SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Undangan Pernikahan


__ADS_3

 Beberapa hari kemudian.


"Hoaaamm... Akhirnya pulang juga,lelah sekali". Gumam Camelia, pelajaran kuliah sudah selesai dan segera ke perusahaan.


"Camel,kamu dapat undangan pernikahan Kiki dan Leo?" Ucap seorang wanita, satu jurusan dengannya.


"Hmmm...Tidak,kau tau sendirilah gimana hubungan ku dengan merek". Jawab Camelia, mengedipkan kedua bahunya. Oh,jadi mereka mengadakan resepsi pernikahan. Baguslah kalau begitu, rencana ku akan berhasil untuk sedikit memberikan pelajaran kepada mereka.


"Oh,acara pernikahannya hari minggu ini dan hotel Bunga bintang lima sana. Aku pamit pulang dulu,bay". Wanita itu, meninggalkan Camelia setelah memperlihatkan undangan pernikahan Kiki dan Leo.


Baginya bodo amat tidak diundang, meskipun diundang bakalan tidak hadir juga.


Bruuukk...


Camelia, menabrak salah satu keluarga Edward. "Maaf,aku tidak sengaja. Permisi". Kata Camelia, ingin lewat dan di halangi mereka yang berjumlah banyak.


Astaga! Mereka sudah menguji kesabaran ku setipis tisu yang basah,sabar,sabar.Batin Camelia, tersenyum sumringah ke arah mereka.


Baru saja membuka mulutnya, keluarga Edward sudah melongos melewatinya.


"Astaga! Aku benar-benar marah jadinya,awas kalian!" Gerutu Camelia, segera menuju parkiran mobil.


Tiba-tiba saja, Kiki mendekati Camelia dan memberikan undangan pernikahannya. "Meskipun kita adalah musuhan,aku tetap mengundang mu. Ambilah ini,ayo!".


Camelia, tersenyum kecil dan mengambil undangan di tangannya. "Baik,aku akan memberikan kado spesial untuk pernikahan kalian berdua. Satu lagi yah, selamat atas pernikahan kalian semoga sampai kakek dan nenek".


Camelia, segera masuk kedalam mobil dan meninggalkan Kiki masih terdiam ditempatnya.


Beberapa menit kemudian, Camelia mematikan mesin mobilnya dan masuk ke perkarangan rumah seseorang.


Rupanya dia ingin memesan karangan bunga kematian, untuk kado pernikahan Kiki dan Leo.


"Tulis saja, selamat menempuh hidup baru dalam kebohongan. Dari kematian, tulis nama pengirimnya itu dan kirim ke alamat ini". Pinta Camelia, segera membayar pesanannya itu.


Sang pembuat karangan bunga,cuman mengangguk kepala dan menurut. Ketika melihat di depannya,satu gepok uang berwarna merah.


 Camelia, menyunggingkan senyumnya dan meninggalkan tempat itu. Sesampai di perusahaan,di sambut hangat oleh sekretaris dan karyawan kantor.


"Nona, mereka sudah menunggu untuk meeting di ruangan". Ucap sang sekertaris, langsung di angguki Camelia.


Melangkah kakinya me menuju ke ruangan meeting, sangat elegan sekali menjadi pusat perhatian karyawannya.


Hampir dua jam meeting selesai juga, bernafas lega karena sudah melewati satu pekerjaan.


Sekarang harus berhadapan setumpuk berkas di meja kerja, Camelia menghembuskan nafas panjang.

__ADS_1


"Nona, malam kita harus hadir dalam pesta pertemuan di sebuah hotel". Ucap sang sekertaris, meletakkan beberapa berkas lagi di meja.


"Oke, silahkan kamu keluar dulu. Akan saya panggil jika perlu sesuatu,". Kata Camelia, langsung di angguki sekertarisnya.


"Permisi nona,jam 8 malam kita berangkat". Ucap sang sekertaris, sebelum pergi meninggalkan ruang kerja bosnya.


*****************


Malam harinya, Camelia masih di perjalanan menuju acara pesta pertemuan itu. Sebenarnya malas ikut-ikutan acara seperti ini, tapi betah jika ikut acara bersama dengan JJ Abrams, Morgan, Ardan.


"Loh, kenapa mobilnya pak?" Tanya Bunga, sekertaris pribadinya Camelia.


"Mogok non,padahal sudah di servis tadi siang". Jawab sang sopir keluar untuk cek keadaan mobilnya.


"Tidak perlu gelisah,bunga. Santai saja,jangan pikirkan pesta itu". Kekehnya Camelia, melihat sekertarisnya gelisah gusar.


"Nona,ini adalah penting sekali untuk anda. Acara ini,sama dengan menjalin hubungan antara rekan bisnis satu sama lainnya". Kinerja Bunga, memang cekatan dalam pekerjaannya.


