SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Nomor Rekening


__ADS_3

Besok paginya, Camelia di bawa Zara ke sebuah ruangan untuk berdiskusi entah apa.


Empat serangkai mengikuti dari belakang dengan mengendap-endap,jangan sampai ketahuan seperti pencuri saja. Mereka menguping pembicaraan Camelia dan keluarga Down.


"Hebat sekali,nona Camelia di setujui bekerjasama dengan hitungan beberapa jam. Sedangkan Tuan JJ Abrams,di terima 3 hari kemudian. Apa lagi kita,satu mingguan baru dapat kabar". Bisik Ardan, mereka 4 serangkai mengintip di balik pintu.


"Nona Camelia, tidak ada tandingannya dan mengalahkan Tuan JJ Abrams". Sambung Markus, pertama kali mengintip seperti ini.


"Apa kataku, pasti kita mendapatkan informasi menarik". Sahut Markus,dialah mengajak JJ Abrams, Arsan, Markus, untuk mengintip apa yang mereka bicarakan.


"Menarik sekali,semakin gemes melihat Camelia". Gumam JJ Abrams,geram terhadap Don begitu lama memandang kekasihnya.


Camelia, cengengesan melihat beberapa set perhiasan yang di berikan Zara dan suaminya. Ini adalah bentuk terimakasih atas saran untuk,Zara. Membuat dirinya berani mengambil keputusan yang begitu nekad, mempercayai dirinya bisa menyelamatkan suaminya.


"Ambilah perhiasan ini,ini adalah bentuk ucapan terimakasih kami. Nona Camelia,kami senang bisa berkenalan dengan mu". Zara, menyodorkan beberapa set perhiasan mahal dan berlian kepada Camelia.


"Nona Camelia, semoga lancar kerjasama kita nanti". Down, mengulurkan tangannya untuk berjabatan tangan dengan Camelia.


Camelia, menyambut uluran tangan Down dengan lembut. Ada senyuman kecil di sudut bibirnya, melirik ke arah pintu karena mengetahui empat serangkai mengintip.


"Iiihh.... Lihatlah, lirikannya menyeramkan sekali. Bahkan dia mengetahui jika kita mengintip dirinya,di balik pintu ini". Bisik Ardan, melirik mereka satu-persatu.


 "Nyonya Zara,aku tidak bisa menerima perhiasan dan berlian ini. Aku takut ada seseorang merampok di jalan, menakutkan sekali. Tapi,ini adalah nomor rekening ku. Nyonya bisa mentransfernya saja, lebih aman dan praktis". Kedip mata Camelia, melirik ke arah pintu lagi.


"Benar sekali,akan aku transfer uang ke rekening mu. Kau ada benarnya juga,dapat ilmu lagi darimu". Zara, langsung memberikan nomor rekening kepada seorang wanita di sampingnya.


"Nona Camelia,kau memang cerdas sekali. Ada benarnya juga,membawa perhiasan ini dan sama mengundang masalah". Kekehnya Down, menepuk pangkal paha istrinya.


"Coba kamu cek, uangnya sudah masuk". Kata Zara, tersenyum sumringah.


Camelia, buru-buru cek m-banking dan uangnya sudah masuk sebesar 1T . Waw...Satu triliun begitu mudahnya aku mendapatkan uang dalam sekejap.Batin Camelia, mengangguk pelan uangnya sudah masuk.

__ADS_1


4 serangkai menjauhkan diri dari pintu, mereka menggeleng pelan karena Camelia masih memerlukan uang. Sedangkan dirinya sudah kaya raya,uang jelaslah banyak tak terkira juga. Tapi, dirinya tetap perhitungan dengan uang.


Down, mengerjapkan bola matanya baru kali ini bertemu dengan orang yang unik. Namun senang, Camelia bisa menguatkan istrinya semakin berani dan kuat.


Camelia,pamit undur diri dulu karena harus pulang ada mata pelajaran dosen killer yang tak bisa di tinggalkan. Masih sempat masuk di jam 2 siang nanti,tak mungkin izin lagi.


"Nona Camelia,aku ingin berbicara sesuatu padamu. Sebenarnya,aku ingin berterimakasih atas semuanya dan termasuk ibuku. Beliau mendapat kepercayaan dari ayahku, bahkan membuat ibuku bahagia karena mu. Nona,jangan di ambil hati perkataan ibuku tentang kita. Aku tau,kau memiliki hubungan dengan Tuan JJ Abrams. Aku sadar diri cinta tak bisa di paksakan,aku akan berbicara pelan-pelan dengan ibuku. Jujur,aku mencintaimu nona Camelia". Don, tersenyum manis ke arah Camelia.


