
[Temui aku di kamar 303] Albino.
Camelia, menyunggingkan senyumnya membaca kertas yang diberikan oleh Albino.Lalu, memikirkan sesuatu untuk menyusun rencananya lagi.
Albino, mengedipkan matanya nakalnya ke arah Camelia yang bergidik geli.
Idihhh...Duda genit,mesum, amit-amit deh. Batinnya."Aku harus bergerak cepat sebelum terlambat". Gumamnya Camelia, segera masuk kedalam lift dan di susul oleh Down.
Kemana Camelia pergi, haruskah aku mengikutinya? Sepertinya pas ini, untuk mendekati Camelia tanpa seseorang yang mengganggu kemesraan kami.Batin Down, hatinya terasa berbunga-bunga dan tidak sabar memeluk tubuh wanita yang di idam-idamkan nya.
Dari jarak jauh Albino tersenyum kecil,dia berniat untuk mengikutinya juga. Akan tetapi, Helen sedari tadi tak mengalihkan pandangannya. "Baguslah, Camelia mulai beraksi apa yang aku lakukan. Mana mungkin ada yang menolak ajakan ku ini,ayo kita bersenang-senang nona Camelia". Gumam Albino,mengusap bibirnya dengan jari tangan.
Helen, ikut-ikutan menyusul Albino suatu keberuntungan jika memilikinya. "Kemana Tuan Albino? Aku harus mengikutinya kemana pergi,siapa tau ada keberuntungan untukku". Ucap Helen, melihat sekitar siapa tau ada yang curiga kepadanya.
Camelia, tersenyum manis dan memberikan kode kepada Down mengikuti langkah kakinya kemana. Tiba waktunya Camelia, bertemu dengan Bunga dan memberikan satu lilin. "Akhirnya, Downy rentengan masuk kedalam perangkap nyamuk ku. Rasakan Mr.Down sudah berani mengancam ku dan membahayakan nyawa anak-anak ku".
Camelia, segera masuk kedalam kamar dan tidak menguncinya dari dalam. Dia sengaja mematikan seluruh lampu,bercahaya satu lilin saja.
"Nona manisku, apakah ini kejutan untukku?". Down,tak sabar menerkam Camelia yang sudah di atas ranjang. "Malam ini,kita habiskan waktu berdua dengan mesra dan panas".
Camelia, berpose sangat menggoda kaum pria manapun. "Downy rentengan,ini adalah kejutan spesial untuk mu. Ayo,ke sini". Memberikan kode,agar Down semakin mendekatinya. "Aku menanti adegan panas itu,jangan buru-buru dong". Kedip mata manja,Camelia.
Susah payah Down, meneguk salivanya menatap lekukan tubuh Camelia yang begitu menggoda masih berbalut gaunnya. "Nona,kau membuatku tidak sabaran mencicipi tubuh mu itu. Aaarghhh...Kau benar-benar membuat ku frustasi sayang". Down, mulai merangkak naik ke atas ranjang sedikit demi sedikit mendekati Camelia.
Akan tetapi, Camelia malah cekikikan tertawa dan menghindarinya. Dia segera mendekati satu lilin di meja, menunggu waktu pas untuk mematikannya.
Down, semakin gemes terhadap Camelia yang suka main-main dengannya. "Aaarghhh...Kau benar-benar menguji kesabaran ku sayang". Raut wajah Down, sudah berubah memerah manahan hasratnya itu.
Albino,masuk kedalam kamar 303 dan tak sabar menikmati keindahan tubuh Camelia. "Sayangku Camelia,aku masuk kedalam. Kau benar-benar menarik sayangku,main gelap-gelapan dan aku sangat menyukainya". Ucap Albino, mencari-cari keberadaan Camelia.
Kebetulan sekali, Helen juga ikutan masuk kedalam dan satu kamar ada 4 orang dalam keadaan gelap. "Baguslah, pintunya tidak terkunci dan aku leluasa menguasai Tuan Albino". Senyum smrik, Helen.
__ADS_1
Huu....
Camelia, mematikan lampu lilin tersebut dan asapnya tersebar kemana-mana. Lilin tersebut sudah di campur aroma terapi obat perangsang,ini adalah jebakan mereka bertiga.
Hap....
Albino,tak sengaja menangkap tangan Helen sebelah kiri dan Down menahan tangan kanan Helen juga.
Mereka bertiga sudah terbuai karena aroma terapi obat perangsang, sekujur tubuh masing-masing semakin panas dan haus oleh sentuhan.
