SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Panaskan


__ADS_3

"Camelia,kau tidak apa-apa? Kami sangat mengkhawatirkan keadaan mu, ketika kami mendengar kamu menghilang". Kata Jordan, sebisa mungkin untuk bersandiwara. Sialan, Camelia bisa menghilang dari pandangan JJ Abrams. Dia benar-benar hebat sekali, Pantesan saja kami kalah telak dengannya.


"Camelia, bebaskan paman Jhonny dari sini. Maaf atas segalanya, paman sengaja menembak mu waktu itu. Sekedar untuk memancing reaksi, JJ Abrams". Jhonny, berusaha meyakinkannya keponakannya. Aku harus bisa meluluhkan hati, Camelia. Jika aku bebas dari tempat ini,nyawaku akan aman.


"Ck,jangan percaya dengan ucapan mereka Camelia. Karena Jhonny, sudah membongkar siapa dirimu". Sahut Li Yun, menyunggingkan senyumnya. Aku tidak akan membiarkan kaliam berdua lolos,tanpa aku.


"Diam,kau Li Yun!". Teriak Jhonny dan Jordan, bersamaan.


"Hahahaha.... Hhpppptt...Kalian memang lucu sekali, seakan-akan bermusuhan. Tetap,saling bekerjasama di belakang. Aduh...Kalian kira aku bodoh, begitu". Camelia, menggeleng pelan.


"Camelia, seharusnya kamu berterimakasih kepada ku. Karena ulahku,kamu jadi tau jika JJ Abrams sangat khawatir kehilangan mu. Lihatlah, kondisiku Camelia sungguh mengenaskan sekali. Adakah rasa simpati kepada pamanmu ini, selalu ada untukmu dulu". Jhonny, memandang lekat wajah Camelia.


"Camelia,paman tidak bermaksud apa-apa kemarin. Jika kamu sukarela mengalihkan warisan kekayaan Malik dan Allen. Paman, tidak akan melakukan kesalahan apapun. Maafkan paman mu, tolong bebaskan paman dari sini. Ingatlah bahwa ada istri paman dan nenek, bagaimana perasaan mereka kehilangan paman?". Ucap Jordan, menatap iba kepada Camelia.


"Cuiihh...Munafik kalian". Decak Li Yun, tersenyum smrik.


"Camelia,jangan terlalu percaya dengan omongan mereka yang munafik itu. Nyatanya mereka ingin menghabisi nyawa mu, tanpa ampun". Sahut Rey, diiringi gelak tawa temannya.


Li Yun dan teman-temannya, tak akan membiarkan mereka bebas dari jeratan JJ Abrams. Mereka takut jika Jhonny dan Jordan,di bebaskan oleh Camelia.


Nyatanya Camelia,tak akan membiarkan mereka lolos begitu saja.


"Diam,kau Li Yun!". Teriak Jordan,tak mau mempengaruhi pikiran Camelia.


"Benar sekali apa yang di katakan mereka,kalau kalian berdua memang munafik. Kalian sudah tau,siapa aku sebenarnya kan? Jadi aku bukan Keponakan kalian lagi, melainkan katrina. Aku tidak akan membiarkan kalian lolos, sudah berbuat kesalahan besar". Camelia, menyunggingkan senyumnya.


"Sayang,kau di sini rupanya". JJ Abrams, baru datang langsung memeluk dan mencium pipinya.

__ADS_1


"Aku terbangun tadi,lalu tidak menemukan dirimu di samping. Jadinya mencari keberadaan mu,terus sampai ke sini. Makasih banyak yah, sudah menangkap mereka". Camelia, melirik ke arah Jhonny dan Jordan. Panaskan kamu Jhonny,ini adalah balasan ku terhadap mu. Bagaimana rasanya,jika seorang wanita yang kau cintai bermesraan dengan pria lain? Sakit bukan, seperti dulu aku melihat mu.


 "Tentu sekali sayang, apapun yang kamu katakan saja. Menangkap mereka semua,mudah bagiku asalkan bisa membahagiakan kekasihku ini". JJ Abrams,mencolek hidung mancung Camelia.


"Ayo,kita pergi dari sini. Hoaaamm...Masih ngantuk nih, kita tidur lagi atau bermain yang lainnya". Kedip mata Camelia,menarik tangan JJ Abrams dengan lembut.


"Ck,kau semakin gemes sayang. Ingin aku makan sekarang juga,ayo kita tiduran". JJ Abrams, langsung mengangkat tubuh Camelia dan membawanya pergi.


Jhonny, semakin panas dibuatnya. Melihat pemandangan dimana Camelia, mencium pipi JJ Abrams. "Kurang ajar sekali, kenapa perasaanku seperti ini?". Gumam Jhonny, memegang dadanya terasa sesak.


