
Camelia, menghempaskan tubuhnya di atas ranjang. Kata Jecky, Jhonny pergi ada urusan penting dan pulang malam.
Sedangkan Camelia,bodo amat dan membuka sosmed. Banyak berita terbaru di kediaman Sean, entah siapa yang menyebarkan berita tersebut.
Camelia, bangkit dan menyusun rencana selanjutnya. Mereka semua,tak akan pernah lepas dari genggaman tangannya.
Dia mencari sesuatu untuk meneror di kediaman Sean,agar mereka semua ketakutan.
"Sepi juga yah,kalau gak ada Jhonny". Gumamnya Camelia, bingung harus berbuat apa."Hmmm...Gak mungkin aku diam-diam keluar dari mansion,mana penjaga ketat lagi. Satu-satunya kesempatan keluar,jam istirahat sekolah. Itupun cuman 45 menit,aduhh.... mepet banget waktunya,gak mungkin aku tiap hari kediaman Sean. Pasti mereka pada curiga dengan ku,sial!". Camelia, mondar-mandir di dalam kamar.
"Yah,aku siapkan rencana selanjutnya. Situasi saat ini,masih berbahaya menjalankan rencanaku. Hmmmm....Aku dengar-dengar nenek Sandra,mau cek kesehatan. Bagaimana kalau aku ikut, berharap 1 rumah sakit dengan Bella dan anaknya". Kata Camelia, tersenyum sumringah dan keluar dari kamar. Apa lagi,kalau bukan menemui Sandra dan ingin ikut besok.
Senyuman Camelia, mengambang disudut bibirnya. "Nenek,lagi ngapain?". Tanya Camellia,basa basi dan melihat neneknya memegang beberapa kertas.
"Ini cek kesehatan bulan lalu, soalnya besok mau cek lagi". Jawab Sandra, sambil meneliti kertas di tangannya.
"Nenek,aku boleh ikut gak? Pengen jalan-jalan nek, sumpek di sini terus. Paman Jhonny, tidak mengizinkanku kemana-mana". Rengeknya Camelia, memasang wajah sok imutnya.
"Nenek,mau kerumah sakit. Emangnya mau ikut ke sana, sekalian kenalan sama Om Darma yah. Dokter menangani kesehatan, nenek". Sandra, melepaskan kacamatanya.
"Siap, di tunggu besok nek. Mau ke kamar dulu,mandi terus makan malam. Setelahnya bobo cantik,". Kekehnya Camelia, beranjak pergi meninggalkan neneknya. Hatinya merasa senang sekali, semoga rencananya berhasil mulus tanpa hambatan apapun.
Hampir 1 jam, Camelia memanjakan dirinya di kamar mandi. Merendamkan dirinya di bathtub, aroma terapi dari lilin. Matanya terpejam menikmati suasana ketenangan, jarang sekali seperti ini.
"Aaaa....Aaaaa....Aaaaa... Tidaaaakkkk.... Tidaaaakkkk.... lepassss.... Lepassss....Aaaa... Jangan membunuh ku...Aaaaa... Lepas! Lepas!". Camelia, meronta-ronta di bathtub dan matanya masih terpejam.
"Camelia!Camelia!Bangun, Camelia! Bangun!". Jhonny, menyadarkan Keponakannya.
__ADS_1
"Aaaaaa.....Paman!". Teriaknya sekeras mungkin, langsung memeluk erat Jhonny.
"Ha...Ha..Ha..Ha...". Camelia, mengatur nafasnya ngos-ngosan. Astaga, kenapa aku bermimpi itu lagi?. "Paman Jhonny,". Gumamnya pelan, memeluk lebih erat tubuh Jhonny.
"Tenanglah Camelia,tenang". Jhonny, mengelus lembut rambut panjang Camelia.
"Kyaaaaaa....Paman mesum!". Pekiknya Camelia, langsung melepaskan pelukannya dan tercebur di bathtub lagi. Bagaimana tidak berteriak keras,baru sadar jika dirinya tengah polos dalam pelukan pamannya.
Byuurrrr....
Jhonny, memalingkan wajahnya sudah merah merona. Dia baru sadar, jika Keponakannya tidak mengenakan apapun.
"Ini terakhir kalinya,jangan sampai ketiduran di bathtub. Itu sangat bahaya, Camelia. Paman, sangat mengkhawatirkan keadaan mu tadi. Apa lagi kamu, berteriak-teriak histeris. Tidak perlu kamu tutupi tubuh mu itu, aku sudah seringkali melihatnya. bahkan berkeliling mansion tanpa sehelai benang pun". Tegas Jhonny, langsung meninggalkan kamar mandi. Itu sudah beberapa tahun yang lalu,masih kanak-kanakan.
"Ck, itukan waktu Camelia masih ingusan. Sekarang bedalah. Tubuh ini,akan selamanya milikku. Huuuff.... Sungguh memalukan sekali,". Gumam Katrina, mengerucutkan bibirnya.
