SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Salad Buah


__ADS_3

Semenjak kehamilan Camelia, suaminya semakin posesif dan selalu menjaga kemanapun pergi. Membuat dirinya tak leluasa ingin makan apa, maupun pergi kemana.


JJ Abrams, setiap hari ada saja yang di inginkannya. Anak buahnya sengsara harus menuruti perintahnya, alih-alih kalau sang bos tengah mengidam.


Jika telat sedikit saja, JJ Abrams tidak menginginkannya lagi dan marah-marah tidak jelas. Kalau tidak di turuti akan mual-mual, lalu tidak mau makan apapun. Camelia, yang tengah hamil lelah melihat sikap suaminya tak wajar.


Bagaimana tidak stres anak buahnya JJ Abrams,dia melempar satu belut di dalam kolam keruh dan harus menangkap belut tersebut dalam waktu yang di tentukan. setelah bisa di tangkap belut tadi, harus segera di masak juga


Berjam-jam anak buahnya tak mampu menangkap belut di kolam,karena JJ Abrams memilih anak buahnya yang takut pada belut.


Sudah pasti anak buahnya JJ Abrams , menjadi bahan tontonan menarik sekali. JJ Abrams dan anak buahnya lainnya,gelak tertawa melihat tingkah mereka geli terhadap belut. Selalu ada saja,sikap JJ Abrams tak bisa di tebak.


JJ Abrams, tersenyum sumringah dan menggandeng tangan istrinya masuk kedalam kediaman Ardan.


Ardan, gelabakan mendengar kedatangan JJ Abrams sangat tiba-tiba sekali.


"Tuan JJ Abrams, silahkan duduk dan nona Camelia". Kata Ardan, tersenyum kecil. Bau-bau tidak sedap dengan kedatangan mereka, pasti ada sesuatu yang di inginkan nona Camelia.


Istri-istrinya Ardan sangat senang kedatangan Camelia, mereka langsung mengerumuninya dan mengelus rambut perutnya.


Wina dan lainnya, langsung membawa Camelia ke ruangan meninggalkan suami dan JJ Abrams.


JJ Abrams, mengangkat kerah baju Ardan dari belakang. Seakan-akan dirinya tengah mengangkat karung beras, Ardan di letakan di meja makan.


"Tuan JJ Abrams,aku tidak melakukan kesalahan apapun". Ardan, panik melihat JJ Abrams seperti marah besar terhadapnya.


"Ck,aku tidak melakukan apa-apa. Aku ingin kamu membuatkan salad buah,aku ingin salad buah tapi kau yang buat". Ucap JJ Abrams, menunjukkan jarinya tepat di wajah Ardan.


 "Aku? Apa susahnya tinggal beli di ujung jalan sana,banyak orang jual salad buah. Tidak, aku tidak mau membuatkan salad buah untukmu Tuan". Ardan, menggeleng kepala dan melipat kedua tangannya ke depan. Nah, Tuan JJ Abrams terkena racun apa ini? Dia tiba-tiba meminta ku membuatkan salad buah.


"Kau harus menuruti kemauannya,aku yang hamil dan suamiku yang mengidam seperti wanita hamil". Sahut Camelia, tersenyum kecil. Rasakan kau Ardan, mendapatkan siksaan dari suamiku tercinta.

__ADS_1


"Sayang,kau harus menurutinya loh. Kami gak mau calon anak kami ileran, gara-gara kamu". Ucap Wina, mengelus perutnya Camelia.


"Ayolah,bos Ardan jangan menolaknya karena JJ Abrams bisa muntah-muntah tidak di turuti kemauannya". Camelia, memohon kepada Ardan dengan wajah imutnya.


"Hahahaha.... Hahahaha...Kau akhirnya kau mendapatkan kesialan, Tuan JJ Abrams. Istri mu yang hamil,tapi kamu yang merasakan gejala kehamilan. Huhuhuhu... Nikmatilah kesialan mu". Bisik Ardan, terkekeh kecil.


 JJ Abrams, langsung menarik kerah baju Ardan yang terus-terusan meledeknya. "Kerjakan perintah ku,atau aku suruh mereka membawa istri-istri mu selama sebulan". Ancamnya, dengan sorotan mata tajam.


"Aku tidak bisa membuatnya, istriku yang bisa". Kata Ardan, mendekati istrinya itu. Mas iya,anak dalam kandungan kena fitnah bapaknya. Aku yakin sekali, pasti keinginan Tuan JJ Abrams sekedar untuk mengerjai ku.


