SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Udang Di Balik Pintu


__ADS_3

Mau tak mau Camelia, menceritakan semuanya dari A sampai Z. Senyum manis mengembang di bibirnya, JJ Abrams.


"Lalu,kamu percaya dengan ucapan Jhonny? Jika dirinya benar-benar berubah, takutnya ada udang di balik pintu". Kata JJ Abrams, menyipitkan bola matanya.


"Ada udang di balik pintu? Masa sih, seperti itu. Perasaan yah,ada udang di balik bakwan kayanya?". Camelia, kebingungan dan memegang dagunya.


"Eee... kalimat darimana sayang,ada udang di balik bakwan?". Tanya JJ Abrams, memeluk erat tubuh Camelia.


"Soalnya pernah sih,aku sama teman-teman tuh. Makan bakwan ada udangnya,behh...Enak banget, kapan-kapan aku ajak ke sana". Jawab Camelia, langsung di angguki Camelia.


"Sayang,lain kali jangan melakukan bahaya tanpa aku yah. Aku tidak tau,apa yang terjadi". JJ Abrams, memasang wajah sedihnya.


"Tenang saja,aku bisa mengatasinya. Sebab aku bukan perempuan sembarangan,alias berbeda". Kekehnya Camelia, mengalungkan tangannya di leher JJ Abrams.


"Hmmmm... Ngomong-ngomong masalah Li Yun, dulu pernah aku menggerebek tempat dia mutilasi organ tubuh manusia. Akhirnya dia mendengar nasehatku,dan menurutinya tidak akan melakukan itu lagi. Sekarang masih rupanya,sama siapa dia bekerjasama?". JJ Abrams, sepertinya memikirkan sesuatu.


"Eee.. Emangnya ada sejenis itu, Li Yun bekerjasama dengan seseorang?" Tanya Camelia, penasaran sekali.


"Iya, dulu bekerjasama dengan Crain rekan bisnis Ardan. Tapi dulu, sekarang Crain di bunuh oleh seseorang. Aku akan menyelidikinya, Li Yun bekerjasama dengan siapa. Ini tidak boleh di biarkan begitu saja, takutnya ada orang terdekat kita yang berkhianat". Bisik JJ Abrams, menyunggingkan senyumnya.


Camelia, bergidik ngeri mendengar bisikan JJ Abrams tepat di telinganya. "Iya, terserah kau saja. Lebih baik kita pulang yuk, ngapain lama-lama di rumah sakit cuman berduaan. Aku ada kejutan untuk mu, spesial untuk mu".


"Baiklah,kita pulang dan menikmati suasana berduaan dengan mu di malam ini". JJ Abrams, menyetujui ajakan Camelia. Sebelum keluar dari ruangan tersebut,dia sempat-sempatnya menyambar bibir Camelia dengan ganas.


Sedangkan anak buahnya, mondar-mandir di luar. Cukup lama menunggu sang bos dan kekasihnya itu. Tak kunjung juga keluar-keluar,mau ngintip takut mata di congkel nantinya.


Pintu terbuka lebar, keluarlah JJ Abrams dan Camelia menuju pintu keluar.


Pintu mobil mewah sudah terbuka lebar, Camelia dan JJ Abrams masuk kedalam.


"Apakah Jhonny mengetahuinya,jika berkas-berkas itu palsu?". Tanya JJ Abrams, merangkul pinggang Camelia dan menariknya lebih dekat."Jomblo jangan menoleh kebelakang". Tegur JJ Abrams,kepada anak buahnya di depan.

__ADS_1


"I-iya bos". Jawabnya, dengan gugup dan ketakutan.


"Hussssttttt... Ngapain marah-marah kepadanya,dia gak salah kok. Yang salah kamu JJ,main peluk aja tapi di depan ada orang". Gerutu Camelia, ingin sekali mencubit perut JJ Abrams. Tetapi,dia ingat perutnya masih terluka parah.


Selamat perutku tidak di cubit,dipulas sampai kebiruan.Batin JJ Abrams,menghela nafas lega.


"Hmmmm...Aku sudah memberitahunya,dia sekarang menemani Olivia. Aku tidak tau, apakah anak di dalam kandungannya selamat atau tidak?". Ucap Camelia, dia takut sekali jika anak itu tak selamat. Ini adalah peluang besar, Jhonny akan menceraikan Olivia.


"Kalau tidak selamat, Jhonny senang dong. Karena dia bisa menceraikan Olivia,lalu menjalin hubungan denganmu. Ck,aku bunuh juga Jhonny". JJ Abrams, langsung cemberut memikirkan Camelia bersama Jhonny.


