
Bukan Camelia,yang mengirimkan pesan kepada JJ Abrams. Melainkan Ardan, bersama anak buahnya. Kini mereka cekikikan tertawa, begitu senangnya mengerjai pria itu. Pasti hatinya terasa teriris-iris,setiap membaca pesan dari darinya.
Anak buahnya JJ Abrams, di tempat Ardan malah main catur dengan anak buahnya. Dokter Dartos,tengah berbahagia bersama dokter cantik meneliti tanaman herbal. Tak sia-sia dia ikut dengan Camelia,malah banyak untungnya lagi.
Sedangkan Camelia,bersama istri-istrinya Ardan sibuk melukis di taman belakang. Mereka saling berguru satu sama lain, seakan-akan tidak ada beban pikiran.
Itupun di awasi Ardan, berserta anak buahnya. Sebenarnya Ardan,kesal dengan kedatangan Camelia yang mampu mengambil perhatian istri-istrinya.
"Hahahaha....Akan aku buat dramatis Tuan JJ Abrams,aku yakin sekali dia menangis meraung-raung atas kehilangan Camelia". Kata Ardan, puas sekali mengaduk-aduk pikiran musuh bebuyutannya itu.
"Awas yah,kalau ketahuan. Jangan sampai JJ Abrams, melacak keberadaan mu. Bakalan mampus kau,di tangannya dan mengubah status istri-istri mu". Ucap Camelia, melirik tajam ke arah Ardan.
Jika JJ Abrams, mengetahui keberadaannya bisa hancur berantakan rencananya besok.
"Tenang saja,aku sudah menyiapkan segalanya nona. Gak bakalan kekasih mu itu,bisa melacak nomorku ini". Sahut Ardan, tersenyum kecil.
[Aku tau kau sangat marah atas kepergian ku ini, tetapi ini adalah kebaikan kita bersama]
[JJ Abrams, semoga kamu mendapatkan kebahagiaan. Lupakan aku ini,yang penuh dengan kekurangan. Kau tenang saja,aku baik-baik ketika kau mendapatkan pengganti ku nanti]
Berturut-turut Ardan, mengirimkan pesan kepada JJ Abrams. Tak lupa di iringi tertawa terbahak-bahak, Ardan penasaran bagaimana raut wajah kekasih Camelia? Pastinya merasakan sakit hati, pikirannya berkecamuk kemana-mana.
Camelia, menggeleng kepalanya mendengar Ardan dan anak buahnya tertawa lepas. Membiarkan mereka melakukan tugas,atas izinnya tadi.
"Adik madu, emangnya tidak masalah apa yang di lakukan suami kami?". Tanya Wina,merasa tak enak hati. Suaminya lancang mengerjai kekasih, Camelia.
"Tidak apa, sesekali menyenangkan hati bos". Jawab Camelia, tersenyum manis.
"Oh,iya. Asalkan jangan ada masalah dikemudahan hari,tau sendirilah mereka tidak akur". Kekehnya Ning, menoleh ke arah Camelia mengangguk pelan.
Camelia,melukis pemandangan pantai di sore harinya. Teringat masa-masa indah bersama Jhonny, ingin sekali menggantikan yang baru. Namun, sudah hampir selesai dan sayang tidak diselesaikan.
__ADS_1
"Wahhh..Bagus banget, lukisan adik madu. Lihatlah, pemandangan pantai di sore hari. Sayang! Kapan-kapan kita bersantai di pantai yah,tapi di sore hari" pinta Selfi, kepada suaminya Ardan.
"Hmmm.... Gampang sayang,kita akan bersantai sesuai keinginan kalian". Jawab Ardan,masih fokus dengan layar ponselnya. Tak sabar menunggu balasan dari, JJ Abrams.
"Lama kali yah,bos. Tuan JJ Abrams, membalas pesannya. Sepertinya panjang nih,kaya jalan tol". Kata anak buahnya, penasaran apa balasan dari JJ Abrams.
"Aku sudah mengirim pesan beberapa kali, satupun belum di balas. Dari tadi cuman mengetik saja,payah sekali Tuan JJ Abrams". Ejek Ardan, menggaruk-garuk pelipisnya.
[Camelia,kau dimana sayang?]
Ardan dan anak buahnya, mengerutkan keningnya membaca pesan dari JJ Abrams. Mereka sudah menunggu lama balasannya,namun pesannya sangat singkat sekali. Apakah JJ Abrams, perlu berpikir panjang atau kebingungan untuk membalas pesannya.
"Bos, sebenarnya tuan JJ Abrams bisa baca gak sih? Kita kirim pesan apa,tapi jawabnya gak nyambung".
