
Hari berlalu begitu cepat, Camelia mengelus perutnya semakin membesar dan mendekati perkiraan melahirkan.
"Iiss...Bikin gemes sayang, mereka menendang tanganku". Kata JJ Abrams, masih setia di perut istrinya.
"Lihatlah,ada tonjolan di sini. Anak mamah gak sabar yah,mau keluar lihat mamah dan papah". Kata Camelia, begitu imutnya.
"Gak sabar pengen menggendong anak kita, sayang. Tapi sayang, belum bisa mengetahui jenis kelaminnya. Anak kita memang pintar menyembunyikan jenis kelaminnya,sayang. Berhasil mengerjai kita ini,belum lahir sudah pinter banget". Kekehnya JJ Abrams, sesekali mencium perut istrinya.
Semoga saja, anak-anakku lahir jangan bersifat seperti ibunya. Jika itu terjadi,bisa pusing pala beby nanti aku menjaga anak-anak.Batin JJ Abrams,belum lahir sudah mengeluh apa yang terjadi ke depannya nanti.
"Hmmm... Untungnya punya suami kaya raya,bisa membeli pakaian bayi satu set perempuan dan satu set laki-laki. Aku masih tidak percaya sayang, hamil anak kembar". Camelia, mengelus pucuk kepala suaminya yang berbaring di atas dadanya.
"Sayang,apa kamu sudah menyiapkan nama anak-anak kita?". Tanya JJ Abrams, mendongak menatap ke arah Camelia.
Camelia, menggeleng pelan belum ada memikirkan nama anaknya nanti. "Belum, sepertinya kamu harus cepat mencari nama untuk anak-anak kita. Awas loh, jangan sembarangan ngasih nama".
"Hmmm...Nama anak-anak kita harus spesial dong, pasti akan mencari nama yang bagus serta artinya". Jawab JJ Abrams, mengecup bibir istrinya.
"Sayang,kau harus berpuasa selama 40 hari masa nifas ku nanti. Kamu yang sabar yah,jangan minta yang aneh-aneh". Camelia, menangkup wajah suaminya ketika ingin menguasai bibirnya itu.
"Ee....Masa sih, istri melahirkan harus berpuasa sayang. Apakah wajib,sama dengan puasa Ramadhan?". Tanya JJ Abrams, dengan wajah polosnya.
Camelia, menepuk keningnya beberapa kali dan memiliki ide untuk mengerjai suaminya itu. "kalau lebih jelas lagi, tanyakan sama anak buahmu atau sama bu Minah".
JJ Abrams, mengangguk paham dan mengingat perkataan istrinya. "Baiklah aku akan aku tanyakan kepada mereka, rupanya istriku tidak tau soal itu".
Camelia, ingin sekali tertawa terbahak-bahak saat ini juga. Namun sekuat tenaga menahannya,takut ketahuan tengah mengerjai sang suami. Ya sudah, tanyakan soal itu. Kenapa suami harus berpuasa selama 40 hari,di masa nifas istri?Ayo, tanyakan kepada mereka". Kedip mata Camelia.
__ADS_1
Dengan polosnya JJ Abrams, bangkit dari ranjang dan keluar dari kamar. Wajahnya terlihat berseri-seri, siap memberikan pertanyaan pada siapapun yang di temuinya.
"Jecky,ada tugas untukmu". JJ Abrams, merangkul pundaknya.
"Katakan saja Tuan,apa tugas itu?". Jecky, memasang telinga agar tidak salah mendengar ucapan bosnya.
"Kau tanyakan setiap orang yang kamu temui di sini,kenapa suami berpuasa 40 hari dimasa istri tengah nifas? Ayo,cari tau kenapa?". Perintah JJ Abrams, menepuk pundak Jecky beberapa kali.
"Apa yah,aku tidak tau? Sepertinya, bagus untuk mempersiapkan diri ku akan menikah ini. Benarkan bos?". Tanya Jecky, sama-sama berakal bodoh.
JJ Abrams, langsung mengacungkan jempolnya dan mengangguk kepalanya.
Begitu JJ Abrams dan Jecky, bertanya-tanya pada yang lainnya. Benar sekali, anak buahnya JJ Abrams mana pahan soap itu dan memberikan jawaban tidak tahu.
Tiba waktunya Jecky, bertanya-tanya kepada segerombolan ibu-ibu tengah menyiapkan sayuran di halaman belakang. Bukannya jawaban yang di dapatkannya, melainkan gelak tawa ibu-ibu.
JJ Abrams, mendekati bu Minah tengah bergabung dengan ibu-ibu lainnya di dapur.
