
Di mansion Allen,para tamu undangan berdatangan. Dari kalangan biasa, sampai kalangan tertinggi. Banyak artis-artis terkenal, berdatangan untuk menghadiri ulangtahun Sandra. Sungguh meriah,alunan musik yang menggema di ruangan tersebut.
Para wanita lain, terpesona dengan ketampanan Jhonny. Berpakaian rapi, berdiri tegak, matanya yang tajam selalu mengawasi keponakannya dari kejauhan menikmati kue.
Doni dan keluarganya, tersenyum merekah karena merasa bangga telah masuk kedalam keluarga Allen. Sudah pasti orang lain,merasa iri kepada mereka.
Rendy,nampak senang bergabung dengan kalangan tertinggi. Dia tak lepas dari peran,berdiri tegak di samping Doni yang ikut bergabung dengan keluarga menantunya. Namun sayang, Clara mengurung diri di dalam kamar tak berani keluar.
"Darimana saja,kamu?". Jhonny, menatap tajam ke keponakannya. Hampir setengah jam,dia tidak menemukan keponakannya di mansion. Dia mencurigai ada sesuatu,yang di rencanakan Camelia.
"Ngemil lah,masa gak liat". Jawab Camelia, dengan ketusnya. Memang benar, tangannya di penuhi beberapa aneka kue.
"Jangan kemana-mana,apa lagi membawa pria ke dalam kamarmu!". Bisik Jhonny,penuh penekanan pada katanya.
Camelia, mengangguk pelan dan tersenyum. Matanya tertuju pada Doni,linda, Rendy, Lena, Vanya,dan Ryan yang tengah berbahagia, menikmati pesta di mansion ini.
Namun mereka tidak tau, kediaman Sean sudah di lahap jago merah. Bisa jadi Bella,yang berbaring lemah akan hangus terbakar. Di kediaman Sean, tidak seperti dulu lagi. Memiliki beberapa pelayan,kini pelayan sudah di berhentikan karena tak sanggup membayar gajih mereka.
Para tamu undangan, mengucapkan selamat ulangtahun kepada Sandra termasuk teman sosialitanya.
Camelia,duduk santai di sofa sambil calingukan melihat para tamu undangan. Dia menyipitkan bola Matanya, melihat Leo bersama orangtuanya datang.
"Sialan,dia datang juga". Gumam Camelia, moodnya sudah hilang.
"Camelia,sini sayang!". Panggil Sandra, sudah pasti memperkenalkan cucunya dengan temannya.
Dengan langkah gontai, mendekati sang nenek. Benar sekali, orangtuanya Leo mendekati dirinya dan Sandra.
"Nyonya Sandra, selamat ulangtahun. Panjang umur,sehat selalu untuk anda. Apakah dia cucu anda, Nyonya?". Tanya seorang wanita cantik, di samping Leo.
"Iya,dia cucu saya. Namanya Camelia, apakah ini anakmu Dwi? tampan sekali,ayo kenalan". Kata Sandra, meminta Camelia berkenalan dengan anaknya Dwi.
__ADS_1
"Ya ampun, namanya sangat cantik persis dengan orangnya. Kenalkan dia Leonardo, panggil saja Leo". Dwi, memperkenalkan anaknya.
"Makasih banyak, Tante. Tapi,kami sudah kenal dan satu sekolahan beda kelas. Dia ketua OSIS, terpopuler di sekolah. Satu lagi, dia pernah memberikan aku hukuman dalam seminggu membersihkan perpustakaan!". Ucap Camelia, tersenyum smrik.
Leo, menelan ludahnya dengan kasar. Dia mendapatkan tatapan tajam dari ibunya, sungguh memalukan sekali.
"Sudah,sudah, kemungkinan cucu saya memiliki kesalahan fatal. Makanya nak Leo, memberikan hukuman". Sandra, cekikikan menahan tawanya.
"Leo,kamu benar-benar kurang ajar sekali dengan perempuan. Lihatlah,tega sekali menghukum Camelia yang cantik ini". Dwi, melototi anaknya.
"Ck,tukang adu". Gumam Leo,melirik sekilas ke arah Camelia yang memainkan kedua alisnya. Rupanya kamu memang licik, Camelia. Tapi,aku menyukainya karena sikapmu memang berbeda dengan lain.
"Tante, aku sangat capek dan pegal-pegal seluruh badanku. Harus mengangkat buku-buku, meletakkan di lemari buku menggunakan tangga". Rengeknya Camelia dan tak lupa gaya dia berbicara,ini adalah pembalasan darinya. Bagaimana Leo,aku bisa membuat dirimu tak bisa berkutik apapun lagi.
"Astaga! Leo,kamu minta maaf kepada cucunya nyonya Sandra. Kamu ini yah, mommy tidak menyukai sifat kamu!". Dwi, menggeleng kepalanya tak habis pikir dengan sikap anaknya itu.