Lenguhan kecil keluar dari mulut Helen,di kuasai oleh dua pria sekaligus. Sama-sama tidak sadar,namun sama-sama menikmati sentuhannya.
Camelia, tersenyum sumringah karena sudah keluar dari kamar 303 dan kunci kamarnya di letakan di bawah lantai. "Baiklah, kita tunggu acara selanjutnya". Kata Camelia, melenggang pergi meninggalkan kamar tersebut.
Sedangkan di dalam kamar tersebut, kesadaran mulai tak waras. Meraba-raba kemana-mana, tiba waktunya Down dan Albino. Menyentuh tubuh Helen, yang sudah polos tanpa sehelai benang pun. Suara laknat menggema di kamar tersebut,dalam keadaan gelap-gelapan.
Tanpa ba-bi-bu lagi, permainan panas langsung di mulai. Helen, kewalahan menghadapi dua pria yang begitu ganas menerkam tubuhnya itu.
Rose, mencari-cari keberadaan anaknya Helen. Sedari tadi tidak menemukan anaknya,ada rasa cemas takut melakukan kesalahan dan merusak reputasi di dunia hiburan.
******************
Jam dinding terus berjalan,tiba waktunya
Anak buahnya Down,sibuk mencari bos besar mereka kemana-mana. Sehingga satu persatu kamar di buka, itupun menjadi pusat perhatian orang-orang lain.
Camelia,tak sabar menunggu momen yang begitu menarik. "Ayolah, tinggal satu kamar lagi". Gumamnya pelan.
Ceklekk...
Pintu kamar 303 terbukalah dalam keadaan gelap gulita,anak buahnya Down segera menghidupi seluruh lampu dikamar tersebut.
__ADS_1
"Aaaaaaaaaa....!". Teriak seseorang, melihat adegan mereka bertiga begitu panas. Bagaimana mungkin, Down dan Albino menggempur tubuh Helen atas bawah.
"Helen! Apa yang kau lakukan? Helen!". Teriak Rose, segera menarik tangan anaknya yang lagi mende-sah.
"Aahh... Lepaskan aku! Aku ingin lebih,aah...!". Helen, menepis tangan ibunya dan tak ingin melepas diri terhadap dua pria yang melayaninya itu.
Anak buahnya Down dan Albino, masing-masing memisahkan dan mengenakan pakaiannya. Berusaha menyadarkan sang bos, langsung membawa keluar dari kamar. Orang-orang sekitar semakin heboh,apa yang dilihat mereka secara langsung.
Keadaan semakin ricuh tak karuan, para wartawan meliput secara langsung. Ini adalah berita terpanas, seorang artis papan atas bermain dengan dua pria sekaligus. Apa lagi,dua pria yang terpengaruh di kota ini.
Camelia, menyunggingkan senyumnya karena menang mempermalukan mereka bertiga. "Jangan main-main denganku,jika tidak mau seperti ini".
Plak
Plak
Rose, menampar wajah anaknya agar sadar tidak merintih untuk melanjutkan permainannya. Sedangkan Albino dan Down sudah di amankan oleh anak buahnya masing-masing.
Helen, tersungkur di lantai dan memegang pipinya terasa perih. "Aaaaaaaa...!". Helen, berteriak keras ketika dirinya polos tanpa sehelai benang pun.
Ross, kewalahan menghadapi para wartawan terus-menerus meliputi anaknya itu. "Pergi! Kalian pergi!". Mengusir para wartawan tersebut.
Acara penting tersebut,mencari ricuh tak karuan lagi. Wartawan masih meliputi Down dan Albino yang keluar dari hotel tersebut.
Keadaan mereka masih belum dasar diri, terus-terusan meracau menyebut nama Camelia.
Sedangkan Camelia, duduk santai di dalam mobil dan menikmati satu kue di tangannya. "Kasian sekali, ingin mendapatkan diriku tapi mendapatkan karmanya".
"Nona Camelia, setelah ini akan menjadi peperangan antara mereka. Pasti Tuan JJ Abrams, ikut-ikutan. Nona,Mr. Down pasti menemui Tuan JJ Abrams untuk mempertanggung jawaban hal ini". Kata Bunga,masih bingung dengan reaksi Camelia yang biasa saja.
"Masalah itu, sangat mudah mengatasinya Bunga. Kau tenang saja, lebih baik kita pulang yah. Lihatlah,anak buah suamiku sudah mengepung kita". Ucap Camelia, rupanya JJ Abrams sudah mengetahui tentang keributan di acara pertemuan di hotel tersebut.
__ADS_1