SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Pencabut Nyawa


__ADS_3

 JJ Abrams,ke sana kemari mendatangi markas musuh-musuhnya dan membawa pasukan. Lagi-lagi dia tidak mendapatkan informasi keberadaan, Camelia.


Menggemparkan musuh-musuh JJ Abrams, karena kedatangannya tiba-tiba dengan suasana mencekam.


Baru kali ini, musuh-musuh JJ Abrams ketakutan melihat ekspresinya berubah menyeramkan.


Musuhnya membiarkan anak buah JJ Abrams, menggeledah markas mereka. Tak segan-segan JJ Abrams, mengancam para musuhnya itu. "Jika aku tau,siapa yang menculik kekasihku. Siap-siaplah berurusan dengan ku,akan aku habisi sampai ke akar-akarnya. Sampai keturunan mereka, tidak perduli anak kecil sekalipun".


Anak buahnya JJ Abrams, bergidik ngeri melihat bos besar mereka terlalu bucin dan semakin berbahaya.


Ardan, mendapatkan kabar kehilangan Camelia. Dia juga merasa ketakutan, pasti akan terlibat dalam masalah juga.


Ardan, gemeteran mengangkat panggilan JJ Abrams. "Tuan JJ Abrams,aku tidak menculik nona Camelia. Mana berani aku menculik dia,tanpa persetujuan darimu. Tenang saja,aku akan berusaha membantu mencari Camelia. Akan aku tanyakan kepada teman bisnis ku, pasti kekasihmu secepatnya ketemu".


Ardan, menggeleng kepalanya karena JJ Abrams sudah memutuskan panggilan telponnya.


"Sialan,main mati aja. Gak tanggung-tanggung menculik nona Camelia,anak buahnya dan dokter sekaligus di bawa. Benar-benar hebat bisa melakukan ini, JJ Abrams tidak bisa melacak keberadaan mereka. Siapa yah,aku harus cari tau ini. Ini adalah keberuntungan bagiku,lalu aku ajal kerjasama". Kekehnya Ardan, mengelus lembut rambut istrinya.


"Sayang,kenapa hubungan mereka selalu ada masalah? Kasian sekali adik madu,di culik sama orang jahat". Anggi, bergelut manja dengan suaminya.


"Sudahlah sayang,ini adalah resiko berhubungan dengan tuan JJ Abrams. Konsekuensi nona Camelia,jika dirinya mendapatkan masalah terus-terusan. Tapi,aku sangat penasaran sekali siapa yang berani mengusik ketenangan Tuan JJ Abrams". Ardan, mengotak-atik ponselnya dan mengirim pesan kepada anak buahnya. Membantu JJ Abrams, menemukan kekasih tercintanya yang di culik.


Tok....Tok...Tok...


Anak buah Ardan, mengetuk pintu kamarnya. "Masuk!". Teriaknya keras,anak buahnya masuk dan menundukkan kepala.

__ADS_1


"Tuan Ardan,ada tamu spesial baru datang dan ingin bertemu dengan anda".


"Tamu? Sejak kapan aku ada janji dengan seseorang, baiklah. Aku akan segera ke sana, tunggu saja". Ardan,turun dari ranjang.


Sang istri langsung mengenakan pakaian untuk sang suaminya,dia sigap melayani sang suami tingginya cuman sepinggang saja. Mereka berdua keluar bersamaan dari kamar, menuju ke ruang tamu.


Tiba di ruang tamu, Ardan terbalalak melihat sesosok tamu yang katanya spesial.


"Hai....Calon suamiku". Kedip mata Camelia, membuat Ardan gemeteran dan langsung mengambil segelas air putih meminumnya langsung.


Ya Tuhan, kesialan apa yang aku lakukan? Sehingga kau mengantar seseorang pencabut nyawa,lalu mengubah status istri-istri menjadi janda nanti.Batin Ardan, melirik ke arah Camelia tersenyum dan keliling istri-istrinya.


"Sayang,adik madu kita datang lagi. Kami kangen tau, sama dia dan senang atas kedatangannya". Wina, merangkul pundak Camelia.


"Jadi,kamu tidak di culik oleh siapa pun". Tanya Ardan, keringat membasahi keningnya dan Selfi melap dengan tisu. Apa lagi yang di rencanakan wanita ini, lihatlah senyuman yang manis. Mampu menjerat siapapun,akal bulusnya sangat berbahaya


"Astaga! Kamu keringat sekali sayang, segitunya kah melihat kedatangan adik madu". Kekehnya Selfi, tersenyum manis.