Dengan berat hati, takut sang ibu mengamuk-ngamuk. Leo, langsung mengulur tangannya ke hadapan Camelia. "Aku minta maaf".
"Oke,apa syaratnya? Kau puas!". Leo, sudah geram terhadap Camelia. Dia tidak bisa berbuat apa-apa,karena sang ibu memandang lekat ke arahnya.
"Setiap hari di sekolahan,kamu harus melayani ku di kantin. Bagaimana,mau gak?". Camelia,puas melihat wajah Leo yang frustrasi. Lumayanlah buat merendahkan ketos sok belagu,siapa suruh menyinggung perasaan ku ini.
"Leo,ini adalah kesalahan mu. Harus di turuti,paham!". Sahut sang ibu, dengan tatapan tajam.
"Iya,". Jawab Leo, dengan terpaksa harus mengalah dan mengalah. Mommy, anakmu siapa sih? Kenapa anak orang lain,di bela-belain.
"Ya ampun, maafkan cucu saya Dwi. Mungkin dia kesal dengan Leo, maklum anak sekolahan". Kekehnya Sandra, mengulum senyumnya.
"Gak masalah nyonya Sandra,anak saya memang salah kok. Ayo,kita bergabung dengan lainnya. Leo,kamu susul dady atau temanin Camelia cantik ini. Mommy,mau kumpul-kumpul dulu". Dwi, meninggalkan anaknya dan mengikuti Sandra bergabung dengan lainnya.
Camelia, tersenyum sumringah karena memang melawan Leo. "Ya ampun,ketos anak mommy rupanya. Oupsss... Keceplosan deh!". Kekehnya Camelia,menutup mulutnya dengan tangan.
__ADS_1
"Kau,awas kamu Camelia! Kau kira aku menuruti perkataan mu,ha? Sayang sekali,aku tidak akan pernah mau". Tegas Leo, tersenyum smrik.
"Yakin gak mau,hemmm...Gimana aku laporkan langsung ke mommy mu,duhh....Gimana nih,ayo!". Camelia, tersenyum karena puas mengerjai Leo.
"Sialan!". Gerutu Leo, berlalu meninggalkan Camelia yang cekikikan tertawa.
Linda, memperhatikan Sandra yang berbincang hangat dengan Dwi. Apa lagi anak Dwi, mengenali Camelia terlihat dekat sekali.
"Mas Doni, anaknya pak Joy dan jeng Dwi dekat dengan Camelia. Jeng Dwi, menyukai Camelia pasti mereka merencanakan untuk menjodohkan nanti. Gimana mas,aku mau Ryan mendekati Camelia". Bisik Linda,kepada suaminya.
"Hussssttttt...Jangan ngomong tentang itu, nikmati pestanya dulu". Doni,takut ada yang mendengar ucapan istrinya.
Linda, mengangguk pelan menuruti perkataan suaminya.
Jhonny, langsung mendekati keponakannya karena tidak suka berbicara dengan pria lain. "Berbicara tentang apa tadi,sama pria curut itu?". Tanyanya, serta mencekal lengan Camelia.
"Cuman saling menyapa doang,paman. Lagipula kami satu sekolahan,". Jawab Camelia, tersenyum manis.
"Tetap berada di samping paman,". Bisiknya tepat di telinga, Leo masih menatap ke arah Camelia dan pamannya.
Camelia,yang menggandeng tangan pamannya itu. Menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar,namun status mereka jelas semua orang tau.
Clara, memandang ke arah bawah nampak ramai. Dia merasa iri dan ingin bergabung dengan suaminya. "Gara-gara wajahku rusak,aku tidak bisa membanggakan diri ku ini". Isak tangisnya Clara, melihat suaminya yang berbincang hangat dengan wanita-wanita lain.
"Kasian sekali, tidak bisa ikut bergabung ke bawah yah?". Ejek Liliana, tersenyum kecil.
"Diam!". Bentak Clara, meninggalkan Liliana karena dia malas meladeni perkataannya.
"Baiklah,aku akan menggandeng tangan suamimu. Gak papakan, nikmati saja". Kekehnya Liliana,mulai turun ke bawah. Mata semua tamu undangan, menatap ke arahnya.
Liliana, sudah terkenal sebagai chef. Masakannya enak sekali,tak perlu diragukan lagi. Tepuk tangan terdengar meriah, menyambut kedatangan Liliana yang tersenyum manis. Dia di sambut hangat oleh Jordan, sontak membuat mertuanya geram terhadap sang menantu.
__ADS_1
Camelia, menikmati suasana sekarang. Apa lagi wajah Doni dan Linda,nampak tak suka dengan sikap Jordan. Terlihat Jordan dan Liliana, bergandengan tangan tanpa memperdulikan perasaan Clara istrinya.