SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Mengamuk-ngamuk


__ADS_3

"Aaarghhh... Tidak! Aku tidak melakukan kesalahan, bagaimana bisa bermain dengan Helen bersama dengan Mr.Down?". Albino, mengacak-acak rambutnya dengan kasar. Dia benar-benar di permalukan secara umum, beritanya tersebar kemana-mana sudah.


"Tuan,kami tidak bisa menghentikan berita ini. Beritanya sudah tersebar luas, bahkan dimana-mana".


"Pokoknya kalian harus menghentikan berita itu,aku yakin sekali yang masuk adalah Camelia. Lalu,kenapa Helen dan Mr. Down ada? Sialan!aku bahkan tidak sadar apa yang terjadi". Gerutu Albino, reputasinya benar-benar hancur dalam sekejap mata. "Dasar keparat! Aku tidak melepaskan orang yang sudah berani menjebak ku,aku tidak terima!".


Anak buahnya cuman diam dan menundukkan kepalanya. Tak berani berkata apapun, sebelum sang bos bertanya.


"Katakan kepadaku sejujurnya, apakah kalian mendapatkan bukti atau hal mencurigakan di kamar itu?". Tanya Albino,raut wajahnya menahan amarah besar. "Pasti ada jejak sang pelaku, iyakan?". Bentaknya keras, Membuat anak buahnya melonjak terkejut.


Glek!


Mereka saling pandang satu sama lain, masing-masing merasa ketakutan untuk menjawab pertanyaan sang bos.


"Maaf,bos. Kami tidak menemukan apapun, bahkan anak buahnya Mr.Down juga tidak ada menemukan sesuatu yang janggal". Jawab sang sekertaris pribadinya.


"Kami sudah melakukan yang terbaik bos, pelakunya sungguh hebat sekali. Bahkan tidak ada jejak sang pelaku". Sahut yang lainnya juga, untuk menyakinkan sang bos.


Albino, mengepalkan kedua tangannya dan menghambur apapun yang di sekitarnya. "Aku menginginkan Camelia,kenapa Helen? Aaarghhh...Aku yakin sekali, Helen pelakunya. Bawa Helen kepadaku,akan tau berhadapan dengan siapa?". Teriak Albino, memerintahkan anak buahnya.


"Tuan, nona Helen di awasi beberapa anggota militer di rumahnya. Anda tidak lupa kan,jika Helen memiliki kakak anggota militer dan menyelidiki kasus ini". Jawab sang sekertaris pribadinya.


Amarahnya semakin memuncak mendengar ucapan sang sekertaris, sudah pasti menahan rasa malu jika keluar dari kediamannya.


"Sialan, aku harus bekerjasama dengan Down dan mencari tau kebenarannya. Ayo, kita pergi kediamannya Mr.Down". Perintah Albino, langsung di angguki anak buahnya.


********************

__ADS_1


Sedangkan Down, mengamuk-ngamuk di kediamannya sendiri. Menghajar anak buahnya yang tidak becus menjaga dirinya,kini mendapatkan skandal dengan Helen seorang artis papan atas.


"Kenapa Helen? Kenapa, tidak, Camelia! Aku tidak salah lihat,jika Camelia yang masuk kedalam kamar itu. Mana mungkin salah orang!". Teriak Down, mengusap wajahnya dengan kasar.


"Mr.Down cctv menyatakan tidak ada Camelia masuk kedalam kamar 303. Pertama anda masuk, di susul oleh Albino dan Helen. Bukti-bukti sudah terkumpul di kantor polisi, mereka langsung menyelidiki kasus ini. Sedangkan nona Helen, memiliki seorang kakak anggota militer. Dia langsung turun tangan menangani masalah ini,anda harus berhati-hati". Salah satu anak buahnya menasehati Down.


"Ck,mana mungkin Camelia menjebak ku di kamar hotel itu. Bagaimana bisa,dia melakukannya dengan semudah itu?". Teriak Down,nampak frustasi karena memikirkan masalahnya.


"Kami melihat cctv di hotel, nona Camelia tidak masuk kedalam kamar 303 melainkan masuk kedalam toilet dalam hitungan beberapa menit. Nona Camelia, keluar dari toilet dan berbaur dengan rekan bisnis lainnya. Tidak ada bukti menyalahkan nona Camelia, tidak ada bukti dan cctv menyatakan kebenarannya. Kami meminta keterangan dari nona Camelia,mengapa di ke toilet? Nona menjawab membersihkan gaunnya, akibat tertumpah minuman oleh nona Helen". Anak buahnya Down, menjelaskan semuanya.


