
"Apa,wanita bodoh! Maksudnya apa,paman?". Tanya Camelia, mencekram lengan kekar Jhonny.
"Bukan urusanmu, Camelia. Ini masalah orang tua, berpakaian lah sana. Takutnya masuk angin,tadi kami teriak-teriak histeris. Memangnya siapa yang mau membunuhmu,siapa Camelia?". Tanya Jhonny, suaranya menggelegar seisi kamar Keponakannya itu.
Glekkkk...
Camelia, menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Waduh... Bisa gawat ini, kenapa aku bermimpi sampai bersuara sih? Sial, benar-benar sial.Batinnya Camelia, tersenyum manis.
"Paman,siapa yang mau membunuhku?palingan cuman mimpi, biasalah mimpi bunga tidur". Kekehnya Camelia,mulai mengenakan pakaiannya.
Meskipun Jhonny, berbalik membelakanginya. Tetap saja, jantungnya berdegup kencang dan malu sekali.
"Bunga tidur,katamu. Lalu,kapan aku menangkap pelakunya yang sudah mencelakakan diri mu di sekolah? Aku tidak sabar memberinya hukuman setimpal, sudah berani bermain-main dengan keluarga Allen". Kata Jhonny, tersenyum smrik. Ketika dia berbalik badan,menatap tajam ke keponakannya yang sudah selesai mengenakan pakaian.
"Astaga,sabar dulu pamanku. Pelakunya belum mengaku kejahatannya,jadi masih ada waktu 5 hari. Percayalah kepada ku,jika dia tidak mengakuinya. Silahkan paman, memberikan dia hukuman". Jawab Camelia, tersenyum manis.
"Cameliaku,jangan pernah menyembunyikan sesuatu dari ku. Kau pahamkan,". Jhonny, mencekram dagu Keponakannya.
Camelia,merasa sakit karena cengkraman sang paman terlalu kuat.
"Aku memantau gerak-gerik mu, Camelia. Jangan melakukan hal ceroboh,atau membahayakan dirimu sendiri. Karena aku merasakan sesuatu,kau bukan Cameliaku". Bisik Jhonny, seakan-akan sebuah peringatan baginya.
Glekkkk...
__ADS_1
Lagi-lagi Camelia, terkejut mendengarnya dan tubuhnya membeku seketika. Jangan sampai rahasianya terbongkar, dengan secepat itu.
"Menyebalkan sekali, paman tidak mengenali keponakannya sendiri! Wajarlah aku berubah paman,karena menjadi lebih baik lagi. Aku gak mau seperti dulu, selalu manja kepada paman. Ini dan itu,apa lagi terlalu bergantungan dengan paman. Aku ingin menyelesaikan masalahku sendiri, kalau gak bisa? Pasti aku meminta bantuan, kepada pamanku". Camelia, menenangkan pikiran pamannya dan bergelut manja di lengannya. Agar tidak terlalu mencurigai gerak-geriknya, sangat berbahaya sekali.
"Baguslah,paman suka dengan perubahan mu. Katakan saja kepadaku,jika kamu tidak bisa menyelesaikan masalahmu. Paman, selalu membantu kesusahan mu". Kata Jhonny, mendaratkan satu kecupan manis di kening Camelia.
Degggg...
Camelia, jadi salah tingkah dan cengengesan saja. "Paman,aku dengar-dengar perusahaan Sean mau bangkrut yah". Tanya Camelia, menelusuri wajah pamannya. Sangat tampan sekali kamu, Jhonny. Aku beruntung sedekat ini,bibir yang tebal dan menggoda. Aahh... Hidungnya mancung sekali, matanya yang tajam. Duhh... Sangat sempurna sekali, sekarang aku berada di pangkuan Jhonny. Hihihihi....Batin Katrina,tak bosan memandang wajah Jhonny.
"Perusahaan Sean,memang di ambang kebangkrutan. Dulu perusahaannya sanga jaya, masa-masa Katrina masih memimpinnya. Setelah suaminya yang memimpin, perusahaan itu semakin anjlok. Entahlah, bagaimana kinerja Rendy? Aku dengar-dengar suaminya Katrina,menikah lagi. Padahal Katrina,baru saja meninggal dunia. Ck, itulah sebabnya aku mengatakan Katrina memang bodoh. Dia asal terima pria itu,tanpa menyelidiki perilakunya". Ucap Jhonny,dia merasa kasian kepada Katrina. Sedikit tahunya, Jhonny mengetahui perselingkuhan Rendy. Karena tidak mau mengganggu rumah tangga orang lain,dia mengabaikan saja.
"Tarik dana paman, dari perusahaan itu". Pinta Camelia, hatinya memanas mendengar perusahaannya di ujung tanduk.
