
Cika dan Rika,baru sampai di kampus langsung menuju ke kelas. Mereka berdua saling bercanda tawa, mendekati Camelia yang tengah menggambar bunga.
"Ciyeee...! Yang kemarin sibuk,tapi sibuk ngerayain ulangtahun Kaizam. Asyik banget yah, sampai-sampai bohong sama aku". Kata Camelia, tersenyum masih dengan sibuk sendiri.
Deg!
Cika dan Rika, terkejut mendengar dan mereka saling menyenggol lengan.
"Gak perlu terkejut mendengarnya,aku tau kok. Rika, sudah jadian mungkin sama Kaizam. Kenapa kalian berbohong,takut sama aku?". Camelia, menyunggingkan senyumnya.
Cika dan Rika,di buat bungkam oleh Camelia yang mengetahui segalanya.
"Selamat Rika,atas jadian nya sama Kaizam. Aku dukung kok,jamin deh". Kekehnya Camelia, tersenyum manis."Lain kali yah,gak perlu sembunyi-sembunyi lagi. Hmmmm...Karena sudah ketahuan sama aku, pasti sudah lama kalian jadian? Pasti sudah lama kan,mana mungkin mau di cium Kaizam dan bermesraan".
"Camel,kami minta maaf karena sudah berbohong sama kamu. Tapi,aku benar-benar suka sama Kaizam dan sudah lama jatuh cinta sama dia. Aku sangat bahagia banget,ketika Kaizam mengutarakan perasaannya. Maaf,aku mengambil keputusan sendiri dan menerima cintanya. Seharusnya kamu paham, bagaimana perasaan seseorang tengah jatuh cinta?". Akhirnya Rika, bersuara juga.
"Aku tau, bahkan aku dukung banget. Aku tidak berhak mengatur kehidupan mu, termasuk percintaan mu. Cuman kecewa aja sih, karena mereka bagaikan musuhku sendiri. Tau sendirilah gimana,masa lalu keluarga kami. Bahkan mereka jelas-jelas tidak bisa berdamai,lalu mengibarkan bendera perang". Ucap Camelia,menghela nafas panjang.
"Maaf,aku juga membuatmu kecewa Mel. Sudah berusaha semaksimal mungkin, menasehati Rika. Tapi,aku gagal dan malah ikut-ikutan". Cika, menundukkan kepalanya.
"Iya,kamu sudah terpesona dengan teman-teman Leo kan? Ya sudah lah, kalau itu jalan kalian berdua pilih. Aku tidak bisa berbuat apa-apa, asalkan kalian senang". Camelia, berusaha santai namun hatinya terasa perih.
"Sebenarnya kami juga ingin memberitahu,tentang kami berbohong di belakang mu. Kami tau,cepat atau lambat akan ketahuan. Cuman yah,kami tidak siap mengatakannya". Rika, menyentuh punggung tangan Camelia.
Camelia, tersenyum kecil dan menggeleng pelan. "Pada akhirnya,aku mengetahui sendiri. Apa kamu tidak mengerti,apa tujuan mereka ha? Mereka berniat untuk menghancurkan persahabatan kita, awalnya mereka setuju dengan diam-diam kalian nongrong bareng atau jalan-jalan. Tetapi, mereka juga mencari celah agar aku cepat mengetahui jika kalian berbohong di belakang ku. Buktinya kemarin kan, kalian merayakan ulangtahun Kaizam di tempat terbuka".
"Camelia, maksudmu apa menuduh Kaizam macam-macam?". Rika,tak terima atas tuduhan Camelia. "Kaizam, tidak masalah kita masih bersahabat seperti ini. Tapi,kamu malah berpikir aneh-aneh".
__ADS_1
"Lalu,aku mencurigai mereka begitu? Kau tidak tau, bagaimana sifat seseorang pengkhianat. Aku sudah kenyang menghadapi seseorang yang mengkhianati ku, termasuk kalian. Apa kalian berdua, tidak mencurigai gelagat mereka?". Camelia,menatap tajam ke arah Cika dan Rika.
"Buktinya aku Camelia". Sahut Cika, langsung dan melirik ke arah Rika."kau salah menilai mereka, Camelia. Mereka tidak bermaksud apa-apa atau tujuan apapun. Yang ada kamu, bermasalah dengan merek dan selalu curiga".
Camelia, terkekeh geli mendengar ucapan Cika. "Terserah yah,kamu percaya dengan siapa. Aku atau mereka?".
Cika dan Rika,diam dan duduk di kursi masing-masing. Tanpa ada berbicara lagi, sampai jam kelas berakhir.
