SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Direstui


__ADS_3

 Bu Minah, menatap tajam ke arah dua sejoli yang tengah dimabuk cinta. "Jecky,kenapa tidak bilang memiliki hubungan dengan anak ibu?".


Jecky,mengusap buliran keringat membasahi keningnya. "Takut bu". Jawabnya pelan,tak berani menatap wajah bu Minah.


"Takut. Memangnya kamu takut apa, Jecky? Sama ibu,kamu takut mengatakan sejujurnya. Lalu, dimana ketakutan melawan musuh biasanya?". Bentak bu Minah,melirik ke arah yang lainnya cuman diam menyaksikan langsung.


"Bukannya takut apa-apa,bu. Cuman takut tidak direstui hubungan kami" kata Jecky, menunduk kepalanya.


"Apa! Jecky,apa alasannya ibu tidak menyetujui hubungan kalian? Ibu, sudah tau siapa kamu? Malah ibu, senang jika kamu menjadi suami Vika". Bu Minah, menyentuh tangan Jecky.


Jecky dan Vika, tersenyum mendengar ucapan bu Minah mendapatkan lampu hijau.


"Be-benaran bu? Merestui hubungan kami, benarkan bu?". Jecky, langsung menggenggam erat jemari bu Minah.


Bu Mina, mengangguk pelan dan memeluk erat Vika dan Jecky.


JJ Abrams dan Camelia, saling berpelukan dengan mesra. Akhirnya hubungan mereka di ketahui oleh bu Minah.


"Sekarang kalian harus menikah, bagaimana Jecky?". Tanya bu Minah, dengan sorotan mata tajam.


"Menikah!". Pekik mereka berdua, terkejut mendengarnya.


"Iya,kalau tidak menikah dengan waktu dekat ini. Maka ibu,akan meminta bantuan kepada Tuan JJ Abrams untuk memisahkan kalian berdua. Maksud ibu, meminta Tuan JJ Abrams memberikan tugas ke daerah lain. Mana mungkin juga,ibu membiarkan kalian bebas bermesraan tanpa ikatan pernikahan". Ancam bu Minah, langsung di angguki JJ Abrams


Glek!


Vika, tersenyum malu-malu melirik wajah Jecky.


"Baik, aku akan segera menikahi Vika". Jawab Jecky, menggenggam erat jemari tangan kekasihnya itu.


Prok!


Prok!


Prok!


Prok!

__ADS_1


Yang lainnya bersorak-sorai gembira mendengar jawaban Jecky,tak sabar menunggu momen pernikahan mereka berdua.


"Terimakasih bu". Vika, memeluk erat tubuh ibunya karena terharu sekali.


Begitu juga dengan bu Minah, terharu dengan anaknya akan menikah. Apa lagi, calon suaminya yang sudah lama d kenalihya.


"Satu ibu minta kepadamu,nak. Tolonglah, bahagiakan Vika karena dia tumbuh kekurangan kasih sayang dari ayahnya. Sejak lahir baru berusia beberapa bulan, ayahnya Vika mengalami kecelakaan dan meninggal. Ibu,senang jika kamu menjadi suaminya Vika. Hatiku merasa lega, tenang,jika Vika bersamamu". Bu Minah, menyentuh wajah Jecky.


"Terimakasih,aku akan selalu membahagiakan Vika. Jangan khawatirkan soal itu,bu". Jecky, tersenyum sumringah dan menoleh ke arah Vika tersenyum manis.


JJ Abrams, mendekati mereka yang tengah terharu. "Jecky,aku pegang ucapan mu itu. Vika, sudah aku anggap sebagai adikku sendiri. Jangan sampai mengecewakan perasaan bu Minah,aku dan beliau tidak akan memaafkan diri mu".


"Hmmmm...Awas saja sampai Vika, mengeluarkan air mata kesedihan. Kau siap-siap berhadapan dengan ku,ingat itu". Ancam Camelia, menunjukkan jarinya tepat di depan Jecky.


"Iya, Tuan dan nona. Aku berjanji untuk membahagiakan, Vika". Jawab Jecky, mengangguk pelan.


"Ya sudah,bubar sekarang juga. Hari masih malam, waktunya pada tidur". Perintah JJ Abrams, menarik tangan istrinya mengajak ke dalam kamar.


Sesampai di dalam kamar, JJ Abrams melepaskan pakaiannya dan memeluk erat tubuh istrinya dari belakang.


"JJ,apa yang kau lakukan?". Tanya Camelia, merasakan sentuhan lembut dari suaminya. "Uughhh...Kau ini".


"Aah... Hhmmmmpptt...Ouh...". Camelia,merem melek menikmati ciuman JJ Abrams di setiap lekukan tubuhnya. Satu persatu pakaian yang melekat pada tubuhnya,di lepas sang suami dan melemparnya ke sembarangan arah.


