SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Kau Mencintaiku?


__ADS_3

Camelia,mencari sesuatu tentang kebohongan di sana. Dia tersenyum sumringah,karena tidak mendapatkan kecurigaan apapun. "Aku tidak mempercayai mu, bukankah kita tidak saling percaya. JJ,apa kamu mempercayai ku?" Tanya Camelia, tersenyum manis.


"Aku sangat mencintaimu,sayang. Kalau masalah kepercayaan, tentu saja aku mempercayai mu. Jika suatu saat nanti,kau mengkhianati ku sudah sewajarnya resiko namanya". Jawab JJ Abrams,mencolek dagu Camelia.


"Ck,kau lucu sekali JJ". Camelia, mengulum senyumnya dan tak bisa di pungkiri bahwa dia tengah senang.


"Kau mencintaiku, Camelia?" Tanya JJ Abrams, memeluk erat tubuhnya.


"Sudah pasti, tidak". Jawabnya Camelia, menggeleng kepalanya.


"Kau berbohong!".


"Aku serius JJ,mana mungkin jatuh cinta dengan umurnya jauh berbeda dengan ku".


"Kau berbohong sayang,kau sangat mencintaiku" JJ Abrams, gemes terhadap Camelia dan menggelitik pinggangnya.


"Hahahaha...Tidak,aku tidak mencintaimu! JJ, gelisah hahahaha... Hentikan, JJ! Hahahaha... Stop! Stop! Yah... Hahahaha...Aku mencintai mu, terimakasih kau sudah Mencintai ku".


Camelia, mengakui tentang perasaannya dan mencium kening sang kekasih. Jangan di tanyakan lagi, bagaimana ekspresi wajah JJ Abrams? Dia begitu sangat bahagia, akhirnya mendengar ungkapan perasaan Camelia yang di tunggu sekian lama


"JJ,ayo ganti perban mu ini. Vika, terlalu berlebih-lebihan dalam urusan ini. Sepertinya dia dendam kepada mu,ada masalah kah?" Tanya Camelia,mulai melepaskan perban di tubuh JJ Abrams.


"Mungkin,karena aku selalu mengancamnya. Kau tau, Vika dan Jecky mereka sepasang kekasih. tapi,menjalin hubungan secara bersembunyi dari bu Minah". Jawab JJ Abrams, tersenyum kecil.


"Ee... Memangnya kenapa, mereka tidak terus terang saja. Yah... Siapa tau, Jecky dan Vika secepatnya menikah". Kata Camelia, menoleh ke arah JJ Abrams yang sodor-sodor ingin menciumnya.


"Mereka takut dengan amarahnya bu Minah, belum liat yah bagaimana amukan beliau? Hahahaha...Seram dah, peralatan dapur bakalan melayang keluar". Kekehnya JJ Abrams, sesekali mencium dan mengigit leher kekasihnya.


"Benarkah, pasti sangat ramai sekali untuk di tonton nantinya. Aku tidak sabar melihat aksi Jecky dan Vika, untuk meluluhkan hati bu Minah". Camelia, mendorong kening JJ Abrams terus saja mengganggunya.


Camelia, pamit keluar mencari peralatan medis kotak P3K tidak tau dimana letak oleh Vika.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian,dia kembali dan menemui JJ Abrams yang tersenyum manis. Seluruh tubuhnya terdapat luka-luka, sudah mulai membaik.


Tangannya yang lentik mengobati JJ Abrams, dengan sepenuh hatinya. Sang empunya, senyum-senyum sendiri dan tidak merasakan sakit sedikitpun.


"Hmmmm... Lihatlah,kau tidak seperti mumi paling bersejarah di zaman kuno. Terlihat enak di lihat,kau juga tak susah untuk bergerak". Kata Camelia,duduk di samping JJ Abrams.


"Terimakasih,aku merasa nyaman saat ini. Apa lagi,ada kamu di sini menemani ku sayang". JJ Abrams, menarik tangan Camelia dan mencium ke-dua pipinya.


Cukup lama Camelia, dikediaman JJ Abrams sampai malam hari. Barulah di pamit pulang ke mansion, beberapa hari ini bakalan sibuk dengan berkas-berkas perusahaan nanti. Dia juga menceritakan tentang dua sahabatnya, berkhianat dan memilih meninggalkannya.


Sepanjang perjalanan pulang, Camelia memikirkan sesuatu untuk memberikan pelajaran kepada Cika dan Rika. Agar mereka berdua secepatnya sadar,mana yang baik dan buruk.


***************


Besok harinya, Camelia sengaja tidak masuk ke dalam kelas dulu. Dia melihat para pemenang tersenyum merekah,atas keberhasilan misi mereka sudah menghancurkan persahabatan.


