SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Teka-teki


__ADS_3

Di tempat lain, Arsen menghadiri pemakaman Gladis. Dia dinyatakan meninggalkan dunia,karena keracunan makanan.


Padahal Jhonny, sengaja membunuh Gladis dan beberapa orang lainnya. Takut menjadi masalah di kemudian hari, bisa jadi lebih mencelakai keponakannya itu.


Yumna dan putri, mendekati Arsen yang termenung.


"Apa rencana kamu, Arsen? Sungguh mengerikan ancaman, Camelia". Kata putri, menepuk pundak Arsen.


"Keluarga ku hancur,karena pamannya Camelia. Aku sudah berusaha semaksimal mungkin, untuk membujuknya. Namun, Camelia bukan dia yang dulu". Arsen, mengusap wajahnya dengan kasar.


"Aku mencurigai,jika Camelia bukan dia. Tetapi,orang lain Arsen. Apa jangan-jangan, Camelia di culik?". Sahut Yumna, sontak membuat Arsen tercengang mendengarnya.


"Benar sekali, bagaimana kita menjelaskan kepada tuan Jhonny. Jika benar,dia bukan Keponakannya. Kita bisa mengembalikan keadaan ini, seperti semula. Camelia,yang palsu mendapatkan ganjaran yang setimpal". Timpal putri,yang geram dengan Camelia.


"Iya,kita harus menyelidiki Camelia. Mengintai gerak-geriknya,jangan sampai lengah". Arsen, langsung bersemangat membongkar jati diri Camelia.


"Tetapi,kita membutuhkan Ryan. Karena cuman dia, sangat dekat dengan keluarga Allen. Jika kakaknya sampai menikah, Ryan bisa keluar masuk dikediaman Allen. Sangat memudahkan untuk mencari bukti-bukti, tentang Camelia". Yumna, mengusulkan idenya.


Arsen, sempat tak menyukai ide Yumna. Namun,apa yang di katakannya memang benar sekali. "Kalian tau sendirilah,aku dan Ryan lagi perang".


"Iya,juga sih". Sahut putri, menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Tenang saja,kita akan membicarakan tentang ini kepada Ryan. Semoga saja,dia mau bekerjasama".


Yumna dan Arsen, mengangguk pelan. Semoga berhasil dengan rencana mereka, tidak sabar menunggu kehancuran Camelia.


Arsen, menatap kuburan Gladis. Sudah cukup lama menjalin hubungan dengannya, walaupun diam-diam tanpa sepengetahuan oleh siapapun.


****************


Baru beberapa menit saja, video yang di unggah Camelia. Dimana Jessica, meninggalkan kediaman Jemmy dalam keadaan tergesa-gesa dan ketakutan.

__ADS_1


Beberapa mobil polisi, langsung menangkap Jessica di kediaman Sean. Istrinya Jemmy, tersenyum sumringah karena dia aman dan tidak tertangkap.


Berita terkait penangkapan Jessica, seorang artis terkenal dan terpopuler. Semakin heboh,di siarkan secara langsung.


Para netizen berkomentar apapun, sangat pedas. Lalu,mencaci maki habis-habisan terhadap Jessica. Para fans-fans berat Jessica, kecewa dengan perbuatannya itu.


Lagi-lagi membuat kehebohan di sosial media, seseorang mengirim video panas dan foto-foto mesra antara Jessica dan Jemmy. Apakah ini, motif terbunuh Jemmy?Dimana Jessica, meminta untuk menikahi dirinya dan Jemmy menolak langsung.Karena Jemmy, mempunyai istri dan anaknya.


Jessica,yang mengamuk-ngamuk histeris karena reputasinya sudah hancur tak bersisa. Sang ibu,menangis meraung-raung melihat anaknya mendapatkan scandal dengan sutradara.


Rendy, yang sudah tak bisa berkata apa-apa lagi. Melihat keluarganya satu persatu,hancur sudah. Karena dia tidak memiliki kekuasaan apapun, tidak seperti mendiang istrinya dulu.


"Tidak!aku tidak membunuh,tuan Jemmy! Katrina, pelakunya! Dia membunuh Tuan Jemmy,bukan aku! Kak Rendy, percayalah kepadaku! Katrina,membalas dendam kepada kita. Hiks...Hiks...". Jessica, tersungkur ke bawah. Tangannya mencekram kuat,di jeruji besi.


"Dia akan menghabisi kita semua, termasuk keluarga paman Doni! Kalian berhati-hatilah, siap-siap di teror Katrina!". Teriak Jessica, tak mampu lagi berdiri.


Degggg..


Lagi-lagi Katrina, terkait penangkapan Jessica. Dengan perasaan dongkol, Rendy yang sudah tak sabar lagi. Segera memerintahkan seseorang, untuk membongkar makam Katrina.


Awak media sampai kebingungan,kenapa Katrina ikut-ikutan terkait dalam masalah ini? Sedangkan Katrina, sudah meninggal dunia.


