
Rika,yang marah terhadap Kaizam dan melakukan rencananya. Dia membawa kedua orangtuanya kediaman Dwi, meminta tanggung jawab Kaizam yang sudah menyentuhnya itu.
Dwi, syok berat melihat video panas kaizam dan Rika. Air matanya luruh sudah, kedua anaknya memiliki masalah yang sama.
"Rupanya kakak beradik sifatnya sama, merusak anak orang lain. Tidak mau tau, Leo harus secepatnya menikah" kata Riri, memeluk erat tubuh Kiki yang tak henti-hentinya menangis.
"Benar sekali,jeng. Kaizam, harus menikahi Rika secepatnya. Jangan sampai Rika,hamil dan perutnya membesar. Jangan bikin malu jeng,ini adalah perbuatan anak jeng Dwi" sambung Wanda,ibu kandungnya Rika.
"Aku sebagai ayahnya Rika, kecewa dengan sikap mu Kaizam. Aku tidak masalah kalian berpacaran tidak melanggar aturan,jika kamu melanggarnya maka bertanggung jawab lah" Sambung Juniarto, dengan tatapan tajam.
"Hiks....Hiks...Aku terpaksa merekam video panas kami,aku takut kaizam tidak mau bertanggung jawab. Beruntung aku merekamnya Tante, Kaizam tidak mau menikahi padahal dia sudah merenggut kesucian ku" Rika, menangis kesegukan di pelukan sang ibu.
"Ck,dasar pengecut kau Kaizam. Sudah enak-enak sama anak orang lain, terus tidak mau bertanggung jawab? Leo,masih untung mau bertanggungjawab atas perbuatannya tidak seperti mu" Sahut Riri, menyunggingkan senyumnya.
Dwi, memijit kepalanya yang nyut-nyutan memikirkan masalah anak-anaknya. Aku tidak bisa mengelak dalam masalah ini, sangat jelas anak-anak ku salah.Batinnya Dwi, pasrah dengan keadaan sekarang.
Mau tidak mau Kaizam dan Leo,akan menikahi pasangannya masing-masing.
Mahar yang sangat fantastis sekali, membuat keluarga Kiki dan Rika tersenyum sumringah karena keinginan mereka terpenuhi.
Kaizam dan Leo, kebingungan kemana mencari uang mahar. Mereka akan melakukan peminjaman uang di bank, menjamin tempat usaha mereka yang dibangun dari nol lagi.
Plak!
Plak!
__ADS_1
"Memalukan sekali kalian, terutama kamu Kaizam!" Dwi menunjukkan jarinya ke wajah Kaizam. "Rika, sampai memiliki video mesum kalian. Apa yang kalian pikir,ha? Sampai kebablasan seperti ini,dimana menaruh wajah mommy? Jika semua orang tau, anak-anakku memiliki sifat menjijikkan ini" Dwi, berusaha mengontrol diri dan memegang dadanya.
Kaizam dan Leo, bersimpuh di kaki mommy nya dan meminta ampun karena sudah melukai hati ibu kandungnya sendiri.
"Beruntung keluarga Rika, tidak mengadakan pesta pernikahan segala. Meskipun mahar uang di minta lumayan besar,serta satu set perhiasan. Yang anehnya lagi, keluarga Kiki mahar uang besar dan mengadakan pesta pernikahan segala. Sedangkan Kiki, sudah hamil duluan tidak seperti Rika" Gerutu Dwi, kepalanya hampir pecah sudah.
"Maafkan kami mom" lirih Kaizam, berlutut di hadapan sang ibu.
Dwi,tak sanggup melihat kedua anaknya seperti ini. Dengan lapang dada memaafkan kesalahan anaknya,karena dia tau mereka tidak salah sepenuhnya.
Apakah ini teguran dari Tuhan, aku sudah jahat sama Camelia. Haruskah meminta maaf kepadanya, pantaskah maafku di terima Camelia?Batin Dwi, terlintas dipikiran tentang Camelia.
"Kalian harus meminta maaf kepada, Camelia? Jangan ganggu dia lagi, lebih baik berdamai nak. Ikhlaskan masa lalu, biarlah berlalu dan menjadi pelajaran saja. Semenjak kita bermusuhan dengan Camelia, disitulah masalah seringkali bermunculan. Sedangkan Camelia,dia tenang-tenang saja" Ucap Dwi, menyarankan agar anak-anaknya berdamai dengan Camelia.
Kaizam dan Leo, terkejut mendengar ucapan mommy nya. Namun ada benarnya juga, semenjak bermusuhan dengan Camelia pasti ada kejadian aneh.
****************
Rika, tersenyum sumringah sepanjang perjalanan karena berhasil memiliki Kaizam.
"Senang yah, sudah mau menikah dengan pria yang kamu cintai?" Wanda, mencubit pipi Rika.