Katrina, mematikan shower menyeka air matanya dan menampar dinding kamar mandi. Amarahnya sudah memuncak,tak sabar membalas atas kematiannya.
Tak berselang lama, Camelia keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang melilit di tubuhnya.
Degggg...
Camelia,jadi salah tingkah karena Jhonny menatap tajam ke arahnya. Tubuhnya memang milik keponakannya, tetapi jiwanya orang lain. Suasana jelas berbeda,apa lagi Katrina serba salah.
"Pakaian mu sudah aku siapkan". Kata Jhonny, dengan lantang. Ketika Camelia, melangkah pergi ke ruang ganti.
"Hmmmm...Iya,paman". Jawab Camelia, tersenyum kecil. Huuuff...Sabar Katrina,sabar.
__ADS_1
Dia menyambar pakaian di atas ranjang,yang sudah di siapkan. Berlalu ingin pergi, tetapi Jhonny mencekal lengannya."Eee... Lepaskan tangan ku,paman. Aku mau ke ruang ganti,mau berpakaian". katanya sangat gugup, jantungnya berdegup kencang.
"Di sini saja, sok-sokan malu segala. Dulu kamu seringkali memintaku, untuk mengenakan pakaian. Bahkan ketika aku sibuk sekalipun, merengek-rengek segala". Bantah Jhonny, membuat Camelia terkejut mendengarnya.
"Paman,aku sudah besar sekarang. Jadi,malu hehehehe...". Alibinya Camelia, mengulum senyumnya. Ck, dasar Jhonny mesum. Sok dingin terhadap wanita di luar sana, rupanya sangat suka memandang lekukan tubuh keponakannya.Batinnya, menggerutu.
"Gak usah malu-malu segala, bagian mana lagi yang belum aku sentuh?hmmm...". Delik mata Jhonny, menatap tajam. Benar sekali Camelia, tidak bersifat seperti ini. pasti ada sesuatu yang tidak beres,aku harus menyelidikinya.
"Paman,aku berpakaian dulu". Akhirnya Camelia, menghempaskan tangan Jhonny dan ingin kabur. "Aaaaaa....paman,kamu!". Pekiknya lumayan keras, tiba-tiba Jhonny menarik tubuhnya dan jatuh ke pangkuan. Beruntung sekali kamarnya,kedap suara dan tidak diketahui oleh siapapun.
"Aku merasakan sesuatu yang aneh, kepada keponakanku sendiri. Seakan-akan dia bukan Cameliaku, apakah itu benar?". Bisik Jhonny, menahan leher dan dagu keponakannya dari arah belakang.
Katrina, terkejut mendengar ucapan Jhonny. Dia tidak bisa di ajak main-main, seiring waktunya berjalan. Kemungkinan besar dia akan ketahuan berbohong, bingung harus menjelaskannya darimana.
Tidak mungkin Jhonny, mengetahui secepat itu? Sialan,aku akan terperangkap selama-lamanya di dekapan Jhonny.Batin Katrina.
Dia merasakan sesuatu yang berbeda,diam tak bergerak sedikitpun. Aroma maskulin menyengat penciumannya, sungguh ketampanan Jhonny tak di ragukan lagi. bagaikan bak dewa, tidak ada kekurangan apapun. Sekarang Katrina, sangat dekat dengan Jhonny. Ketika masa dulu, Katrina pernah berjabat tangan saja. Itupun alasannya cuman menjalin kerjasama, tidak terlalu dekat. Berbicara pun Jhonny, sangat irit dan dingin.Jangankan tertawa terbahak-bahak, senyuman kecil pun tidak ada.
"Pamam Jhonny, jangan seperti ini? Aku,aku,aku sangat gugup sekali. Dengarkanlah jantungku berdegup kencang,jangan sampai copot". Camelia, mencairkan suasana tegang. Hembusan nafas Jhonny,terasa di lehernya. "Aakhh..Kenapa,paman mengigit leherku?". Astaga,apa yang dia lakukan lagi? Sialan kamu Jhonny,awas kamu.
"Diamlah,aku sedikit memberikan hukuman kepada mu. Sudah berani pergi kediaman Sean,lalu berteman dengan Ryan. Asalkan kamu tau,aku tidak menyukai keluarga Sean". Kata Jhonny, bersandar di bahu Camelia.
"Termasuk Katrina?". Tanya Camelia, memancing reaksi Jhonny.
"Katrina! Darimana kamu tau,nama itu?". Tanya Jhonny, mengerutkan keningnya.
"Dari Tante Clara, sepanjang perjalanan banyak dia menceritakan keluarga Sean". Jawab Camelia, tersenyum manis. "Jawab yang tadi, bagaimana dengan Katrina?". Rengeknya, dengan manja.
__ADS_1
"Hmmmm...Dia wanita bodoh!". Jawab Jhonny, langsung. Camelia, langsung membulatkan matanya dengan sempurna.