SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
kunci mobil


__ADS_3

Jam dinding menunjukkan pukul 12 malam, Camelia baru saja datang.


Beruntung Jhonny,belum pulang dari club malam. Jadi Camelia,masih bernafas lega.


Melepaskan semua pakaian yang melekat pada tubuh,lalu menyembunyikan di dalam lemari.


Selesai membersihkan diri, barulah Camelia mencek aset-aset berharga yang di bawanya tadi. Matanya membulat sempurna,karena terkejut banyak sertifikat.


"Sertifikat rumah, villa,lahan kosong,dan beberapa hotel. Astaga, apakah Rendy diam-diam menggunakan uang perusahaan Sean untuk membeli ini dan menikam di belakang paman Doni?". Kata Camelia, beruntung semua sertifikat Rendy di tangannya. Di brangkas tadi, cuman menyisahkan sertifikat perusahaan Sean dan tempat tinggal.lalu, berkas-berkas yang tidak terlalu penting.


"Aku yakin sekali, Rendy memang berniat untuk menghilangkan harta kekayaanku dan di ganti dengan membangun hotel dan properti lainnya. Sialan kamu Rendy, rupanya licik juga. Bagaimana dengan paman, Doni? Apakah sama dengan Rendy,aahh... Tidak mungkin, cuman Rendy bisa menggunakan uang perusahaan Sean. Karena paman Doni,cuman sedikit ada hak perusahaan itu. Aku secepatnya,menjual semua aset-aset berharga ini. Mumpung Rendy,tengah sibuk mengurus istri dan anaknya koma. Apa lagi paman Doni,sibuk mengurus perusahaan Sean. Ini adalah kesempatan emas bagiku,tinggal melancarkan aksi dan membayar seseorang". Ucap Camelia, tersenyum smrik dan menanti akan kehancuran mereka.


Camelia, langsung menyimpan aset-aset berharga itu dan bersiap untuk tidur. Bodo amat Jhonny,tak kunjung pulang.


Apa lagi,besok harus berangkat sekolah dan ikut neneknya ke rumah sakit.


Merebahkan tubuhnya di kasur empuk, sangat nyaman dan mewah. Baru beberapa menit saja, sudah larut dalam mimpi.


Pintu kamarnya terbuka, sesosok pria masuk kedalam dan ikut berbaring di samping Camelia.


************


Degggg...


Camelia, terkejut melihat ke arah sampingnya. Rupanya Jhonny,malam tadi tidur di kamar ini.


"Astaga,aku tertidur pulas sekali. Sehingga tidak tahu,kapan Jhonny datang dan tidur di sampingku". Camelia, menutup mulutnya. Hampir saja,dia berteriak sepagi ini. Dia mencium ke arah Jhonny, tidak ada bau-bau alkohol sama sekali. "Tidak ada bau,apa benar dia pergi ke club malam? Bodo amatlah,".


Kau memang sangat tampan, Jhonny. Jangan salahkan aku, jika menyukai mu dan menginginkan dirimu. Lalu, bagaimana reaksi dari kamu nanti? Jika mengetahui yang sebenernya,aku adalah Katrina.Batinnya,mengelus lembut kepala Jhonny.

__ADS_1


Sang empunya masih terlelap tidur, terdengar dengkuran halus. Membiarkan Camelia, semakin gemes terhadap Jhonny.


"Tidurlah yang nyenyak,aku mandi dulu." Kekehnya Camelia, beranjak turun dari tempat tidur. Waktunya mandi, bersiap untuk sekolah dan sarapan pagi.


30 menit kemudian,camelia diam-diam keluar dari kamar. Agar Jhonny, jangan sampai terbangun dari tidurnya.


"Maaf,tuan Jhonny masih tidur?". Tanya Jecky, langsung di angguki Camelia."Nona, berangkat sekolah di antar atau berangkat sendiri. Ini adalah kunci mobil, untuk nona dari tuan Jhonny". Jecky, menyerahkan kunci mobil.


Camelia, ternganga lebar melihat kunci mobil dan menyambutnya langsung. "Terimakasih, Jecky". Bagaimana tidak senang,karena dia akan bebas tanpa sopir yang mengikuti dirinya kemana pun.


Camelia, langsung ke meja makan dan sudah di tunggu Sandra dan Jordan.


"Nenek dan pamanmu Jhonny, sudah berdiskusi menyerahkan kunci mobil milikmu. Tapi,kamu harus janji kepada kami dan tidak mengulangi kesalahan besar". Kata Sandra, mengelus lembut pucuk kepala Camelia.


"Janji nek,aku tidak akan melakukan kesalahan sedikitpun. Mau kemana pun, aku akan memberitahu kepada paman. Makasih banyak,nek". Camelia, memeluk neneknya dan mencium.