"Tidak bu, tapi ada sesuatu yang tidak aku paham. Kenapa suami berpuasa selama 40 hari,di masa nifas istri?" Maksudnya apa bu,bisa jelaskan?". Pinta JJ Abrams, menatap ke arah ibu-ibu lainnya cekikikan menahan tawanya.
Bu Minah, sudah duluan tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan JJ Abrams. Rupanya tidak tahu,apa nifas. Sontak yang lainnya ikutan tertawa, membuat JJ Abrams menggaruk-garuk kepalanya.
"Tuan ini, ada-ada saja. Tanyakan kepada nona Camelia,dia maha tau dan cuman mengerjai Tuan". Ucap bu Minah, menggeleng kepalanya.
JJ Abrams,mengusap wajahnya dengan kasar karena istrinya berhasil mengerjai dirinya.
Sedangkan Camelia, tertawa terbahak-bahak di dalam kamar. Bagaimana jadinya,jika suaminya mengetahui kebenarannya dan merasa malu dengan ibu-ibu lainnya.
__ADS_1
"Cameliaaaaaa....!". Teriak JJ Abrams, suaranya menggelegar seisi ruangan. Langsung masuk kedalam kamar, dengan tatapan menyeramkan sekali.
"Hahahaha.... Hahahaha.. Ayolah,aku cuman bercanda sayang". Kekehnya Camelia,masih tak mampu menyembunyikan tawanya.
"Sayang, jangan mengerjai seperti itu. Takutnya sifat anak kita menurun,apa kamu ingin anak-anak kita mengerjai kita habis-habisan. Ini sekali dua loh, pusing pala beby nantinya". Cicit JJ Abrams, sangat menggemaskan sikapnya.
JJ Abrams, terus-terusan memaksa istrinya untuk menjelaskan apa nifas dan puasa setelah melahirkan.
Camelia,mulai menjelaskan semuanya kepada sang suami. Awalnya JJ Abrams, tidak mempercayai ucapan istrinya itu dan langsung membuka mbah google.
"Apa! Jadi maksudnya berpuasa 40 hari,aku tidak boleh berhubungan badan dengan mu sayang.Astaga,mana mampu aku dan bisa lebih selama 40 hari". Ucap JJ Abrams, menghempaskan tubuhnya di atas ranjang.
"Kamu yang sabar sayang,yang penting ada anak-anak yang menemani kita". Camelia, membujuk suaminya itu.
"Itu, sangat lama sekali sayang. Bagaimana dengan nasib ku?". Cicit JJ Abrams, memeluk erat tubuh istrinya.
"Gak perlu lebay deh, bukannya bertahun-tahun lamanya mampu menahan ketika kita belum menikah. Masa 40 hari saja, kamu gak mampu". Lagi-lagi Camelia, mengeluarkan jurusnya dengan mencubit tubuh suaminya itu.
"Yah...Itu beda sayang, sangat beda sekali. Baiklah, sebelum melahirkan aku akan puas-puas menikmati dirimu". Seringai tajam JJ Abrams, segera melepaskan pakaiannya.
Camelia, melonjak terkejut mengundurkan tubuhnya. Sudah pasti sang suami, menghajarnya habis-habisan. "Mampus aku". Lirihnya pelan,susah payah meneguk salivanya.
Beberapa saat ingin memulai pemanasan sebelum melanjutkan permainan yang lebih panas lagi. Tiba-tiba pintu kamar di ketuk oleh seseorang,mau tak mau JJ Abrams membuka pintu kamarnya.
Terlihat jelas wajah anak buahnya tersenyum sumringah, karena mendapatkan jawaban tugas darinya. "Tidak perlu menjelaskan soal tadi,kalian telat karena aku jauh lebih tau duluan". Ucap JJ Abrams, langsung menutup pintu kamar dengan keras.
Anak buahnya sampai syok berat atas sikap bosnya, terlihat sangat marah. Pintu kamar kembali terbuka, memperlihatkan kepala bosnya muncul dengan tatapan serius.
__ADS_1
"Satu lagi,jangan mengganggu kesenangan ku paham! Sekarang kalian pergi! Jauhi pintu kamar ini, pergi!". Teriak JJ Abrams,anak buahnya pontang-panting berlarian menjauhi dari pintu kamar bos-nya.
"Benar-benar yah,suka sekali mengganggu bos mau enak-enakan". Gerutu JJ Abrams, mendekati tepi ranjang. Camelia, sudah berpose menambah gairah menjolak di dalam tubuh JJ Abrams.