Benar sekali, Cika dan Rika masing-masing berboncengan dengan kekasihnya. Terutama Leo dan Kiki, tersenyum mengejek ke arah Camelia ketika lewat di depan.


Tak berselang lama, Cika dan Rika mendekati Camelia. Terlihat jelas dari raut wajah mereka berdua,nampak bersalah atau tidak nyaman dengan tatapan tajam dari Camelia.


"Camelia,aku dan Rika minta maaf kepada mu". Kata Cika,membuka suaranya dan melihat Camelia tengah memainkan kuku-kukunya.


"Oh,cuman itu?". Tanya Camelia, memandang mereka silih berganti.


"Tidak,hari ini kami sudah ganti jurusan dan". Sahut Rika, tersenyum kecil.


"Bagus.Lebih cepat lebih baik,bukan?". Delik mata Camelia, membuat Cika dan Rika sedikit takut.


"Kami permisi dulu,cuman itu yang kami sampaikan". Cika,menarik lengan Rika untuk menjauh dari Camelia.


"Tanpa kalian beritahu,aku sudah tahu kok. Sebab,kalau kalian tidak ada dikelas satu jurusan dengan ku. Sudah pasti bukan,kalian pindah ikut dengan kekasih mu. kalian kira aku bodoh,ck. Bilang saja,mau pamer sama aku". Camelia, terkekeh geli jadinya.

__ADS_1


Rika, ingin sekali marah kepada Camelia dan langsung di tahan Cika agar tetap pergi saja.


"Kau lihat Cika,dia begitu angkuh dan mengatai kita pamer segala. Padahal yah,kita niatnya baik loh". Rika, menghentakkan kakinya.


"Kau tidak paham, Rika. Apa yang di maksudnya tadi,dia kecewa dengan kita yang sudah mengkhianati dan memilih menjauh". Cika, berusaha membantu Rika mencerna perkataan Camelia.


Deg


Rika, menoleh ke arah kebelakang memandang Camelia yang menyeka air matanya. Dia tertunduk sedih,di sudut hatinya merasa sesuatu yang berharga telah lenyap.


*********************


Beberapa hari sudah, sepulang dari kampus langsung pergi ke kantor. Belajar mengurus perusahaan yang di dampingi oleh,Jordi Alba.


Jordi Alba, terkejut dengan sosok Camelia sangat cepat memahami berkas-berkas perusahaan. Dia berdecak kesal karena gagal mengelabuinya, rencananya gagal total.


kau ingin membodohi ku dengan rencana licik mu, Jordi Alba. Jangan harapkan yah,aku masuk dalam perangkap mu. Akan tetapi,kau sendiri yang terjebak dan berisap-siap mendapatkan karmanya.Batin Camelia, dia juga mendapatkan informasi dari JJ Abrams.


Cika dan Rika, seringkali memperhatikan gerak-gerik Camelia di kampus yang sibuk sendirinya dengan laptop. Kemana-mana Camelia,membawa laptop menjadi perhatian orang-orang sekitar.


"Sepertinya Camelia, tidak mengurus atas kehilangan kita. Buktinya Camelia, nampak biasa dan sibuk dengan laptopnya. Apa yang di kerjakan di laptop itu, sangat serius sekali" kata Cika, kebetulan mereka di kantin dan bergabung dengan lainnya.


"Aku tak sengaja melihat Camelia,masuk kedalam perusahaan Allen terbesar di kota ini. Mungkin saja,dia tengah belajar mengurus perusahaan. Toh,dia pewaris tunggal dari keluarga Allen dan Malik". Sahut Key, temannya Kaizam dan Leo.


Entah kenapa, Cika dan Rika saling menoleh dan ada rasa menyesali perbuatannya itu.


"Lihatlah, Camelia malah sibuk dengan urusannya tanpa membujuk kalian kembali seperti dulu". Kiki, mencibir bibirnya.


"Sayangku,kalian sudah memilih keputusan yang tepat. Coba saja, kalian memilih Camelia pasti di cueki dengan urusan perusahaannya". Kaizam, merangkul pundak Rika,yang terdiam membisu.


Mereka belum tentu,akan selalu di atas dan tertawa terbahak-bahak melihat Camelia sendirian. Di waktu mendatang nanti, mereka akan mendapatkan tugas sebagai anak magang di letakan beberapa perusahaan.Mereka tidak memikirkan masa depan,akan membahayakan diri sendiri. Di situlah Camelia, membalikkan keadaan dan tertawa lepas.

__ADS_1


__ADS_2