"Mungkin yah,bos. Tuan JJ Abrams,buta huruf yang taunya cuman emas batangan doang". Sahut anak buahnya Ardan,yang lain.
"Yeee..Bisu sama tuli,tau kok sama emas batangan. Apa lagi Tuan JJ Abrams, pemiliknya langsung".
"Tau,dia menggunakan alat mengetahui jika emas asli". Sahut Ardan,menang melawan anak buahnya.
"Cepat bos, balas pesan tuan JJ Abrams tadi".
Tak segan-segan anak buahnya, mendorong bahu Ardan bosnya sendiri.
"Sabar lah,gak usah main dorong-dorongan ini. Aaakkkhh....Aku ini bos kalian,diam!". Kata Ardan,geram terhadap anak buahnya malah menghimpit tubuhnya yang kecil.
[Kamu gak perlu tau dimana aku berada, intinya hubungan kita end. Tenang saja, aku akan pergi dari kota ini]
Ardan, sudah membalas pesan dari JJ Abrams dan terkirim langsung di bacanya. Dengan cepat JJ Abrams, memerintahkan anak buahnya untuk pergi ke bandara dan perbatasan kota. Siapa tau dirinya belum terlambat,masih bisa mencegah kepergian Camelia.
[Aku akan menjemputmu Camelia,kita bicarakan baik-baik. Oke, jangan memutuskan hubungan sepihak. Intinya aku tidak mau memutuskan hubungan ini, bahkan aku ingin menikahi mu]
__ADS_1
"Hihihihihi.... Lihatlah Camelia,tuan JJ Abrams benar-benar serius denganmu. Dia membalas pesan ku,tak ingin mengakhiri hubungan kalian. Bahkan dia mau menikahi mu,soswiit sekali". Ardan dan anak buahnya, bertepuk tangan.
"Dasar konyol, jangan mengirim pesan aneh-aneh. Apa lagi menyinggung perasaannya,aku santet kau bocah nanti!". Ancam Camelia, menyunggingkan senyumnya.
"Gila!Bos dengar sendiri kan apa perkataan nona,dia tidak main-main. Biasanya akan balas dendam, dengan senjata api atau lainnya. Tetap,nona Camelia jalur dukun". Sahut anak buahnya, Ardan.
Wajah Ardan, langsung berubah masam dan kesal. "Sabar Ardan, kesabaran mu akan di sayangi istri-istri mu". Gumamnya, tapi masih di dengar oleh lainnya."Emangnya zaman sekarang,masih ada main dukun-dukunan?". Tanya Ardan, menyunggingkan senyumnya.
"Ada dong, pasti kamu pernah bermimpi tentang ku kan?". Camelia, menoleh ke arah Ardan.
Glekkkk...
Ardan, terkejut mendengar ucapan Camelia memang benar. Dia beberapa kali, bermimpi tentang Camelia dan sangat menyeramkan sekali.
"Kenapa diam bos? Apa jangan-jangan benar yah,". Camelia, menyipitkan matanya menaruh rasa curiga kepada Ardan yang diam membisu.
"Gak!". Teriak Ardan, langsung menutupi kebohongannya. "Ck, zaman sekarang dukun pada mati sudah".
"Yakin, pada mati hemmm...Kalau aku dukunnya, hayo! Mau apa kau,akan aku santet habis-habisan". Seringai tajam Camelia,ke arah Ardan.
Ardan, meninggalkan taman belakang tak mau lagi di pancing-pancing Camelia. Sudah pasti dia akan kalah melawannya, lebih baik menghindari dan cari aman dulu.
Anggun,dan lainnya mendekati Camelia dengan tatapan aneh. Membuat Camelia, keheranan jadinya.
"Apa benar Camelia,masih ada dukun zaman sekarang?". Tanya Wina, tersenyum manis.
"Katakan Camelia,yang sebenarnya yah. Kami membutuhkan dukun,ini demi kebaikan kami". Sambung Selfi, menyentuh punggung tangan Camelia.
"Camelia,kamu tidak berbohong kan? Jika dukun itu,memang ada atau tidak ada. Katakanlah Camelia,yang sejujurnya". Kini Ning, mengelus lembut punggung Camelia.
Sontak membuat Camelia, merasa aneh dengan sikap mereka ini. Lagipula dia kebingungan, harus jawab apa.
__ADS_1
Memangnya dukun untuk apa mereka? Apa jangan-jangan, mereka akan menyantet bos Ardan. Camelia, menutup mulutnya langsung menepis pikiran buruknya itu.