
[Masalah semakin banyak,cukup lama untuk menyelesaikannya. Kemungkinan satu minggu lagi,aku akan menemui mu sayang. Jangan macam-macam di belakang ku,ingat itu]
"A...a...a..a... Pelan-pelan mengobati lukanya, terpaksa harus menunda ketemuan dengan Camelia. Mana mungkin memperlihatkan wujud ku penuh luka-luka ini. Ssshhhhttt....Vika, pelan-pelan saja". JJ Abrams,meringis ketika Vika mengobati lukanya.
"Tumben sekali,kamu meringis kesakitan. Semenjak jatuh cinta dengan Camelia,kau terlihat lemah sekali". Vika, tersenyum manis. Apa kekebalannya sudah hilang,karena cinta menguasainya.
"Tidak! Buktinya dua peluru di tubuhku tak mampu merenggut nyawa ku,ini semua demi mempertahankan hakku". JJ Abrams, gelisah gusar menunggu balasan dari sang kekasih. kalau di hadapan Camelia, jangankan tertembak dua peluru ketika tanganku tergores pisau sedikit saja. Sudah pasti merintih kesakitan, Camelia semakin panik melihat keadaan ku.
"Kenapa separah ini, JJ Abrams? Bukankah kamu membawa anak buah lumayan banyak". Bu Mina, mendekati JJ Abrams dan memberikan ramuan herbal.
"Makanya bu, bilangnya satu minggu untuk menyembuhkan lukanya dan bertemu dengan Camelia. Ini satu bulan pun,mana mungkin sembuh". Sahut Vika,cukup lama membersihkan luka di tubuh JJ Abrams.
"Tidak bu Minah, demi kebaikan bersama dan mempertahankan hakku". Jawabnya JJ Abrams, tersenyum kecil.
Belum lagi di wajahnya memar-memar kebiruan, di sudut bibirnya juga keluar darah. Tubuhnya terkena 2 tembakan,luka karena senjata tajam. Bagian tubuh belakang,juga terkena beberapa tusukkan senjata tajam. Tubuhnya tergores pisau lumayan banyak,namun tak separah di belakang.
"Apa tidak jujur saja,biar non Camelia merawat Tuan". Usul anak buahnya.
"Tidak! Aku tidak mau menyusahkan dia, apa lagi baru masuk kuliah". Bantah JJ Abrams, langsung.
[Kamu tidak berbohong kan? Apa terjadi sesuatu, JJ?]
JJ Abrams, senyum-senyum sendiri membaca pesan dari sang kekasih yang khawatir dengannya. "Aauukk..Vika!". JJ Abrams,merasa sakit ketika Vika menekan luka tertembak di bahunya.
"Rasakan itu,aku lelah sekali membersihkan lukamu dan menjahitnya. Sedangkan kamu cuman senyum-senyum sendiri, bucin!". Decak Vika, memasang wajah cemberutnya.
[Tidak terjadi apa-apa sayang,kamu fokuslah dulu dengan kuliahmu. Kalau semuanya sudah beres,aku akan datang menemui mu]
"Uueekk..Pait sekali bu,obat herbalnya". JJ Abrams, langsung mengambil segelas air putih yang sudah di sediakan.
__ADS_1
"Lukamu terlalu parah,wajar ibu menambah dosis obat herbal nya. Ini aman kok,di buat dengan tumbuhan alami. Habiskan nak, katanya mau cepat sembuh ingin bertemu dengan Camelia". Bu Minah, mencoba membujuk JJ Abrams.
"Sialan,demi Camelia ini". JJ Abrams, menahan rasa pahit dan menghabiskan.
Vika, bergidik ngeri melihatnya. Apapun yang di lakukannya,demi cinta Camelia.
[Jangan terlalu lama yah,ada sesuatu yang aku ceritakan kepadamu. Aku merindukan mu, JJ Abrams]
"Woooowww....!". JJ Abrams, langsung berdiri dan kegirangan membaca pesan dari Camelia. Ketika dia menyatakan bahwa merindukannya,serta emoticon love. Itupun berdiri sambil menahan sakit di kakinya, terkena pukulan balok kayu. "Aauukk... sakit sekali,aku lupa dengan kakiku".
"J,bisa tidak jangan bergerak sedikitpun. Lihatlah, lukamu berdarah lagi dan aku harus membersihkannya. Astaga! Aku banyak pekerjaan JJ, kalau tidak diam aku akan memberitahu Camelia yang sebenarnya. Biar tau rasa, Camelia akan marah kepada mu". Ancam Vika,tanpa ba-bi-bu lagi. "Rasakan sakitnya di bagian kaki,lupa segalanya kalau sudah bucin".
