
"Ibunya cantik banget,apa diluar tadi suaminya bersama wanita yang mengenakan gaun pengantin? Apa jangan-jangan suaminya menikah lagi,gak masalah aku menjadi ayah sambung anak ibu ini. Aku langsung jatuh cinta, dengan kecantikannya". Bisik salah satu dokter pria, di dekat Camelia.
"Hussssttttt... Jangan ngadi-ngadi deh,kalau tidak asal usulnya". Temannya, langsung menyenggol dirinya itu.
Suster lainnya, bergegas memotong gaun yang di kenakan Camelia yang berat. Lalu, menggantikan dengan pakaian pasien berwarna hijau.
"Astagfirullah! Sepertinya bayi mau keluar, sudah keliatan kepalanya!". Pekik salah satu dokter wanita yang memeriksa Camelia.
"Bu, mama siapa? Biar kami enak memanggil nama ibu,yang kuat mengejan yah". Ucap dokter lainnya, berusaha menyemangati Camelia.
"Dok,saya hamil anak kembar. Apa tidak bahaya,huu...Huu...Saya melahirkan normal,di rumah sakit lain. Huu...Huu... Sudah mendaftar operasi takut tidak sanggup mengejan,dok". Camelia, berusaha mengontrol pernafasan dan berpegangan tangan dengan seorang dokter tampan.
"Insyaallah bu, asalkan kuat mengejan yah. Semangat bu, siap-siap dengar aba-aba saya. Tolong, cari suaminya ibu di luar sana". Pinta dokter itu, tersenyum manis.
"Satu...Dua...Tiga...Ngejan bu,yang kuat!".
"Aaaarrgghh.....!". Camelia, berusaha sekuat tenaga mengejan anaknya mau keluar.
Satu kali mengejan, anaknya keluar dan menangis histeri.
Owekk.... Owekk... Owekk...
"Huuu...Huuu... Anak ku". Lirihnya Camelia, tenaganya terkuras habis. Namun,masih satu lagi perjuangannya.
Braaaakkk
JJ Abrams, mendobrak pintu bersalin itu. Ketika mendengar tangisan bayi, wajahnya pucat pias mengkhawatirkan keadaan istri dan anak-anaknya tanpa dirinya
"JJ,kau datang". Kata Camelia, mengulurkan tangannya ke arah sang suami.
JJ Abrams, langsung berlarian mendekati istrinya dan memberikan ciuman bertubi-tubi. Air bening mengalir di kedua pipinya, sungguh pemandangan terharu.
"Sayang,kau tidak apa-apa? Aku sangat mengkhawatirkan dirimu dan tak sanggup kehilangan mu sayang". Ucap JJ Abrams, menangkup wajah istrinya.
"Pak, ini anak kalian berjenis kelamin laki-laki". Dokter itu, memperlihatkan bayi mungil di gendongannya.
Camelia dan JJ Abrams, menangis kebahagiaan melihat buah hati pertamanya itu.
"Aaaarrgghh...Dok, perutku mules lagi". Camelia, menggenggam erat jemari tangan JJ Abrams.
__ADS_1
"Sepertinya mau melahirkan lagi, ayo kita bersiap!". Perintah dokter wanita itu,siap mengeluarkan bayi lagi.
"Pak,mau menggendong bayinya?". Tanya dokter yang menggendong bayi mereka.
"Tidak. Nanti saja, setelah selesai". Jawab JJ Abrams, tanpa menoleh wajahnya dan lebih mengkhawatirkan keadaan istrinya menahan rasa sakit.
"Aaarghhh....!". Camelia, berusaha mengejan pertama dan gagal.
"Tenang bu,atur nafas lagi. Jangan menyerah yah,tinggal dikit lagi kok. Dengarkan aba-aba saya,biar aman bu". Ucap sang dokter, menenangkan perasaan Camelia.
"Sayang,masih sanggup?". Tanya JJ Abrams, langsung di angguki istrinya.
"Pak,tolong kerjasama yah. Ini demi istri dan anaknya,bapak". Ucap seorang dokter pria,di samping istrinya itu.
"Ngapain kamu senyum-senyum sama istri saya,jangan memandang wajah cantik istri saya!". Tegas JJ Abrams, dengan tatapan tajam.
"Sayang,huu...Huuu..Jangan marah-marah, tidak baik dan malu di liat orang". Camelia, mengelus-elus lembut lengan suaminya itu.
Dokter dan suster lainnya, menggeleng kepalanya dan iri melihat suami posesif terhadap istrinya.