"Tidak bisa sayang,apa lagi Clara dan Jordan mau menikah. Sudah pasti Jordan, membantu perusahaan Sean. Karena orangtuanya Clara,ada hak atas perusahaan itu. Untuk saat ini, Rendy tidak mau melepaskan jabatannya sebagai pemimpin. Padahal aku senang sekali,jika pamannya Katrina yang memimpin. Siapa tau aja,ada perubahannya ke depan nanti". Jhonny, mencubit pipi keponakannya.
Aku harus melakukan sesuatu, agar perusahaan Sean bangkrut dan rata dengan tanahnya. Cuman perusahaan itu, sumber keuangan mereka. Jika kehilangan perusahaan, sumber keuangan mereka akan menipis. Setahu ku paman dan Rendy, tidak memiliki penghasilan lain. Tunggu dulu,kemana Rendy melarikan uang perusahaan? Apa dia sengaja membuat perusahaan bangkrut, karena tidak mau berbagi dengan paman Doni. Atau Rendy, memiliki perusahaan sendiri dan secara diam-diam.Batin Katrina, pikirannya berkecamuk kemana-mana.
"Paman,kenapa tidak membeli perusahaan Sean? Aku yakin sekali, mereka akan mempertimbangkannya". Kata Camelia, berharap perusahaan itu jatuh ke tangan Jhonny.
Benar sekali,jika Jhonny membeli perusahaan Sean. Otomatis perusahaan itu,akan berkembang lagi. Pasti Rendy dan paman Doni, menjualnya dengan harga cukup mahal. Mereka berdua akan bagi hasil dan membuka usaha masing-masing.Batin Katrina,cuman itu yang ada di pikirannya.
Jhonny, mengerutkan keningnya."Kenapa kamu berkata seperti itu? Paman, tidak berniat untuk membeli perusahaan Sean. Tidak tertarik sedikitpun,yang ada malah rugi". Jawabnya entengnya.
__ADS_1
"Ayolah, robohkan perusahaan itu. Gampang kok,tinggal bangun perumahan atau bangun apartemen. Lumayanlah dapat penghasilan,gak papa uangnya untuk keponakan paman yang cantik ini". Bujuk rayu Camelia, membuat Jhonny menggeleng kepalanya.
"Hahahaha...Apa yang kamu katakan? membangun perumahan atau apartemen, Hahahha...Kau lucu sekali Camelia,jika kamu mau bukan masalah bagi ku. Paman,akan membelikan lahan yang luas dan membangunnya". Jhonny, keheranan mendengar permintaan Camelia.
"Tidak, paman! Aku menginginkan tempat itu, sangat cocok untuk para pekerja lainnya. Pas di tengah-tengah kota, pasti banyak yang menyewanya. Aku tidak sabar menjadi juragan apartemen, hahahaha..Paman,mau iiiihhhh tempat itu. Aku mohon, turuti kemauan ku". Rengeknya Camelia, dengan mengerucutkan bibirnya. Yah... Setidaknya aku bisa melepaskan mereka dari perusahaan Sean, kedepannya baru berpikir lagi. Aku akan mencari sertifikat kediaman Sean,jangan sampai mereka menjual lebih dulu. Aku yang akan menjualnya,tanpa perantara.
"Untuk kali ini,aku tidak bisa menuruti kemauan mu. jika kamu ingin membangun apartemen atau semacamnya, akan aku carikan lahan yang lain". Jhonny,menolak kemauan keponakannya.
"Paman,aku mohon. Plisss....Janji tidak akan meminta apapun lagi,pliss...!" Rengeknya Camelia, memeluk erat tubuh Jhonny.
"Baiklah, akan aku usahakan". Akhirnya Jhonny,luluh dengan Camelia.
Membuat Camelia, tersenyum sumringah dan menciumi seluruh wajah Jhonny. "Terimakasih,paman. Akhirnya menuruti keinginan ku,jangan lama-lama yah. Aku tidak sabar untuk, untuk mempunyai apartemen. Hehehe..." Camelia, menatap tajam ke arah pamannya. Hampir saja dia kecoplosan,sama saja membuat Jhonny semakin curiga.
"Cium sini, belum". Pinta Jhonny, menunjukkan ke arah bibirnya.
Degggg....
Camelia, membulatkan matanya dengan sempurna. Apakah Jhonny, berpikir aku masih polos? Apa artinya ciuman di bibir, jangan-jangan Jhonny suka melecehkan keponakannya. Aaakkhh..Dia selalu membuatku semakin bernafsu.Batinnya Katrina, tersenyum manis.
"Baiklah, paman". Jawab Camelia, mulai memajukan wajahnya. Sontak membuat Jhonny, terkejut dengan nyalinya Camelia.
Bibir mereka berdua, cuman beberapa inci saja. Dada Jhonny, tiba-tiba berdebar kencang. Hembusan nafas Camelia,mulai terasa di wajahnya.
__ADS_1