
"Camelia,kamu pacarnya Leo kan? Ngaku kamu!". Anya, mencekram bahu Camelia begitu erat.
Camelia, tersenyum smrik dan menepis tangan Anya. "Darimana kamu tau? Lalu,mana buktinya jika aku pacar Leo. Dasar sembrono,asal tuduh aja".
"Leo,dia mengakui punya pacar. Kemarin dia izin masuk sekolah,demi menemani kekasihnya di rumah sakit. Kebetulan sekali,kamu berada di rumah sakit. Aku dengar-dengar Leo dan mommy nya mengunjungi mu. Jelas!". Bentak Anya, mengepalkan tangannya.
"Astaga! Memangnya aku doang,yang berada di rumah sakit? Aku doang yang sakit,ha? Pikir yang jelas dong, memang benar bahwa Leo dan mommy datang. Tapi,gak seharian paham!". Ucap Camelia,penuh penekanan pada katanya. Leo! Kamu benar-benar menyebalkan sekali,apa maksudnya dengan ucapan ini. Meskipun bukan aku, tetapi sama saja Anya malah mencurigai ku
"Bohong! Kamu itu, perempuan licik". Tunjuk Anya,yang geram. Aku yakin sekali, bahwa Camelia yang di maksud Leo. Sial,awas kamu Camelia. Sudah berani membantah perkataan ku, aku terus memaksa agar kamu mengakuinya.
"Kalau gak percaya,tanya sama Leo. Apa perlu aku yang mengatakannya, minggir! Aku ingin menemui Leo,di aula sekolah". Camelia, mendorong tubuh Anya lumayan kencang. Hingga dia terbentur dinding sekolah, karena takut di marahi Leo.
Anya, bergegas menyusul Camelia dan jangan sampai bertemu dengan Leo.
"Sial,kemana Camelia? Secepat itukah,dia berjalan atau lari. Aaarghhh....Aku susul di aula sekolah, semoga jangan terlambat". Gumam Anya, berlarian ke arah aula sekolah.
Jaraknya lumayan jauh, tentu Camelia yang lebih dulu.
Mata Camelia, tertuju pada Leo dan teman-temannya. Tengah bermain gitar, bernyanyi bersama-sama.
Mereka berhenti bernyanyi dan main gitar,ketika Camelia mendekati mereka. Mereka saling menyenggol lengan satu sama lain,ada senyuman kecil terbit di sudut bibir masing-masing.
"Gila,kamu Leo. Ngapain kamu bilang punya pacar,kemarin menemani pacarmu di rumah sakit. Asalkan kamu tau, Anya menuduhku aneh-aneh. Dia bilang aku pacarmu, memaksa untuk mengakuinya". Kata Camelia,dari sorotan mata menahan amarah.
"Wehhh...Adik manis,jangan marah dulu. Bisa jadi, Anya cuman mengintrogasi dirimu saja. Oke!". Kekehnya Indra, tersenyum manis.
"Camelia,santai dulu sayang. Jangan marah-marah,tapi cantiknya tetap ada gak hilang sama sekali ". Sahut lainnya, diiringi cekikikan tertawa.
"Camelia,apa perlu aku menyanyikan lagu romantis spesial untuk mu. Biar amarahnya reda,". Kedip mata lainnya,senang menggoda Camelia.
"Tidak perlu Toni,suaramu serak. Yang ada tambah gak mood aku". Tolak Camelia, dengan tatapan sinis.
__ADS_1
Leo, senyum-senyum sendiri dan mendekati Camelia. "Untuk apa kamu marah,jika yang di tuduh Camelia tidak benar. Biar aku yang mengurus Anya, tenang saja".
Camelia,geram dengan sikap Leo yang biasa saja."Aku pegang ucapan mu Leo,jangan omong kosong belaka. Aku tidak mau jadi bahan pembicaraan anak-anak lainnya,jangan sampai mereka semua mencurigai aku adalah pacarmu". Ancam Camelia, langsung berbalik badan. Sebelum melangkah pergi,dia berkata lagi. "Gimana gak gak marah, Anya memaksa ku untuk mengakuinya dan mengganggu kedamaian ku". Setelah selesai berbicara, barulah melangkahkan kakinya.
Tiba-tiba Leo, menarik lengan Camelia dan jatuh ke dalam pelukannya. "Aaakkhh..!" pekik Camelia, terkejut dengan perilaku Leo.
Deggg...
Astaga! Aku benar-benar jatuh di pelukan Leo,aroma parfumnya sangat familiar.Batin Camelia,masih dalam keadaan diam.