"Kau tahu dimana aku dan JJ Abrams?" Tanya Camelia, penasaran karena Don mengetahui hubungannya dengan JJ Abrams.


"Maaf,aku mengikuti kalian malam tadi di labirin. Nona Camelia,aku permisi dulu dan hati-hati dijalan". Don, langsung pamit meninggalkan Camelia yang masih berdiri di tempatnya.


Camelia,menghela nafas beratnya dan melanjutkan langkah kakinya.


"Nona Camelia,aku mencintaimu!". Teriak Don, lumayan keras. Setelah mengungkapkan perasaan,Don seakan-akan biasa saja tanpa ada rasa bersalah pun. Tapi,dia merasa lega mengungkapkan perasaannya yang mengganjal di hatinya itu.


Camelia,menganga lebar dan menepuk keningnya. Berharap tidak ada yang mendengar teriakkan Don, tiba-tiba mengungkapkan perasaannya.


Dari atas balkon ada Zara dan suaminya mengantar kepergian mereka. Camelia, melambaikan tangan dan tersenyum manis.


JJ Abrams, memejamkan matanya untuk menghindari cekcok mulut dengan sang kekasih. Dia tahu,jika Don berbicara dengan Camelia tadi. Berusaha menenangkan pikiran dan hatinya,yang tengah cemburu.


***************


"Tumben sekali Camel,kamu masuk siang kuliahnya?". Tanya Nia,teman sekelasnya itu.


Walaupun keadaan sangat lelah dan mengantuk,dia harus turun kuliah mengejar pelajaran yang tertinggal. "Tidak apa,cuman ada sedikit masalah". Jawabnya,tak sabar untuk pulang karena badan perlu istirahat.


Camelia, meninggalkan kelasnya sudah selesai dan segera pulang ke mansion.


Bruuukk...

__ADS_1


"Aaukk...!" Pekik Camelia,baru keluar dari kelas ada seseorang berlari dan menabraknya. "Gila,yah! Main lari aja,nabrak orang gak minta maaf lagi". Teriak Camelia, sangat kesal dengan orang yang menabraknya.


"Sepertinya Ryan,anak jurusan teknik informatika deh". Ucap seseorang yang sempat melihat. Camelia,masih mengenali punggung sesosok pria itu.


Tanpa ba-bi-bu lagi Camelia, bergegas menuju ke arah kantin. Dia tak akan membiarkan begitu saja, sudah menabrak tidak ada kata maaf lagi.


Glek!


Ryan, terlihat ketakutan Camelia semakin mendekatinya. Sialan,dia benar-benar menemuiku pasti menyuruh meminta maaf kepada ku. Ck,jangan harap Camelia.Batinnya, sok tidak tau apa-apa.


"Tidak tau diri yah, sudah menabrak ku dan langsung kabur tanpa meminta maaf. Ryan,dimana letak harga diri mu sebagai seorang pria. Murahan sekali,tanpa memiliki nyali yang kuat untuk meminta maaf". Kata Camelia, tangannya memegang buku lumayan tebal.


Ryan, menghirup jus jeruk di tangannya dan menatap Camelia tersenyum kecil. "Ngapain aku meminta maaf kepada mu,ha? Ogah banget,sana pergi".


"Ck,". Camelia, berdecik kecil mendengar Ryan mengusirnya.


Bughhh...


Bughhh...


Ryan, tersungkur di lantai karena Camelia memukulnya menggunakan buku tebal di tangannya itu. Seisi kantin kampus terdiam sejenak, melihat aksi Camelia yang berani.


"Itulah hadiah dari orang yang tidak tahu diri". Kata Camelia, mengibas-ngibas rambutnya dan melenggang pergi.


Ryan, memukul lantai karena di permalukan di kantin. Semakin kesalnya lagi, tidak ada yang membantu malah menonton saja.


[Ryan,di hajar oleh Camelia tepat di kantin dan banyak anak-anak menyaksikan juga]


Leo, memperlihatkan sebuah pesan dari temannya kepada Kaizam. "Kayanya Camelia, tidak pernah takut dengan apapun. Aku ingin sekali melenyapkannya,sok belagu banget". Ucap Leo, melirik ke arah kakaknya.


"Kita selesaikan masalah pernikahan, membangun kafe kembali. Setelah itu,kita pikirkan memberikan pelajaran kepada Camelia". Kaizam,masih memikirkan keadaannya sekarang yang amburadul semuanya.

__ADS_1


__ADS_2