JJ Abrams, menatap tajam ke Vika yang sudah di anggapnya adik kandung sendiri. "Yakin, mau memberitahu kepada Camelia? Hebat sekali yah, adikku mengancam kakaknya. Baiklah,aku akan memberitahu kepada bu Minah. Biasa tentang kau dan Jecky,anak buahku. Kenapa, wajahmu ketakutan?".
"Tidak,aku tidak berani mengancam mu". Vika, sudah gelabakan mendengar ucapan JJ Abrams.
"Hentikan nyanyian mu, JJ Abrams. Suaramu sangat besar, mengerikan juga". Gerutu Vika, sudah selesai dengan pekerjaannya.
[Bolehkah aku video call? Aku tiba-tiba merindukan mu, ingin melihat wajahmu JJ]
"Uhukkk.... Bagaimana ini, Camelia ingin melakukan video call?". JJ Abrams, langsung memberikan ponselnya kepasa Vika.
"Mana aku tau,terima saja resiko karena sudah berbohong". Vika, langsung beranjak pergi meninggalkan JJ Abrams yang tengah kebingungan.
[Aku tengah sibuk sayang,lagi berkumpul dengan rekan bisnis lainnya. Maaf,aku tidak bisa]
JJ Abrams, terpaksa berbohong lagi. Padahal dirinya juga sangat merindukan sosok, Camelia.
[Baiklah,aku mau mandi dulu. Padahal ingin sekali aku video call dengan mu,sambil mandi tanpa busana]
__ADS_1
Glek!
Seluruh tubuh JJ Abrams,memanas dan gairahnya memuncak. "Aaarghhh...Kau benar-benar memancing ku Camelia. Kau berani berkata seperti itu,karena aku jauh dan tak bisa ke sana". Gumamnya pelan, mengusap wajahnya dengan kasar.
"Tumben sekali bos, wajahnya memerah seperti kepiting rebus. Memangnya nona Camelia,mengirim pesan apa?". Tanya anak buahnya, ingin tau apa yang terjadi.
"Diam! Pergilah kalian sudah tau sana,aku ingin sendirian". Perintah JJ Abrams,anak buahnya langsung kocar-kacir pergi.
Glek!
Air liur JJ Abrams, hampir menetes melihat sebuah video yang di kirim Camelia. Memperhatikan tubuhnya cuman terlilit handuk, paha mulus dan rambut panjang terurai bebas.
"Aaaarrgghh..Kau membuat ku frustasi Cameliaaaaaa...! Keadaan ku seperti ini lagi,mana bisa bermain solo sendirian". JJ Abrams, berusaha mengontrol dirinya dan tak meletakkan ponselnya di atas meja. Menghindari adalah jalan satu-satunya, untuk mengontrol dirinya.
Sedangkan di tempat lain, Camelia malah cekikikan tertawa. Sudah cukup mengerjai JJ Abrams, pasti bak cacing kepanasan.
"Sudahlah aku puas mengerjainya, lebih baik mandi dan mengintai seseorang". Gumam pelan, melepaskan handuk dan berjalan menuju kamar mandi.
Beberapa menit kemudian, Camelia sudah selesai mandinya. Tak lupa berfoto di pantulan cermin,lalu mengirim kepada JJ Abrams.
JJ Abrams, semakin frustasi di buatnya dan anaconda sudah sesak di celananya meronta-ronta ingin keluar. Dia langsung menuju kamar mandi, melepaskan hasratnya sambil membayangkan lekukan tubuh Camelia.
"Sialan,dalam keadaan seperti ini. Aku sempat-sempatnya bermain solo, kau sudah berani Camelia. Akan aku buat dirimu tak bisa berjalan nanti, tunggu pembalasanku". Ucap JJ,geram terhadap Camelia yang memancing hasratnya.
Beberapa menit kemudian,keluar dari kamar dalam keadaan basah kuyup. Dia memerintahkan anak buahnya, memanggil Vika untuk menggantikan perbannya yang basah.
"JJ Abrams! Apa yang kau lakukan, tidak bisakah diam dan jangan melakukan apapun". Vika, sudah marah padam terhadapnya.
Sedangkan JJ Abrams,acuh terhadap Vika yang mengomel-ngomel sambil menggantikan perbannya.
__ADS_1