"Huuu...Huuu...Dok,mules lagi. Aaarghhh...Ayok,dok!". Pekik Camelia, berusaha mengontrol bernafasnya terus-terusan.
"Aaaarrgghh....!". Camelia, semakin menggenggam erat jemari tangan suaminya.
"Ayo,sayang! Kamu bisa,ayo!". Ucap JJ Abrams, menyemangati istrinya berjuang.
Owekk...Owekk...Owekk..
Tangis bayi pecah di dalam ruangan bersalin,3 serangkai merasa senang mendengarnya.
Mereka masih tidak percaya Camelia, kuat melahirkan bayi kembar dengan kembar.
JJ Abrams, membenamkan wajahnya di leher Camelia dan menangis kesegukan. Tidak memperdulikan apa rasa malu,di lihat orang-orang sekitar.
"Pak,bayinya berjenis kelamin laki-laki lagi". Kata dokter, memperlihatkan bayi mungil sangat mirip dengan JJ Abrams.
"Ha! Tidak ada berjenis kelamin perempuan,dok? Kan kembar kan, pasti ada salah satu berbeda". Kata JJ Abrams,segera menghapus air matanya.
"Soal itu,saya tidak tau pak. Ini adalah takdir dari Tuhan,di coba lagi pasti dapat anak perempuan". Kekehnya dokter itu.
__ADS_1
"Berani jamin?". Ucap JJ Abrams, menyipitkan bola matanya dan langsung di geleng sang dokter.
****************
"Sayang,kamu jangan hamil yah?!Aku trauma kayanya". Arjun, merangkul pinggang Yuni
Yuni, mengerutkan keningnya mendengar ucapan sang suami. "kalau aku tidak hamil sayang, bagaimana dengan keturunan kita? Tenang saja,aku tidak seperti nona Camelia menjambak rambutmu.Tapi,malah jungkir balik. Hehehehe..m!". Kekehnya Yuni, dengan gemesnya.
Arjun, semakin mempererat pelukannya dan menatap wajah sang calon istri. Tidak tau, bagaimana berhadapan dengan orangtuanya Yuni.
Sekarang Camelia, sudah di pindah keruang VIP dan penampilannya tidak seperti tadi.
Kedua anaknya masih di dalam ruangan bayi, dalam pemeriksaan karena kurang bb dari normal. Meskipun sehat tidak ada kekurangan apapun, tidak salahnya menaruh di tabung bayi beberapa waktu.
JJ Abrams,masih bergelut manja dengan istrinya. Siapa yang melahirkan, siapa yang manja.
3 serangkai sampai menggeleng kepala, melihat JJ Abrams segitunya takut dengan istrinya.
Sedangkan Arjun dan Yuni, mereka pergi meninggalkan rumah sakit. Berkat Camelia, mereka lolos dari hukuman suaminya itu.
"Tuan JJ Abrams, sudah menyiapkan namanya atau belum? Kalau belum, bagaimana kami menyarankan nama untuk anak-anak kalian?". Tanya Markus, cengengesan.
"Benar sekali,aku stok banyak nama-nama anak". Sambung Ardan, terlihat semangat juga.
"Ayo,kita berunding nama bayi kembar itu". Sahut Morgan, sudah membuka mbah google di ponselnya.
JJ Abrams, menggeretakkan giginya dengan kuat. Lalu, menendang mereka bertiga keluar dari ruangan tersebut. "Berisik! Lebih baik kalian pulang!". Teriaknya, langsung menutup ruangan.
Camelia,masih berbaring lemah di ranjang pasien. memulihkan kondisinya terkuras habis, keadaannya baik-baik saja.
3 Serangkai itu, langsung melangkah kakinya keluar dari rumah sakit. "Tunggu dulu,kita jenguk anak-anak Tuan JJ Abrams dan Camelia". Markus, menghentikan langkahnya dan tersenyum sumringah.
Mereka bertiga bergegas berlarian menuju ruangan bayi, penasaran dengan wajah bayi kembar itu.
"Maaf,kalian tidak boleh masuk pak". Mereka di cegah dua bodyguard JJ Abrams yang siap menjaga buah hatinya.
3 serangkai mendengus dingin karena tidak mendapatkan izin,masih penasaran dengan bayi kembar itu.
"Gak kebayang deh,gimana mereka bisa nanti? Semoga kita tidak kena imbasnya, sifatnya gak bakalan jauh dari ibunya". Ucap Ardan, menggeleng pelan.
__ADS_1
"Jangan memikirkan hal itu,kita cari makan yuk. Sudah laper banget nih". Markus, langsung menyeret lengan mereka berdua itu dan meninggalkan rumah sakit.