SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Eksekusi2


__ADS_3

Masalah Ardan dan istri-istrinya di singkirkan dulu. Belum saatnya melanjutkan permainan,yang selanjutnya. Ingin menyaksikan secara langsung,dimana Li Yun dan teman-temannya. Akan di adili beberapa orang, sepertinya menarik dan ada mengerikan juga.


Untuk mempermudah eksekusi tubuh mereka,anak buahnya JJ Abrams membaringkan tubuh Li Yun dan teman-temannya. Tentu saja,di tempat sudah di sediakan. Kedua kakinya terbuka lebar, di ikat kuat dan kedua tangannya di rentangkan sama diikat juga.


JJ Abrams, memerintahkan di tubuh mereka cuman menyisakan celana pendek saja. Ingin sekali mereka dalam keadaan polos, tetapi ada Camelia yang melihat.


"Aaaarrgghh... Lepaskan aku! Lepaskan! Ampunilah aku,ampun!" Mereka secara bersamaan, meminta ampun kepada siapapun.


Namun JJ Abrams, memberikan kode siap eksekusi mereka sampai mati.


Seorang pria tak muda lagi, keadaannya sangat memperihatinkan. Dia berjalan menuju alat-alat ekseskusi mereka dan memilih gunting rumput yang besar.


Berlahan-lahan pria tua itu, mendekati Li Yun dan teman-temannya. Matanya menatap tajam, tersenyum sumringah akan melempiaskn dendamnya.


"Ini adalah balasan untuk cucuku,kalian sudah membunuhnya dan organnya dijual". Pria tua, menyeringai tajam. "Hasil penyelidikan sebelum kematiannya,kalian memperkosanya dengan kasar sampai robek. Kau tahu,cucuku baru masuk sekolah SMP dan aku berjanji akan menggapai cita-citanya. Nyatanya semua itu,cuman kenang-kenangan. Aku akan membalas dendamnya". Pria tua itu, mendekati Li Yun.


Camelia, mengerjapkan bola matanya dan merasa kasian kepada pria tua itu atas kehilangan cucu tersayangnya.


"Tidaaaakkkk...! Ampunilah saya pak, ampunilah kami! Mohon ampunannya pak, kami tidak mau mati!". Li Yun dan teman-temannya meronta-ronta tak mau di eksekusi.


"Kau meminta ampun dari mereka,tetapi kalian begitu tega melihat seorang gadis memohon-mohon meminta di lepaskan dan air matanya mengalir deras. Nyatanya kalian tidak merasa iba,malah menjadi-jadi menghabisi nyawanya. Seperti itulah, orang-orang yang kehilangan sesosok yang di cintainya. Yang kalian bunuh secara keji,tak punya hati". Kata JJ Abrams, dengan tatapan tajam.


"Aaaaaaaaaaaaaa......!". Li Yun, berteriak keras ketika telinganya di gunting oleh pria itu. Camelia, bergidik ngeri melihat darah yang mengalir deras.


"Aku akan menggunting telinga kalian satu-persatu,tapi tunggu selanjutnya". Kekeh pria tua itu,mulai senang apa yang di lakukannya.


Mereka silih berganti berteriak-teriak keras,sambil meringis rasa sakit di bagian telinga.


"Silahkan, lanjutkan lagi". JJ Abrams, mempersilahkan untuk bergantian."Bagaimana Jhonny, menyenangkan bukan?". Mendelik tajam ke arah, Jhonny yang marah padam.

__ADS_1


Sungguh gila,kamu JJ Abrams! Ambisimu ingin membunuh keponakan sendiri, tapi jalur tangan orang lain.Batin Jhonny, tersenyum kecil ketika Camelia memandanginya. Berharap Camelia,merasa iba melihat keadaannya.


Camelia,acuh saja dan memalingkan wajahnya ke arah JJ Abrams.


"Aaaarrgghh.... Tidaaaakkkk...! Ssshhhhttt...!Aaaaaaa....!". Li Yun, kesakitan kulitnya di iris-iris oleh seorang pria, sepertinya seumur dengannya.


"Ini adalah balasan untuk kakakku,yang kalian bunuh dan sama organnya dijual". Pria itu, menusukkan pisaunya di bagian pangkal paha Li Yun. "Milikmu nanti,akan aku potong sesuka hati ku". Geramnya dengan sorotan mata tajam.


"Aaaaaaa....Aaaaaaa...!". Rey dan lainnya, berteriak-teriak sampai menitikkan air mata.


Camelia, memalingkan wajahnya dan menghela nafas beratnya.