"Hahahaha... Dulu cintanya di sia-siakan,demi mengambil hartanya. Sekarang pria itu,berada di jeruji besi dan menyaksikan wanita itu bersama dengan pria lain". Ejek Rey,melirik ke arah Jhonny yang bersandar di dinding.


"Hahahaha... Hahahha...!". Mereka semua tertawa terbahak-bahak, melihat raut wajah Jhonny murung memikirkan Camelia.


Sebelum Camelia melanjutkan tidurnya, JJ Abrams meminta penjelasan tentang kemarin. Dimana dirinya berani sekali mengirim pesan, mengakhiri hubungan mereka.


"Uhukkk... Uhukk..Uhukk...!". Lagi-lagi Ardan, tersedak dan bermimpi dia minum. Namun tersedak nya nyata,bukan mimpi semata."Sialan,kenapa aku tersedak benaran bukan mimpi?". Gerutu Ardan, mengambil secangkir air putih dan meminumnya. "Uhukkk.. Uhukk.. Uhukkk..!". Lagi dan lagi,dia tersedak.


 **************


Besok paginya, Camelia pamit pulang dulu. Dia sudah lama tidak pulang ke mansion, beruntung mendapatkan izin dari JJ Abrams.


Camelia, memasuki mansion nampak sepi tak seperti dulu lagi. Suasana sekarang jauh berbeda, mengenang masa-masa indah dulu.


Dimana mansion ini, saksi bisunya cintanya kepada Jhonny dulu. Camelia, menghembuskan nafas berat dan duduk di sofa.


"E'ehmmm.... Kamu tau,dimana Jhonny?" Tanya Olivia, mendekati Camelia yang tengah bersantai.

__ADS_1


"Tidak tau,kalau pun aku tau yah. Mana mungkin juga, memberitahu mu". Jawab Camelia, menyunggingkan senyumnya.


"Ck, kecil-kecil sudah belajar menjadi pelakor". Decak Olivia, menatap tajam ke arah Camelia.


"Kalau aku benar-benar pelakor, sudah pasti mengubah statusmu jadi janda". Sahut Camelia, tersenyum kecil.


"Ck,bilang saja kamu masih mencintai Jhonny kan? Makanya berpura-pura menerima JJ Abrams, dasar wanita ular. Aku yakin sekali,kamu menyembunyikan Jhonny dariku. Katakan Camelia, pasti iyakan?". Bentaknya Olivia, matanya melotot sempurna ingin sekali Camelia menusuk Kedua matanya itu.


"Ngapain aku menyembunyikan pria macam, Jhonny.Aku kaya raya memiliki warisan berlimpah,pria seperti Jhonny banyak diluar sana. Sudah jelaslah aku memilih JJ Abrams, jauh dari segalanya. Asalkan kamu tau,aku yang melakukan penjebakan terhadap kalian. Dimana kau dan Jhonny, menghabiskan malam yang panjang. Seharusnya yah,kamu berterimakasih kepada ku". Camelia,puas membungkam mulut Olivia.


"Berarti sama dong, Jordan tidak ada pulang-pulang. Kemana dia yah,kalian tau?". Tanya Lili,ikutan duduk bergabung dengan mereka.


Sialan,aku kalah dengan perempuan ular ini.Batin Olivia, bersikap biasa karena kedatangan istri Jordan.


 "Lili,apa kamu lupa bagaimana sifat Jordan? Dia suka sekali gonta-ganti pasangan,apa jangan-jangan dia bersama wanita lain". Olivia, mulai memancing adik iparnya ini.


"Jaga omongan mu, Olivia. Kamu cuman mantu di mansion, Jhonny anak tiri dari ibu mertua ku". Lili,tak mau kalah dengan Olivia.


"Kalian bukan siapa-siapa di mansion ini, aku yang berkuasa paham! Bahkan aku tak segan-segan, mengusir kalian dari sini". Ancam Camelia, beranjak pergi meninggalkan mereka yang memasang wajah masam.


"Ck,sok berkuasa sekali" Gumam Olivia, menatap kepergian Camelia mulai menaiki anak tangga.


"Lili, bukankah kamu mantu kesayangannya mamah Sandra?Kok kamu, tidak menjaga beliau malah asyik dengan urusanmu sendiri". Kata Olivia, mencibir bibirnya.


"Bukan urusanmu, suka-suka aku lah. Mau ngurus beliau atau tidaknya,ck". Lili,malas meladeni perkataannya dan memilih meninggalkan kakak iparnya itu.


Camelia, mondar-mandir di dalam kamar memikirkan sesuatu.Bagaimana caranya, mengusir dua wanita di bawah sana?.

__ADS_1


__ADS_2