan tempat menampung kalian. Karena aku ahli warisnya yang sah,nenek Sandra yang saksi mata. Bahkan beberapa pengacara juga,mau menantang ku?". Kata Camelia, tersenyum smrik.


Dulu, mereka tidak berani karena Jhonny yang menjaga jangan sampai orang lain masuk sembarangan di mansion ini. Ketika Jhonny, sudah tiada. Cuman sedikit terkait dengan keluarga Allen dan Malik, ngaku-ngaku dan ingin tinggal di mansion. Jangan harap Camelia,mau menuruti kemauan mereka.


Bahkan dia tak segan-segan mengusir Olivia dan Lili dari istri mendiang pamannya sendiri.


"Aku berhak mengurus kakak ku,kau cuman cucu dari anak haram. Tak pantas kau mengusirku, Camelia!". Wanita tua itu, menunjukkan jarinya tepat di depan Camelia.


"Silahkan saja,anda urus adikmu itu. Tetapi,keluar dari mansion ini!". Bentak Camelia, tersenyum smrik.


"Apa! Jangan sombong kamu, kepada ibuku ha! Kau anak kecil,yang tidak tau apa-apa. Jelas sekali mansion ini,milik kakak ibu mertua ku". Sahut seorang wanita,yang masih muda.


"Ck, kau cuman menantu dari adik nenekku. Jangan lupa aku adalah ahli waris tunggal,di keluarga Allen dan Malik. Kalian bukanlah siapa-siapa, mengerti! Aku bisa merawat nenek ku, tanpa bantuan kalian. Aku banyak uang,mau apa kalian ha? Jangan harap yah, ingin mengambil kesempatan dalam kesempitan. Mentang-mentang tidak ada Jhonny,dan nenekku stroke. Oh, bertahun-tahun lamanya nenekku tidak mengakui kalian kelurga loh. Mana bisa, datang-datang mau mengurus nenekku?". Camelia, menyunggingkan senyumnya dan duduk santai.


"Kurang ajar sekali kamu, Camelia. Tidak pantas kamu berbicara seperti itu,lancang kamu!" wanita tua itu, ingin mendekati Camelia. Akan tetapi, kepala pelayan sigap menahan dan menyeret mereka berdua.

__ADS_1


"Pak,usir dari mansion ini. Mereka cuman mencari keuntungan saja, untuk bisa tinggal di sini". Perintah Camelia,melirik ke arah mereka.


Camelia, sangat yakin sekali bahwa nanti masih banyak orang yang mengaku-ngaku sebagai keturunan keluarga Allen dan Malik. Demi bisa tinggal di mansion mewah ini, mentang-mentang Jhonny sudah tiada. Mereka yang tidak tau,jika Camelia lebih bahaya dari yang mereka pikirkan.


__ADS_2