"Tidak! Setelah menikah nanti, pasti Kaizam tidak memperdulikan ku mah. Dia akan semakin marah, bahkan tidak perduli sama sekali. Intinya pernikahannya yang aku inginkan, mungkin bertahan sementara dan aku minta pisah. Aku akan pindah kuliah,agar tidak bertemu dengannya lagi. Lumayan lah uang mahar yang aku dapatkan, sebagai mengganti sakit hati ku" Ucap Rika, menyeka air matanya.
"Maksudnya apa Rika,kamu berpikir seperti ini?" Tanya Wanda, terkejut mendengar ucapan sang anak.
__ADS_1
"Mah, Kaizam tidak mencintai ku sama sekali. Dia melakukan hal itu,demi menghancurkan persahabatan ku dengan Camelia. Setelah berhasil apa yang di inginkannya,dia mencampakkan perasaan ku dan meninggalkan ku. Beruntung sekali mah,aku merekam adegan kami dan mau menikah dengan ku. Kalau tidak mah, hidupku bakalan hancur" Rika, menepuk dadanya terasa sesak.
Wanda, memeluk erat tubuh anaknya yang menangis histeris. "Baik,mamah menurut apa mau nak. Semoga kamu mendapatkan suami yang baik, tidak seperti ayahmu".
"Makasih,mah. Sudah mau mendukung apa keputusan ku, maafkanku yang sudah melakukan kesalahan" Rika, menyesali perbuatannya. Aku menyesal Camelia, tidak mendengar perkataan mu dan hidupku benar-benar hancur. Seandainya waktu bisa terulang kembali,kita tidak berpisah xan Melody Cika masih hidup. Cika,aku janji akan mengabulkan permintaan terakhir mu. Aku akan menyampaikan pesan mu kepada Camelia,kau benar kita yang salah.
"Rika,minta maaf kepada Camelia. Dia anak yang baik nak, pasti memaafkan kesalahan mu. Percayalah kepada mamah,jangan egois" Wanda, menangkup wajah Rika yang banjir dengan air mata.
"Iya,mah. Aku akan menemuinya dan meminta maaf. Aku salah besar terhadap Camelia, tidak mendengar perkataannya".Rika, menghapus air matanya dan tersenyum manis. "Tapi, tidak janji sekarang mah. Aku tidak mungkin meminta maaf secepat itu,aku masih sangat malu". Rika, tertunduk sedih.
******************
"Hahahaha...Kiki,anak ini membawa berkah terhadap keluarga kita. Lihatlah, Leo mau memberikan mahar uang besar dan mengadakan pesta pernikahan yang mewah di hotel". Gito,duduk santai di sofa.
"akting mu sangat bagus nak, mereka yang angkuh harus mendapatkan ganjaran yang setimpal. Kiki,jaga kehamilan sampai kamu menikah. Awas saja,kamu melakukan kesalahan atau menggagalkan semuanya". Kata Riri, mencekram lengan Kiki.
"Ssshhhhttt..Sakit mah,aku takut ketahuan tentang kehamilan ini" Kiki, menundukkan kepalanya dan khawatir jika ketahuan berbohong.
"Alahhhh....Mana mungkin ketahuan, Kiki. Jika kamu tidak membuka mulut kepada, Leo. Sampai mereka tahu yang sebenarnya, kau akan hancur Kiki dan hamil tidak memiliki seorang suami. Jangan mempermalukan keluarga besar kita,ingat itu!" Ancam Gito, menatap tajam ke arah anaknya.
"Tapi,aku takut pah. Ini semua kesalahan papah,bukan aku kok" Kata Kiki,tak berani menatap wajah ayahnya.
"Ck,ini semua demi kebaikan bersama termasuk kamu. Kalau tidak melakukan itu,mana bisa kamu menikmati kemewahan saat ini. Lagipula kamu mendapatkan Leo, pastilah dia akan membahagiakan mu. Sudahlah jangan membahas masalah ini, fokus menyiapkan pernikahan mu" Bentak Gito,kesal dengan sikap anaknya.
"Apa kata ayahmu benar, Kiki. Kamu jaga kesehatan jangan sampai sakit, kehamilan mu harus dijaga juga. Mamah, tidak mau gagal semua dan tidak jadi pernikahan ini. Jangan membuat keluarga kita malu,ingat itu" Sahut Wanda, menyuruh anaknya masuk kedalam kamar untuk beristirahat.
__ADS_1
Kiki melangkah gontai menuju kamarnya, hatinya terasa sakit mendengar ucapan kedua orangtuanya. "Maafkan akan Leo,aku terpaksa menyeret mu dalam masalah ini" Gumamnya pelan, berlahan menutup pintu kamar dan menangis kesegukan.