SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Hampir Saja


__ADS_3

 "Pelan-pelan JJ Abrams,aku masih perawan". Bisik Camelia, akhirnya mendapatkan lampu hijau untuk menyentuhnya lebih dalam lagi.


"Aku tau,sayang. Akan aku lakukan dengan lembut,tahan sebentar saja". Goda JJ Abrams, sudah melepaskan seluruh pakaiannya. Kau akan menjadi milik ku seutuhnya, Camelia dan tak akan aku sia-siakan kesempatan ini.


Angin berhembus masuk kedalam melalui pintu balkon kamar,hawa panas masih terasa dia insan yang tengah di mabuk cinta. JJ Abrams, tidak akan memulai permainannya secepat itu. Dia melakukan dengan pelan, setiap sentuhannya dan membuat sang lawan tak akan melupakan sentuhannya.


Tinggal Camelia, masih berpakaian lengkap. Tak akan tinggal diam, JJ Abrams mulai membuka kancing baju sang kekasih.


Camelia, sangat gugup sekali dan jantungnya berdegup kencang. "Uughhh... Ssshhhhttt...!". Lenguhan kecil,yang keluar dari bibir mungilnya. JJ Abrams, semakin bersemangat menelusuri setiap lekukan tubuh sang kekasih.


Camelia, sungguh terpesona dengan tangan tubuh kekar JJ Abrams. Tangannya lentik menyentuh dada bidang yang berotot-otot kekar, sentuhannya yang lembut membuat sang empunya semakin bergairah.


Astaga! Apakah sekarang aku menyerahkan diri ku, bolehkah aku berpikir panjang lagi? Aahh... Sialan, sentuhannya sangat memabukkan akal sehatku. Sungguh ini, sangat lembut sekali. Aaahhh... Jarinya yang besar, sudah berada di sana.Batin Katrina, tubuhnya merespon dengan belaian JJ Abrams.


Tok... Tok....Tok...


"Hentikan, JJ ada seseorang mengetuk pintunya. Aaahh... Hentikan!". Camelia, duduk dan mendorong tubuh kekar JJ Abrams.


"Aaaarrgghh.. Pengganggu saja". Berdecik kesal dan meninggalkan tubuh Camelia setengah polos sudah. Matanya memandang lekat tubuh indah sang kekasih,selama ini yang di dambakannya.


Dengan wajah frustasi, JJ Abrams mengambil boxer dan memakainya. Langsung ke arah pintu dan membukanya.


Anak buahnya menundukkan kepala, pasti sang bos besar marah besar karena mengganggu kesenangannya.


"Bos....!".


JJ Abrams, terlihat jelas marah mendengar bisikkan anak buahnya. "Baiklah, siapkan helikopter kita akan berangkat sekarang juga".


Dia langsung menutup pintu kamar, membuat Camelia kebingungan dengan sikap JJ Abrams.


Tanpa ba-bi-bu lagi, JJ Abrams langsung mencium bibir sang kekasihnya. "Kali ini, kau selamat sayang. Ketika aku kembali nanti,akan aku bobol keperawanan mu". Ucapnya, setelah puas mencium bibir Camelia.


"Tunggu dulu, JJ Abrams. Apa ada masalah,kau mau kemana?". Tanya Camelia, melihat sang kekasih siap-siap.


"Ada masalah di luar kota,aku akan pergi mengurusnya beberapa hari. Kau pulanglah dan tunggu kedatanganku, lebih baik siapkan dirimu". kedip mata JJ Abrams, langsung memberikan ciuman bertubi-tubi.

__ADS_1


"Masalah apa, katakan kepadaku? Apa masalah besar,jawab JJ!". Bentak Camelia, menahan langkah kaki JJ Abrams.


"Hmmmm... Pulanglah, aku harus cepat-cepat pergi". JJ Abrams,melepas genggaman jemari tangannya.


Camelia,merasa sedih atas kepergian JJ Abrams. Kenapa,aku kecewa atas kepergian JJ Abrams? Apa karena stop di tengah jalan, aaakkhh... Sialan,aku tidak waras lagi.Gerutunya memijit pelipisnya.


"Nona,mobil sudah siap". Kata salah satu sopir, mengantarnya pulang.


Camelia, mengangguk pelan dan meninggalkan kediaman JJ Abrams.


Besok mulai aktif pertama kali turun ke kampus, menghadapi beberapa pelajaran.


[Besok berangkat ke kampus, barengan yah. Aku yang jemput]


Camelia,mengirim pesan di group WhatsApp. Ada senyuman manis, mengingat kembali kebersamaannya tadi. "Huuuff... Hampir saja,kau kehilangan keperawanan". Gumamnya pelan, memandang ke arah luar jendela mobil.


*******************


Camelia, memarkirkan mobilnya dan keluar dari mobil yang di ikuti kedua sahabatnya.