"Tapi,harus ingat yah. Jangan ugal-ugalan dijalan, balapan liar,dan ke club malam.Umurmu masih muda,paham!". Ucap Jordan, dengan tatapan tajam.


Selesai sarapan pagi, barulah Camelia berangkat sekolah dan mengiringi Jordan dari belakang. Mumpung Jordan, berangkat kerja dan menjemput kekasihnya Clara.


Sesampai di sekolah, baru saja turun dari mobil. Sudah di seret paksa oleh Yumna dan group The Queen.


"Lepas! Ngapain sih,kalian bawa aku ke sini?". Camelia, menghempas cengkraman tangan Yumna dan temannya.


"Kamu sudah mendengar berita tentang Gladis?". Tanya Mitha, dengan tatapan sinis.


"Tidak tau, emangnya kenapa?". Tanya Camelia, lagi-lagi menepis tangan Yumna. Yang ingin merangkul pundaknya,sok dekat sekali.


"Jadi,kami kekurangan orang di lomba Breakdance. Karena kamu sudah hapal gerak geriknya, kamu yang kami pilih untuk menggantikan Gladis. Mau tidak mau, harus mau dan ingat yah. Jam 7 malam, sudah ada di tempat biasa". Kata Delima, menepuk pundak Camelia.

__ADS_1


Belum menjawab pertanyaan Delima, seorang pria memanggil nama Camelia.


"Camelia,aku sangat merindukanmu!". Seorang pria, tengah merentangkan kedua tangannya dan ingin memeluk tubuhnya. Siapa lagi ketua tim basket, Arsenaldo cukup terkenal dan terbilang playboy suka ganti pacaran.


Tetapi, Camelia langsung menghindari dan tersenyum smrik. Kehidupan Camelia sebelumnya, dia dan Arsen, saling menyukai diam-diam. Gladis, penuh dendam kepada Camelia karena menyukai pria idamannya Arsen.


Tiba dimana Arsen, ingin mengatakan cintanya, tetapi musibah menimpa Camelia. Setelah kejadian itu, Arsen tiba-tiba keluarga negeri alasannya bertemu dengan neneknya.


"Hai,ada apa? Kau benar-benar berubah,apa yang di katakan Gladis memang benar". Arsen, menatap tajam ke arah Camelia dan memandangnya dengan lekat.


Yumna, mendekati Arsen dan tersenyum manis. "Akhirnya sudah lama tidak bertemu,kapan pulang dari luar negeri?".


"Kemarin,aku sempat mengunjungi Gladis di rumah sakit dan keadaannya sangat memperihatinkan sekali". Jawan Arsen, langsung mencekal lengan Camelia ingin pergi.


"Lepaskan tanganmu,atau kau ingin aku patahkan. Silakan mau yang mana?". Camelia, muak di kelilingi group The Queen ini.


"Arsen, Camelia sudah keluar dari group The Queen". Kata yang lainya, membuat Arsen tercengang.


"Aku tau, soal itu. Tetapi,sama saja kamu menuduh kami yang mencelakakan diri mu. Dengan tiba-tibanya, keluar dari group The Queen. Ayolah,jangan kekanakan Camelia. Aku benar-benar kecewa,ketika mendengar cerita tentang dirimu dari Gladis. Bahkan kamu, kembali dengan teman lama mu. Ayolah, mereka bukan level kita-kita". Arsen, terbilang berpilih mencari teman agar sebanding dengan dirinya.


"Terserah, apa katamu". Camelia, langsung melangkah pergi meninggalkan mereka semua.


Sial,kenapa Camelia berubah? Aaarghhh...Aku harus mendapatkan dirinya, apapun caranya. Dia adalah sesosok wanita, yang sangat sempurna.Batin Arsen, mengigit bibir bawahnya


"Lupakanlah dia, Arsen. Kami tau,jika kamu menyukai Camelia". Kata Yumna, sontak membuatnya terkejut.


"Sekarang dia benar-benar berubah,lalu memberikan ancaman terhadap pelaku yang sudah mencelakai dirinya. Jika tidak,maka pelaku dan anggota keluarganya akan sehancur-hancurnya". Ucap Mitha,masih menatap kepergian Camelia.


"Terus,siapa pelakunya? Apakah kalian mengetahuinya". Tanya Arsen, sebenarnya dia tau.

__ADS_1


"Masalahnya Arsen, Camelia mengetahui siapa pelakunya dan beberapa bukti. Dia memberikan peringatan kepada pelaku, untuk meringankan hukumannya. Jika mengaku sekarang, sebelum lewat seminggu. Entahlah,siapa pelaku sebenarnya? Lagi-lagi Ryan atau Gladis, pelaku sebenarnya" Sahut putri, muak dengan sikap Gladis tidak mau mengakui perbuatannya


__ADS_2