Mendengar berita pembongkaran makam Katrina, sontak membuat keluarga Allen terkejut.


"Apa mereka bodoh! Katrina, sudah meninggal dan di kubur. Mana mungkin dia bangkit,lalu balas dendam. Lantas, untuk apa Katrina membalas dendam? Apa ada masalah yang di rahasiakan, oleh mereka. Jordan,apa kamu mengetahui sesuatu?". Tanya Sandra, syok mendengar berita di televisi.


"Tidak tau,mah. Clara,juga tidak tau masalah apa yang terjadi. Katrina,membalas dendam? Sangat membingungkan sekali, sedikit saja aku mengetahui sifat Katrina. Dia wanita manis, pintar dalam berbisnis. Bisa jadi, melihat perusahaan mendiang orangtuanya bangkrut. Lalu,dia bangkit untuk balas dendam!". Kata Jordan, dengan entengnya.


Membuat Camelia, cekikikan tertawa mendengarnya. "Astaga,lucu sekali ceritamu itu".

__ADS_1


Sandra, menggeleng kepalanya. "Ini tidak bisa di biarkan, Jordan. Siapa tau, orangtuanya Clara ikut-ikutan dalam masalah itu. Mamah,gak mau punya besan memiliki masalah suram. Selidiki kasus ini,jangan sampai terlambat. 3 hari lagi,kalian akan menikah"


"Katrina,yang melakukan balas dendam dan apa motifnya?" Gumam Jhonny, berpikir keras. Apa jangan-jangan, perselingkuhan Rendy dan Bella. Tapi,apa benar pelakunya Katrina. Hasil pemeriksaan kematian Katrina,memang benar dia. Kemungkinan besar,ada seseorang di balik ini semua. Namun, kenapa Camelia senyum-senyum sendiri? Apa jangan-jangan,ada terkaitnya dengan Camelia.Batinnya Jhonny, memandang lekat ke keponakannya itu.


Aaahh... Senang sekali aku, mendengar Jessica masuk kedalam penjara. pasti Sarah Sechan, berterimakasih kepada ku. Karena aku langsung bertindak tegas,siapa yang mengkambing hitamkan pelakunya?Hmmm... selanjutnya siapa lagi, jangan sampai Jordan dan Clara tidak jadi menikah atau di tunda-tunda. Sama saja, menunda balas dendam ku. Paman dan bibi,belum waktunya giliran kalian. Tetapi,aku tidak akan melepaskan kalian. Jadi, tunggulah permainan aku.Batin Katrina, senyum-senyum sendiri. Tidak mengetahui,jika Jhonny tengah memperhatikan dirinya.


****************


Camelia, merentangkan kedua tangannya. Akhir-akhir ini, badannya pegal-pegal karena membersihkan perpustakaan. Selalu mengumpat dalam hati, tentang Leo sang ketua OSIS.


Jhonny, masuk kedalam dan mendekati Keponakannya. Memberikan sebuah maps, langsung di ambil Camelia.


"Waw.... Terimakasih paman,kamu sudah mengabulkan permintaan ku". Kekehnya Camelia, sertifikat pemilik perusahaan Sean di tangannya.


"Katrina". Bisik Jhonny, di telinga Camelia.


Glekkkk...


Camelia,susah payah meneguk salivanya. Tidak mungkin, Jhonny mengetahui siapa aku? Dia cuman tes aku doang,gawat dia mulai mencurigai ku.Batinnya. "Ma-maksdunya apa paman?". Tanya Camelia, berusaha tenang.


"Katrina, maksudku adalah perusahaan sean milik mendiang orangtuanya Katrina. Kau yakin sekali, ingin meratakan perusahaan ini? Takutnya arwah penasaran Katrina, bangkit dan meneror mu". Kata Jhonny, tersenyum smrik.


"Walahhh...Mana mungkin paman, bukankah dia sudah di kubur". Bisik Camelia, tersenyum manis.


"Yah...Siapa tau aja, jasadnya memang sudah di kubur. Tetapi, jiwanya kemana-mana". kata Jhonny, seakan-akan dia menyindir Camelia.


Camelia,mengulum senyumnya dan tangannya meremas maps di tangan. "Aku tidak paham sama sekali,apa yang di katakan paman". Alibinya, bergelut manja.


"Lupakanlah, beberapa hari lagi. Pernikahan Jordan,aku harap kamu tidak melakukan apapun". Jhonny, mencubit pipi keponakannya dan berlalu pergi dari kamar Camelia.

__ADS_1


Bagi Camelia, perkataan Jhonny sebagai peringatan untuknya. "Tidak mungkin, Jhonny sudah mengetahui siapa aku? Kata-katanya seperti peringatan untuk ku, benar sekali. Setidaknya aku cari aman,karena keadaan Sekarang berbahaya untuk menjalankan aksiku". Gumamnya pelan.


__ADS_2