SIAPA KAMU

SIAPA KAMU
Kebakaran


__ADS_3

"Bella!Bella!". Rendy, menangis histeris karena istrinya meninggal terbakar hidup-hidup. "Bella, maafkan aku! Sudah meninggal mu, sendirian Bella!". Rendy,merasa bersalah dengan istrinya yang tak bernyawa lagi. Tubuhnya hangus terbakar, tidak berwujud.


Vanya,mengelus lembut punggung kakaknya. Merasa kasian kepada sang kakak,satu persatu telah pergi.


Lena,sang ibu dalam terpuruk mendapatkan kabar Jessica anak kesayangannya sakit parah di jeruji besi. Jessica, tidak bisa di bebaskan lagi dan di nyatakan membunuh Tuan Jemmy.


Kediaman Sean,tak berupa wujud lagi sudah hangus terbakar. Menyisakan bangunan yang runtuh, sungguh memperihatinkan.


Katrina, meneteskan air matanya. Kediamannya dulu, penuh dengan kebahagiaan dan kini tinggal kenangan. Di sudut hatinya, merasa senang karena melenyapkan harta peninggalan keluarga Sean.


"Ini semua gara-gara mas! Gara-gara kamu, sekarang kita tinggal dimana? Coba kamu tidak selingkuh,kita bisa menumpang di mansion Allen!". Linda,memukul dada bidang suaminya.


"Aaaarrgghh....Katrina!". Teriak Rendy, semenjak kejadian itu. Kehidupan mereka benar-benar tidak tenang, pasti ada sangkut pautnya dengan mendiang istri.


"Pak tua, semua ini gara-gara kamu. Coba saja dulu, tidak memiliki ide gila terhadap Katrina! Kita tidak seperti ini,". Teriak Rendy,mengusap wajahnya dengan kasar.


Doni,duduk lemas di kursi dan bingung berbuat apa-apa lagi.


Semua orang-orang sekitar,merasa iba kepada mereka yang tertimpa masalah besar. Apa lagi sekarang, tidak memiliki apapun.


Doni, mendekati Jhonny yang menemani Camelia ikut melihat kediaman Sean terbakar.


"Tuan Jhonny,kamu tidak memiliki tempat tinggal. Sedangkan Clara,masih berstatus istri Jordan. Surat Perceraian belum keluar,kami mohon bantuan kepada anda. Tolong berikanlah tumpangan sementara,aku mohon!". Kata Doni, berharap Jhonny iba kepada mereka semua.


"Tuan Jhonny, tolonglah bantu kami". Sambung Clara, memohon.


"Kalian semua bukan apa-apa,dari keluarga Allen. Ayo,kita pulang Camelia. Kita tidak ada urusan lagi, dengan keluarga mereka. Jecky,ayo pergi". Perintah Jhonny, langsung.


Camelia,masih setia memandang kediaman Sean yang masih ada api kecil melahap sia-sia bangunan.


**************


Camelia, bersantai di balkon kamar. Hatinya merasa senang, rencana balas dendam berjalan dengan lancar. Kehidupan mereka, benar-benar hancur berkeping-keping.


Ting..

__ADS_1


Sebuah pesan masuk di ponselnya, tertera nama Ryan.


[Bisakah aku meminjam uang 20 juta, membantu keluarga Camelia. Suatu hari nanti,aku akan mengembalikan jasa baikmu kepadaku. Aku mohon Camelia,tak sanggup melihat keluarga-keluarga hancur]. Ryan.


Camelia, tertawa terbahak-bahak membaca pesan dari Ryan.menghancurkan keluarganya,itu adalah impiannya. Mana mungkin Camelia, membantu Ryan dan langsung memblokir nomornya.


"Aku penasaran sekali, bagaimana nasib mereka? Apakah paman Doni, meminjam uang kepada Jhonny dan Jordan". Gumam Camelia, manggut-manggut tak karuan.


"E'ehmmm... Bolehkah aku duduk,". Kekehnya Jordan, sontak membuat Camelia terkejut. Takut Jordan, mendengar perkataannya tadi.


"Eee.. silahkan paman" Camelia, mempersilahkan Jordan duduk di sampingnya. "Paman, sudah mengurus surat perceraian kalian?". Tanyanya, basa-basi daripada diam saja.


"Sudah,kenapa kamu ingin tau hemmm..?". Jordan, mencubit pipi keponakannya.


"Sakit paman,lalu Tante Liliana tetap tinggal di sini? Aku tak sengaja diam-diam mengintip dia,dari gerak-geriknya sangat mencurigakan". Bisik Camelia, tersenyum manis.