"Adik madu,yang ada pencabut nyawa sayang. Dia sama saja, memasukkan ku ke dalam masalah Tuan JJ Abrams. Musuh-musuhnya kebingungan kedatangannya ke markas,lalu mengacak-acak tempat mereka. Aku tidak sanggup melihat wajahnya, Tuan JJ Abrams". Ardan,bergidik ngeri membayangkan amarahnya JJ Abrams.


"Kami senang sekali adik madu, melibatkan kamu baik-baik saja. Setiap hari kami membujuk dia, untuk menjenguk keadaan mu di rumah sakit. Tetapi,suami kamu selalu ada alasannya". Kata Ning, mengelus lembut punggung suaminya.


"Ngapain kamu datang kediaman ku, tidak perlu berlagak sok imut". Ardan, langsung membuang muka ke arah lain.


"Hehehehe...Aku kebingungan mau pergi kemana,cari yang aman agar JJ Abrams tidak menemukan kami. Maaf,aku melibatkan anda bos. Sebenarnya yah, besok ulangtahunnya JJ Abrams dan aku sengaja melakukan hal ini. Demi mengerjainya di ulang tahun paling spesial,sengaja membuat dirinya kalang kabut mencari ku. Tempat ini, sangat aman untuk aku dan mereka yang aku bawa". Camelia,melirik ke arah anak buahnya JJ Abrams dan dokter Dartos.

__ADS_1


"Hahahahha...Hebat sekali kau,bisa mengelabui kekasih mu itu. Tuan JJ Abrams, tidak mampu melacak keberadaan mu sangat fantastis sekali. Kau benar-benar wanita berbisa melebihi ular, mengungsi di kediaman ku. Seharusnya kamu tau,aku akan mendapatkan masalah besar dan berhadapan dengan Tuan JJ Abrams". Ardan, menggeleng pelan dan pasrah mendapatkan hukuman nantinya.


"Anggap saja,ini adalah balas dendam ku". Kedip mata Camelia, membuat Ardan memusut dadanya. "Kita impas bos, untuknya aku tidak menggantungkan mu di jurang yang curam seperti aku dulu".


"Sialan,kau benar-benar pendendam Camelia. Aku kira kamu mati di tembak pamanmu sendiri, bangun-bangun dari koma malah bikin onar dan menggemparkan musuh-musuh Tuan JJ Abrams". Kata Ardan, bersandar pada sofa.


"Aku dan mereka akan pergi,tapi besok kok. Kalian harus ikut yah, merayakan ulangtahun JJ Abrams. Anggap saja ini, sebuah undangan terhormat untuk kalian". Kekehnya Camelia, menutup mulutnya.


"Malam semakin larut,aku sudah menyuruh pelayan menyiapkan tempat tidur Camelia dan lainnya". Kata Wina, duduk bergabung dengan mereka.


"Cukup nona Camelia, mereka anak buahnya Tuan JJ Abrams tidak perlu diperlukan spesial". Sahut Ardan,nampak kesal jadinya.


"Bos,jangan bilang-bilang sama JJ Abrams. Kalau sampai mengatakan sebenarnya,aku tidak jamin akan keselamatan bos". Kedip mata Camelia, beranjak pergi dan kursi rodanya di dorong oleh dokter Dartos. "Satu lagi bos,kalau tekanan naik gak papa. Ada dokter Dartos,siap mengobati anda". Sambungnya Camelia, tersenyum mengejek ke Ardan.


"Cameliaaa...! Aku benar-benar geram kepada mu, kenapa harus bertemu dengan mu lagi?". Ardan, mengepalkan kedua tangannya. "Aaaarrgghh....". Ardan, memijit pelipisnya dan melirik kepergian Camelia bersama sang istri.


"Asyik...Nona Camelia, mengundang kita ke pesta ulangtahun tuan JJ Abrams. Pasti ada pesta meriah dan makan-makan lezat lainnya. Lumayanlah satu hari gak mikirin pekerjaan,nona Camelia membang mantap!". Ucap anak buahnya Ardan, membuat dirinya semakin kesal.


"Memangnya nona Camelia, mengundang kalian apa?". Tanya Ardan, menyunggingkan senyumnya.


"Sudah bos, sebelum bos datang ke ruang tamu tadi". Jawab anak buahnya langsung, sontak Ardan tercengang mendengarnya.


"Apa! Jadi aku yang terakhir di undangnya?". Tanya Ardan, langsung di angguki anak buahnya. "Kau benar-benar menguji kesabaran ku, Camelia. Kau merendahkan harga diri mu, sebagai gangster terkenal lincah dan licik!". Ucapnya lumayan keras.


Ingin sekali Ardan, mengamuk-ngamuk di kediamannya. Namun tak mungkin terjadi,sebab ada banyak barang berharga istri-istrinya yang suka mengoleksi guci antik dan terbilang langka.

__ADS_1


__ADS_2