Cika dan Rika, keluar terlebih dahulu dan meninggalkan Camelia. Dari sinilah Camelia, merasakan perubahan mereka.
Karena bosan di kelas, Camelia menuju ke kantin. Benar sekali, Cika dan Rika sudah terang-terangan bergabung dengan Kaizam, Leo dan lainnya.
Kiki dan teman-temannya, tersenyum sumringah ke arah Camelia. Sedangkan Cika dan Rika,acuh dan membuang muka ke arah lain.
"Dududududu.... Camelia Malik, tumben sendirian". Amisha dan ke-dua temannya duduk di hadapan.
"Kenapa diam, Camelia? Aku yakin sekali, masalahnya sangat serius bukan? Ayolah, cerita sama kami bertiga. Di jamin deh,kami bakalan ngasih solusi untuk menyelesaikan masalahmu". Sahut Aliyah, memainkan kedua alisnya.
"Cara menyelesaikan masalahku adalah kalian pergi dari hadapanku, paham!". Kata Camelia, tersenyum smrik.
Wajah Amisha dan ke-dua temannya, langsung memasang wajah masam. Apa lagi, orang-orang di kantin mentertawakan mereka.
"Lupakan masalah itu,kau taukan keturunan bule-bule di sana. Mereka keluarga Edward,apa mereka tampan?" Kata Amisha,namun Camelia tau apa yang ada di otaknya.
Amisha, ingin menjebak Camelia untuk bermasalah dengan keturunan keluarga Edward.
"Semua laki-laki di sini, memang tampan. Emangnya kenapa,kau buta?". Jawab Camelia, lagi-lagi Amisha mendapatkan bahan tertawaan seisi kantin.
__ADS_1
Brakkk!
Amisha, mengebrak meja makan Camelia dan beranjak berdiri. "Menyebalkan sekali,kau!". Jari telunjuknya ke wajah, Camelia.
Amisha dan ke-dua temannya, langsung meninggalkan meja Camelia dengan perasaan dongkol.
Cika dan Rika, menatap ke arah Camelia yang begitu santai menghadapi Amisha dan ke-dua temannya.
****************
Dua hari kemudian, Cika dan Rika seringkali bergabung dengan Kaizam, Leo dan teman-temannya. Tidak memperdulikan Camelia,yang sendirian di kelas maupun ke kantin.
Semenjak mengetahui segalanya, seakan-akan mereka berdua meninggalkan Camelia seorang diri. Meskipun di kelas duduknya berdekatan, mereka bertiga saling acuh dan terdiam membisu.
Jam pelajaran kuliah sudah selesai, di kelas cuman mereka bertiga. Camelia, seringkali berleha-leha sendirian tanpa seorang pun.
"Camelia, aku dan Cika ingin pindah jurusan". Rika,membuka suaranya dan meremas ujung bajunya.
"Ini adalah keinginan kami murni,tanpa ada orang lain". Sambung Cika, menyenggol lengan Rika karena tidak nyaman dengan Camelia.
Camelia, terkekeh kecil dan mengangguk pelan. "Oh, keinginan kalian nih? Bukan mereka yang minta,atau mempengaruhi pikiran kalian".
"Cukup, Camelia! Jangan sesekali menyalahkan mereka,emang benar ini adalah kemauan kami". Rika, membantah perkataan Camelia.
"Benarkah? Setahuku yah,kalian mana suka dengan jurusan mereka. Tidak perlu berbohong,demi menutupi segalanya. Silahkan,kalian mau pindah jurusan mana pun. Aku sudah bilang sama kalian, tidak berhak mengatur kehidupan dan keinginan kalian sendiri. Satu yang aku pinta, kalian sama meninggalkan ku sendiri demi bersama mereka. Apa yang mereka pengaruhi pikiran kalian? Atau ini adalah balas dendam kepada ku, ketika kita di bangku SMP dulu. Aku pernah meninggalkan kalian, bahkan memfitnah segalanya. Oke,aku anggap ini impas. Satu hal lagi,jika kalian membutuhkan bantuan ku. Maaf,aku tidak bisa menolong. Karena dulu,aku tidak pernah meminta bantuan kepada kalian. Aku harap yah,kalian jangan menyesal sudah mengambil keputusan sendiri. Mintalah bantuan kepada mereka,jauh lebih banyak di bandingkan aku sendiri. Terimakasih, atas semuanya dan persahabatan kita hancur". Camelia, langsung melenggang pergi. Air matanya mengalir deras, dadanya terasa sesak.
Cika dan Rika, terduduk lemas mendengar ucapan Camelia yang mampu menusuk hati mereka langsung.
__ADS_1