"Mende-sah lah sayangku, cintaku, suaramu sangat indah". Ucap JJ Abrams,mulai menciumi leher dan turun ke dua gund-ukan istrinya.


"Ouh...Ouh... JJ,hmmm....Jangan terlalu kenceng mengigitnya..hmmmm..Iya, seperti itu". Racau Camelia, matanya melirik ke arah suaminya tengah menyusu seperti bayi.


Setelah puas bermain-main di dua gund-ukan, JJ Abrams menciumi perut istrinya. Lalu,membuka lebar paha Camelia.


Terpampang jelas di bawah sana, berwarna merah dan ada muncul sebesar kacang.


"Aahh... hmmmpptt...Aahh..!". Camelia, menggeliat seperti cacing kepanasan ketika JJ Abrams bermain lidahnya di bawah sana.


Sruupp...Sruupp...


JJ Abrams,menyedot kuat sampai keluar suara . Camelia, terus-terusan mende-sah bahkan menjambak rambut suaminya dan menghimpit kepala dengan kedua pahanya.

__ADS_1


"Oouuhhhhh....!". Erangan panjang keluar dari mulut, Camelia.


Nafasnya tersengal-sengal tubuhnya bergetar hebat, keringat membasahi tubuhnya itu.


JJ Abrams, tersenyum sumringah memandang wajah cantik istrinya.


"JJ, jangan sekarang dulu. Aku masih lemas loh,aah... Ssshhhhttt... Dasar naka sekali,hmmm...Terus-terus sayang, lebih cepat". Racau Camelia,ketika suaminya memainkan dua jari masuk dan keluar di bawah sana.


Camelia, mendongakkan kepalanya sebentar lagi mendapatkan pelepasan keduanya.


"Aaaaaahhhh..... Oouuhhhhh.... JJ!". Pekik Camelia, memejamkan matanya menikmati sensasi kenik-matan.


"Ha...Ha..Ha..Ha.. Berikan aku jeda,sayang". Lirih Camelia, pelan memohon meminta waktu sebentar.


"Baiklah,akan aku tunggu sayang". Bisik JJ Abrams, mengangkat tubuh istrinya ke atas ranjang.


Jemari lentik Camelia, menelusuri dada bidang suaminya sampai menyentuh aset pribadi sang suami.


"Uughhh..". Lirih JJ Abrams, ketika tangan istrinya mulai aktif.


Camelia, tersenyum smrik dan memajukan wajahnya ke aset pribadi sang suami.


"Ssshhhhttt... kau nakal sekali sayang, mulutmu sangat hangat". Ucap JJ Abrams, menatap istrinya tengah memberikan service full.


JJ Abrams,terus mendesis nikmat dan memegang kepala istrinya. "Ohhh...Cukup sayang, takutnya kamu kelelahan". Mengusap bibir istrinya dan menyambarnya langsung.


"Hhhmmmpptt... Hhhmmmpptt...". Camelia,mencekram kuat lengan suaminya ketika dua jari tengah mengobrak-abrik di bawah sana.


Malam semakin larut,jarum jam menunjukkan pukul 12. Dua pasutri masih memberikan kehangatan satu sama lain,suara desa-han menggema seisi kamar dan untungnya kedap suara.


Gemericik air shower, JJ Abrams membiarkan tubuhnya di guyur air. Beberapa menit yang lalu, menyelesaikan permainannya. Ingat menambah lagi,tapi kasian sang istri sudah tepar tak berdaya.


Handuk melilit di pinggangnya, keluar dari kamar dan menatap sang istri yang terlelap dalam tidur. Dia mengambil air kaleng di dalam pendingin,lalu meminumnya sampai habis.


JJ Abrams,menatap layar ponselnya. Bergegas mengenakan pakaiannya,lalu keluar dari kamar pelan-pelan jangan sampai ketahuan oleh istrinya.


"Lihatlah, beberapa cctv jalanan ini. Mobil nona Camelia,mengarah ke villa dimana Carlen dan Zara di temukan. Cctv di villa, bahkan jejak bukti hilang tanpa bekas sedikitpun. Kami menyelidiki ban mobil di tempat kejadian, sangat cocok dengan ban mobil di nona. Cuman itu,yang bisa kami dapatkan". Salah satu anak buahnya, menjelaskan tentang penyelidikan tersebut.

__ADS_1


JJ Abrams, manggut-manggut mendengar penjelasannya. Teringat dengan Carlen, mengedipkan matanya ketika melihat foto istrinya di ponsel Ardan.


Sedangkan di sudut ruangan lainnya, Camelia diam-diam menguping pembicaraan mereka. "Sialan,aku lupa jejak ban mobil". Menepuk keningnya beberapa kali. Segera mungkin masuk kedalam kamar,jangan sampai ketahuan suaminya.


__ADS_2