 Mereka satu-persatu bergilir mengeksekusi tubuh Li Yun dan teman-temannya. Tubuh mereka berlumuran darah semua, sampai bercucuran ke bawah.


Anak buahnya JJ Abrams, sudah menyiapkan segalanya. Darah yang bercucuran ke bawah,mengalir entah kemana.


"Uhukkk... Uhukk... Uhuk.." Li Yun, terbatuk-batuk darah segar. Ketika perutnya di robek menggunakan pisau, mereka tak sabar mengambil jantungnya dan mengobrak-abrik isi perutnya.


"Uueekk.... Ueeekk..." Camelia,tak sanggup menyaksikannya. Dia langsung bergegas keluar dari bawah, sungguh pemandangan mengerikan.


JJ Abrams, tersenyum sumringah ketika dari mereka menarik keluar usus perut Li Yun.


Jhonny dan Jordan,ikutan muntah menyaksikannya. Meskipun mereka pernah membunuh seseorang, tetapi tak sampai seperti itu.


Mereka yang mengeksekusi,malah senang dan tertawa terbahak-bahak. Sudah puas melempiaskn amarahnya,tak cuman itu saja. Alat vital mereka,di potong dan dicincang halus.


Li Yun dan teman-temannya,tewas begitu saja. Mata terbalalak, mulutnya terbuka lebar menjulurkan lidahnya. Salah satu dari mereka, yang geram dengan mata melotot dan lidah menjulur. Dia langsung mencolek mata Li Yun dan teman-temannya satu-persatu. Tak hanya mata, lidahnya juga di potong.


Setelah puas memutilasi organ tubuh mereka, orang-orang tersebut keluar dan segera membersihkan diri yang penuh darah. Tak lupa JJ Abrams, memberikan bingkisan fantastis untuk mereka satu-persatu.

__ADS_1


JJ Abrams,menyusul Camelia di dalam kamar mandi. Dia tengah mencuci wajah, mulut dan tangannya. "Kau tidak apa-apa?". Tanya JJ Abrams, memeluknya dari belakang.


"Tidak apa,aku baik-baik saja". Camelia, ingin pergi dan melepaskan pelukan sang kekasih.


Secepatnya JJ Abrams, membalikkan tubuh Camelia dan mengangkat tubuhnya. Kini Camelia, duduk di meja dan menatap wajah sang kekasih.


Berlahan-lahan JJ Abrams, menutup pintu kamar mandi. Barulah mereka berdua berciuman dengan mesra, ciuman JJ Abrams terbilang sangat agresif. Sangat susah sekali, Camelia menyeimbangi ciumannya.


Setengah jam berlalu, JJ Abrams dan Camelia. Kembali ke bawah tanah, rupanya sudah tidak ada lagi mayat Li Yun dan teman-temannya.


"Lepas! Lepas! Camelia, lepaskan aku!". Teriak Jordan, meronta-ronta tak mau di gantung oleh anak buahnya JJ Abrams.


Bughhh


Bughhh


Bughhh


Beberapa kali pukulan keras, akhirnya Jordan tumbang dan tidak bertenaga lagi. sekarang tubuh Jordan,kurus tak seperti dulu yang memiliki tubuh seperti atletis.Mana mau dia makan,karena makanan cuman roti tawar yang di lempar ke sel penjara. Tentu roti tersebut, sangat kotor dam tak layak di makan. Terkadang dia terpaksa memakannya karena sangat lapar sekali,minum pun menggunakan air kran di dalam kamar mandi.


JJ Abrams, mendekati Jordan yang lemah tak berdaya. Di sudut bibirnya sobek, akibat pukulan anak buahnya. "Ayo,bunuh aku JJ Abrams! Aku tidak takut dengan mu,sama sekali tidak taku!". Teriak Jordan, sekencang mungkin.


"Berikan berkas itu,jarinya harus diletakan di sana. berkas ini, membutuhkan cap tiga jarinya. Tandatangan nanti,bisa di tiru oleh Kanu". Perintah JJ Abrams, dengan sigap anak buahnya melaksanakan tugas yang di perintahkan.


"Kau benar-benar licik, JJ Abrams sama dengan Camelia. Cuiihh...!". Jordan, ingin meludahi JJ Abrams. Akan tetapi, JJ Abrams langsung menghindari dan tidak tekena.


"Kau berani sekali, ingin meludahi ku. Baiklah,akan aku potong lidahmu. Kalian bantu aku, menahan kepala dan buat lehernya keluar". Perintah JJ Abrams, mengeluarkan pisau kecil sangat tajam sekali.


Glekkkk...

__ADS_1


__ADS_2