"Kau bisa bertanya dengan istri mu,apa yang di lakukan tapi tidak boleh campur tangan dari mereka. Jecky,bawa bahannya ke sini!". Perintah JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya.


Jecky, langsung membawa bahan dan buah-buahan untuk di kreasi oleh Ardan. "Bos Ardan, silahkan untuk berkreasi sesuka hati, asalkan salad buahnya enak. Kalau tidak enak, siap-siap aku membawa istri-istri mu selama sebulan".


Glek!


Ardan, menepuk keningnya karena harus mengerjakan tugas dari JJ Abrams. Apa lagi, istri-istrinya berpihak kepada Camelia dan suaminya itu.


"Demi anak kami di kandungan nona Camelia, sayang". Sambung Selfi, mencubit kedua pipi suaminya.


Dengan perasaan dongkol, Ardan mengambil pisau untuk memotong buah-buahan di depannya.


"Jangan lupa di cuci dulu,jangan jorok jadi orang". Kata JJ Abrams, mengawasi gerak-gerik Ardan.


"Ck,yang salah siapa? Seharusnya,di cuci dulu sebelum di letakan di sini". Gerutu Ardan,turun dari kursi naik kursi lagi untuk mencuci buah-buahan. Maklum badannya mungil,tak mampu menjangkau wastafel.


 "Ardan,kau seperti anak kecil yang tengah main masak-memasak". Ledek JJ Abrams, menahan tawanya.


"Sayangku,kau imut sekali ketika memasak". Sahut Wina,memuji suaminya.


"Iya, gemes terhadap mu sayang. Senyum dikit dong, biar tambah imut". Sambung Ning, tersenyum semanis mungkin.

__ADS_1


Ardan, menoleh ke arah Camelia yang cekikikan tertawa sedari tadi. "Sialan, mereka menontonku secara langsung". Gerutu Ardan,siap memotong buah apel sesuai arahan istrinya Selfi.


"Bos,senyum dikit dong jangan manyun dari tadi". Kedip mata Camelia, menjadi pusat perhatian anak buah JJ Abrams dan Ardan.


"Ck,aku harap salad buahnya tidak enak". Kata Ardan, menyunggingkan senyumnya.


Sesekali JJ Abrams, tertawa melihat Ardan begitu gemes meletakkan buah sudah di potong ke mangkok, sungguh pemandangan langka sekali.


Masih dengan ekspresi sama, Ardan memasang wajah masamnya. Lagi-lagi menjadi bahan tertawa,ketika mayones muncrat ke wajahnya sendiri.


Aaaarrgghh... Suatu hari nanti,akan aku balas kau. Belum juga lahir anak mereka, sudah menyusahkan orang lain. Gimana nasib nanti,anak itu tumbuh besar dan sifatnya sama dengan ibunya. Sumpah,aku tidak bisa membayangkan nya.Batinnya Ardan, mendelik tajam ke arah JJ Abrams.


***************


Semangkok salad buah siap di hadapan JJ Abrams,tak sabar untuk mencicipinya.


Ardan,terus berdoa agar JJ Abrams tidak menyukai salad buahnya itu.


"Hmmmm....Salad buahnya,enak sekali". JJ Abrams, mengacungkan jempolnya ke arah Ardan.


Sontak membuat Ardan,menghela nafas beratnya karena tak sesuai dengan ekspektasinya.


"Masa sih,enak?". Tanya Camelia, langsung mencicipi salad buahnya. "Benar sekali,enak salad buahnya. Bos Ardan,kau berbakat untuk membuat salad dan menjualnya. Aku yakin sekali,salad buah mu sangat laku banyak. Bos Ardan, bisa beralih pekerjaan menjadi penjual salad buah".


 Istri-istri Ardan penasaran rasa salad buahnya, ikutan mencicipi. Kebetulan sekali, Ardan membuat lumayan banyak. Kata JJ Abrams, untuk simpanannya nanti.


Ardan, sudah menaruh rasa curiga bakalan menjadi sasarannya lagi.


"Astaga! Ini enak banget suamiku, coba kamu rasakan". Anggun, memberikan suapan kepada suaminya.


Awalnya Ardan, tidak mempercayai ucapan mereka itu. Ketika merasakan salad buah buatannya,baru mempercayai rasanya memang enak. "Hmmmm...Enak sekali, hahahahha...Aku berbakat untuk membuat salad buah,wah...Ini benar-benar enak istriku".

__ADS_1


JJ Abrams,puas menyantap salad buahnya dan menyimpan beberapa cup salad buah untuknya nanti.


__ADS_2