"Waahhhh... Sangat ramai sekali, pasti banyak cowok ganteng-ganteng" kekehnya Rika, calingukan melihat sekeliling.


"Ayo,kita ke kelas dan mencari tempat duduk. Ingat yah, jangan jauh-jauh". Camelia,menarik tangan kedua sahabatnya itu.


Semua orang-orang sekitar, tertuju kepada mereka. sudah pasti Camelia,menjadi pusat perhatian. Siapa pun pasti tau,dia sebenarnya siapa. ,x


"Wowowoow.... Ini kelas kita,besar juga sih. Semoga yah, dosennya ganteng-ganteng biar tambah segar kalau belajar". Kekehnya Rika, sudah duduk di kursi yang di pilihnya.


"Berharap kita memiliki dosen yang tampan,ramah, lemah lembut, suaranya sungguh menggoda dan tubuhnya sixpack". Kata Cika, mengigit bibir bawahnya.


"Lebih baik kita ke kantin saja". Kata Camelia, daripada mendengar ucapan sahabatnya mengkhayal terlalu tinggi."Jangan terlalu mengkhayal yang tak masuk akal, takutnya nyungsep sakit yang ada".


"Yeee... Seharusnya yah,kamu sebagai sahabat kami dan mendukung apa yang kami pikirkan. Ingatlah bahwa kami ini,jomblo-jomblo gak kaya kamu". Kata Cika, mencibir bibirnya ke depan.


"Benar sekali,kami juga membutuhkan kasih sayang dari sang kekasih. Terus,kamu sudah sampai mana dengan kekasih mu? Gak mungkin kan, sekedar ciuman doang. Apa lagi, kekasih mu itu sangat dewasa". Delik matanya Rika, tertuju pada tubuh Camelia.

__ADS_1


"Dasar omes yah,aku gak ngapa-ngapain kok. Kalau ciuman dan pelukan,ada pastinya". Alibi Camelia, langsung mencubit tangan sahabatnya.


"Masa sih? Gak percaya kami, sumpah!". Kata Cika, mengangkat tangannya ke udara sambil mengejek Camelia.


Mereka bertiga bercanda ria sepanjang jalan, menuju kantin. Lagi-lagi Camelia, mendapatkan ejekkan dari kedua sahabatnya.


Sesampai di kantin kampus,mata orang-orang sekitar tertuju kepada mereka. Suasana kantin lumayan banyak, bercampur dengan mahasiswa yang masih ajaran tahun lalu.


Camelia, Cika dan Rika langsung bersikap biasa di hadapan kakak seniornya. Memesan makanan mereka,lalu mencari tempat duduk paling ujung.


"Kaya gak enak aja,di liatin kaya maling aja". Bisik Rika, menundukkan kepalanya.


Prok!


Prok!


"kalian memang tidak tau sopan santun, semua di kantin adalah kakak senior kalian. Seharusnya,kalian tidak berada di sini ketika kami ada di kantin. Tapi, tidak masalah sih kalian yang datang. Hmmm... Terutama kamu, Camelia Malik dari kelurga kaya raya. Apa kamu mau gabung dengan kita-kita? Oh, kenalkan aku Amisha,ini Aliyah,dan dia Amora kakak senior kalian".


"Amisha, mereka baru masuk di kampus ini. Jangan membuat mereka trauma, takutnya besok malah pindah kampus". Sahut seorang pria,tak jauh dari mereka.


"E'ehmmm.... Terimakasih,atas tawarannya kak senior. Tapi maaf,aku tidak sama sekali minat". Jawab Camelia, tersenyum smrik.


"Hahahaha...Kalian dengarkan,baru menginjak kaki di kampus ini. Dia sudah berani menolak ajakan ku, lancang sekali!". Bentak Amisha, dengan tatapan tajam.


Brakkk....


Amora, langsung menggebrak meja. Membuat Cika dan Rika, melonjak terkejut mendengarnya.


"Seharusnya,kamu jaga etika menghadapi ku. Kau bukan tandinganku,paham". Kata Camelia,masih santai.


"Cuih...Kau benar-benar tidak tau diri,cuman marga Malik dan Allen. Lalu,kau seenak jidat mu. Hmmmm....Oh,apa jangan-jangan kau ingin mengancam ku". Amisha, memajukan selangkah lagi.


"Amisha,jangan menyinggung perasaannya. Kau tidak tau, bagaimana ahli waris tunggal Malik dan Allen melumpuhkan mu" Salah satu senior mereka,datang dan mendekat.


"Terimakasih,mbak". Kata Camelia,lemah lembut. Ketika seorang wanita cantik yang tak muda lagi, mengantar makanan mereka ke meja.

__ADS_1


3 mangkok bakso menggugah selera makan Camelia dan temannya. Tiba-tiba saja...


Prang!


__ADS_2