"Ututututut.... Kekasihku ini, cemberut lagi. Mau di cubit bagian mana?". Camelia, menangkup wajah JJ Abrams dan bibirnya monyong ke depan.


Anak buahnya di depan, cekikikan menahan tawanya. Sangat lucu wajah bos besar,di perlakukan seperti itu oleh Camelia.


"Jangan di cubit sayang, maunya di sayang". Lirih JJ Abrams, sempat-sempatnya menggigit bibir Camelia.


"Menyebalkan sekali, tidak bisa dekat-dekat langsung di makan". Camelia, mengubah posisi duduknya seperti semula. "Beberapa hari ini,aku sangat sibuk. Sebentar lagi,acara perpisahan kelulusan sekolah. Jadi,aku tidak banyak waktu membalas pesan mu".


"Oke,aku belum siap berhadapan dengan nenek. Pasti nenek Sandra,marah besar kepada ku karena sudah mengecewakannya. Aku sudah ingkar janji kepada nenek, bahkan pesanku tidak di balas". Camelia, menggeleng kepalanya. Dia berpikir panjang lagi, untuk membujuk sang nenek.


"Ya sudah,aku langsung ke mansion dan menemui nenek". Sahut JJ Abrams, memainkan kedua alisnya.


"Apa! Jangan sekarang JJ Abrams,karena nenek tengah sibuk memikirkan keadaan Olivia. Jhonny,baru mengirim pesan kepada ku. Katanya nenek di rumah sakit,aku di suruh pulang dulu. Siap-siap deh,kena semburan lagi". Camelia, mencibir bibirnya.


"Ha! Kenapa pulang, katanya mau ngasih kejutan sama aku". Lagi-lagi JJ Abrams, merajuk dengan Camelia.


Camelia, menarik-narik tangan JJ Abrams dan membujuknya. Bagaikan membujuk anak kecil, merajuk tak di belikan gulali.


"JJ Abrams,janji aku akan menepati kejutan itu. Tapi,gak sekarang yah! Plisss...Aku mohon pengertiannya loh". Cicit Camelia,duduk di pangkuan JJ Abrams.


Masih dengan sama, JJ Abrams membuang muka ke arah lain tak menjawab pertanyaan Camelia.

__ADS_1


Cup!


Cup!


Cup!


Beberapa kecupan mendarat di bibi JJ Abrams, berharap luluh lantak kepadanya. Namun usaha Camelia, tidak membuahkan hasil.


"JJ,jangan seperti ini. Nanti aku loh,yang ngambek dan jalan dengan pria lain". Bisik Camelia, mencoba mengancam JJ Abrams.


Mendengar ancaman Camelia, dadanya bergemuruh padam menahan cemburu. Tanpa ba-bi-bu lagi, langsung menarik tengkuk leher Camelia dan menciumnya dengan brutal.


Bagaikan dunia milik berdua.Batin anak buah JJ Abrams, menggaruk-garuk pelipis masing-masing.


Cukup lama mereka berciuman,kini sudah berakhir masih terdengar cekikikan tertawa mereka berdua.


"Setelah lulus sekolah,mau kuliah atau menikah dengan ku. Begini saja, menikah dengan ku tetap kuliah". JJ Abrams, menyelipkan rambut Camelia di telinganya.


Menikah? Aku belum kepikiran sampai kesitu, usiaku masih muda. Apa iya,aku menikah secepat ini. Batin Katrina, menatap wajah JJ Abrams.


Namun JJ Abrams,malah terkekeh geli memandang wajah Camelia. "Aku tidak memaksa untuk secepatnya menikah dengan ku,akan aku beri waktu sayang".


"Hmmmmm....Akan aku pikirkan tentang itu, nikmati dulu masa-masa indah bersama". Camelia, bersandar di dada bidang kekasihnya.


"Menikmati masa-masa indah bersama, sampai hamil?". Tanya JJ Abrams, senyum-senyum sendiri.


"Apaan sih, mesum tau. Aku ingin balas dendam kepada Ardan,aku tidak terima dia menggantung ku di jurang yang curam". Camelia, sempat-sempatnya memikirkan Ardan.


"Uhukkk.... Uhukk.... Uhukk...Sialan,kenapa hari ini aku seringkali tersedak. Apa jangan-jangan penyihir itu, mengatai ku macam-macam". Ucap Ardan,yang jauh di sana. Dia tengah menikmati makan malam bersama istri-istrinya,tanpa di ganggu oleh siapapun.


"Sayang,kamu kenapa curiga kepada adik madu". Wina, memberikan secangkir air putih.

__ADS_1


Adik madu? Iiihhh... Amit-amit jabang bayi,aku sampai memiliki istri seperti dia.Batin Ardan, bergidik geli.


__ADS_2