SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Pelaku Misterius


__ADS_3

"Terimakasih,mommy Dwi mau jenguk aku sepagi ini". Kata Camelia, tersenyum manis dan melirik ke arah Leo. Lihatlah, mommy mu sangat perhatian kepada ku di bandingkan dirimu.


"Aduh! Gak papa,sayang. Kamu cepat sehat yah,biar sekolah lagi seperti biasa". Dwi, mengelus lembut rambut panjangnya Camelia.


Leo, menggeleng kepalanya melihat sang mommy perhatian kepada Camelia. Ck,sok manis segala.Beberapa waktu yang lalu,aku mengagumimu. Semakin ke sini,kamu sama saja dengan wanita lain.Batinnya, membuang muka ke arah lain


Camelia, cengengesan melihat sikap Leo yang gelisah gusar. Terkadang Leo,melirik ke arahnya. Diam-diam melirik ke arah ku,apa ada sesuatu yang tidak beres.Batinnya.


"Tapi,kenapa Leo jadi gak sekolah mommy? Kasian loh,dia ketua OSIS lagi". Kekehnya Camelia, mengedipkan matanya ke arah Leo.


"Gak papa kok,sayang. Leo,jarang ada waktu buat mommy. Kalau gak di paksa,baru mau cuti". Dwi,melirik anaknya tengah duduk di sofa.


"Dwi,aku senang sekali loh. Masih sempat aja, menjenguk keadaan cucuku ini. Merepotkan kamu saja,". Sandra, tersenyum dan senang ada menjenguk cucunya."Ayo,kita duduk di sana. Siapa tau, mereka berdua mau ngobrol sesuatu". Ajak Sandra,membawa Dwi duduk.


Dwi, langsung mendorong tubuh anaknya itu. Agar lebih mendekati ranjang pasien, Camelia.


"E'ehmmm...Aku kira kamu sakit,karena memiliki penyakit serius. Eee..Cuman kurang darah,doang. Gara-gara kamu sakit,aku juga kena imbasnya". Kata Leo, sedikit pelan. Jangan sampai mommy nya tau,karena memarahi Camelia.


"Yeee....Mana aku tau,kamu ke sini sama mommy mu. Yang sakit aku,gak ada tuh nyebar berita dan membuat kehebohan sejagat raya. Kamunya aja,punya mommy yang sangat menyayangi ku". Camelia,malah menjulurkan lidahnya untuk mengejek Leo.


"Makanya jangan sakit, nyusahin orang. Seperti sekarang,aku tidak berangkat sekolah dan malah ke rumah sakit. Menyebalkan sekali,". Decaknya,melirik ke arah lainnya.


"Yeee...Derita kamu lah, siapa suruh mau. Mudah sekali kan,kamu diam-diam berangkat sekolah.Pasti mommy, memahami keadaan mu. Atau tidak, beralasan ujian apa kek". Sahut Camelia, tersenyum kecil.


"Ck,ada seseorang yang titip salam". Leo, terpaksa menyampaikan pesan dari kakaknya itu.


"Salam,dari siapa Leo?". Tanya Camelia, penasaran sekali.


"Kakakku,Kaizam. Dia sekolah SMA,kelas 2. Emangnya kenapa,kamu mau?". Tanya Leo,mata mereka saling pandang.


"Eee...Yang suka nyanyi di kafe mu,kan? Boleh gak,aku minta nomornya. Plisss... Suaranya merdu banget, aku sempat liat videonya di ponsel teman sekelas". Cicit Camelia, mengedipkan matanya.

__ADS_1


Sialan,kenapa Camelia malah kepincut dengan kakakku. Aaakkhh...Jadi nyesal,aku memberitahu kepadanya tadi.Batin Leo, mengambil ponselnya di saku celana. "Cepat,ketik nomor kakakku". Kata Leo, dengan nada dingin.


Camelia, tersenyum sambil mengetik nomor yang di sebutkan Leo.


"Sebentar,mau ke toilet dulu". Leo, beranjak dari duduknya dan meninggalkan ponsel di ranjang pasien Camelia.


Camelia, menatap kepergian Leo dan masuk kedalam kamar mandi. Matanya tertuju pada ponsel Leo,masih menyala itu.


"Hmmm... Bagaimana,aku mengotak-atik ponselnya". Gumam Camelia, mengambil dan mulai membuka WhatsApp.


Mata Camelia, terbalalak melihat sesuatu yang tidak asing. Leo, mengirim pesan kepada seseorang.


"Jadi,malam tadi yang mengancam ku adalah Leo! Kurang ajar sekali, aku harus menghapus video ku". Gumam Camelia, buru-buru membuka galeri.