Down, tercengang mendengar perkataan anak buahnya. "Tidak mungkin,aku salah orang! Penglihatan ku masih normal, tidak akan pernah salah!". Teriaknya sekeras mungkin.


"Mr.Down apa jangan-jangan nona Helen menjebak dan merencanakan semuanya?"


"Tidak. Helen, seseorang untuk menjadi umpan penjebakan. Pasti ada seseorang di balik ini semua, sedangkan kami sama-sama tidak sadarkan diri". Bantah Down, mengingat kejadian sebelum terjadi.


"Mr.Down ini adalah masalah besar jika kakak nona Helen menyelidiki kasus ini semakin dalam. Apa yang harus kita lakukan,Mr?".


"Kita harus mendapatkan dukungan dari JJ Abrams, cuman dia yang bisa menolong kita". Ucap Mr.Down karena kedudukan JJ Abrams tinggi.


Down, menghempaskan tubuhnya di sofa sambil memikirkan rencana selanjutnya.


********************


JJ Abrams, berdiri tegak lurus menyambut kedatangan istrinya itu. Matanya menatap tajam, seakan-akan ingin menerkam mangsanya. Sebagai seorang suami sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya,yang jauh dari pandangannya.


Camelia, tersenyum manis dan melewati suaminya itu. Dia segera masuk kedalam kamar,lalu di ikuti oleh suaminya.

__ADS_1


"Apa yang terjadi di sana?". JJ Abrams, mencekram kuat lengan istrinya dan mempererat pelukannya.


"Aku tidak melakukan apapun, percayalah kepadaku". Jawab Camelia, berusaha untuk santai saja.


"Mr.Down mengatakan bahwa kamu masuk kedalam kamar 303 dan merayunya. Ingatlah Camelia,jaga batasan mu ini dan jangan membuat masalah. Aku tidak mau kenapa-kenapa,ini adalah terakhir kalinya pergi tanpa aku". Ucap JJ Abrams, penuh penekanan pada katanya.


"Terus,kamu mempercayai ucapan Downy rentengan itu? Ayolah, cctv mengatakan bahwa aku tidak pernah masuk kedalam kamar itu. Apa belum puas yang kamu lihat, ayolah". Camelia, menepis tangan suaminya dan menjaga jarak.


"Yah...Kali ini,kamu bisa mengelaknya Camelia. Aku tidak jamin suatu hari nanti, pasti akan terbongkar semuanya. Tidak selamanya berjalan dengan mulus, pasti ada yang gagal". JJ Abrams, berusaha menahan tangan istrinya itu.


"Lepaskan! Aku ingin berganti pakaian, silahkan percaya dengan orang lain di bandingkan istrimu!". Tegas Camelia, menghempas tangan suaminya.


JJ Abrams,duduk di tepi ranjang dan menatap kepergian Camelia masuk kedalam ruang ganti. "Sayang,aku tidak mempercayai ucapan Mr.Down aku sebagai suamimu sangat mengkhawatirkan keadaan mu".


Ceklekk...


Camelia, sudah berganti pakaiannya. Raut wajahnya terlihat masam, tidak menghiraukan sang suami.


JJ Abrams,sigap menahan tubuh istrinya dan memeluk erat. "Maafkan aku sayang,aku begitu mencintaimu dan takut kenapa-kenapa. Jawab pertanyaan ku, apakah benar Down menyentuh mu dan merayu mu melebihi batas?". Tanya JJ Abrams, menangkup wajah istrinya.


"Tidak,dia cuman memuji seperti biasa". Jawab Camelia, tersenyum manis. "Tidak perlu mengkhawatirkan keadaan ku, sayang. Aku bisa jaga diri kok,kamu tenang saja".


JJ Abrams, menghembuskan nafas beratnya. "Tenang darimana sayang,ada surat panggilan untukmu. kemungkinan kalian akan di panggil,lalu di satukan demi mengumpulkan bukti-bukti kuat. Helen, memiliki kakak anggota militer dan langsung turun tangan menangani kasus ini".


Camelia, memberi kecupan manis di bibir suaminya untuk menenangkan pikiran JJ Abrams. "Sayangku, cintaku, suamiku, semuanya baik-baik saja. percayalah dengan istri mu ini,oke".


JJ Abrams, mengelus lembut pipi istrinya. "Sudah pasti sayang,aku selalu mempercayai ucapan mu ini. Kau adalah belahan jiwaku,aku tidak akan membiarkan mu dalam masalah besar".

__ADS_1


JJ Abrams, aku bisa melakukan apapun. Jangan khawatir dengan masalah ini,karena aku sudah merencanakan sejak awal.Batin Camelia.


__ADS_2