"Belum saatnya sayang,ada sesuatu yang di rencanakan. Kamu jangan ikut campur,paham!". Jordan, mencolek hidung mancung Camelia.


Rencana apa yang dia maksud, Jordan? Pasti ada sesuatu yang tidak beres, penasaran sekali.Batin Katrina, sekarang dia jauh lebih baik.


***********


"Tidak ada lowongan!". Tegas Jhonny, berlalu meninggalkan mereka berdua.


Meskipun Doni dan Rendy, memohon dan bersujud di kakinya Jhonny. Tetap saja, tidak mendapatkan iba kepadanya.


Apa lagi mereka sudah mencoreng nama baik keluarga Allen, sudah pasti akan di benci seumur hidup.


Camelia, keluar dari mansion dan berangkat ke sekolah. Senyuman manis terbit di sudut bibirnya,dia tengah berbahagia.


"Dulu kalian tidak memiliki apapun, sebelum aku pungut dan mengizinkan tinggal di kediaman Sean. Tapi,kalian begitu serakah merebut harta kekayaan ku dan melenyapkan nyawa ku ini. Saat ini,kalian kembali seperti semua tidak memiliki apapun. Ck,". Ucap Katrina, menyeka air matanya.


Sesampai di sekolahan, Camelia bergabung dengan temannya langsung menuju ke kantin.


"Leo, pesankan bakso dan jus jeruk untukku!". Perintah Camelia,yang baru sampai di kantin.Kebetulan sekali, Leo tengah sarapan pagi.

__ADS_1


Cika dan Rika, terperangah mendengar ucapan Camelia. "Camelia,kamu tidak bercanda!". Tanya Rika, terkejut dengan sikap temannya.


"Leo,apa kamu mendengar perintah ku? Atau mau aku adukan dengan mommy Dwi". Camelia, tersenyum sumringah ke arah Leo.


Brakk!


Leo, mengebrak meja dan berdiri. Dia berjalan untuk memesan makanan Camelia,tidak memperdulikan tatapan orang-orang sekitar.


"Camelia,kamu sudah kurang ajar dengan ketos!". Anya, langsung menarik lengan Camelia.


Plak!


Camelia, langsung melayangkan tamparan keras di wajah Anya. "Kau jangan ikut campur urusan pribadi ku dan Leo,paham! Jangan macam-macam dengan ku,ingat itu". Ancamnya, menyeringai tajam.


"Kau, berani sekali menampar wajah ku ha?". Anya,mencoba menampar wajah Camelia. Akan tetapi, Leo langsung menahan lengannya.


"Anya,jangan melakukan kesalahan apapun terhadap Camelia. Dia seorang perempuan yang berlindung di ketiak pamannya,sok berkuasa dan tidak memiliki hati nurani. persis seperti pamannya,". Kata Leo, membuat Camelia semakin marah besar.


"Waw.... Pamanku Jhonny, tidak melakukan kesalahan apapun. Kecuali, seseorang mengusik kehidupan kami. Kau paham, Leo! Bagaimana dengan keluarga mu, tiba-tiba seorang wanita cantik menggoda Daddy mu? Mana mungkin kan,kamu diam saja. pasti melakukan sesuatu,membalas sakit hati mommy mu". Camelia, menyelipkan rambut ke telinga.


"Aku mendukung apa yang dilakukan paman, Camelia. Beruntung sekali, Camelia tidak menghajar Arsen habis-habisan". Kekehnya Rika, mendekati mereka.


"Sudahlah Leo,kamu pikir sendiri deh. kenapa pamanku, bersifat seperti itu. Masa ketos terkenal dengan kepintaran,tapi bodoh menilai seseorang yang benar-benar salah. Astaga! Bodoh sekali,sok belagu menilai seseorang". Ejek Camelia, tersenyum smrik.


"Leo,ayo kita duduk dan lanjutkan sarapannya. Jangan meladeni perkataan Camelia,dia sok berkuasa di sekolah ini". Anya, menarik lengan Leo yang masih berdiri.


"Hussssttttt....Sana pergi,enek melihat wajah mu". Camelia, mengibas-ngibas tangannya.


"Lihatlah,ketos tidak bisa berbuat apa-apa. Kau hebat sekali, Camelia". Cika, mengacungkan jempolnya.


Leo,masih menatap ke arah Camelia. Sedari tadi, tertawa lepas bersama temannya. Sedangkan dirinya, sudah di permalukan oleh Camelia.


Anya,kesal karena Leo masih menatap Camelia dari kejauhan.


"Huuuff.... Tenggorokan ku kering sekali, pagi-pagi sudah terkuras tenaga". Kata Camelia, langsung meminum jus yang baru datang.l

__ADS_1


__ADS_2