SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Sixpack


__ADS_3

"Oh, mogok. Kirain mojok di tengah jalan,pas di bawah pohon besar". Kata Li Yun, memandang mobil Camelia.


"Sudah tau malah nanya, mikir gak jelas lagi". Sahut Camelia, mencibik bibirnya yang mungil.


Leo, cekikikan tertawa mendengar ucapan Camelia dan raut wajah Li Yun nampak kesal berat.


Li Yun, langsung menoleh ke arah Camelia yang membuang muka. Ck, mimpi apa aku bertemu dengan perempuan bermulut pedas.Batinnya,melirik sekilas ke arah Camelia lagi.


"Li,bisa gak kamu antar Camelia. Dia gak enak badan,maaf merepotkan kamu". Leo, meminta bantuan kepada temannya.


"Gak ah,aku gak mau sama dia". Camelia, menggelengkan kepalanya. Idihhhh...Ogah banget, pulang sama dia yang gak jelas. Kenapa juga,harus bertemu dengannya.


"Aku sibuk Leo,kalau gak sibuk kamu aja yang antar dengan motor ku. Masalah ngantar dia pulang,bisa kok dan sekalian satu arah". Li Yun,tak keberatan dengan bantuannya.


"Gak mau,terus mobil aku gimana? Gak mungkin kan,aku ninggalin kamu Leo". Lagi-lagi Camelia, menggeleng kepalanya.


"Aku sudah menghubungi seseorang,yang bisa memperbaiki mobilmu. Santai aja kok, pasti mobilmu balik ke mansion Allen. Camelia,kamu gak enak badan jangan membantah yah. Cepat naik sana, Li Yun sudah menunggu mu". Leo, menahan kedua bahu Camelia dan mendorong mendekati Li Yun.


"Bentar dulu,masa naik motor pakai rok. Aku mau ganti nih, kebetulan ada celana di dalam mobil". Kata Camelia, berlalu pergi ke arah mobil dan mengambil celana. "Fiuuhhh... Untung ada". Gumam Camelia, membalikkan badannya.


"Ngapain kalian berdua liat aku, balik badan dan jangan ngintip. Awas loh,mau liat aku masang celana sama lepas rok". Camelia, memasang wajah masamnya.


Li Yun dan Leo, terkejut mendengar dan langsung berbalik badan.


"Sudah selesai, makasih banyak Leo. Maaf,aku pulang dulu yah". Camelia, menyentuh lengan Leo dan tersenyum manis.


"Gak papa,santai aja kok. Li, hati-hati yah! Jangan ngebut-ngebut dia itu, kesayangannya mommy ku". Kekehnya Leo, langsung di angguki Li Yun.


"Pasang helm dulu". Li Yun, memberikan helm dan langsung di pasang Camelia.


"Duhh...Gimana caranya ngunci ini,gak bisa". Rengeknya Camelia,karena di baru pertama kali mengenakan helm.

__ADS_1


"Sini biar aku". Li Yun, ingin membantunya. Akan tetapi, Leo lebih dulu melakukannya.


"Makasih Leo,jadi ngerepotin loh". Kekeh Camelia,naik ke motor sport Li Yun. Nah,aku berpegangan dimana ini? Apa di bahunya Li Yun,atau di pinggangnya lumayan lebar ini.Batin Camelia, kebingungan dan memilih berpegangan bagian belakang.


Li Yun, menghela nafas kasarnya karena sikap Camelia ada-ada saja. "Kamu ingin cepat mati, berpegangan bagian belakang?".


"Eee...Masa iya,aku berpegangan di sini". Akhirnya Camelia, memegang pundak Li Yun tangannya sudah panas dingin.


"Jangan macam-macam Camelia,aku bermotor dengan kecepatan tinggi. Takutnya kamu malah mencekik leher ku,mau kita mati berdua?". Li Yun, menggeleng pelan.


"Iya,pegang sini kan. Bilang aja,mau di peluk sama cewek cantik dan gemes kaya aku". Kekehnya Camelia, mengalihkan perasaannya yang campur aduk. Huuuff...Ini jantung bisa gak sih, di kondisi kan jangan berdegup kencang. Duhhh...Panas dingin bercampur aduk nih, gemeteran akunya.


"Kepedean sekali". Gumam Li Yun,pelan menghidupkan motor sportnya. "Leo,pamit duluan yah. Maaf,aku ada urusan penting".


"Oh,gak papa Li Yun. Aku paham kok,santai saja". Ucap Leo, yang tersenyum kecil.