Camelia, sempat bingung dengan sikap Bunga sekertarisnya itu. Pekerjaannya sangat bagus patut di acungkan jempol, darimana JJ Abrams mendapatkan seseorang seperti ini?.


"Bunga,kau sudah lama kenal dengan JJ Abrams? Sebenarnya,aku sudah lama ingin menanyakan hal ini". Camelia, menoleh ke arah sekertarisnya itu.


"Aku di latih seseorang non, Tuan JJ Abrams bagaikan membeli diriku karena pekerjaan. Bisnis, apapun caranya harus bisa berbisnis dan menghasilkan keuntungan. Ini adalah rahasia cuman orang-orang tertentu yang tau,tenang aku tidak merugikan non". Bunga, mengulum senyumnya.


"Hehehe...Aku tidak paham dengan ucapanmu". Kekehnya Camelia, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Hmmmm... Sepertinya kita harus memesan taksi,atau siapa tau ada yang lewat".


Mobil mewah berhenti di pinggir jalan, keluarlah seorang pria dan mendekati Camelia.


"Nona Camelia,ada apa?" Ucap pria itu,teman bisnis Camelia juga.


"Hai,biasa tiba-tiba mogok Don". Jawab Camelia, memberikan kode dengan matanya.


"Sepertinya, kita satu tujuan ke acara pesta pertemuan. Ayo,naik mobilku saja". Don, mempersilahkan Camelia menumpang di mobilnya.


"Non,ide bagus dan kita bisa menghadiri pesta pertemuan dengan cepat waktu". Sahut Bunga, tersenyum kecil.


"Oke,kami ikut". Camelia, langsung menyetujuinya dan masuk kedalam mobil Don.


Sepanjang perjalanan, Camelia dan Don berbincang hangat tentang masalah pekerjaan.


30 menit perjalanan, akhirnya mereka sampai di sebuah hotel sangat mewah sekali. Don, mengulurkan tangan ketika Camelia turun dari mobil.


Para wartawan tengah meliput mereka, menjadi pusat perhatian dan trending topik pembicaraan.


"Apa hubungan nona Camelia, dengan Tuan Don? Bukankah anda dan Tuan Don, sama-sama pembisnis besar".

__ADS_1


"Kalian sama-sama datang di acara pesta pertemuan ini, apakah kalian memiliki hubungan spesial?"


"Nona,tolong berikanlah jawaban kepada kami".


"Nona,kalian sangat cocok menjadi pasangan".


"Tuan Don, berikan kami penjelasan tentang hubungan kalian?".


Para wartawan tengah meliput mereka berdua, beberapa pertanyaan diberikan.


Camelia, bungkam dibuat mereka pasti kekasihnya marah ketika melihat berita terbaru ini.


Don, senyum-senyum sendiri karena berhasil menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar. "Nona, aku...." Don, menghentikan perkataannya.


Camelia, meninggalkan Don untuk menjauhkan diri dan sekertarisnya selalu menjaga.


Bunga, mengklarifikasi bahwa bos dan Don tidak memiliki hubungan apapun. Sekedar teman bisnis, tidak lebih dari itu.


Camelia dan sekertarisnya, memasuki ballroom hotel mewah dan banyak para tamu undangan dari kalangan atas sampai biasa.


Beberapa rekan bisnis lainnya, mendekati Camelia dan ingin terjalin hubungan lebih baik lagi.


*******************


Braaaakkk....


JJ Abrams,menggebrak meja ketika melihat berita tentang kekasihnya dekat dengan pria lain. Apa lagi, beberapa foto tersebar luas dimana Camelia dan Don saling berpegangan tangan.


Api cemburu buta JJ Abrams, berkobar-kobar ingin menuntaskan amarahnya.


Buughh....


Bughhh...


Bughhh...


JJ Abrams,memukul samsak tinju sekuat tenaga melempiaskn amarahnya.


Anak buahnya JJ Abrams, bergidik ngeri melihat dan menjauhkan diri jangan terkena getahnya.


Mereka segera menghubungi Camelia, segera menyelesaikan masalah dan membujuk bos besarnya itu.


Mendengar kabar dari anak buah kekasihnya itu, Camelia kalang kabut ingin segera pergi dari acara ini. Namun, beberapa rekan bisnis lainnya masih mau berbincang dulu. Lagi-lagi Bunga, memberikan kode untuk bersabar sebentar lagi.


"Nona, pergilah lewat pintu belakang. Biar aku yang menangani di sini,cukup lama nona berbincang dengan mereka". Beruntung memiliki sekertaris yang mengerti.

__ADS_1


Camelia,pamit ke toilet agar bisa kabur dari pesta ini. Mau tak mau, harus menyelesaikan masalah dengan kekasihnya yang cemburu dan marah.


__ADS_2