Benar sekali, durasi cukup panjang. Ketika Camelia, menjebak Ryan di kelas. Setelah di hapus,ada rasa lega rasanya.


"Aku yakin sekali, Leo tidak ceroboh dan masih menyimpan videoku di tempat lain".


Deggg..


Camelia, mendengar pintu kamar mandi terbuka. Berarti Leo, sebentar lagi akan datang. Dia mengubah ekspresi wajah seperti biasa, berusaha tidak terjadi apa-apa


"Leo,titip salam balik yah. Sama kakakmu,bilang aku fans beratnya". Cicit Camelia, memainkan kedua alisnya.


"Ck, bilang saja sendiri sana. Bukankah kamu,punya nomor ponselnya". Tolak Leo, tersenyum smrik. Kamu kira aku tidak bodoh,nomor WhatsApp tadi bukan milik kakakku. Melainkan punyaku,ponsel yang kedua. Astaga! Aku salah bawa ponsel. Untung saja, menggunakan sandi. Tapi, apakah tadi sudah terkunci ketika aku ke kamar mandi. Aku tidak seceroboh itukan? Aaakkhh...Apa Camelia, mengetahuinya?.


"Yah... Sampaikan saja,yah. Aku malu mengirim pesan seperti itu,pliss...!". Bujuk Camelia,lagi dan memegang tangan Leo.


Deggg....


Detak jantung Leo, berdegup kencang ketika Camelia menyentuh tangannya. Sepertinya di hipnotis Camelia,dia mengangguk pasrah."Ok,kalau gak lupa dan gak janji". Jawabnya,tangan Camelia langsung menjauh.

__ADS_1


"Makasih banyak,tapi jangan lupa yah". Kedip mata Camelia, seakan-akan menggoda dirinya.


Leo, memutar bola matanya dengan memelas. "Menyusahkan saja". Gumamnya pelan,masih terdengar oleh Camelia.


"Leo,ayo kita pulang. Mommy,masih ada perlu lain. Atau gak,kamu di sini saja dan menunggu Camelia. Biar mommy, pergi bersama nyonya Sandra". Dwi, memberikan pilihan kepada anaknya.


"Dwi, biarkanlah anakmu tinggal di sini dulu. Ayo,kita pergi dan biarkan mereka berdua saling berbincang apa kek. Leo,aku titip cucuku yah?". Ucap Sandra, sontak membuat Leo gelabakan dan mendapatkan tatapan tajam dari mommy.


Susah payah Leo, meneguk salivanya karena tatapan mommy semakin tajam.


"Eee...Iya,aku,aku akan jaga Camelia. Mommy, jangan lama yah?". Kekehnya Leo, menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Sandra dan Dwi, pergi meninggalkan ruang inap Camelia. Menyisakan Camelia dan Leo,saling melirik satu sama lain.


Dering ponselnya Leo, berbunyi dan menatap layar. Tertera nama Anya, membuat Leo mendengus dingin.


"Kenapa tidak di angkat?". Camelia, berusaha duduk sedikit kesusahan. Leo,sigap membantu Camelia dan duduk bersandar.


"Jangan menyusahkan dirimu,aku ada membantu. Kalau kenapa-kenapa,aku uang di marahi". Gerutunya Leo, duduk di kursinya.


"Makasih Leo,maaf aku menyusahkan dirimu. Oh,yah! Aku mengetahui siapa pelakunya, malam-malam meneror ku". Bisik Camelia, gemes melihat ekspresi wajah Leo.


"Oh, rupanya diam-diam mengotak-atik ponselku". Leo, memajukan wajahnya dan menatap ke arah Camelia.


"Leo, kamu ngapain sih?". Camelia,yang sudah gugup atas sikap Leo semakin dekat.


"Kenapa,kamu takut? Lalu, bagaimana aku menyebarkan video mu ini". Leo, tersenyum smrik.


"Leo,jangan macam-macam kamu. Ingatlah aku siapa,ha? Aku bisa saja, melakukan apapun terhadap mu. Atau mungkin, membuat mommy membenci dirimu". Camelia,malah menantang. Menatap manik-manik mata Leo, semakin dekat dan sangat dekat.


"Ck,kau sok berani mengancam ku. Apa sudah menang,karena menghapus video di ponsel ini. Jangan senang dulu,karena aku tidak bodoh. Ikuti perintah ku, masalah rahasia mu akan aman". Leo, menjauhkan dirinya dan duduk di sebelah Camelia. "Kalau kau, macam-macam dengan ku. Pasti akan tau, bagaimana kedepannya nanti". Seringai tajam Leo, menyelipkan rambut Camelia ke telinga sang empunya.

__ADS_1


__ADS_2