Benar sekali, Li Yun membawa motornya dengan kecepatan tinggi. Membuat Camelia, ketakutan dan tak berani membuka matanya.


Benar sekali, apa kata Cika dan Rika. Aku bisa merasakan pinggang Li Yun, benar-benar lebar dan tidak salah lagi dia memiliki perut sixpack. Astaga! Aku bisa merasakan sixpack perutnya di balik seragam sekolah, beruntung sekali jaket Li Yun tidak di resleting.Batin Katrina, tersenyum sumringah mendapatkan rezeki nomplok.


Gila! Apa yang dilakukannya,masa mengelus-elus perutku? Menyesal sudah,aku membiarkan dia memeluk tadi dan tangannya tak bisa diam. Sial, anaconda tiba-tiba bangkit dalam keadaan seperti ini.Batin Li Yun, mengurangi kecepatan motor nya.


Sedangkan Camelia, menikmati mengelus-elus bagian Perut Li Yun. Seakan-akan dirinya tak sadar,jika sikapnya sudah memancing reaksi anaconda.


Li Yun,menghela nafas lega karena sudah masuk gerbang mansion Allen. Mematikan mesin motornya, Camelia langsung turun.


"Li Yun,maka..."


"Sama-sama". Sahut Li Yun, memotong perkataannya.Langsung pergi meninggalkan Camelia yang diam saja,tanpa menoleh ke belakang.


Di balkon atas terlihat seseorang yang tengah mengawasi ke bawah,dimana Camelia di antar oleh seorang pria.

__ADS_1


"Astaga,dia benar-benar arogan sekali. Eee... Helmnya,aku lupa tadi. Hmmm...Nanti Leo,bisa bantu untuk mengembalikannya". Kata Camelia, mengangkat kedua bahunya.


Langkah kaki Camelia, tiba-tiba terhenti melihat sebuah mobil di sampingnya. "Mobil siapa ini? Perasaan aku pernah liat,tapi dimana yah? Jangan-jangan...".


Degggg...


lutut Camelia, langsung lemas dan melangkah gontai. Dadanya terasa sesak,apa benar Jhonny sudah datang dan tengah menunggu kedatangannya.


Deggg....


Benar sekali, seorang pria tengah berdiri tegak dan memasukkan tangannya di kedua kantong celana. Matanya menatap tajam ke Camelia,yang berlahan melangkah kakinya.


Sekuat tenaga Camelia, menahan air matanya jangan sampai jatuh. Matanya tertuju kepada seorang wanita cantik, rambutnya pendek sebatas bahu. Penampilan menarik, postur tubuh yang bagus, sepertinya bukan wanita kalangan biasa.


Mata Katrina, beralih ke arah Jhonny seorang pria yang di rindukan dan cintainya selama.


"Camelia,apa kabarmu. Maaf, tidak memberitahu kapan kedatangan ku. Apa tidak ingin memeluk pamanmu ini?". Jhonny, tersenyum dan sudah merentangkan kedua tangannya untuk menyambut pelukan Camelia.


Camelia, menarik napas dalam-dalam dan menoleh ke arah Jordan yang menggeleng pelan.


"Kabarku baik paman Jhonny,". Kata Camelia,malah bersalaman dan tidak memeluk tubuh Jhonny.


Jhonny, mempererat genggaman tangannya dan tidak ingin dilepaskan. Mereka berdua saling pandang, memberikan isyarat untuk melepaskan kerinduan selama ini. Mata Camelia, sudah berkaca-kaca sekuat tenaga jangan sampai air matanya tumpah.


Jhonny, menarik tangan Camelia dan jatuh ke dalam pelukannya. Air matanya tumpah sudah, memperkuat pelukannya juga.


Sandra, melihat mereka berdua saling menumpahkan rindu meneteskan air matanya.


wanita di samping Jhonny, terlihat tak menyukai pemandangan di hadapannya ini.Baginya tak wajar melihat paman dan keponakan, sangat intim dengan mesranya. Apa lagi Jhonny, beberapa mencium seluruh wajah sang Keponakannya.


Sandra, menyentuh tangan istri Jhonny dan membawanya duduk santai. "Mereka saling merindukan, Jhonny sangat dekat dengan Camelia menggantikan posisi ayahnya".

__ADS_1


Wanita itu, cuman mengangguk pelan dan masih melirik ke arah dua sejoli yang menumpahkan rasa rindu itu.


__ADS_2