"Kalau kamu ingin serius, untuk menjadi pacarku. Tidak masalah,". Bisik Leo, tepat di telinganya.
Camelia, repleks dan langsung mendorong tubuh Leo. Dia menatap tajam ke arah Leo, memberikan isyarat sebuah ancaman.
Teman-temannya yang melihat kejadian itu, langsung bertepuk tangan dan bersorak-sorai gembira.
"Gila,kamu Leo!". Bentak Camelia, tidak memperdulikan seringai tajam Leo.
"Camelia, tunggu! Benar kan dugaan ku,kamu memang pacarnya Leo dan kalian tadi berpelukan". Anya,mencekal lengannya.
"Gila! Apa yang kamu liat,bukan berarti yang sebenernya. Leo,yang tiba-tiba menarik lengan ku". Bantah Camelia, langsung.
"Ck,kamu perempuan licik. Aku tidak akan pernah percaya dengan ucapan mu,aku tidak salah melihat". Anya, semakin erat mencekal lengannya.
Camelia,yang sudah di selimuti amarahnya dan langsung menghempaskan tangan Anya.
"Aauukk..!". Anya,merasa sakit di bagian pergelangan tangannya. "Gila kamu, Camelia! Sakit tau,main hempas aja".
"Makanya jangan sok-sokan belagu,kamu bukan tandingan ku Anya!". Tegas Camelia, langsung pergi meninggalkan aula sekolah.
Anya, terkejut mendengar ucapan Camelia dan wajahnya benar-benar menyeramkan.
__ADS_1
"Anya,jangan ikut campur dalam urusan ku. Jika kamu melakukan kesalahan,apa lagi melukai Camelia. Ingatlah bahwa keluarga mu,ada di genggaman keluarga ku. Jika kamu masih menikmati kehidupan yang layak,jangan macam-macam paham!". Peringat Leo, berlalu pergi bersama teman-temannya.
Anya, langsung terdiam membisu. Terduduk lemas di lantai,tak percaya Leo berbicara seperti itu.
"Leo, kamu benar-benar berubah. Tidak seperti dulu, sekarang kamu mengabaikan ku". Ucap Anya,dalam isak tangisnya.
*****************
Sepulang sekolah,Anya berniat untuk berkunjung kediaman orangtuanya Leo. Terlebih dulu mampir ke toko kue, membeli oleh-oleh untuk mommy Dwi.
Anya,di sambut hangat oleh pelayan dan masuk kedalam. Matanya tertuju pada mommy Dwi,tengah sibuk memasak di dapur.
"Tante Dwi,apa kabar? Ini ada oleh-oleh untuk Tante". Anya, tersenyum manis.
"Oh, makasih banyak ya. Tante, merepotkan kamu. Kabar Tante,baik kok". Jawabnya mommy Dwi, nampak tak suka dengan kedatangan Anya.
Anya, mengepalkan kedua tangannya karena masalah di masa lalu. Membuat Tante Dwi,tak sedekat dulu dengannya.
Semua ini, gara-gara mamah dan salah mamah. Menjauhkan diriku dari Leo dan Tante Dwi.Batin Anya,masih menatap ke arah mommy Dwi sibuk. "Banyak sekali makanannya Tante,ada tamu yah?". Tanyanya basa-basi, calingukan melihat sekeliling siapa tau ada Leo.
"Iya,tamu spesial Tante". Jawab mommy Dwi,tanpa menoleh ke arahnya.
"Siapa yah, Tante? Apa aku mengenalinya". Tanya Anya,lagi.
"Aduhh...Jadi lupa, Anya kamu jangan ganggu Tante dong. Jadi salah begini,kamu sana gih. Duduk di kursi,mau apa ambil sendiri. Tante sibuk banget,takut telat dan keburu datang tamunya". Mommy Dwi, menggeleng karena salah-salah memasukkan sesuatu di dalam mangkok.
Deggg...
Anya, tertunduk sedih mendengar ucapan mommy Dwi. "Maaf,aku sudah melakukan kesalahan. Tante, bolehkah aku bantu?".
Mommy Dwi, menghembuskan nafas beratnya. "Tidak perlu Anya,takut salah-salah. Kamu duduk saja,kalau tamunya datang. Tante mohon yah,jangan melakukan kesalahan apapun. Ini adalah tamu spesial,jangan bikin malu seperti ibumu".
__ADS_1
Anya, mengangguk pelan karena itu sebuah peringatan untuknya. Matanya sudah berkaca-kaca, segitu dalamnya kah. Kesalahan ibunya, membuat mommy Dwi tak bisa melupakannya.